
Jolia menghentikan langkahnya saat ia meliwati meja kerja miya,
"kau" tunjuk jolia pada miya,yang terlihat coek,seakan tak perduli dengan jolia yang bicara dengannya
hatinya kini tengah memanas melihat tangan jolia yang begitu lengket mengganding lengan andre
" mas andre,bukankah dia yang di sebut kak widiya mantan kekasihmu,tapi kenapa dia bisa bekerja di sini?"
pertanyaan widiya mendapat perhatian beberapa karyawan laennya yang mulai saling berbisik,
sementara irfan sedari tadi sudah memperhatikan dia akan membela miya jika miya dalam kesulitan.
"Nona miya,senang bertemu denganmu lagi" ucap alex,wajah lelaki itu tampak sangat cerah saat melihatnya,sementara miya hanya mengangguk sembari tersenyum,walaupun begitu hatinya merasa tak nyaman dengan keberadaan lelaki itu yg nampak agresif saat bicara dengannya.
"mas andre kenapa kau mempekerjakannya di kantormu?" rengek jolia manja,namun tatapannya tajam kepada miya
"dia karyawan terbaekku di sini,status bukanlah masalah,kita harus profesioanal" jawab andre sembari menatap miya berharap gadis itu tidak tersinggung.
" tapi aku tak suka mas,aku takut dia menggodamu" rengek jolia lagi
" dan kau,....jangan coba- coba menggoda calon suamiku" bentak jolia,kini seisi kantor sudah mulai menggunjing tentang miya,
__ADS_1
" Kenapa kau mempermasalahkan sesuatu yang belum tentu jolia" ucap andre dengan suara lantang,membuat widiya melepaskan pegangan tangannya,alex pun ikut terkejut di buatnya
" bukankah sudah ku bilang,status di sini tidak di permasalahkan,selama dia profesional apa yg harus di khawatirkan" bentak andre,hatinya ikut tersulut mendengar tudingan jolia,
"mas andre kau membelanya"ucap jolia lirih
" bukan, aku hanya tidak ingin salah satu karyawanku di bolly dengan tuduhanmu"jawab andre seraya menanatap tajam semua karyawannya,seakn memberi perintah jangan pernah lakukan itu.
ucapan tegas andre membuat semua karyawan takut dan kembali dengan pekerjaannya tanpa memperhatikan mereka lagi,
" andre benar jolia,kau hanya cemburu,bukankah dalam waktu dekat kalian akan bertunangan, pukus lah dengan pertunanganmu" sahut alex
Widiya hanya mengangguk,andrepun melangakah pergi lebih dulu meninggalkan tempat itu,jolia tak berani menatap wajah andre yang membuatnya bergidik saat marah,
dan sampai mereka menghilang dari pandangan miya.
"huffffhh" miya menghela nafasnya lega,wajahnya merengut menatap ruang kosong yang di lewati andre dan jolia tadi,seakan masih ada mereka di sana,haris mendatangi miya yang terlihat bengong
"bang andre keren juga" ucap haris
miya tersontak kaget dengan keberadaan haris yang tiba- tiba
__ADS_1
"sangat terlihat dia membelamu tadi" ucap haris lagi
" dia bukan membelaku,tapi hanya propesional dengan karyawannya, bukankah dia bilang begitu tadi" gerutu miya
haris tertawa kecil
"tentu saja dengan secara tidak langsung,tidak mungkin bang andre membelamu dengan mengatakan hubungan kalian kan,"
miya hanya mendengus kesal,karena perkataan haris memang benar.
jam istirahatpun tiba,miya membereskan semua kertas- kertas di atas mejanya dan bersiap akan kekantin
dan tiba- tiba ponselnya berdenting tanda sms via wa masuk,miya mengambil ponselnya
andre "jangan kekantin,masuk keruanganku,nanti aku menyusul"
miya berdecak kesal,
" memang aku kekasih bocinmu" gerutu miya kesal namun belum sempat ia mengetik balasan satu pesan kembali masuk
"jangan membantah ini perintah"
__ADS_1
andai saja ada orangnya di sini,mungkin miya ingin sekali mencakar wajah kekasihnya itu,