
Di kantor miya mulai sibuk dengan aktivitasnya,
hingga pintu ruangannya terbuka
" kau memanggilku?" tanya irfan
miya tersenyum dan mempersilahkan irfan duduk
"aku ingin kau menjadi sekertaris pribadi kembali" ucap miya sambil menyerahkan selembar kertas dan pena
" aku " tunjuk irfan pada dirinya sendiri
" ya "
" tapi bukan kah kamu sudah.."
" bukan untukku,tapi untuk presdir baru perusahaan ini"potong miya,
irfan mengernyitkan keningnya tak mengerti
"Tiyas potri bungsu dari tuan wijaya,dia akan menjadi presdir baru kalian"miya menjelaskan
"lalu kenapa kamu memilih aku? "
" cckkk apakah aku harus memilih calon laen yang tak berpengalaman ?" gerutu miya kesal
irfan tertawa geli di buatnya,sekian
lama miya menjadi orang yang berbeda,kini irfan dapat merasakan miya yang dulu telah kembali
" jadi,apa kamu menerima tawaranku !?"ucap miya membuat irfan tersadar
" aku pikirkan dulu" goda irfan
" ku beri lima detik untuk berpikir"
irfan tersontak kaget di buatnya
" apa kau gila miy " teriak irfan
membuat pengawal pribadi miya di luar refleks menoleh,miya mengibaskan tangannya memberi kode,dan pengawal itupun kembali
" katakan sekarang,sebentar lagi rapat akan di mulai"
mau tidak mau irfan akhirnya menyetujuinya.
setelah irfan pergi,seorang pengawalpun menemuinya
" Maaf Nona,presdir perusahaan xuan kembali datang"
" mau apa lagi dia" gerutu miya kesal
__ADS_1
belum memberi perintah tiba- tiba presdir itu masuk dengan dua sekertari wanita sexi nan cantik
Miya mencoba untuk tenang meskipun hatinya sangat kesal melihat kelakuan presdir itu
"Tuan juna,ada apa?" tanya miya sinis.
presdir yang bernama juna itu tersenyum
seraya duduk di kursi sebelah meja kerja miya
" Apa kau mengintip profil ku nona miya ?"
goda juna dengan senyum sexi nya
miya tertawa mengejek
" pekerjaanku lebih berharga dari profilmu tuan juna"
jawab miya dengan sorot mata tajam
" kau tau namaku,tanpa perkenalan lebih dulu,bukan kah itu mengintip namanya" balas juna tak mau kalah
miya berdecak kesal di buatnya,miya menyandar di kursi kebesarannya dengan menyentuh keningnya
kedatangan presdir menyebalkan ini membuat kepalaku sakit,batin miya
Juna menghampiri miya yang memejamkan mata sambil memijat pelipisnya.
Hingga akhirnya miya repleks bangkit dari kursinya
juna sudah sangat dekat dengannya,
karena kepalanya yang sedikit pusing membuat miya limbung,namun juna berhasil meraih kedua pundak miya
dan dengan bantuan juna miya kembali duduk di kursinya,
" kenapa wajah ini begitu mirip" batin miya
miya menatap lekat wajah juna,
hingga sang empunya mengernyitkan keningnya keheranan.
Juna mingibaskan tangannya
membuat miya tersadar,dan memalingkan wajahnya
" sepertinya kau kurang sehat nona"
ucap juna setelah kembali ketempat duduknya
" itu karena ulahmu bodoh" celetuk miya
__ADS_1
" aku mendengarnya"
ucapan juna,membuat miya berdehem grogi
kedua sekertaris juna tersenyum geli di buatnya
" hey,,.. ka juna" tiba- tiba tiyas muncul dan menghambur memeluk juna dari belakang
pemandangan itu membuat miya sedikit risih
juna tersenyum melirik miya yang tak nyaman saat tiyas memeluknya
" apakah dia tidak pernah melihat pemandangan seperti ini,bukan kah di kalangan atas sudah biasa seperti ini?" batin juna
"katakan,apa kak juna merindukanku" ucap tiyas manja
" tentu saja aku merindukanmu, adik kecilku" jawab juna sambil mencubit hidung tiyas
tiyas berdecak sebal saat juna mengatakannya adik kecil
" aku sudah besar loh,sudah cantik" gerutu tiyas
juna tertawa kecil
" kak miya,apa kau sudah kenal kak juna,dia sahabat kami,dulu kami tetanggaan sewaktu di london" ucap tiyas antusias
miya hanya membalas dengan tersenyum
" kau tau" ucap tiyas sambil menepuk bahu juna
" dia yang menggendong kak miya saat pingsan di pemakaman" ucap tiyas lagi
miya kaget, dan menatap juna yang tersenyum pada tiyas walau matanya melirik kearah miya
***************
aku kasih visual deh, biar ga galau lagi,
andre
juna
juna
miya
__ADS_1