
Namun andre tak jua merespon dengan apa yang miya bisikkan,.
Miya menghapus air matanya,semangat dan harapannya sangat kuat untuk kesembuhan andre
meskipun dokter sudah memponis kesembuhan andre sangatlah tipis.
Riska menyentuh pundak miya,dan miyapun menoleh
"istirahatlah dulu nak,biar tante yang jaga andre !"
ucap riska lembut.
Miya menggeleng
" miya masih kuat tante"
ucap miya,ia tidak ingin jauh dari andre
" tapi kau perlu mandi dan juga makan nak,lihatlah dirimu,andre tidak akan senang kau seperti ini"
" Tante akan kabari kalau ada perkembangan andre nanti" bujuk Riska,
hingga akhirnya mendapat anggukan dari Miya.
Miya pergi meninggalkan andre dan ibunya,untuk pulang sebentar,bekas darah andrepun masih menempel di bajunya.
Sebelum pulang Miya keruangan tempat haris di rawat,Miya melihat Sila tengah menyuapi haris makan,.
" bagaiman keadaanmu?" tanya Miya setelah duduk di bangku sebelah Haris.
" seperti yang kau lihat Miy," jawab Haris sambil tersenyum,Miya juga tersenyum
"kau akan cepat sembuh"ucap Miya lagi sambil melirik ke arah Sila.
Haris tersenyum,
" sepertinya begitu"
tiba- tiba sila mencubit perut haris kesal
__ADS_1
dan Harispun mengaduh sambil menahan tawanya.
Miya tersenyum memandang pemandangan itu
begitu romantisnya kedua sahabatnya itu.
Tiba- tiba anak buah Andre membuka pintu dengan tergesa- gesa dan membungkuk sesaat
" tuan andre......"
Tanpa mendengarkan lagi Miya melompat dari duduknya dan berlari segera,
tiba- tiba hatinya tak enak dan jantongnya berdegup sangat kencang.
Dari kejauhan Miya melihat beberapa dokter memasuki ruangan andre dan suster dengan tergesa- gesa,.
" andre" ucap Miya lirih
Riska memeluk Miya sambil menangis,tanpak kesedihan mendalam di wajah wanita paruh baya itu
Miya menatap Andre di balik kaca yang anda di pintu ruangan Andre di rawat.
" ku mohon jangan pergi " bisik miya dalam hati
setealah beberapa kali tak merespon,susterpun berbicara pada dokter yang menangani..
dan menatap sendu pada miya yang terus berharap
seorang dokter keluar dari ruangan andre dan menggeleng.
Riska menjerit sekuat tenaga,
potra yang begitu di banggakannya,kini hanya tinggal jasad saja.
Bahkan beliyau jatuh pingsan tak kuat menerima kenyataan.
Miya berjalan menghampiri tempat Andre berbaring,
beberapa suster melepaskan beberapa alat yang ada di tubuh andre,.
__ADS_1
Miya menatap jasad andre yang begitu tenang,
miya duduk di samping andre dan menggenggam jemarinya
"Begitu bencinya kah kamu denganku,hingga kamu tidak ingin bertahan"ucap miya
miya menangis dalam diamnya
" ku mohon jangan tinggalkan aku sendirian"
ucap miya dan memeluk jasad Andre.
Haris jatuh tersungkur,tiba- tiba saja kakinya terasa lemas saat mengetahui andre telah meninggal
" ini semua salahku" ucap haris
sila memapah haris untuk membantunya berdiri
" jangan menyalahkan dirimu,semua sudah kehendak tuhan" bisik sila menguatkan.
Hari itu juga Andre di bawa pulang dan di makamkan
semikir angin senja mengiringi pemakaman Andre
dan setelah acara pemakaman selesai beberapa orang yang melayatpun pamit pulang.
Sila menghampri miga yang masih diam mematung di samping pemakaman Andre
" ayo kita pulang" bujuk sila
Miya menggeleng,
" miy, hujan akan segera turun,dan juga sebentar lagi gelap" ucap sila mengingatkan
namun miya tidak mendengarkan
hingga akhirnya hujanpun turun,
karena seharian tidak istirahat dan kesehatannya melemah Miya jatuh pingsan di pusara Andre
__ADS_1