
Tak butuh lama andre pun menyelesaikan makan nya
"kenapa tidak turun kebawah ikut bergabung?,apa kau terganggu dengan kehadiranku?"
ucap widya,sambil membereskan piring di atas meja
"maaf,aku hanya lelah,ku harap kau tak tersinggung?"
jawab andre,widya menatap andre yang nampak biasa saja,bahkan andre tidak memperhatikan nya sedikitpun
"aku merasa kau tak menyukai ku,sejak kita bertemu, bahkan kau tak pernah menyapa ku"
ucap widya sedih,ia merasa terabaikan,.
dengan memasang wajah sedih widya meninggal kan kamar andre,
melihat kepergian widya yang terlihat begitu sedih andre merasa bersalah,
"tunggu"titah andre,
widya menghentikan langkahnya yang tepat di depan pintu,
"bagus akhirnya kau terpancing juga"ucap widya senang,
andre menghampiri widya "maafkan aku wid,mungkin sikapku terlalu acuh padamu"
membalikkan badannya menghadap kepada andre,dengan masih memasang wjah sedih palsu nya"tak apa,mungkin aku terlalu sensitif padamu"
"baeklah,ayu kita turun kebawah"ajak andre pada widya
mereka pun turun kebawah beriringan,widya meletakkn napan di ats meja dapur,
kemudian ia menyusul andre yang mendahuluinya menemui ayahnya dan ayah andre yg tengah asyik berbincang,maklum lah dua sahabat itu sudah lama tak bertemu,
__ADS_1
widya duduk di dekat andre,sambil menyilangkan kaki kirinya kekaki kanannya
riko dan wijaya saling melimpar senyum seakan pikiran mereka satu tujuan....
"kenapa pa? senyum nya mesterius banget"ucap widya heran,
kedua sahabat itu kembali tertawa
"melihat kalian duduk berdampingan seperti itu,papa melihat kalian adalah pasangan yang sangat serasi"
wajah widya memerah,dengan muka tertunduk menahan malu,
"kau benar sekali rik,lagi pula mereka sepertinya sudah cukup umur untuk berumah tangga" tambah wijaya ikut menyahut,.
sementara andre tak berekpesi sedikitpun wajah nya datar seakan bukan dia yang di bicarkan ayahnya dan sahabat ayahnya itu
"bagaimana kalau mereka kita jodohkan saja"
ucap papanya widya setengah menggoda kepada widya,karena iya tau anaknya itu sangatlah menyukai andre,
"aku setuju saja rik,tapi bagaimana dengan mu nak widya apakah kau menyukai andre?"
"ayah"potong andre
,"andre rasa tidak tepat kita membicarakn sual hubungn sekarang,"tambahnya andre lagi seakan memberi kode pada ayahnya,
mendengar ucapan andre,widya sedikit kecewa,namun ia tidak mau terlihat begitu egoes di mata andre ia pun ikut menyahut
"widya rasa andre benar,bukankah kita disini untuk pekerjaan,bukan untuk menjalin hubungan"
riko dan wijaya hanya mengangguki mendengar jwbn putra dan potri mereka.
"Kenapa kau menolak dengan usulan papa widya,
__ADS_1
bukn kah itu kesempatan emas untukmu mendapatkan andre"ucap ayahnya widya saat mereka berada di kamar
"apa papa tidk mendengar dengan jawaban andre papa,
widya sudah susah payah mendekati andre,
widya tidak ingin andre menjauhi widya gara- gara perjodohan ini"
"tp ini kesempatan kit widya,untuk menguasai perusahaan mereka dengan menikahi andre"
"papa tenang saja,walaupun dengan pelan-pelan widya yakin,andre akn jatuh kepelukn widya ,bukn hanya perusahaan ayah tapi hartanya pun akan menjadi milik kt"ucap widya dengan wajah penuh percaya diri
yang di sambut tawa jahat dari kedua ayah dan anak itu
yang ternyata punya maksud terselubung dari kerja sama proyek mereka,.
sementara andre di kamarnya
andre merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan.mengambil hp di sakunya
"hey...."
di negara laen....
ting.....denting suara hp mengejutkan miya
miya melihat layar ponsel nya
"andre"gumamnya
miya memasang stiker cemberut membalas pesan andre
"marah lagi"balas andre
__ADS_1
"ga,...kangen aja"
jawaban pesan miya membuat senyum makin mengembang di wajah andre