
Dengan antusias widiya duduk di sebelah jolia yang baru datang,
"sepertinya kamu sudah memberi pelajaran pada wanita penggoda itu" ucap widiya
jolia tidak menjawab,seorang pelayan rumahnya menyodorkan minuman padanya,jolia mengambilnya dan langsung meminumnya,dengan sekali tegak minuman itu kandas dari gelasnya.
Melihat raut wajah jolia,widiya bisa menebak sedang terjadi sesuatu pada adik ipar nya itu
" wanita itu jauh lebih licik dari yang aku duga" ucap jolia dengan tatapan penuh amarah.
dalam hatinya widiya sangat senang melihat jolia semakin membenci miya,setidaknya ia tidak perlu menggunakan tangannya untuk menyingkirkan gadis yang sangat di bencinya itu.
Di rumah miya
sila melimpar undangan di pangkuan miya yang tengah asyik dengan ponselnya
miya mengambil undangan yg berwarna silver itu dan terpampang nama andre dan jolia di sana,
seketika jantongnya berdegup kencang,walaupun sudah mengetahuinya,tetap saja hatinya merasa sakit.
"haris sengaja memberikannya untuk kita,karena,tanpa undangan itu kita tidak akan bisa masuk kedalam acaranya"ucap sila menjelaskan
sila duduk disebelah miya yang terlihat murung
"kamu sudah terlanjur masuk dalam rencana ini,jadi...sebisa mungkin kendalikan ego,untuk saat ini"
ucap sila lagi,
miya menoleh menatap sila sahabatnya
sila merentangkan tangannya untuk mengisyaratkan memberi pelukan pada sahabatnya kini yang tengah galau dengan cerita cintanya.
miya memeluk sahabatnya ,kini ia benar- benar butuh sandaran"bagaimana aku bisa kuat saat melihat andre menyematkan cincin untuk wanita laen" ucap miya
sila mengusap punggung sahabatnya itu mencuba untuk menenangkan
" kamu pasti bisa miy,yakinlah andre benar- benar mencintaimu,bantu ia untuk mencapai tujuannya"
ucap sila memberi semangat
miya melepaskan pelukannya,
__ADS_1
" hey....bukankah kalian sudah pernah melewati masa- masa sulit,kenapa masih lembek seperti ini" goda sila yang sedikit menghibur hati sahabatnya itu.
Di rumah andre
di ruang kerjanya andre tengah sibuk dengan beberapa berkas di tangannya,
haris dan dua org kepercayaanya masih setia menunggu apa yang akn mereka lakukan besok
" kita sudah mendapatkan semua berkas- berkas aslinya tinggal menjelaskannya pada alex kalau berkas yang ada padanya semua palsu" ucap andre
" tidak semudah itu,tentu kita akan mendapat penolakan darinya" sahut haris mengingatkan,
andre mengangguk mengiyakan
"kita akan membuat widiya mengakuinya besok"
ucap andre
"lalu bagaimana dengan jolia,ini tidak akan mudah,
bagaimana kalau alex tidak terima, dengan beranggapan mempermainkan adiknya"
andre menyandar di kursi kerjanya,
" tapi tuan tidak mempermainkannya,bukankah keluarga alexander sendiri yang meminta pertunangan ini"sahut dari salah satu orang kepercayaan andre
"aku akan hadapi risekonya,inti dari semuanya adalah perusahaan wijaya group kembali pada keluarga kita,"
dalam hatinya,andre pun merasa was -was.
setelah tidak ada hal penting yang di bicarakan lagi haris dan kedua orang suruhan kelurganya pun keluar dari ruangan andre,
Miya gelisah di tempat tidurnya,jam sudah menunjukkan jam tiga malam,tapi susah sekali untuknya tidur,miya menyisih selimutnya dan duduk di tepi tempat tidurnya,ingin sekali rasanya ia menghobongi kekasihnya,"tapi jam segeni mungkin andre sudah tidur "pikirnya
miya menyisih jendela kamarnya,menatap keluar jendela,ruang kosong bahkan gelap,miya tersenyum mengingat saat andre menyerobot masuk kamarnya melewati jendela,bahkan mereka sempat bertengkar hanya karena masalh sepeli,
miya menoleh kebelakang saat ponselnya berdering
miya berjalan kenangkas di mana ponselnya ia letakkan
saat ia mengangkat ponselnya miya melihat foto andre yang ada di layar ponsel
__ADS_1
"andre,jadi dia juga belum tidur" gumam miya
miya menggeser ke atas layar ponselnya dengan satu jarinya
dan meletakkan layar ponselnya ketelinganya
" belum tidur juga ya?" ucap miya
" tepatnya ga bisa sayang" sahut andre
miya tersenyum karena andrepun sama sepertinya
" miy..."
" hnn"
" apapun terjadi besok,ku mohon jangan benci aku lagi"
miya terdiam,
" maafkan aku yg selalu memberimu luka"
"aku sudah tau kebenarannya,jangan terus menyalahkan dirimu"
" apapun terjadi besok,jangan tinggalkan pesta"
" kenapa?" miya mengernyitkan keningnya
" pokoknya jangan"ucap andre menekankan
"iya, kalau aku ga pingsan" gerutu miya
andre tertawa mendengarnya
"kalau kamu pingsan aku batalin tunangannya"
" emang berani?" tantang miya
" untuk kamu" jawab andre singkat
miya tersenyum senang,.
__ADS_1
dan hampir jam empat pagi mereka baru mengakhiri telponnya,.