
Pagi yang cerah hati yang kelam,gambaran hati miya yang kini masih duduk menyila di tempat tidurnya.
andai waktu bisa ia putar seperti mengubah jam dinding,miya ingin sekali hari ini tetap pagi selamanya,.
dengan malasnya miya menyisih tirai jendela kamarnya,dan seketika ruang kamar itu menjadi terang karena pantulan sinar mentari pagi yang sangat menyilaukan,
miya merentangkan tangannya ke atas merenggangkan ututnya yang seakan kaku
sampai matanya terpusat pada susuk pria yang tengah duduk di depan mobilnya tengah memandanginya dengan senyuman,
" andre" gumam miya
seketika ponsel miya berdering,miya berbalik melihat ponselnya di nangkas,andre menelponnya
setelah menggeser tombol hijau miya meletakkan ponsel di telinganya
" cepatlah mandi,temani aku memilih cincin"ucap andre di seberang
"apa kau gila,mengajakku memilih cincin" gerutu miya,terlihat andre tersenyum di seberang sana
" cepatlah,atau aku menerebus masuk kamarmu dan membantumu mandi"
andre mematikan sambungan telponnya,dan mengisyaratkan,cepatlah,pada miya,
Miya menghentakkan sebelah kakinya kesal,
dan dengan malasnya ia menuruti kemauan kekasihhya itu.
dua puluh menit kemudian,Dengan wajah mayun miya menghampiri andre
" cantik" puji andre,dan kemudian menyatukan lima jarinya pada jemari miya,.
"benar kita mencari cincin?" tanya miya penasaran
andre menggeleng," tidak ada alasan laen untuk membuatmu mau pergi denganku" ucap andre,yang langsung mendapat tabukan di lengannya.
"aku tidak mau pergi denganmu" gerutu miya yang langsung berbalik ingin pergi.
andre buru- buru meraih tangan miya mencegahnya pergi,
" apa lagi?" gerutu miya kesal
andre menghela nafasnya melihat miya yg mulai merajuk," ayo pergi" ucapnya dan kemudian membuka pintu mobil,
setelah miya masuk kedalam mobil,andre menutup pintu mobilnya,
dan saat andre masuk kedalam mobil,ia melihat miya terlihat masih kesal,
tiba- tiba andre mendekat pada miya,
" kau mau apa?" tanya miya gugup
__ADS_1
andre tak menjawab,wajahnya semakin mendekat,seketika tubuh miya menjadi diam tak begerak,tiba- tiba merasa sesuatu bergerak di bagian punggungnya "laen kali pasang sabuk pengamannya"
ucap andre,seketika miya tersadar,wajahnya pun memerah menahan malu karena sudah salah paham.
Setelah satu jam perjalanan andre menghentikan mobilnya," kita di mana?" tanya miya menggeliat karena terlalu jauh perjalanan membuatnya tertidur
andre menunjuk kedepan,yang di iringi oleh pandangan mata miya,dan seketika miya terbelalak dengan segera miya keluar dari dalam mobil
kini mereka sedang berada di atas pegunungan
miya menatap kebawah,terlihat rumah- rumah penduduk yang terlihat kecil karena kini tengah berada diatas
"kamu suka?" tanya andre,
miya mengangguk " indah sekali" gumamnya
hawa sejuk pegunungan dan juga kabut putih yg tipis membuat sejuk mata memandang.
" melihatmu tersenyum dan bahagia adalah tujuanku"
ucap andre,seketika senyum miya memudar,tatapannya beralih pada andre yang sedari tadi memandanginya
"sama sepertimu,akupun juga tidak bahagia dengan keadaan ini" ucap andre lagi
miya memeluk andre," jangan bicarakan itu lagi,atau aku akan melemparmu kebawah"
andre tertawa kecil " yakin kamu ingin melempar aku?" goda andre,
" maaf" ucap miya merasa bersalah,.
" miy"
" hnnn" sahut miya masih dengan aktivitasnya
" sudah cukup" ucap andre parau seakan ada seseuatu yg ia tahan,miya mengernyitkan keningnya heran,melihat andre yang sedikit gelisah,
"kenapa,apa masih sakit?"tanya miya
andre menggeleng,miya memayunkan bibirnya kesal
"kalau tidak sakit,kenapa kamu terlihat gelisah seperti itu" gerutu miya kesal
andre membuang nafasnya gusar
"bukan itu sayang,kamu tidak akan mengerti"
ucap andre lembut
miya semakin kesal dan berbalik membelakangi andre,"sepertinya kamu memikirkan yang laen"
andre mendekati miya " kau benar aku memang memikirkan yg laen" gumam andre
__ADS_1
seketika miya kembali berbalik,marah kini terpancar di matanya dan saat miya berbalik andre meraih tubuh miya dan seketika tubuh mereka menempel satu sama laen," aku memikirkan ini" ucap andre
dan menyatukan bibir mereka,andre meraih tengkuk miya dan memperdalam ciumannya
setelah beberapa saat andre memberi jeda "kamu membuatku takut"gumam miya,andre meraih kedua tangan miya dan meletakkan di pinggangnya dan kemudian kembali menyatukan bibir mereka..
Jam empat sore,mereka baru kembali kerumah
dan setelah mengantar miya pulang ,andre langsung menuju rumahnya untuk bersiap untuk acara nanti malam.
Waktu yang di tunggupun tiba,jolia mematut riasan dan bajunya di pantulan cermin,senyum bahagia terpancar di wajahnya.
haris diam- diam mengintip widiya yang tengah bicara dengan seseorang,widiya menendang orang itu hingga tersungkur,raut marah terpampang jelas di wajah widiya,.
haris diam- diam meninggalkan tempat widiya dengan orang itu bertemu,dan mencegat laki- laki yang di temui widiya ketika hendak menaiki motor,haris menodongkan pistol tepat di kepala pria itu
" apa yang di ketahui bossmu?" tanya haris
pria itu diam tak berkotik gemetar ,karena senjata yang di todongkan haris yang siap meledak kapan saja
" ny,nyonya mengetahui ketua di tahan musuh,dan berkas asli perusahaan berpindah tangan" ucap pria itu gugup
" apa yg dia rencanakan," tanya haris ,pria itu tidak menjawab,haris menembak kaki pria itu sebagai gertakan,seketika pria itu jatuh tersungkur,karena suara senjata yg kedap suara,
haris berjongkok dan kembali menodongkan senjata " katakan sekarang"
" boss menyiapkan pesawat untuk secepatnya meninggalkan kota" ucap pria itu sambil menahan sakit di kakinya.haris berdiri dan menembak kepala pria itu seketika pria itu terkapar tsk bernyawa
" bereskan mayatnya" ucap haris pada orang suruhannya yang sedari tadi memantau keadaan di tempatnya.
haris menelpon andre memberi tahukan perihal rencana widiya,
"suruh,beberapa orang kita untuk mengawasi gerak geriknya" ucap andre dan kemudian mematikan sambungan telponnya,karena dirinya kini tengah berada dengan beberapa tamu undangan penting.
miya dan sila memasuki ruangan pesta setelah menyerahkan undangan kepada penjaga tamu undangan,miya meraih tangan sila,karena dirinya kini tengah gugup
" jangan takut,kita di lindungi di sini" bisik sila yang terlihat lebih santai dari miya
"aku takut,mengundang keributan" bisik miya
" jangan khawatir," ucap sila memberi semangat.
author
maaf up nya lama
kemarin kesehatan author kurang baek mungkin epik lelah setelah pulkam,.
jangan salah paham,author pulkam nya dekat,tapi karena hujan- hujanan pake motor,🤭🤭🤭🤭🥶🥶🥶🥶🤧🤧🤧🤧🤧🤧
terima kasih masih setia dengan karya author.
__ADS_1