TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
irfan cemburu


__ADS_3

Sore harinya...miya tengah asyik rebahan di kamarnya,sehari kerja di kantor mantannya, membuat miya hampir gila di buatnya,


Sila duduk di samping miya yang tengah termenung


"ada apa?" tanya sila lembut


"poyeng aku"


sila ketawa sambil menyenggol bahu miya


"kerja di kantor mantan kok poyeng,asyik kaleee"


ucap sila meledek


"enak apanya,seharian aku kaya OB duang"gerutu miya


"kadang- kadang aku bingung sama kalian berdua,kadang berantem,kadang serius,sebenarnya ekamu berdua sama- sama masih cinta,tapi ego nya aja yang kegedian"


miya tertawa mendengar ucapan sila,


"cinta aku abis kemakan ego" ucap miya sambil menyentil jidat sila


"eh ngomong- ngomong haris apa kabar?" tanya sila


"cckkkk anak kecil ga boleh nanyain cowo"gerutu miya


,"paan sech,serius aku?"


"dia gantiin andre jadi direktor di kantor mulai besok"


ucap miya santai


"Uh,"gumam sila"jd dia ga jd balik ke london,"ucp sila dalam hati,miya memperhatikan sila yang nampak senyum- senyum sendiri


miya mendekatkan wajahnya pada sila yang masih senyum sendiri"kaya nya ada yang jatuh cinta"


goda miya,


sila kaget bukan kepalang,dan salah tingkah


"idiiihhhh bucin banget ciiiiihhhhh,besok ikut aku yah ngantor" goda miya

__ADS_1


"apaan,ga,,,ugah aku,siapa juga yang bocin,"


"hmmmm ugah sih ugah tuh muka kaya tomat ga bisa boong"


sila buru- boro pergi dari kamar miya


"eh mau kemana?"cegah miya


"kamar ngantuk" gerutu sila


"ya elah baperan kamu" sahut miya


ke esokan harinya..


hari ini miya benar- benar merasa lega karena untuk tujuh hari kedepan ia bebas dari gangguan andre,


saat jam istiraht miya melihat irfan tengah duduk sendirian


"hey" sapa miya


irfan menoleh sesaat dan senyum sesaat dan kemudian fukus pada makanannya,


miya terus memandangi irfan yang mengacuhkannya


"ada apa?" cegah miya saat irfan beranjak dari duduknya


irfan tak menjawab,entah mengapa htinya masih sakit saat melihat kejadian kemarin di ruangan direktornya


"aku salah ya fan,kok kamu kayanya marah banget sama aku?" ucap miya


irfan menatap miya dengan serius


"aku mau nanya sesuatu sama kamu?"


"apa?"


irfan menarik nafas sesaat dan membuangnya


"ada hubungn apa kamu sama pak derektor?"


"kenapa kamu nanya nya gitu'"

__ADS_1


"karena aku lihat kamu begitu dekat dengan nya kemarin"


sahut irfan cepat


miya terperanjat,bagaimana dia tidak menyadari saat itu irfan melihtnya,miya membuang mukanya tak ingin memberi jawaban


"aku lihat semuanya,bahkan kalian tergeletak begitu saja di lantai berdua,bagaimana kalau yang laen melihat kalian dalam ke adaan seperti,mereka akan menganggap kamu..." irfan tidak sanggup melanjutkan kalimatnya


"kemarin hanya kecelakaan bukan seperti yang kamu lihat" ucap miya dengan suara serak"aku bukan wanita murahan yang seperti kamu bayangin,"


irfan merotoki dirinya sendiri karena tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri


melihat miya menangis membuatnya merasa bersalah


"maafin aku miy,pliss jangn nangis" bujuk irfan


miya tak menjawab,masih diam dengan tangisnya


"sebenarnya...." miya tidak melanjutkan kata- katanya hatinya ragu untuk bercerita


"sebenarnya?" ulang irfan


"andre,mantan pacar aku" ucap miya


irfan terdiam,mulutnya se akan tercekat tidak bisa berucap apa- apa


Miya menceritakan semuanya pada irfan,


"jadi,apa kamu mencintainya?" tanya irfan setelah mendengar cerita miya


"satu tahun di campakkan,apa mungkin masih ada rasa?"


miya balik bertanya pada irfan,dan irfan hanya diam tidak bisa menjawabnya...


setelah jam istirahat berakhir,miya dan irfan berpisah kembali pada pekerjaan mereka masing2.


tp irfan tidk bs konsentrasi pada pekerjaannya


pikirannya masih terpukus pada cerita miya,,


kalau andre adalah mantan kekasih miya

__ADS_1


__ADS_2