
sesuai dengan janjinya,irfan menjemput miya
"kita mau kemana?"tanya miya saat irfan memarkirkan mobilnya di pinggiran jalan trotuar
irfan menunjuk sebuah warong pedagang kaki lima
"aku sering sarapan di sana,bubur ayamnya enak"
ucap haris seraya melepaskan sabuk pengamannya
dan keluar dari dalam,saat melepaskan sabuk pengaman dan keluar dari dalam mobil lebih dulu,miya kaget ketika irfan membukakan pintu mobil untuknya
" ayu keluar " ajak irfan,karena miya tak beranjak dari duduknya,dengan sedikit kikuk miya keluar dari dalam mobil
"ayo " ajak irfan lagi setelah menutup pintu mobilnya
setelah memesan sarapan dan minumannya
lagi- lagi irfan menunjukkan perhatiannya dengan menggeserkan kursi tempat duduk untuk miya
setelah miya duduk irfan pun duduk di sebelah miya
"bang iirfan pacarnya ya?"tanya istri pedagang itu,setelah menyajikan bubur ayam untuk mereka
"bukn mba,teman kerja" jawab irfan,
" uh,...mba nya cantik bang" ucap istri pedagang itu sambil membereskan mangkok di sebelah yang sudah di tinggalkan pelanggannya,sementara miya hanya tersenyum menanggapinya
"bang irfan ga pernah bawa cewe dimari,dikirain pacarnya,jangan lama- lam temanan nya bang" goda istri pedagang itu yang bernama mba siti itu
irfan menatap miya yang nampak kikuk,
"jangan di tanggapin" bisik irfan
"emang benar kamu tidak pernah bawa cewe?"tanya miya penasaran,irfan mengangguk sambil menyenduk bubur ayam miliknya,
miya menatap irfan sambil menyuap satu senduk bubur ayam" masa sih ga pernah bawa cewe" gumam miya dalam hati
selesai menghabiskan mkanannya,miya dan irfan melanjutkn perjalanan mereka menuju kantor
__ADS_1
tak berapa lama merekapun sampai tujuan,
saat mereka keluar dari dalam mobil bersama,sepasang
mata tengah memperhatikan mereka di balik kaca jendela dari lantai atas diruang derektor,.
Andre baru saja pulang dari london,di tengah perjalanan tanpa sengaja ia melihat miya dan irfan tengah sarapan bersama,sejenak ia menghentikan mobilnya memperhatikan mantan kekasihnya itu yang nampak sangat bahagia,andre tertegun dan kemudian kemudian melanjutkan perjalanan nya
setelah memasuki ruang kantor miya asyik dengan pekerjaannya,tanpa mengetahui kalau andre sudah kembali,dengan cekatan ia membereskan berkas- berkasnya dan siap untuk di antar keruang di rektornya,hari ini miya ingin minta traktir pada haris karena telah jadian dengan sahbtnya
lumayankan makan siang garatis
miya mengira di ruangan itu masih haris, seperti sebelumnya tanpa mengetuk lebih dulu miya memasuki ruang derektor
"ris ini berkas- berkas aku dan kamu ha...rus"
kata- kata miya tercekat sendiri saat mendapati andre di ruangan itu,
hampir saja ia menjatuhkan berkas- berkas di tangannya itu
"andre" gumam miya
andre menatap miya yang berjalan pelan menuju
meja kerjanya,
"ini berkas yang harus di tanda tangani" ucp miya dengan kikuk menyudurkan berkas hasil kerjanya,
tanpa berkata sepatah katapun,andre memeriksa berkas- berkasnya,sementara miya menatap laki- laki di depannya ini yang entah mengapa menurutnya sangat berbeda
"kenapa dia tiba- tiba berubah dingin"gumam miya dalam hati,sementara andre selesai dengan tanda tangannya,ingin sekali ia bicara namun mulutnya sendiri malah terkatup dengan begitu rapat
hingga tiba- tiba haris datang dengan tergesa- gesa sekilas ia memandang miya dan tersenyum dan kemudian kembali menatap andre yang nampak tak terganggu dengan kedatangan haris
"kenapa tidak mendiskosikannya dulu bang" ucap haris pada andre,
miya yang masih ada di situ menautkan keningnya dan bertanya- tanya mendiskosikan apa? yang di maksud haris
" keadaannya mendesak,kita perlu partner untuk menghentikannya" ucap andre sambil menyerahkan kembali map nya pada miya,miya menerima map dari tangan andre dan mencoba mencerna arah pembicaraan kakak adik itu
__ADS_1
andre menatap miya yang masih berdiri di sampingnya,
mendapati tatapan andre yang seperti bertanya kenapa ia msih di situ,membuat nya tersadar dan buru- buru melangkah meninggalkan mereka berdua
tapi sebelum menyentuh gagang pintu ruangan itu miya masih dapat mendengar pembicaraan mereka
"kita masih bisa memikirkannya tanpa harus dengan pernikahan " tandas haris
miya kembali terdiam seakan kakinya begitu berat untuk melangkah saat mendengar penuturan haris
"kau ini kenapa,bukankah sudah sepantasnya untukku menikah" ucap andre dengan santainya.ia tau betul miya pasti sudh mendengar semuanya
hingga akhirnya ia melihat miya membuka pintu dan keluar dari ruangnnya...
setelah keluar dari ruangn bosnya itu,miya tak bisa berkonsetrasi lagi dengan pekerjaannya
bahkan saat irfan duduk di sampingnya pun miya tidak menyadarinya
irfan menyentil hidung miya dengan jarinya
"aw" pekik miya sambil memegangi hidungnya
"melamun aja,kesambet entar" celoteh irfan
miya mayun masih memegangi hidungnya
"ada aapa?" tanya irfan
miya menggeleng,
",kamu sakit?" tanya irfan den kemudian menyentuh kening miya dengan punggung tangannya,
dan bertepatan dengan itu andre keluar bersama haris,sesaat, andre kaget melihat kebersamaan miya dan irfan, dan kemudian tanpa sempat miya dan irfan menyadari andre kembali dengan wajah datarnya.
irfan buru- buru bangkit dari duduknya saat melihat atasannya itu,
haris mendekati miya "ikut kami sekarang"
ucap haris
__ADS_1
miya mengernyitkan keningnya heran....