TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
58


__ADS_3

Di kantor miya mulai sibuk dengan aktivitasnya,


hingga pintu ruangannya terbuka


" kau memanggilku?" tanya irfan


miya tersenyum dan mempersilahkan irfan duduk


"aku ingin kau menjadi sekertaris pribadi kembali" ucap miya sambil menyerahkan selembar kertas dan pena


" aku " tunjuk irfan pada dirinya sendiri


" ya "


" tapi bukan kah kamu sudah.."


" bukan untukku,tapi untuk presdir baru perusahaan ini"potong miya,


irfan mengernyitkan keningnya tak mengerti


"Tiyas potri bungsu dari tuan wijaya,dia akan menjadi presdir baru kalian"miya menjelaskan


"lalu kenapa kamu memilih aku? "


" cckkk apakah aku harus memilih calon laen yang tak berpengalaman ?" gerutu miya kesal


irfan tertawa geli di buatnya,sekian


lama miya menjadi orang yang berbeda,kini irfan dapat merasakan miya yang dulu telah kembali


" jadi,apa kamu menerima tawaranku !?"ucap miya membuat irfan tersadar


" aku pikirkan dulu" goda irfan


" ku beri lima detik untuk berpikir"


irfan tersontak kaget di buatnya


" apa kau gila miy " teriak irfan


membuat pengawal pribadi miya di luar refleks menoleh,miya mengibaskan tangannya memberi kode,dan pengawal itupun kembali


" katakan sekarang,sebentar lagi rapat akan di mulai"


mau tidak mau irfan akhirnya menyetujuinya.


setelah irfan pergi,seorang pengawalpun menemuinya


" Maaf Nona,presdir perusahaan xuan kembali datang"


" mau apa lagi dia" gerutu miya kesal

__ADS_1


belum memberi perintah tiba- tiba presdir itu masuk dengan dua sekertari wanita sexi nan cantik


Miya mencoba untuk tenang meskipun hatinya sangat kesal melihat kelakuan presdir itu


"Tuan juna,ada apa?" tanya miya sinis.


presdir yang bernama juna itu tersenyum


seraya duduk di kursi sebelah meja kerja miya


" Apa kau mengintip profil ku nona miya ?"


goda juna dengan senyum sexi nya


miya tertawa mengejek


" pekerjaanku lebih berharga dari profilmu tuan juna"


jawab miya dengan sorot mata tajam


" kau tau namaku,tanpa perkenalan lebih dulu,bukan kah itu mengintip namanya" balas juna tak mau kalah


miya berdecak kesal di buatnya,miya menyandar di kursi kebesarannya dengan menyentuh keningnya


kedatangan presdir menyebalkan ini membuat kepalaku sakit,batin miya


Juna menghampiri miya yang memejamkan mata sambil memijat pelipisnya.


Hingga akhirnya miya repleks bangkit dari kursinya


juna sudah sangat dekat dengannya,


karena kepalanya yang sedikit pusing membuat miya limbung,namun juna berhasil meraih kedua pundak miya


dan dengan bantuan juna miya kembali duduk di kursinya,


" kenapa wajah ini begitu mirip" batin miya


miya menatap lekat wajah juna,


hingga sang empunya mengernyitkan keningnya keheranan.


Juna mingibaskan tangannya


membuat miya tersadar,dan memalingkan wajahnya


" sepertinya kau kurang sehat nona"


ucap juna setelah kembali ketempat duduknya


" itu karena ulahmu bodoh" celetuk miya

__ADS_1


" aku mendengarnya"


ucapan juna,membuat miya berdehem grogi


kedua sekertaris juna tersenyum geli di buatnya


" hey,,.. ka juna" tiba- tiba tiyas muncul dan menghambur memeluk juna dari belakang


pemandangan itu membuat miya sedikit risih


juna tersenyum melirik miya yang tak nyaman saat tiyas memeluknya


" apakah dia tidak pernah melihat pemandangan seperti ini,bukan kah di kalangan atas sudah biasa seperti ini?" batin juna


"katakan,apa kak juna merindukanku" ucap tiyas manja


" tentu saja aku merindukanmu, adik kecilku" jawab juna sambil mencubit hidung tiyas


tiyas berdecak sebal saat juna mengatakannya adik kecil


" aku sudah besar loh,sudah cantik" gerutu tiyas


juna tertawa kecil


" kak miya,apa kau sudah kenal kak juna,dia sahabat kami,dulu kami tetanggaan sewaktu di london" ucap tiyas antusias


miya hanya membalas dengan tersenyum


" kau tau" ucap tiyas sambil menepuk bahu juna


" dia yang menggendong kak miya saat pingsan di pemakaman" ucap tiyas lagi


miya kaget, dan menatap juna yang tersenyum pada tiyas walau matanya melirik kearah miya


***************


aku kasih visual deh, biar ga galau lagi,


andre



juna



juna



miya

__ADS_1




__ADS_2