Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 1 : Dimanakah aku?


__ADS_3

Desiran ombak tak bersuara...


Desiran angin tak terdengar...


Sunyi...


Seperti berada di ruang hampa...


Hanya ada setitik lubang hitam...


Namun itu pemberi asa...


Asa menjadi harapan untuk bersua...


Dua insan yang tak bisa bersama dalam raga...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Hari itu, udara terasa tak seperti biasanya. Dimana sinar mentari tertutupi oleh awan, angin bertiup sangat kencang membawa udara yang terasa menusuk kulit dan suara bising orang-orang di sekitar terasa sunyi seakan menghilang terbawa aliran angin.


Hari itu, seperti biasa Fira Lin, wanita muda nan cantik berjalan pulang setelah mengajar di sekolahnya. Dia berjalan selangkah demi selangkah menuju ke rumahnya dengan hati nan riang. Sambil melantunkan syair lagu gembira, dia berjalan di tengah udara yang semakin dingin.


Tak terasa, Fira Lin sampai di depan gang rumahnya, namun tanpa terduga tiba-tiba langit menjadi gelap, mentari menghilang tertutupi oleh awan hitam, gemuruh terdengar di langit sangat kencang.


Langkah Fira Lin terhenti, dia menatap ke atas langit. Seketika matanya tertutup karena tetesan air hujan mulai jatuh di wajahnya dan hujan pun turun sangat deras membasahi seluruh tubuhnya. Fira Lin mempercepat jalannya agar sampai di rumah. Namun saat sampai di depan pagar rumahnya, Fira Lin melihat sebuah genangan air yang terlihat sangat aneh. Genangan itu tak terlalu besar hanya sebesar sekali kaki melangkah, namun dari dalam genangan itu muncul cahaya berwarna pink yang sangat menarik perhatian Fira Lin.

__ADS_1


Fira Lin semakin penasaran dengan genangan air itu, tanpa sadar dia melangkahkan kaki kanannya menyentuh air genangan itu. Fira Lin terkejut saat menyentuh air genangan tersebut.


"Aduh, kenapa ini?, kok airnya terasa dalam ya?" ucap Fira Lin.


"Eh, kok seperti ada sesuatu di dalam airnya?" ucap Fira Lin makin penasaran.


"Cahaya pink itu terlihat sangat menarik." ucap Fira Lin semakin penasaran.


Karena terlalu penasaran, Fira Lin berjongkok dan memasukan tangan kanannya ke dalam air genangan itu.


"Aduh, kok ngeri ya? ini di dalamnya ada apa ya?" ucap Fira Lin semakin bingung.


"Coba sekali lagi aku masukan tanganku ke dalam air ini." penasaran Fira Lin semakin menjadi besar.


"Eum, random aja deh. Coba saja dulu daripada nanti terbawa mimpi karena penasaran." ucap Fira Lin dengan yakin.


Fira Lin berdiri kembali, dia menarik napasnya dalam-dalam, dia memejamkan matanya dan melompat dengan kedua kakinya masuk ke dalam air genangan air tersebut.


Fira Lin terkejut, dia mencoba membuka matanya dan tiba-tiba dia berada di dalam danau yang sangat dalam. Danau itu terlihat sangat aneh, di sekelilingnya dipenuhi cahaya berwarna pink yang diikuti kupu-kupu bersayap pink yang bertebrangan. Kakinya terasa keram. Napasnya terasa sesak dan tubuhnya terasa lemas. Tubuh Fira Lin terus bergerak karena mulai kekurangan oksigen.


"Ya Tuhan, apakah aku masih ada kesempatan untuk hidup?, apakah aku masih bisa bertemu papa dan mama?" ucap Fira Lin merasa putus asa.


"Jika nanti aku bisa selamat dari ujian ini. Aku berjanji akan menolong siapapun yang menderita, yang akan aku temukan pertama kali saat aku selamat, meskipun aku harus mengorbankan banyak hal." janji Fira Lin sambil terus berenang mencari arah ke atas danau.


Tak lama Fira Lin tersadar dari kebingungannya dan berusaha mencari oksigen berenang ke atas. Akhirnya Fira Lin menemukan jalan ke atas danau. Dia terus berenang dan berenang sampai ke atas, hingga dia menemukan sebuah daratan untuk mengatur napasnya kembali.


Fira Lin terus mencoba untuk menstabilkan napasnya yang hampir saja hilang di dalam danau tadi. Dia terus terbatuk-batuk tanpa henti, karena banyak sekali air yang masuk ke dalam tenggorokannya. Dia berusaha mengeluarkan air yang berada di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Dia terus berusaha mengeluarkan air semampu yang dia bisa. Fira Lin merebahkan tubuhnya di atas rumput hijau. Dia melihat ke atas langit yang sangat indah. Betapa sejuknya udara di sekitar sini. Udaranya sangat menyejukkan hati. Suasana di sekeliling Fira Lin terasa sangat damai tanpa asap kendaraan, tanpa asap rokok, dan tanpa kebisingan kendaraan atau orang yang lalu-lalang. Betapa damainya hati Fira Lin.


Setelah lamunan panjang yang membuat hati Fira Lin damai. Tiba-tiba Fira Lin tersadar dari lamunannya. Dia merasa ada sesuatu yang aneh. Dia merasa ada sesuatu yang asing.


Ngh..


"Mengapa lingkungan rumahku jadi indah seperti ini ya?, mengapa disini udaranya sejuk sekali ya?" Ucap Fira Lin masih dalam kebingungan.


"Tunggu, tunggu sebentar, mengapa tiba-tiba otakku kok beku ya? Coba pikir pelan-pelan. Coba otakku agak sedikit bekerja." ucap Fira Lin masih berpikir keras.


"Aku tadi ada di depan rumah. Di rumah hanya ada pohon mangga sama tiang listrik. Eum.. salah deh ada juga mumuk si kucing ganteng yang lagi kawin. Terus abis itu ada genangan air dan karena penasaran aku masuk ke dalam genangan air itu." ucap Fira Lin terus bergumam.


"Terus tadi tiba-tiba aku berada di dalam danau. Aku tiba-tiba tenggelam. Tiba-tiba aku melihat ikan dan kura-kura sedang berenang." gumam Fira Lin semakin tidak jelas.


"Tapi kalau ini dunia mimpi kenapa tidak ada mermaid ganteng ya, hihihi.. Mungkin saja bisa bertemu mermaid tampan, terus minta dinikahin." ucap Fira Lin tiba-tiba tertawa riang.


Mungkin ada yang salah sama otaknya Fira Lin atau mungkin saja terbentur saat ingin naik ke atas atau bisa jadi mimpinya tentang dunia asing ini tidak sesuai khayalannya. Entah mengapa pikiran Fira Lin semakin aneh dan tidak jelas.


Fira Lin terus bergumam dalam hatinya, dia terus melihat sekelilingnya. Fira Lin terus melihat dengan teliti. Dia bingung melihat sekelilingnya. Semua ini terasa asing baginya. Semua terasa mimpi baginya. Semua ini tidak dapat dipercayai olehnya. Dia tak tahu apa yang terjadi. Dia bingung dengan semua yang terjadi padanya. Pikirannya semakin tak terkendali. Hatinya semakin merasa gelisah. Dia semakin berpikir dengan keras.


Sampai akhirnya, dia tidak menemukan jawaban apapun. Dia terpaku dan membeku. Dia tidak bisa berpikir lebih keras lagi. Fira Lin mencoba menyadarkan lamunannya. Mencoba menguatkan hatinya. Mencoba menekan ketakutannya.


Setelah tersadar bahwa di sekelilingnya bukanlah dunia yang dia tempati. Bukan pula dunia yang dia jalani. Dunia ini memang terasa nyaman dan damai, namun ini juga terasa sangat asing dan menakutkan.


Fira Lin semakin ketakutan, kakinya terkulai lemas tak berdaya, hatinya semakin gelisah, dia melihat ke kanan dan ke kiri, dia mencoba mencari sesuatu yang bisa membuatnya tenang, namun disana tidak ada apa-apa. Hanya ada kesunyian dan kegelapan. Sampai akhirnya air matanya mulai menetes tanda ketakutannya mulai tak terkendali.


Dia hanya bisa bingung dan berkata :

__ADS_1


"Dimanakah aku?"


~Bersambung~


__ADS_2