
Miya hanya mendengus kesal,ketika juna merangkulnya saat menghadiri pesta pernikahan haris,.
" Selamat ya, sil," ucap miya seraya memeluk sahabatnya itu," sekarang sudah menjadi nyonya haris,gimana rasanya?," goda miya pada sila.
Sila mencobit lengan miya karena malu,
dan keduanya pun kembali tertawa,.
Sila mendekatkan mulutnya ketelinga miya seraya berbisik
" kok bisa bareng sama juna,ada apa?,"
tanya sila penasaran
miya melirik juna yang tengah bicara dengan haris
miya berdecak kesal dan menjawab
" tidak ada,hanya saja,sekarang aku dalam masalah"
sila mengernyitkan keningnya
" masalah apa?"
" nanti kamu juga akan tau" ucap miya kesal sendiri.
setelah acara resepsi berakhir,seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu,karena acara pernikahan di adakan di rumah keluarga haris sendiri,tuh rumah mereka memang sangat besar.
" Dalam waktu dekat kami akan pergi kelondon" ucap haris membuka percakapan
" apa mama akan ikut?," tanya tiyas pada ibunya,
ia akan benar- benar kesepian kalau ibunya ikut ke london.
Riska tersenyum sambil memegangi tangan potri bungsunya itu
" mama akan tetap di sini"
tiya memeluk ibunya manja.
"Bagaimana denganmu,miy,?"
tanya sila,yang berhasil membuat semua yang ada di ruangan itu menatap kearahnya
" aku...." miya sedikit gugup di buatnya
"kak miya akan bertunangan dengan kak juna dalam waktu dekat"
__ADS_1
" apa,!!!!"
jawaban dari tiyas berhasil membuat semua orang berkata yang sama.
Miya menatap juna berharap untuk pria itu menjelaskan sesuatu kepada keluarga wijaya
melihat miya yang seperti memelas padanya,akhirnya juna membuka suara
"Kami berdua memutuskan untuk bertunangan atas dasar saling cinta,jangan khawatir".
" dasar buaya,pintar sekali berbohong" batin miya kesal,sementara tiyas hanya bisa menggigit bibirnya menahan tawa.
sila dan haris saling pandang,seperti ada sesuatu yang sulit mereka percaya
" kau sedang tidak bermainkan jun?," tanya haris,
haris tau betol siapa juna sahabatnya itu
" kali ini aku serius" sahut juna melirik miya yang terpaku menatapnya.
Juna memang serius dengan ucapannya,hatinya benar- benar sudah terpaut pada gadis itu,
walaupun semuanya atas dasar kesepakatan untuk menyingkirkan jolia,itu hanya akal- akalan juna saja,kalau ia mau,ia bisa menyingkirkan jolia dengan mudahnya.
Malam semakin larut,dan akhirnya miya memutuskan untuk pulang bersama juna,
saat di perjalanan juna melihat miya yang semakin gelisah
" kau tidak menyadarinya,kita sedang di buntuti" ucap miya resah
juna tertawa kecil
" mereka tidak akan bisa menyentuh kita" ucap juna santai,
dan benar saja,saat di sebuah persimpangan dua buah mobil mengawal perjalanan juna dan miya dari belakang,dan perlahan mobil yang membuntuti mereka memperlambat laju mobilnya dan menghilang,
" apa perlu kita bereskan bosss," tanya seorang pengawal,juna menoleh pada miya dan mendapat gelengan kepala dari miya
" tidak perlu,awasi dan cari impormasi siapa mereka?" perintah juna yang langsung mendapat anggukan dari anak buahnya.
"Kenapa menatapku seperti itu?," tanya miya saat juna menatapnya lekat
"sepertinya kamu sangat istimewa",
miya mengernyitkan keningnya heran
"orang yang membuntuti kita orang yang sama,dia mengincar kamu,kalau bukan istimewa mereka tidak akan mengejarmu sampai sekarang"
__ADS_1
miya tertawa kesal
" mereka mengejar aku karena ingin membunuhku" gerutu miya kesal
"kalau begitu jelaskan padaku siapa mereka?"
" itu bukan urusanmu"
" sekarang urusanku,mereka juga mengejarku tadi"
" kalau begitu menjauh lah dariku"
" kalau akut tidak mau"
Miya mendengus kesal,seraya menyandarkan punggungnya di jok mobil
" aku tidak tau siapa mereka,musuhku sudah pergi bersama orang yang sangat ku cintai" ucap miya seraya memejamkan matanya
bayangan rasa bersalah kembali menyeruak di hatinya..
Juna menatap miya yang masih memejamkan matanya,
" kita pulang.." ucap juna seraya kembali melajukan mobilnya...
sepanjang perjalanan miya tidak bicara,matanya masih tertutup rapat,hingga setengah jam kemudian mobil itu berhenti miya baru membuka matanya
Miya menatap rumah besar di depannya
"kita di mana?" tanya miya bingung
" di rumah ibuku" jawab juna santai,seraya keluar dari dalam mobil dan kemudian membukakan pintu mobil miya
" apa kau sudah gila" gerutu mita seraya keluar dari dalam mobil,
juna tertawa kecil," kita jalankan rencana awal,lebih cepat lebih baik" ucap juna memberi alasan
Saat di depan pintu mereka di sambut oleh ibunya juna dan juga jolia yang berdiri angkuh di samping ibunya juna.
Miya menerka,jolia pasti sudah menceritakan sesuatu tentang dirinya pada ibunya juna
karena melihat tatapan yang tak ramah dari ibunya juna .
" selamat malam ma", sapa juna seraya memeluk ibunya,mamanya juna membalas pelukan hangat putranya,tapi tatapannya masih tertuju pada miya
" kenapa kau bawa perempuan kerumah ini?" tanya mama juna.
" Dia calun menantu mama" ucap juna seraya merangkul ibunya
__ADS_1
mendengar ucapan juna jolia menjadi naik pitam
" kau ingin menikahi wanita pembunuh ini" ucap jolia lantang,membuat suana malam itu menjadi sedikit tegang.