
Miya menggeliat di tempat tidur,sesekali menguap sambil duduk mengumpulkan kembali tenaganya,
miya termenung menatap jendela kaca kamarnya
senyum mengembang di bibirnya,
miya teringat kejadian tadi malam,begitu rumantis baginya,walaupun begitu andre tidak ingin melewati batasannya,ia pergi setelah memberi ciuman untuk kekasihnya itu,.
Dan kini Pagi yg cerah, hari yang baru kini di mulai
miya baru saja datang dengan taxi online nya
dengan tergesa- gesa gadis itu memasuki gedung tempat ia bekerja,
"miy" panggil irfan dari belakang,saat miya hendak memasuki lif
miya menoleh kebelakang nampak irfan setengah berlari menghamprinya
"fan" sapa miya
"kenapa kemarin malam pulang duluan,aku cemas khawatirin kamu"
miya tersenyum sambil memasuki lif yang sudh terbuka yang di iringi oleh irfan
"aku ga enak ganggu kamu sama lexa,"ucap miya
" ya ampun miy,aku sama lexa cuma gombrol biasa kuk,"bantah irfan
" sudahlah jangan merasa bersalah gitu,aku kan baik- baik saja sekarang"
" kamu pulng sama siapa miy?"
__ADS_1
pertanyaan irfan membuat miya bungkam sesaat,
dan bertepatan dengan itu pintu lif terbuka
miya dan irfan keluar bersama,
" miy" panggil irfan pada miya yang masih bungkam
" kamu belum jawab pertanyaan aku,"
miya menghentikan langkahnya
" aku pulang sama andre, fan"
irfan tercekat dengan jawaban miya,seketika nyeri terasa di bagian dadanya,entah apa irfan sedikit terganggu dengan itu.
"apa dia mengganggumu lagi?" tanya irfan penasaran
semua staf dan karyawan berdiri memberi hormat denga sdkit membungkukkan badan tak terkecuali irfan dan miya,
Andre mengernyitkan keningnya saat melihat irfan yang berdiri di samping miya,dan tatapannya beralih kepada miya dengan tatapan penuh arti,
"awas kau nanti"bisik andre saat melewati kekasihnya itu
miya terhenyak, walaupun sangat pelan, tapi miya dapat menangkap ucapan andre,
"apa maksudnya ?" ucap miya dalam hati
Setelah andre dan irfan masuk kedalam ruangannya semua pun kembali dengan aktivitasnya masing- masing,miya mengerutkan keningnya saat irfan tak lagi memasuki ruangn sekertarisnya
Dan ia pun menghampiri irfan yang mulai sibuk
__ADS_1
"fan"
irfan menoleh dan tersenyum" apa?"
" kenapa kamu tidk memasuki ruanganmu lagi?"
"posisiku di gantikan haris,adiknya pak andre,
walaupun begitu pak andre tidak memecatku,tp mengalihkan ku dalam bidang laen"jawab haris tangannya mulai bekerja dengan laptop di depannya
karena tidak ada pembicaraan lagi miya kembali kemeja kerjanya,.
Satu jam berlalu,miya semakin sibuk berkutat dengan laptopnya,sesekali gadis itu pergi untuk mengkopy pekerjaannya,
tiba-tiba dari arah depan suara berisik para karyawan yang bicara setengah berbisik mengganggu pendengarannya,
miya menoleh kesumber suara,miya melihat para karyawan yg menatap kesatu arah,miya ikut menoleh ke arah pandangan mereka
Miya melihat andre tengah menyambut seorang perempuan yang sangat ia kenal,perempuan itu jolia bersama kakaknya alex,entah apa yang mereka bicarakan miya tidak ingin ikut menonton seperti para karyawan laen yang ternyata sudah mengetahui tentang pertunangan direktornya,.
Miya berpapasan dengan haris yang tersenyum seakan prihatin dengan dirinya
" jangan senyum seperti itu,aku merasa kamu sedang meledekku" sungut miya sambil menyandar di dinding
" jangan di ambil hati,biarkan bang andre menjalankan tugasnya" ucap haris,miya menggigit jarinya,walaupun itu hanyalah sandiwara kekasihnya
tapi ia tau jolia sangat menyukai andre,
bahkan ia takut kalau andre tidak bisa mengendalikan semuanya,yang bahkan membuat mereka sakit hati
sebagai seorang kekasih miya merasa cemburu saat melihat jolia mengganding lengan andre mesra.
__ADS_1