
Miya memijat keningnya yang terasa sakit,
" kak miya kenapa? " tanya tiyas
miya menoleh ke arah datangnya suara
" hey tiyas" ucap miya senang,
miya memeluk gadis yang baru datang dari london itu,tiyas baru menyelesaikan stodi terakhirnya,
" Kapan kamu pulang?" tanya miya
tiyas duduk di sofa di samping miya
" baru saja,hbis dari bandara aku langsing kesini"
jawab tiyas
" Itu artinya kau sudah siap dengan tanggung jawabmu" ucap miya sambil menyandar di sofa
tiyas membalasnya dengan tersenyum
" kak haris,setelah menikah mereka akan ke london dan menatap di sana" ucap tiyas sedikit murung
" lalu setelah tiyas mengambil alih perusahaan,kak miya juga akan pergi ?"
pertanyaan tiyas membuat miya terkekeh
".Selama tiyas masih memerlukan kaka,kaka akan selalu ada untuk membantu"
Miya mencubit hidung gadis manis itu
" Kamu masih perlu belajar,mulai besuk kau harus kekantor,aku akan perkenalkan kamu,pada semua klain dan juga semua staf kantor"
" Apakah itu terlalu cepat ?"
miya kembali tersenyum
" lebih cepat lebih bagus,dulu aku juga sudah bekerja di perusahaan ini saat seumuran kamu,"
"Ayu nona muda,semangat !!!! "
ucap miya semberi mengepalkan tangannya ke atas
membuat tiyas tertawa di buatnya.
Sepulang dari kantor,miya langsung merendamkan tubuhnya,lelah seharian bekerja,kini ia memerlukan releks sejenak tubuhnya
__ADS_1
Dan tiba- tiba miya teringat sesuatu,
dan segera ia mengambil ponselnya yang sengaja selalu ia letakkan tak jauh dari dirinya
miya menekan no haris dan menelponnya
" hallo,miya"
" Ris,apa aku mengganggumu?" tanya miya
" tidak,ada apa?"
" ada yang ingin ku bicarakan denganmu,ini tentang perusahaan xuan"ucap miya
sesaat tak ada jawaban dari hari
" ada dengan perusahaan xuan,apa kamu membuat masalah?" pertanyaan haris membuat miya menghela nafasnya
" sedikit" jawab miya singkat
" sebentar lagi tiyas akan memegang perusahaan,aku perlu bantuanmu untuk mengurus perusahaan xuan"
ucap miya lagi
terdengar haris tertawa kecil,membuat miya mengerutkan keningnya
" apa dia menggodamu?" tanya haris penasaran
miya tersontak kaget di buatnya
" ti tidak" jawab miya gugup
" Tiyas juga kenal presdir perusahaan xuan,namanya
juna,jangan khawatir"
Miya memutuskan hubungan telponnya setelah tak ada lagi yang akan mereka bicarakan
dan miya kembali melanjutkan berendamnya.
Miya mencoba memejamkan matanya,
namun bayangan tragedi itu kembali membuat matanya terbuka lebar,
miya mengusap wajahnya kasar,nafasnya memburu
bayangan kematian andre terus saja menghantuinya
__ADS_1
Miya keluar dari kamarnya,dan pergi kekamar sila
miya melihat sila yang tidur tenang denga posisi menyamping
miya berbaring di samping sila dan memeluk punggung sahabatnya itu
" Mimpi buruk lagi?" tanya sila dengan suara seraknya
miya mengangguk pelan,
sial berbalik menghadap sahabatnya itu
sila mengusap wajah sahabatnya yang kini begitu rapuh,walau di luar dia terlihat orang yang sangat tegas
" tidurlah duluan,aku akan terbangun sebelum kau tidur" ucap sila
miya mengangguk sambil memeluk bantal golingnya dan kemudian memejamkan matanya.
dan pagi pun tiba,saat sarapan pagi sila duduk di samping miya
" miy,apa aku boleh bartanya?"
miya menatap sila
" tanyakanlah? "
" apa kamu tidak ingin mencari kehidupanmu sendiri tanpa...."
" aku akan pergi dari kota ini setelah tiyas mampu mengandalikan perusahaan,dan bukankah kamu juga akan menetap di london" potong miya
" itu tidak benar" sahut sila
" katakan kepadaku apa kebenarannya"
" aku akan membatalkannya" ucap sila sungguh- sungguh
" setidaknya itu lebih baek,pikirkan calon adik iparmu"ucap miya dan kemudian mengambil tasnya dan menepuk bahu sila,.
" kenapa kamu selalu peduli pada mereka miy?"
tanya sila" kau berhak mencari kebahagiaanmu sendiri," ucap sila lagi
Miya berbalik pada sila dan tersenyum
" bukankah sudah aku bilang,aku akan meninggalkan kota ini nanti"ucap miya
di luar pintu mobil sudah terbuka untuknya,dan dua orang anak buahnya yang siap mengantarnya
__ADS_1