
Melihatt tatapan mata haris dan senyum liciknya membuat sila buru- buru melepaskan tangannya dari mulut haris
"duduk lah aku buatin minum dulu" ucap sila mencoba menghilangkan rasa malu dihatinya
tapi belum sempat sila melangkah,tiba- tiba haris menarik tangannya dan mendekap tubuh sila yang bersamaan ikut tertarik
"mau sampai kapan menghindar terus" bisik haris
"siapa yang menghindar" bantah sila,namun tubuhnya berusaha untuk keluar dari dekapan haris
"kalau ga menghindar diem,jangan gerak, sekali- kali nikmati pelukan pacar"ucap haris
"pacarr dari hongkong" gerutu sila
"bukannya dari london?"celoteh haris membuat sila tertawa
"lepasin aku," ucp sila masih berontak
"ga bakal,sebelum kamu jawab pertanyaan aku"
sila mendengos kesal dan pasrah mengiyakan saja
"ya udah nanya apa?"
haris tersenyum dan melepskan dekapannya,
haris tertawa kecil mendapati wajah sila yang masam dengan bibir mengerucut,,,haris menangkup kedua belah pipi sila dengan kedua tangannya
"cantik" puji haris
"bukan pertanyaan" gerutu sila
haris kembali tertawa,dan kemudian
haris menatap mata sila dan mencundungkan sedikt kepalanya,sila merasakan deru nafas haris yang begitu dekat dengan wajahnya
"apa?" tanya sila karena haris diam saja menatapnya
"I LoVe You"
"hah" sila mengerjapkan matanya,merasa tak yakin dengan pendengarannya
" di terima ga?"tanya haris
"beneran dia nembak aku" gumam sila dalam hati
__ADS_1
"udah di terima aja" tiba- tiba miya menyela
,sontak keduanya menoleh ke arah somber suara
"ck,jadi ga romantis" gerutu haris
"maaf,aku ganggu,"
"laper" ucap miya sambil mengusap perutnya
"uh iya tadi aku masak,bentar aku siapin" ucap sila berusaha menghindar dari haris
" eh tunggu," cegah haris menangkap tangan sila
mau tak mau sila pun menghentikan langkahnya
" jawab dulu" ucap haris penasaran
kali ini sila benar- benar malu,wajahnya memerah menahan malu,bagaimana bisa mereka keperguk oleh miya,
sila menatap miya yang nampak tenang- tenang saja berjalan menuju dapur
dan pada akhir kemudian sila pun mengangguk mengiyakan sambil tertunduk malu
mendapat anggukan dari sila,haris bersorak senang dan tanpa aba- aba memeluk sila
"udah pulang sana,"gerutu sila malu- malu
"baru jadian udah di usir"celetuk haris
"udah malam,malu ketauan bu RT"ucp sila sambil melirik kedapur,haris tertawa kecil, paham apa yang di maksud sila,haris kembali mencundungkan kepalanya dan menunjuk pipinya dengan telunjuknya,
sila tersenyum malu dan menggeleng,
harus mendengus kesal
"ya udah aku aja yang cium"ucap haris dan tiba-tiba
cuppp satu kecupan berhasil mendarat di bibir sila
haris tersenyum puas melihat sila yang kaget dan mematung d tempat,..
sila mengerjapkan mata,menyentuh bibirnya.
"Selamat ya" ucap miya setelah haris pamit pulang,
__ADS_1
sila mengangguk sambil menuang air putih dan meminumnya.sila menghela nafasnya mencuba menetralisir rasa hatinya yang kini campur aduk
"kaya baru lari maraton aja"celetuk miya sambil mengunyah cemilan di tangannya
sila mendengus kesal,dan kembali menyentuh bibirnya
"kenapa tuh bibir,dari tadi di sentuh mulu?"tanya miya heran
sila buru-buru menjauhkan tangannya,tiba- tiba rasa gugup menjalar di seluruh tubuhnya
"panas" ucap sila sambil mengibas-ngibaskan tangannya,dan buru- buru menuju kamarnya dengan setengah berlari,
sementara miya keheranan sendiri sambil menatap sila yang bersikap aneh
Miya mengambil remote tv di atas meja dan menyalakn televisi sambil rebahan di sofa
tiba- tiba ponselnya berdenting tanda pesan lewat wa masuk,miya melihat layar ponselnya
terlihat kontak irfan
irfan "kebetulan lewat rumah,butuh tumpangan ga?"
miya tersenyum dan kemudian mengetik balasan
"boleh,jam berapa?"
irfan " kenapa nanyain jam?"
miya " susah bangun pagi"
irfan " ga papa sekalian aja di mandiin🤤🤤🤤"
miya "😤😤😤😤"
irfan" 🤣🤣🤣 jam 7 "
miya "oke"
miya mematikan televisi dan menuju kamarnya...
miya merebahkan tubuhnya di ranjang dan memeluk bantal golingnya
akhir- akhir ini irfan sangat perhatian padanya,setelah menceritakan semuanya tentang masa lalunya
irfan selalu ada untuknya,sementara andre,sudah satu minggu tak ada kabarnya,.
__ADS_1
waktu berlalu dan perlahan miyapun memejamkan matanya dan larut dalam mimpinya....