TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
69


__ADS_3

Jolia menggenggam erat sendok di tangannya,


marah dan benci bercampur jadi satu di hatinya


walau ia terlihat tenang namun terlihat jelas matanya memerah menahan amarah.


Setelah sarapan,juna berencana untuk mengantarkan miya pulang,namun di cegah oleh mamanya dengan alasan mamanya ingin mengenal miya lebih dalam lagi.


"Kapan acara pernikahan kalian di gelar?" tanya mamanya juna saat mereka hanya berdua


miya sedikit gugup,bagaimana ia harus memberi jawaban,karena ia dan juna belum membicarakannya


"apa kalian belum membicarakannya?" tanya mamanya juna lagi,miya hanya mengangguk kecil


" apa boleh tante bertanya?"


"ya"


" apa kamu benar- benar mencintai anak tante"


"tentu saja" jawab miya sekena nya


wanita paruh baya yang bernama anggi itu tersenyum dan menepuk pundak miya


" tante harap kalian benar- benar saling mencintai" ucap anggi dan berlalu pergi.


Miya menghela nafasnya," menyebalkan,kenapa aku harus terjebak dengan situasi seperti ini" gerutu miya kesal,di saat ia berbalik ternyata jolia sudah berada di belakangnya


" jolia"ucap miya kaget


Jolia melipat tangannya seraya tersenyum sinis


" di bayar berapa kamu?",


" maksud kamu?" tanya miya tidak mengerti


jolia tertawa kecil,dengan gaya angkuhnya jolia berjalan mengelilingi miya


" kau kira aku percaya kalian menikah atas dasar cinta," ucap jolia lagi

__ADS_1


Miya balas tersenyum mengejek kepada jolia


" tanpa kau percaya atau pun tidak, tidak ada pengaruhnya untuk hubungan kami bukan?"pangkasnya


jolia menatap tajam ke arah miya


"arjuna tidak akan pernah mencintaimu,dia hanya menginginkan tubuhmu" ucap jolia setengah berteriak


" setidaknya dia ingin menikahiku,lalu...bagaimana denganmu,?" balas miya,dan tersenyum penuh kemenangan saat melihat jolia tidak bisa membalasnya lagi,


Miya meninggalkan jolia yang sangat marah padanya


" Ada apa sepertinya kamu sangat kesal?" tanya juna saat berpapasan di tangga dengan miya


" tidak ada" jawab miya ketus


juna tersenyum,melihat tingkah miya


" katakan ada apa?,"tanya juna seraya berbalik memutar mengiringi langkah miya


" tidak ada,pergi sana jangan menggangguku," bentak miya


" kamu bilang di meja makan tadi serius ingin menikah denganku,apa itu serius?"


miya menghentikan langkahnya dan menatap juna gusar


" bukan kah tujuan kita untuk menikah menyingkirkan wanita sihir itu dari rumah kamu,kenapa kamu harus menanyakannya lagi?"


" tapi tujuanku untuk menikahimu karena aku memang menyukaimu"


sahut juna,membuat miya membolatkan matanya


" aku tau aku laki- laki mesum dengan banyak wanita kencan,tapi untuk dirimu aku serius,aku mencintaimu miya"


kata- kata juna membuat miya memundurkan langkahnya,bahkan juna sendiri tidak mengerti kenapa miya berjalan mundur dengan tatapan kosong padanya,


"miy" teriak juna dan segera meraih tubuh miya.


Hampir saja miya jatuh dari tangga kalau juna tidak segera meraihnya

__ADS_1


" tidak masalah kalau kamu tidak mencintaiku,tapi setidaknya jaga dirimu agar tidak celaka seperti tadi"


ucap juna di telinga miya,juna tidak melepaskan dekapannya.


Miya memeluk juna erat dan menangis di pelukannya


" aku takut" ucap miya lirih


juna melepaskan pekukannya pelan,dan menangkup wajah miya dengan kedua telapak tangannya


" ada aku di sini,aku akan melindungimu darinya"


ucap juna,miya mengernyitkan keningnya


" siapa?" tanya miya


juna tersenyum kecil dan kembali memeluknya


" aku sudah menyelidikinya,siapa wanita bercadar yang selalu mengikutimu"


" siapa dia" tanya miya


" nanti kamu juga tau,"jawab juna enteng"


miya menatap juna " apa kamu tidak takut?"


juna menggeleng,"aku lebih takut,kalau kamu tidak membalas cintaku" goda juna


" ya...aku memang tidak ingin membalasnya" balas miya ,membuat juna melepaskan pelukannya,


melihat gelagat juna yang panik miya berusaha untuk menah tawanya.


Juna kesal dan ingin menciumnya,namun dapat di cegah oleh miya,berkali- kali juna ingin menciumnya namun miya terus dapat berkelit,hingga menjadi tawa canda keduanya.


author


maaf ya telat terus updhetnya,🙏🙏🙏🙏


semoga senang dengan karya author

__ADS_1


aku usahin nanti opdhetnya yg banyak ya, tinggalin jempolnya buat penyemangat,makasih


__ADS_2