TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
62


__ADS_3

Tok tok tok


Terdengar pintu kamar di ketok dari luar,


miya bangkit dari tempat tidur dan membukakan pintu


" Selamat pagi Nona,kami membawakan beberapa pakaian untuk nona,sesuai perintah tuan muda",


ucap dua pelayan wanita itu dan menyerahkannya pada miya


Setelahnya,kedua pelayan itupun pamit pergi


miya meletakkan beberapa lembar pakaian itu dia atas ranjang.


Dan suara pintu kamar mandi terbuka mengalihkan pandangan miya menuju arah suara.


Deg.... sekektika miya kembali berpaling, saat melihat juna hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


Dengan santainya juna berjalan menuju ruang bajunya,tanpa merasa risih sedikitpun


"apa kau sudah tidak punya rasa malu,


setidaknya berpakaianlah yang sopan di depan wanita", gerutu miya dengan perasaan mendongkol


" Aku sudah siapkan air hangat untukmu di bak mandi,cepatlah, hari ini kita ada jadwal bersama di kota xxx,akan aku antar kau pulang nanti",


miya menghentikan kakinya kesal,alih- alih menghiraukan ucapannya pria itu malah menyuruhnya untuk cepat mandi.


Tapi tunggu dulu....


bukankah dia bilang menyiapkan air hangat untuknya


miya bergegas masuk kedalam ruang baju juna untuk kembali mengomelinya.


TAPI ASTAGA.......

__ADS_1


" aaaaaaaaaaaaaaaaa",


Miya berteriak sekuat tenaga,dan menutupi seluruh wajahnya dengan telapak tangannya


SIAL.....


kini miya melihat juna benar- benar telanjang bolat


" kenapa kau kemari?"ucap juna kelabakan pria itu baru saja ingin memakai celana dalamnya


dan malah melihat miya menyerobot masuk keruangan gantinya


"a...a..ku," miya tidak bisa berkata apa- apa ini memang salahnya kenapa harus mendatanginya


Setelah selesai memakai celana dalamnya,kelakuan jahil juna kembali berulah,juna mendekati miya yang masih menutup rapat wajahnya.


Juna meraih kedua tangan miya,


" apa aku sudah boleh membuka kedua mataku,"


ucap miya gugup,baru pertama kali ia melihat sesuatu yang tidak pernah terbayang olehnya sama sekali


entah mengapa irama degup jantungnya kini berubah sangat cepat dan tak terkontrol


tanpa sadar juna meletakkan telapak tangan miya di dadanya,seakan memberi tahukan degup jantungnya saat ini.


Miya mengernyitkan keningnya,merasakan kulit yang dingin dan sedikit keras, namun juga ia merasakan ada sesuatu yang berdegup kencang di dalamnya.


Seketika miya membuka matanya sesaat keduanya terdiam saling pandang dari mata kemata masing- masing,dan beberapa saat kemudian miya memutar tubuhnya,berjalan menjauh dari tempat itu.


" Sial apa yang aku lakukan," maki juna pada dirinya sendiri,tanpa sengaja ia memberi tahukan perasaannya saat ini pada gadis itu.


Miya menutup kamar mandi,dan melepaskan semua pakaiannya,miya merendamkan tubuhnya dalam bak mandi yang sudah juna siapkan .


Didalan diamnya miya tak mengerti kenapa pria itu selalu ada saat ia kesusahan,bukankah ia adalah lawan juna di dalam perusahaan.

__ADS_1


Tapi di lain tempat sudah dua kali pria itu menolongnya.


miya memejamkan matanya mencoba merasakan aroma bunga mawar yang memenuhi bak mandi itu.


Setengah jam kemudian,miya keluar dari kamar mandi,miya mencoba mengintip,apakah juna masih ada di kamar itu atau tidak,


tapi ternyata pria itu sudah tidak ada lagi di kamarnya,dan setelah memakai pakaiannya,dua pelayan kembali mengetuk pintu


" ada apa?," tanya miya seraya melirik barang yang di bawa kedua pelayan itu,sepertinya itu sebuah rias wajah


" kami di suruh tuan muda untuk membantu ada berias,"


tanpa mendengar jawaban dari miya,dengan lembut keduanya menuntun tubuh miya untuk duduk di depan cermin besar di kamar itu


dan miya hanya bisa pasrah dengan apa yang keduanya lakukan pada wajah dan rambutnya


" Ternyata anda sangat cantik nona,bahkan hanya dengan polesan bedak tipis anda sudah seperti bidadari,"puji sang pelayan,miya hanya tersenyum menanggapi


" memang benar,biasanya para wanita harus memakai bedak tebal untuk terlihat cantik dan menggoda,berbeda dengan anda nona,tuan muda memang pandai memilih pasangan," sahut sang pelayan satunya


Miya mencoba mencerna kata- kata terakhir sang pelayan,apa maksudnya dengan pasangan....?


Setelah selelsai keduanya kembali membawa miya menuju ruang makan,di sana tuan muda mereka sudah menunggu miya


Juna tak bergeming, senyum manis terukir di bibirnya


saat melihat miya menuruni anak tangga


"cantik,"batin juna memuji gadis yang kini di depan matanya.saat menuruni anak tangga terakhir miya menolak menyambut tangannya juna untuk ia raih,


dan miya berjalan menuju kursi meja makan tanpa menoleh pada juna.


Juna hanya menggelengkan kepalanya ,melihat tingkah jual mahal miya,baginya itu sangatlah menggemaskan,dan ia hanya tersenyum tak tersinggung sedikitpun.


Dan keduanya pun sarapan tanpa bersuara dan tanpa berbicara.

__ADS_1




__ADS_2