
Andre melepaskan kemejanya yang sudsh basah
"kamu mau ngapain?"
"aku mau melepaskan pakaian ku,tidak mungkinkan aku keluar dengan basah kuyup seperti ini" gerutu andre,dengan tubuh masih membelakangi miya,
setelah kemejanya,andre melepaskan celananya,kini wajah miya benar- benarmemerah, dengan menutup matanya erat- erat miya mengoceh sendiri
setelah memakai handuk yang sudah tergantung,andre tertawa kecil menatap miya yang masih menutup matanya rapat.
" cepat selesaikan mandimu,kau akan kedinginn terus- terusan berendam" ucap andre dan kemudian keluar dari kamar mandi.
miya membuka matanya,dan menghela nafasnya yang terasa sesak
"dasar cowok mesum"oceh miya.
Tak berapa lama kemudian miya keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut dada sampai pahanya,dan juga handuk yang melelet di kepalanya
Andre menelan ludahnya saat melihat pemandangan yang begitu indah baginya,miya menjentikkan jarinya
seketika andre terkesiap
"jangan memandangiku seperti itu" ucap miya kikuk
"mana bajuku?" tanya miya lagi
andre menunjuk kesofa dan kemudian beranjak menuju kamar mandi,kini gilirannya untuk mereleks kan tubuhnya yang sudah terasa lengket.
Miya melihat beberapa pakaian yang di pesan andre
"bagaimana dia tau ukuran tubuhku,semua pas dengan ukurun tubuhku" gumam miya
kemudian miya memakai bajunya,dan kemudian menyiapkan baju untuk andre..
tapi ketika ia bersiap untuk tidur,miya tertegun sendiri.Tak berapa lama kemudian andre keluar dari kamar mandi
"ada apa,? " tanya andre ketika melihat miya yang tertegun,
miya tersontak kaget dan menggaruk kepalanya
andre tersenyum saat melihat baju yang sudah di siapkan di atas ranjang
__ADS_1
andre mengambil bjunya dan kembali kekamar mandi
"tidurlah,berilah bantal goling sebagai pembatas" ucap andre sebelum menutup pintu kamar mandi....
miya menghela nafasnya untuk kesekian kalinya
benar- benar terasa aneh harus berdua dengan lawan jenis dalam satu kamar,
miya memberi pembatas bantal goling di tengah- tengah mereka,dan kemudian ia menarik selimut hingga menutup separu tubuhnya
baru saja miya ingin menutup matanya,tiba- tiba pintu kmar mandi terbuka
deg deg deg
miya memegangi dadanya tiba- tiba saja jantungnya berdetak sangat kencang
"apa yg aku pikirkan,kenapa aku merasa seperti pengantin wanita yang berdebar menunggu suaminya" batin miya,miya memegang erat selimut yang menutup separu tubuhnya
miya tidak berani menatap andre yang semakin dekat melangkah,dan kemudian ranjang itu bergetar,tentu saja andre kini sudah berbaring di sisi ranjang sebelah miya.membuat miya semakin gugup
andre menatap punggung miya yang terlihat bergetar
andre mengambil laptopnya di atas meja yang tak jauh dari sisi tempat tidurnya
dan kemudian ia pokos dengan pekerjaannya yg tertunda,
demi mendengar suara berdetik,miya menoleh kearah andre yang tampak pokos dengan laptopnya
"belum tidur?" tanya andre,tanpa menoleh ke arah miya
"hnn,kau sendiri,kenapa masih bekerja selarut ini?" miya balik bertanya
"karena,juga tidak bisa tidur" jawab andre sekenanya
miya tertawa kecil" rasanya aneh,tidur dengan orang asing" ucap miya
andre menghentikan pekerjaannya dan meletakkan laptopnya ke atas meja
dan kemudian ia membuang sembarang bantal goling pembatas
"hey,apa yang kau lakukan" teriak miya
__ADS_1
andre berbaring sambil memeluk tubuh miya
tentu saja miya berontak tidak terima
dan dalam sekejap tempat tidur itupun berubah menjadi purak puranda akibat ulah keduanya yang saling limpar bantal dan apapun yang ada di dekat mereka, dan hingga akhirnya
andre menangkap kedua tangan miya, yang terus menepuk keras dadanya,
sesaat keduanya saling pandang ,nafas ngos- ngosan pun terdengar dari mulut keduanya
hingga akhirnya andre memberanikan diri untuk mengecup bibir miya,sesaat tak ada balasan dari miya,hingga andre semakin dalam mengecup bibirnya dan miyapun membalasnya
tidak berapa lama andre menghentikan kecupannya nafas memburu dari keduanya
"aku mencintaimu miya" ucap andre lirih,
miya menatap wajah andre lekat,senyum terukir dari bibirnya dan ada butiran air mata bahagia di pelupuk matanya
"maafkan aku,telah menyakitimu selama ini" ucap andre lagi,"andre menangkup kedua pipi miya dengan tagannya" bertahanlah untukku,bantu aku untuk melewati semuanya" ucap andre lagi
miya tidak bisa lagi menahan air matanya ia pun mengangguk
andre menghela nafas bahagia,terasa lepas sudah beban yg selama ini ia pikul
andre memeluk miya erat,dengan suasana bahagia
"andre" ucap miya lirih di pelukan andre
"hn !!??" gumam andre
"bagaimana dengan jolia?" tanya miya
andre memper erat pelukannya
"aku sengaja menerima tawaran keluarganya,karena hanya dengan cara itu aku bisa mengambil kembali sahamnya" ucap andre
"ada widiya di sana" ucap miya
" hnn,,,aku tau,aku rasa dia dalang dari segalanya" ucap andre,miyapun mengangguk
tak ada pembicaraan lagi di antara keduanya dan merekapun tertidur....
__ADS_1