
Saat mengambil hpnya,miya melihat ada sepuluh panggilan tak terjawab dari andre,
namun miya berdecak kesal walaupun begitu tak ada satupun pesan dari andre,benar- benar tidak peka gerutu miya.
Dengan kesalnya miya memasukkan ponselnya kedalam tas,sementara itu ia menoleh kepekarangan belakang lewat jendelanya,dan melihat sila tengah berdua dengan haris miya tersenyum dan menulis pesan untuk sila dan menempelkannya di pintu kulkas seperti biasa yg dilakukan setiap kali salah satu dari mereka akn pergi
" aku pergi bareng irfan nemenin dia menemui bibinya di kampung"
setelah menulis pesan miya dan irfanpun berangkat pergi.
Satu jam perjalanan dan kini mereka tibalah di salah satu perkampungan,miya sangat senang melihat padi- padi di sawah yg menghijau,sepanjang perjalanan mereka di suguhkan pemandangan sawah- sawah dan perkebunan karet.
Dan irfan menghentikan mobilnya di halaman salah satu rumah yg begitu sederhana namun nampak terawat,
saat mereka keluar salah satu wanita paruh baya menyambut kedatangan mereka
" fan,itu kamu nak" sapa wanita itu,irfan menghampirinya dan mencium punggung tangan wanita itu
"kamu bawa siapa nak?" tanyanya lagi
" irfan bawa teman bi,kenalin dia miya teman satu kantor irfan"
miya menyalami wanita itu dan mencium punggung tangannya sama seperti yg di lakukan irfan.
setelah itu irfan dan miya di ajak masuk kedalam rumah
" fan bibi kamu sendirian?" bisik miya setelah duduk di kursi yg terbuat dari karet ban bekas,sangat nyaman walaupun tak se empuk sofa,tapi miya sangat menikmatinya.
"sebenarnya bibi punya dua anak namun mereka sudah berkeluarga dan punya rumah masing- masing sedangkan paman sudah lama meninggal,"jawab haris
Tak lama kemudian bibinya haris keluar dengan tiga cangkir teh hangat beserta cemelannya
setelah di persilahkan keduanya pun meminum teh buatan bibinya irfan
" irfan belum pernah sekalipun membawa anak gadis kerumah bibi,bibi kira bakal calon mantu" goda bibinya irfan,
irfan dan miya saling pandang,dan kemudian berbarengan meletakkan minumannya ke atas meja
irfan menggaruk telinganya yg tiba-tiba terasa gatal
sementara sang bibi hanya mengulum senyum menahan tawa melihat reaksi keduanya
setelah cukup lama berdiam di rumah,irfan mengajak miya untuk melihat- lihat sawah dan pemandangan alam pedesaan,
miya sangat senang di buatnya,dan setelah lelah berjalan,irfan dan miya duduk di tepi sungai yang tidak terlalu luas namun airnya cukup jernih
irfan memandangi wajah miya saat bermain air dengan kedua kakinya yang di celupkan di dalam sungai,
"andai saja kamu tau miy,aku sangat mencintaimu,
dan jika kau pahami tujuanku membawamu kemari,adalah kau sangat spesial untukku" batin irfan
__ADS_1
miya menoleh kearah irfan,dan keningnya berkerut heran saat melihat irfan yang begitu serius menatapnya tiba- tiba ide jahil miya timbul,miya menculupkan tangannya kesungai dan secepat kilat mencipratkan air kewajah irfan,miya tertawa riang saat.melihat wajah irfan yg basah terkena air,
dan tanpa di duga irfan meraih tengkok miya dan melomat bibir miya lembut,miya berusaha berontak namun irfan mencengkramnya begitu kuat hingga akhirnya miya terbawa suasana dan mereka pun berciuman.
Plukkkkk.....!!!!
satu tepukan menyadarkan lamunan irfan,
" hey,malah ngelamun ayu pulang " ucap miya seraya bangkit dari duduknya
irfan mengerjapkan matanya seakn tak percaya bahwa semuanya hanyalah hayalannya saja,
" bodoh,kenapa aku menghayal yg tidak- tidak" gerutu irfan merotoki dirinya sendiri.
Setelah berbasa- basi merekapun pamit pulang
di perjalanan di dalam mobil,miya memeriksa ponselnya,tak ada notipikasi panggilan atau pun pesan,miya menghela nafasnya berat
"kenapa aku harus memikirkan dirinya,terlalu bodoh untukku mengharapkan dia mengkhawatirkanku"
gumam miya dalam hati
"Kenapa miy,dari tadi kamu melihat layar hpmu terus"
tanya irfan heran
" ga papa,takutnya sila ga baca pesan yg aku tulis tadi"jawab miya berbohong,
Dan di perjalanan merekapun kemalaman,hampir jam delapan malam merekapun sampai di kediaman miya
" ga mampir dulu fan?"
tanya miya,karena tidak ada tanda- tanda irfan akn keluar dari mobil
" ga miy,sudah malam lagi pula,aku cape banget,aku pulang ya" jwab irfan,
miya mengangguk dan melangkah mundur untuk memberi jalan mobil irfan.
Setelah mobil irfan cukup jauh miya berjalan menuju pagar rumahnya,namun belum sempat miya membukanya
" miy..."
suara yg begitu ia kenali mengejutkannya,
benar saja,miya melihat andre menyandar di depan mobilnya
"andre" gumam miya kaget
andre berjalan menghampirinya, kenangan saat ia di telantarkan di kantor kembali membuat hati miya memanas dan kesal pada kekasihnya itu,
miya menatap wajah andre tanpa ekspresi
__ADS_1
" sepertinya kamu senang sekali hari ini" ucap andre
" ya, kau benar sekali" ucap miya ketus
" sampai kau mengabaikan telpon dariku" ucap andre dengan sabarnya
" setidaknya kau sedikit merasakan,apa yang kurasakan,. dengan bodohnya menahan lapar,demi menunggumu" kini miya sedikit meninggikan suaranya, rasa kesal menguasai emosinya,
" kau sendiri bagaimana?,apa kau begitu menikmati dengan sentuhan calon tunanganmu itu?, hingga kau melupakanku?"
rahang andre mengeras,dengan apa yang di tuduhkan miya padanya
"ponselku mati,"
miya tertawa lantang di sela serak suaranya
dan ia menggeleng tidak percaya dengan alasan yang andre ucapkan.
Miya membuka pintu pagar rumahnya dan melangkah pergi meninggalkan andre,
kini hatinya sangat kecewa, cemburu tentu saja sangat menyiksanya,
langkah guntai antara lelah dan sakit hati menjadi satu di setiap derap langkahnya
Tiba- tiba langkah miya terhenti,sesuatu yg hangat mendekapnya dari belakang,
miya dapat merasakan deru nafas andre di tengkuk lehernya
" komohon jangan lampiaskan kemarahanmu pada orang laen"bisik andre
miya masih diam hanya butiran air mata yg jatuh di pipinya
"maafkan aku,setelah mengantar jolia dan Kakaknya,aku bertemu klaen,mereka meminta rapat dadakan,kau bisa tanyakan pada haris,"
Miya masih bungkam di tempatnya,andre melepaskan pelukannya dan memutar pelan tubuh miya untuk berhadapan dengannya
andre memegangi kedua tangan miya dan berlutut di hadapannya
"kau boleh menghukumku dengan kesalahanku,tp jangan hadirkan orang laen untuk pengalihanmu"
kini hati miya tersentuh dengan apa yg di lakukan andre,dia tidak ingin menjadi terlalu kejam hanya karena egonya.
miya ikut berlutut mensejajari andre di depannya
miya menangkup wajah andre yang terlihat potos asa
dan mengecup keningnya,
andre memejamkan matanya merasakan rasa hangat yang di berikan oleh orang yang sangat di cintainya.
"maafkan aku sayang" ucap andre sambil memegangi kedua telinganya,membuat miya tertawa kecil " kau terlalu imut untuk memelas" ucap miya manja,andre tertawa dan memeluk miya erat
__ADS_1
" kau tau....,aku sangat cemas kalau irfan akan menculikmu" ucap andre sambil mengecup leher miya yg langsung mendapat cubitan di lengannya.