
" Katakan padaku apa yang kau tau tentang calon istriku" tantang juna dengan tatapan tajam pada jolia
bahkan jolia pun sempat merinding di buatnya
" dia...dia merebut calon tunanganku,bahkan dia juga membunuh keluargaku" ucap jolia sekenanya
"apa kau sadar apa yang kau ucapkan nona jolia,bahkan aku tidak pernah bertemu sakalipun dengan keluargamu," sahut miya,tak terima
dan sebelum jolia berbicara miya kembali angkat bicara
" tentang andre,aku minta maaf atas nama dirinya, karena telah menggunakanmu sebagai umpan untuk melumpuhkan kakak iparmu"
" kau ********,dasar pembunuh" teriak jolia hesteris
miya memundurkan langkahnya saat jolia hendak menerkamnya.,
mendengar keributan anak buah andre mendatangi mereka dan mengambil jolia dari pegangan andre,jolia terus meronta dan memaki- maki miya,
sementara mamanya andre sempat syok melihat sikap jolia yang di luar dugaannya.
" Kau baik- baik saja?", tanya juna pada miya yang duduk melamun di syofa
" apa ibu baik- baik saja?" alih- alih menjawab pertanyaan juna, miya mengkhawatirkan ibunya juna,
" jangan khawatir dokter pribadi rumah ini sudah memeriksa mama,dia akan baik- baik saja" jawab juna dengan senyumnya
Miya menatap juna lekat,dan bahkan juna keheranan di buatnya" apa kau ingin mengatakan sesuatu?",
tanya juna seraya menyentuh lembut sebelah pipi gadis yang terlihat rapuh itu.,
" apa aku memang seorang pembunuh?" tanya miya dengan suara tertahan,miya menangis dengan wajah tertunduk.
" hey,apa yang kau katakan," ucap juna
miya menggeleng dengan wajah masih tertunduk
" aku memang seorang pembunuh,aku telah menghancurkan keluarga wijaya,aku pembunuh"
ucap miya hesteris,
Juna meraih tubuh miya dan memeluknya,
" jangan hancurkan hidupmu dengan menghidupkan rasa bersalahmu miy," ucap juna lirih.
Dan tiba- tiba saja miya pingsan,juna bergegas membawa miya kekamarnya untuk kedua kalinya
dan setelah para pelayan merawatnya,juna meninggalkan kamarnya
" Apa yang kau temukan?" tanya juna pada orang- orangnya,pengawal juna menyerahkan beberapa berkas dan juga beberapa foto
" nona widya yang menyebabkan tuan andre meninggal,tapi kami tidak mendapat kabar tentang mayat nona widya,tentang wanita yang bercadar dan mobil yang mengikuti tuan,kami juga mengetahuinya"
ucap pengawal seraya menyerahkan beberapa lembar foto,dan juga beberapa berkas,
Juna tersenyum sinis saat melihat foto- foto itu
dan setelahnya, juna menyuruh mereka untuk bubar.
Juna membuka pintu kamar ibunya dengan pelan karena takut akan membangunkan ibunya,
namun
juna sangat terkejut saat mendapati ibunya yang berdiri menatap kosong keluar jendela.
__ADS_1
"Mama belum tidur?" tanya juna
wanita cantik itu tersenyum menoleh ke arah sang putra
" mama memikirkanmu nak" jawab sang mama
Juna tersenyum sambil merangkul sang mama
" kenapa,apa yang membuat mama memikirkan juna?"
" anak bodoh,ibu mana yang tidak pernah memikirkan anaknya" gerutu ibunya juna seraya menjewer lembut kuping potra tunggalnya itu,
dan kemudian ibunya menghela nafas berat
" kamu mencintainya?"
juna mengerti kemana arah pembicaraan ibunya
dan ia pun mengangguk
"selama ini kamu sering bermain dengan wanita,apa kau yakin dengan pilihanmu?"
juna tersenyum seraya menepuk keningnya
"apa selama ini mama memata- mata'i ku"
"tentu saja,bahkan mama tau semua hal tentangmu"
" mama tidak tau kalau orang yang di maksud jolia adalah sahabatmu andre,"
juna menghela nafasnya, seraya mengikuti ibunya yang duduk di sofa
"aku kasian pada miya,ma, sepertinya ada orang yang menginginkan kematiannya"
"jangan jadikan rasa kasihanmu,untuk mengikat tali hubungan juna" ucap ibunya juna menasihati
juna menggenggam kedua tangan ibunya dan bersimpuh
" juna benar- benar mencintainya ma" ucap juna meyakinkan
ibunya juna membelai kepala putranya dengan senyum senang
" apa dia juga mencintaimu?"
juna menggeleng dan tersenyum,.
ibunya juna menjewer telinga putra itu kesal
" bagaimana kamu bisa menikahi tanpa cinta dari nya juna" gerutu ibunya kesal
Terdengar tawa dan juga canda dari kamar ibunya juna,ibu dan anak itu saling bercerita dan bertukar pendapat,tapi kali ini ibunya sering memberikan nasihat pada putranya itu,tentang apa yang harus ia lakukan nanti.
Perlahan malam berganti dengan pagi,sinar silau sang surya membuat miya menggeliat dan mengerjapakan matanya,menyesuaikan pandangannya yang masih buram.
Sayup- sayup miya mendengar suara gemericik,seperti ada yang menggunakan kamar mandi,miya bangkit dari tempat tidurnya,dan kaget dengan bajunya yang sudah berganti.
miya berpikir keras tentang kejadian tadi malam.dan
pikiran aneh tentang siapa yang mengganti bajunya membuat bulu kodoknya merinding.
" kau kenapa?", tanya juna yang baru keluar dari kamar mandi,
"apa kau yang mengganti bajuku?" tanya miya dengan tatapan curiga
__ADS_1
juna tertawa seraya mengambil setelan baju santai yang sudah tergantung rapih
" sepertinya kamu ingin sekali aku yang menggantikan bajumu" ledek juna
juna tertawa kecil melihat miya yang mulai terbakar amarah
" kalau aku ingin menggantikan bajumu,sudah kulakukan waktu kita di rumahku dulu,bukankah dulu pelayan yang menggantikannya" ucap juna lagi
" jadi ....."
" jadi apa...?" sambung juna dengan sedikit menggoda,.
miya tercekal di antar tepi ranjang yang membuatnya tak bisa kemana- mana
miya sedikit kikuk dengan pergerakan juna yang masih tanpa baju,yang hanya memakai hnduk di pinggangnya.
" a...a..ku mau mandi" ucap miya terbata dan buru- buru berlari kesamping menghindari juna
juna mencoba mencegahnya dengan menahan bahu miya,namun miya yang masih kikuk menjadi kaget dengan pergerakan juna dan miya hampir terjatuh,miya mencuba mencari pegangan agar tidak terjatuh,tapi sial ia malah menarik handuk juna dan
miya terjatuh di atas ranjang dengan handuk di tangannya...
Lagi dan lagi miya melihatnya...
" aaaaaaaaaaaaa" miya berteriak namun juna buru- buru membekap mulut miya
" ssssttttttt" ucap juna memberi isyarat
miya mengerjapkan matanya meraskan sesuatu yang sangat menonjol di pahanya
" tuan ada apa,?" tanya sang pengawal dari luar khawatir
" tidak apa- apa, hanya kecelakaan sedikit"sahut juna dan pengawal itu kembali ketempatnya
" kau ingin membangunkan se isi rumah dengan teriakanmu sepagi ini " gerutu juna
namun miya tidak menjawab,ia merasakan aneh dan geli di bagian pahanya
" ada apa?" tanya juna melihat miya yang meringis
"jauhkan dirimu dari atas tubuhku" ucap miya,
juna menatap kebawah dan juna baru menyadarinya.
Juna tersenyum menggoda
"kenapa?" tanya juna semakin menggesekkan miliknya di paha miya
miya sudah tidak tahan lagi,dan dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh juna dari tubuhya
namun tubuh kekar itu tak bergeming sedikitpun
" juna ku mohon hentiikan,apa kau ingin membunuhku dengan seperti ini" gerutu miya kesal,
juna masih tertawa menikmati momen seperti ini yang tidak akan iya sia- siakan
"katakan apa kau menikmatinya" ucap juna semakin agresif,miya menggigit bibirnya menahan rasa yang aneh dari dalam dirinya
Juna mendekatkan wajahnya dengan wajah miya
dan menyatukan bibir mereka,semakin lama ciuman itu semakin memanas dan tak terkendali dan saat juna menyusupkan tangannya dari dalam baju miya,
membuat gadis itu tersadar
__ADS_1
" ku mohon jangan lakukan ini" ucap miya memelas membuat juna tersuntak dan menghentikan pergerakannya.