
"miya"panggil irfan dengan nafas ngos- ngosan,
miya menghentikan langkahnya
irfan mencoba menetralisir nafasnya yang hampir ke ubun- ubun
"gila langkah kamu cepat banget,megap aku"gerutu irfan,miya hampir ketawa di buatnya
"salah sendiri kenapa kamu ngejar aku"
irfan terkikih "selamat yah kmu diteriama kerja di sini"
ucap irfan seraya mengulurkan tangannya,
"makasih ya" ucap miya seraya menjabat tangan irfan
"sekarang kmu mau kemana?" tanya irfan
"mau kekedai kebetulan juga dekatkan" jawab miya
"sekalian yah,kebetuln juga jam istirahat"ucap haris
miya tersenyum,dan mereka pun berjalan beriringn menuju kedai milik miya
Tanpa mereka sadari andre tengah memperhatikn mereka,waktu itu andre meliht ponsel miya tergeletak di lantai kantornya,dan andre bermaksud untuk mengembaliknnya, hingga ia menyaksikan ke akraban antara miya dan sekertarisnya itu.
Miya mengeluarkan semua isi tasnya namun yang ia cari tak kunjung ketemu,bahkan tempt tidur yang semula rapih kini semua berhamburan di lantai
"astaga miy...apa yang kamu lakuin sama kamar kmu" uczp sila kaget,miya berkacak pinggang di atas kasur nafasnya sudah ngos- ngosan
"kamu liat ponsel aku ga?" tanya miya
sejenak sila diam dan kemudian menggeleng,miya terduduk di atas kasurnya,
"bentar aku telponin dulu yah,siapa tau nyelip" ucap sila sambil meruguh kantongnya,
"nyambung ga?" tanya miya saat sila mencoba menghobongi nomor nya
"nyambung kok" jawab sila
ting tong....tiba- tiba bel rumah mereka berbunyi
",bentar aku liat dulu" ucap sila sambil berjalan menuju pintu ,miya masih sibuk dengan kegiatannya mencari- cari ponselnya.
Sila terpaku di tempatnya ketika membukakan pintu
__ADS_1
"andre" gumamnya
lama tak kunjung kembali miya jadi penasaran siapa orang yang bertamu di rumahnya,
"siapa sil?" tanya miya keluar dari kamarnya ,
deg.....jantung miya seketika berdegup saat melihat andre di depan pintu....
"emmn kalau gitu aku kedalam dulu yah"ucap sila meninggalkan mereka berdua
setelah sila pergi,miya mendekati andre
miya melipat kedua tangannya di dadanya
"ada apa pak derektor yang terhormat mau berkunjung kerumah saya"ucap miya dengan kata- kata sedikit melebih- lebihkan
Andre tersenyum mendengar perkataan kekasihnya itu,"anda begitu tersanjung dengan kedatangan saya nona miya,"
miya tersenyum menyeringai,walaupun dalam kenyataan nya hatinya memang tangah berbunga saat ini.
Andre menyerahkan ponsel yang ia keluarkan dari kantong jasnya,"terjatuh di kantor"ucap andre saat miya menatapnya dengan tatapan curiga
"jangan khawatir aku tidak punya waktu untuk memata- matai ponselmu" ucap andre seraya berbalik menuju mobilnya
andre menghentikan langkahnya,tatapannya tertuju pada tangan miya yang memegang erat tangannya
sekilas senyumn terukir di bibirnya,andre berbalik dan memandang miya penuh arti,
"aduh aku bilng apa ya,ngapaen juga aku cegah dia tadi" ucap miya,
"makasih" ucap miya
"apa kau melupakan sesuatu?" ucap andre
"apa?" miya balik bertanya,karena tidak mengerti dengan ucapan andre
andre menghela nafas,betapa polosnya mantan kekasihnya ini
"yang pertama lepasin pegangan tanganmu"
andre menghentikan ucapannya ketika miya buru- buru melepaskan pegangannya,baru sadar kalau tangannya begitu setia menggenggam pergelangan tangan andre
"heehehehe aku tau kamu kangen,tapi jangan kelamaan pegangnya"goda andre
miya memutar bola matanya,dan kembali melipat kedua tangan di dadanya
__ADS_1
andre melangkah mendekati miya,
"mau tau ga,satu lagi yang kamu lupain"
ucap andre semakin dekat
merasa tak nyaman miya memundurkan langkahnya,andre malah semaki mempercepat lagkahnya,membuat miya ketakutan
spontan saja miya memutar badannya dan ingin lari dari tempat itu
tapi sial gegara buru- buru miya tidak menyadari kalau tubuhnya sangat dekat dengan pintu
alhasil tubuhnya dengan mulus menabrak dinding pintu
kedebbrukkk
"awww" pekiknya memegangi jidatnya ysng kepentuk pintu
bukannya kasian andre malah menertawai kejadian di depan matanya
"puas kamu,ketawain aja sampai pagi" gerutu miya sambil berjalan menuju ruang tamu
andre mengikur di belakang miya
"ngapain kamu ngikutin akj,belum puas kamu ketawain aku"bentak miya,marah bercampur malu yang kini iya rasakan
"ada paan?" tanya sila keluar dari kamr,karena mendengar suara berisik dari luar
andre menunjuk ke arah miya yang masih memegangi jidatnya
"sil,boleh minta air es" ucap andre yang langsung mendapati anggukan dari sila
setelah menyerahkan putungan es sila kembali kekamrnya,sila tidk ingin mengganggu momen dua mantan sejoli itu
andre mengambil sapu tangan dari sakunya dan duduk di samping miya
miya tidak menyadarinya karena masih merasa pening di kepalanya.
tiba-tiba andre mengulurkan tangan miya,dan menempelkan sapu tangn yang sudh ia beri es itu
miya kaget dan ingin berdiri dari duduknya tapi andre mencegahnya dan kembali menempelkan sapu tangan yang berisi es itu.
rasa dingin seketika membuat rasa panss di jidatnya sedikit membaik
miya menatap wajah andre yang begitu dekat dengannya,,,sekilas senyum terukir di wajah gadis cantik itu,namun senyum itu ia sembunyikan ketika andre melirik padanya.
__ADS_1