TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
53


__ADS_3

Perlahan haris mulai membuka matanya,samar dan perlahan jelas,haris melihat sila yang tersenyum bahagia menatapnya


haris merasakan seseorang mengusap pucuk kepalanya," kau sudah sadar nak " ucap wanita paruh baya dengan suara serak menahan tangis,


dia adalah riska ibunya haris


haris menoleh pada ibunya dan juga adiknya tiyas di sampingnya,haris tersenyum lemah


haris tidak melihat andre di sana,namun ia tidak ingin menanyakannya,mungkin andre tengah mengurus widya dan anak buahnya,


pikir haris.


Haris mencoba untuk duduk namun tubuhnya masih lemah,namun dengan segera sila membantunya duduk dan menupang punggungnya dengan bantal agar pria itu lebih nyaman untuk menyandarkan punggungnya.


Haris menghela nafasnya,tubuhnya masih terasa sakit semua,bahkan tangan sebelah kanannyapun penuh dengan balutan perban.


" apa kau baik- baik saja ?" tanya sila penuh perhatian,haris teesenyum manis pada kekasihnya itu


" selama aku tidak sadar,apa kau yang menjagaku ?"


sila tersenyum dan mengangguk malu,


"kami mnejagamu bergantian " jawabnya kemudian


Tak berapa lama kemudian,dokter dan suster di sebelahnya datang menghampiri haris


" selamat pagi tuan,kau sudah sadar " sapa dokter itu dan memeriksa keadaan haris,dari mata dan seluruh anggota tubuhnya yang terluka.


" Semua normal," ucap dokter pada suster di sebelahnya,yang siap dengan catatan medisnya


"kau beruntung tuan haris,tak ada yang cacat di dalam anggota tubuhmu,hanya saja menunggu pemulihan luka luar saja"


ucap dokter itu dan menepuk bahu haris pelan

__ADS_1


haris pun tersenyum dan mengangguk pelan


setelah dokter pergi,satu perawat datang membawa nampan dengan makanan untuk pasein


"kau mau makan ?" tawar sila pada haris


haris melirik makanan itu dan menggeleng


" tubuhku sakit,berikan makanan yang enak buatku"


gerutu haris,seakn memberi kode kalau ia tak selera untuk memakan bubur


sila berdecak kesal," makanlah dulu bubur ini,baek untuk kesembuhanmu"


mau tidak mau akhirnya harispun mau memakan bubur itu.


"kau temani haris dulu,tante mau melihat ke adaan andre"ucap riska pelan,namun masih terdengar oleh haris.


" ada apa dengan bang andre ?" sahut haris penasaran


tak tau harus apa yang akan mereka jelaskan


" kak andre,terluka parah,sekarang sedang koma"


sahut tiyas dengan wajah tertunduk


haris tersontak kaget


" apa yang sebenarnya terjadi ?"


tiyaa menceritakan semuanya pada haris,tentang apa yang ia lihat,sewaktu mendatangi andre bersama miya.


Haris hanya bisa terdiam mendengar semua cerita tiyas.

__ADS_1


"Aku ingin melihatnya" ucap haris tiba- tiba dan hendak turun dari tempatnya menyandar


namun tiba- tiba ia mengerak kesakitan karena tubuhnya yang belum pulih se utuhnya.


Sila dan tiyas berusaha menenangkan haris yg kekeh untuk menemui andre


"ku muhun,bawa aku untuk menemuinya" pinta haris


" tapi...." tiyas tidak melanjutkan ucapannya ketika sila membawa kursi roda dari luar


Sila dan tiyas memapah tubuh haris untuk duduk di kursi roda,


dan setelah itu,merekapun mendurung kursi roda haris dan ibunya untuk menemui andre di ruangan laen.


Setelah sampai si sana,sila membawa haris untuk masuk kedalam,sementara ityas dan ibunya menunggu di luar,ruangan itu terbatas untuk orang yang menjengok.


Miya menoleh ketika mendengar ada suara yang menuju ke arahnya yang kini tengah menunggu andre siuman.


sila mendekatkan kursi roda haris di tempat andre terbaring.


haris menangis dalam diamnya


" maafkan aku bang" ucap haris serak


" karena aku abang seperti ini"


miya menyentuh bahu haris.


untuk memberi semangat


sementara haris hanya menunduk menyesali apa yang sudah terjadi.


Setelah haris pergi bersama sila,miya kembali duduk di samping andre,

__ADS_1


" kau lihat,haris sudah sembuh,dia sudah sadar dari komanya" bisik miya pada andre,seakan memberi semangat pada andre agar juga segera sadar dari komanya.


__ADS_2