
Widiya menghampiri jolia yang duduk sendiri di balkon kamarnya,
"hari bahagia tinggal dua hari lagi,kenapa kamu terlihat murung?"
jolia menoleh ke arah suara " kak widiya,"
widiya duduk di samping jolia dan berpura- pura prihatin dengan keadaan adik iparnya itu
" sepertinya kamu tidak bahagia" selidik widiya
jolia tersenyum hambar,memang hatinya kini tidak bahagia seperti gadis yang akan bertunangan
"aku merasa andre tidak mencintaiku"jolia mengutarakan isi hatinya
"apa ada masalah?"
jolia menggeleng pelan,wajahnya tampak semakin murung"kemarin aku menemuinya di kantor,dan aku melihat mantan kekasihnya bekerja di kantornya"
widiya terperangah " tunggu dulu,apa yg kau maksud miya?"
jolia mengangguk
" sepertinya dia sangat spesial bagi andre,bahkan dia membentakku saat aku ingin mengusirnya"
jolia menunduk menghela nafasnya yg terasa sesak ketika mengingat kejadian itu
"dulu aku dan andre pernah hampir akan menikah"
widiya memulai cerita masa lalunya
jolia terperanjat tak percaya "maksud kak widiya apa,? kaka jangan bercanda"
widiya menatap jolia dengan sungguh- sungguh
" apa aku seperti sedang berbohong?"
" papanya andre dan papa aku bersahabat sejak lama
dan kami di jodohkan,awalnya andre menerima perjodohan kami dan aku sangat senang kala itu"
widiya tersenyum mengingat masa lalunya
" tapi beberapa hari kemudian andre menolak perjodohan kami,ketika rencana pernikahan sudah di tentukan, dan... penyebabnya adalah miya,"widiya menatap wajah jolia yg merah padam,sepertinya ceritanya berhasil membuat hti jolia meradang
"berhati- hatilah dengan wanita itu,kalau kau tidak ingin bernasib sama sepertiku"
widiya menyentuh tangan jolia " jangan biarkan wanita itu melenggang bebas di kantor andre,kau punya hak untuk menjauhkannya dari andre"
__ADS_1
widiya menepuk pundak jolia sebelum ia pergi meninggalkannya
dalam hatinya widiya sangat puas karena telah berhasil membuat jolia termakan oleh hasutannya
Miya mengernyitkan keningnya ketika sebuah panggilan nomor tak di kenal masuk
" hallo"
" aku jolia,bisa kita bicara sebentar"
jleg, seketika jantung miya berdegup kencang,namun sebisa mungkin miya mencoba untuk bicara dan senormal mungkin tanpa harus terdengar gugup" ya tentu saja,ada apa nona,apa ada masalah?"
" temui aku di kafe seberang kantor sekarang"
Tanpa membuang waktu miya langsung menuju tempat yg dikatakan jolia,.
Dan setelah mencari sebentar miyapun menemukan jolia yg tampak acuh dengan muka tanpa ekpresi menyambut kedatangannya.
" ada apa nona?" miya sedikit gusar dengan sikap jolia,
jolia meruguh tasnya dan mengeluarkan selembar kertas cek dan meletakkannya di atas meja
miya dapat melihat nominal yg ada dalam kertas itu,apa lagi dengan posisinya yg masih berdiri sekarang
" satu milyar ???" batin miya
ucap jolia,masih dengan wajah tanpa menatap miya sedikitpun,
miya tersenyum miris,kini dia mengerti,kenapa jolia begitu sinis padanya,
"cinta tidak bisa dibeli dengan uang nona" ucap miya
" lalu apa,? apa kau ingin rerus menggoda pria milik org laen" sindir jolia,kini dia menatap tajam ke arah miya,
miya mengeplkan tangannya mencoba meredam emosinya yg tersolot dengan perkataan jolia
"andre belum terikat dengan siapapun,bahkan kalian hanyalah......." miya tidak jdi melanjutkan ucapannya
"maafkan aku nona,waktu istirahat jam kerjaku sudah selesai,aku permisi dulu,
setelah berkata seperti itu,miya berlalu pergi
"milik andre juga milikku,jangan coba- coba menghindar dariku" cegah jolia
" kalian belum terikat satu sama laen,kalau kau ingin menyingkirkanku,sebaiknya tanyakan dulu pada andre kebenarannya" ucap miya dan setelah itu ia bergegas pergi,
perkataan jolia sangat menyakiti hatinya,bahkan ia memang membenarkan itu kalau kini ia seperti telah menggoda pria milik org laen.
__ADS_1
Saat didalam kantor dengan tergesa- gesa miya memasuki lifh,air matanya terus mengalir,perkataan terus terngiang di telinganya
Saat lifh terbuka,miya sangat terkejut andre dan beberapa rekan bisnisnya ada didalamnya
miya menoleh ke samping
"sial,kenapa aku bisa lupa kalau lifh ini khusus untuk di rektor" gerutu miya dalam hati,
Melihat miya yg begitu kacau,andre membatalkan janjinya dengan rekan bisnisnya itu dan meminta maaf,dan setelah mereka pergi,andre menarik lengan miya dan membawanya masuk kedalam lifh,
andre memeluk miya,mencoba menenangkannya
" kalau tidak sanggup menghadapinya,jangan pernah menemuinya lagi" ucap andre
miya terperanjat,bagaimana andre mengetahuinya
miya menatap wajah andre " kau mengetahuinya?"
andre mengangguk " apapun tentangmu,aku selalu mengetahuinya,dua hari lagi pertunangan ini akan di langsungkan,tolong jangan bertindak bodoh lagi sayang" ucap andre sambil merapikan rambut miya yg sedikit berantakan
miya cemberut saat andre mengatakannya bodoh
" aku hanya sedikit tersinggung dengan ucapannya" gerutu miya
" aku seperti merampas milik orang laen" gumamnya lirih
andre menghela nafasnya"berapa kali harus ku jelaskan sayang,jangan lagi katakan itu,kau semakin bodoh menurutku" kali ini andre benar- benar kesal di buatnya,
miya mencubit perut kekasihnya itu, hingga si empunya mengaduh kasakitan.,
dan lifh pun terbuka,andre membawa miya kedalam ruangannya dan beruntung kantor sedang sepi karena jam istirahat
"setelah pertunanganmu nanti,aku yakin jolia akan semakin membenciku" gerutu miya,setelah mereka duduk berdampingan di sofa
andre tersenyum,justru itu adalah akhir segalanya menurutnya,namun ia tidak ingin mengatakannya
" kenapa tersenyum? kau juga ingin menertawakanku"
andre tak tahan lagi,ia sangat gemas dengan kekasihnya itu
satu kecupan membungkam kekesalan kekasihnya itu,miya mendurung tubuh andre karena tidak memberinya jeda sedikitpun hingga ia kehabisan nafas" kau ingin membunuhku ya"gerutu miya
bukannya minta maaf andre malah meledeknya"akhir- akhir ini kau sangat cerewet,apa kau sedang tamu?"
dengan sangat kesal miya memukul- mukul kecil dada bidang kekasihnya itu
" kau ini...,aku akan membunuhmu sekarang" teriak miya kesal,andre berlari mengililingi sofa yg terus mendapat lemparan bantal- bantal kecil dari miya ,yg ada di sofa itu.
__ADS_1