TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
72


__ADS_3

Arjuna mendatangi ank buahnya yang sudah bersiap tak jauh dari area kkub malam itu


" sepertinya mereka mengetahui boss akan mengejar mereka,lihatlah mereka memperketat penjagaan" ucap anak buah juna


" aku harus masuk kedalam,miya dalam bahaya di sana" ucap juna geram


" jangan khawatir, kami sudah mempersiapkan semuanya,boss masuklah setelah kami membuat kekacau an"ucap sang anak buah kepercayaannya yang sudah bersiap


Dan merekapun berjalan ala- ala preman yang bringas untuk menciptakan kekacauan


Salah satu dari anak buah juna tiba- tiba saja memukul rekannya tepat di depan penjagaan


dan salah seorang yang menjaga pintu masuk mencoba untuk mengusir mereka,tapi ia malah dapt bugem mentah dari ank buah juna, dan salah satu dari teman mereka tidak terima dan ikut dalm perkelahian,dan keadaanpun jadi kacau,sesuai aba- aba juna pun masuk menyelinap ketika mereka lengah.


Didalam klub malam itu juna mencari ruangan demi ruangan di sana,namun ia tidak menemukan keberadaan miya


hingga ia putus asa dan ingin berteriak karena prustasi,tapi tiba- tiba juna melihat laki- laki berjas hitam yang memaksa miya masuk kedalam mobil saat menculik.


Dengan hati- hati juna mengikuti pria bertubuh kekar itu,laki- laki itu menghampiri seorang wanita cantik yang wajahnya cacat seperti bekas terbakar,dan mereka berjalan menuju salah satu ruangan khusus di sana.


Sementara itu miya meringkuk di lantai dengan wajah sembabnya.saat pintu terbuka miya berdiri dengan ketakutan, tapi alangkah terkejutnya ia saat melihat siapa wanita yang ada di depan matanya


" widya," gumam miya,widya tersenyum sinis pada miya yang sangat terkejut dengan dirinya yang masih hidup


" kau kira aku sudah mati bukan?," ucap widya seraya mengelilingi tubuh miya yang sangat menyedihkan karena alex telah menyiksanya,namun naisbnya masih beruntung karena alex tidak menodainya.


" Setelah menerima kenyataan di tusuk oleh org yang sangat kucintai,aku tidak ingin mati begitu saja,dendam ku tidak akn tuntas sebelum aku melangkahi mayatmu"


widya menjambak rambut miya hingga dirinya men dongak kebelakang,miya memegangi tangan widya karena merasakan sakit yang luar biasa

__ADS_1


" kau harus merasakan penderitaan seumur hidupmu hingga kau sendiri jijik dengan tubuhmu sendiri" teriak widya penuh amarah


" kau selalu menyalahkanku apa yang terjadi atas dirimu,kau tidak sadar,semua itu karena ulahmu sendiri" sahut miya


Mendengar ucapn miya, widya sangat murka hingga ia mendurung miya dengan keras dan membentur dinding, seketika miya merasakan pening yang luar biasa hingga dirinya jatuh tersungkur.


miya jatuh terkulai seluruh tenaganya seakn sudah habis terkuras


"Gilir dia,sampai ia meminta untuk kematiannya sendiri," perintah widya,


beberapa anak buahnya widya tersenyum senang,mereka seakn mendapatkan hadiah yang luar biasa,wajah bringas penuh nafsu mereka memandangi tubuh miya yang menggeliat tak berdaya.


Widya tertawa penuh kemenangan,dan pergi meninggalkan tempat itu,tapi saat ia membuka pintu


tiba- tiba seseorang dari luar mencekik lehernya dengan sangat kuat,semua org di sanapun sangat kaget dan belum sempat mereka beranjak org itu yang tak lain adalah juna menodongkan senjata kearah widya.


sementara widya semakin meronta kesakitan karena cengkraman juna semakin erat di lehernya


" tu turunkan senjata kalian !!!" perinta widya terputus- putus karena menahan sakit yang teramat sangat,mau tidak mau anak buah widya melempar senjata mereka kearah juna.


" keluar semua !!!!" perintah juna lagi


anak buah widya saling pandang,namun mereka tidak bisa berbuat apa- apa selain menurut


setelah semua keluar juna mengunci pintunya dengan madih menyandra widya.


Juna sangat prihatin saat melihat org yang di cintainya tergeletak bersimbah darah,juna menatap widya murka,ingin sekali ia meledakkan kepala wanita itu,tapi ia masih butuh nyawa wanita itu untuk keluar dari tempat itu.


" berbalik !!!" perintah juna pada widya,dengan malas widya menuruti kemauan juna,namun belum sepenuhnya ia berbalik juna sudah memukul tengkuk wanita itu hingga pingsan,juna mengikat kaki tangan dan mulut widya dengan tali yang mengikat tubuh miya,juna menenguk sisi ruangan itu,tak ada jalan untuk mereka pergi selain jalan yg mungkin anak buah widya sudah bersiap di luar sana

__ADS_1


Arjuna berpikir keras,hingga ia menatap lampu dan juga ace di sana, bagaimana kalau ia menciptakan kunsliteng listrik hingga lampu di tempat itu padam.


juna mengangkat senjatanya dan menembak ace dan beberapa lampu dan tali kabel yg ia lihat,seketika percikan apipun tercipta dan benar saja seketika lampupun padam.


suara dentumanpun terhenti,juna bergegas keluar dengan mengangkat miya di sela paniknya anak buah widya,anak buah widya melihat juna membawa miya


" hey" teriak anak buah widya dan menembakkan senjatanya kearah juna namun meleset dan mengenai salah satu pengunjung.


jeritan dan teriakanpun menggema suasana semakin kacau saat semua pengunjung berlarian berhamburan.


Anak buah juna sudah bersiap di luar,saat melihat boss mereka datang mereka bergegas membukakan pintu dan melesat meninggalkan tempat itu.


" apa yang terjadi?" tanya alex saat anak buah mereka memapah widya yg terlihat sempuyungan


" dasar bodoh kau kemana saja,laki- laki brengsek itu membawa wanita ****** itu"herdik widya kesal


dan tanpa aba- aba lagi alex dan anak buahnya mengejar mobil juna,dan di ikuti widya dengan beberapa anak buahnya dengan menaiki mobil yg laen sementara widya satu mobil dengan alex


" sekarang kita kemana?" tanya alex


" rumah sakit,aku yakin tujuan mereka kesana" jawab widya


" ambil jalan pintas" tunjuk widya,karena ia sangat hapal daerah kekuasaannya itu


" boss,sepertinya kita di ikuti" ucap anak buah juna masih fokos dengan menyetirnya


" lebih cepat kita harus keluar dari daerah ini dulu" titahnya,juna menatap miya yang pingsan di pangkuannya,.


" aku akan menjagamu sebisaku,aku tidak akn membiarkan mereka menyakitimu lagi" ucap juna

__ADS_1


__ADS_2