Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 2 : Siapakah Pria ini?


__ADS_3

Surya hadir bersama venus...


Membawa sinar asa dalam kehancuran...


Takdir...


Di bawah sinar surya...


Mereka bersua...


Seperti telah tertulis dalam buku cinta...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Fira Lin semakin ketakutan, kakinya terkulai lemas tak berdaya, hatinya semakin gelisah, dia melihat ke kanan dan ke kiri, dia mencoba mencari sesuatu yang bisa membuatnya tenang, namun disana tidak ada apa-apa. Hanya ada kesunyian dan kegelapan. Sampai akhirnya air matanya mulai menetes tanda ketakutannya mulai tak terkendali.


Dia hanya bisa bingung dan berkata :


"Dimanakah aku?"


Fira Lin kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya berjalan berkeliling melihat-lihat dimana dia sebenarnya sekarang. Mengapa terlihat seperti novel-novel fiksi yang selalu dia baca. Apakah ini benar-benar seperti dunia novel yang dia baca. Memang tidak dapat disanggah lagi. Di dunia asalnya tempat tinggal Fira Lin. Semua penuh dengan gedung-gedung tinggi yang menjulang. Penuh dengan kendaraan yang lalu-lalang. Penuh dengan kebisingan dari setiap aktivitas manusia selama 24 jam.


Namun di dunia ini hanya terdapat pemandangan yang indah dan ...


"Wow, apa itu? apakah itu istana?" ucap Fira Lin terkejut.


"Benarkah itu istana? itu istana yang sangat besar dan megah." mata Fira Lin membulat tak percaya.


Namun, tiba-tiba dia menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak percaya.


"Hah, tidak mungkin. Apa aku masuk ke dunia fiksi seperti novel-novel yang aku baca" ucap Fira Lin lemas.


"Apakah benar ada time travel seperti itu?" ucap Fira Lin semakin tidak percaya.


Tubuh Fira Lin terasa lemas dan tak percaya. Tiba-tiba tubuhnya terjatuh ke tanah. Dia merasa benar-benar bingung. Benarkah ini seperti yang dia pikirkan. Tapi bagaimana mungkin ini semua terjadi dalam hidup Fira Lin. Fira Lin mencoba untuk menguatkan dirinya. Dia mencoba untuk menguatkan dirinya. Dia mencoba membangunkan tubuhnya kembali dan mencoba berkeliling lagi untuk membuktikan bahwa semua ini hanya mimpi.

__ADS_1


Semakin lama dia berkeliling semakin dia yakin ternyata ini semua bukanlah sebuah mimpi. Ini benar-benar dunia yang selalu digambarkan dalam novel. Semakin lama dia tak mampu untuk berpikir lagi tentang mengapa dan bagaimana dia bisa sampai di negeri ini.


"Aku harus bagaimana? apa aku bisa hidup di dunia ini? hiks.. hiks.." tangis Fira Lin ketakutan.


"Papa, mama, tolong Fira" ucap Fira Lin sambil menangis semakin kencang.


"Langit, angin, burung-burung bisakah kalian ke rumahku dan bilang sama papa dan mama, kalau aku ada disini." tangis Fira Lin berputus asa.


Setelah lama berkeliling melihat dunia asing yang sangat menakutkan ini, dia akhirnya hanya bisa duduk lemas tak berdaya. Dia memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon besar dekat danau, tidak jauh dari istana besar nan megah yang tadi sudah dilihatnya.


Fira Lin hanya bisa menundukkan kepalanya di atas lututnya, dengan suara isak tangis yang terdengar tak berdaya, dia mulai menangis kencang dengan penuh ketakutan. Setelah lama menangis, dengan tangisan yang tersedu-sedu membuat dadanya terasa sangat sesak. Dia mencoba merebahkan tubuhnya di atas rumput yang hijau. Dia mencoba untuk menenangkan semua pikirannya. Dia mencoba untuk menenangkan hatinya dan menstabilkan napasnya.


Tanpa sadar Fira Lin tertidur lelap selama 3 jam di bawah pohon tersebut. Tak terasa matahari pun mulai tenggelam dan menunjukkan sinar bulan yang menandakan malam mulai hadir.


Di bawah sinar bulan yang sangat terang dan indah ini pun Fira Lin masih terlelap dalam tidurnya. Udara yang sejuk menambah kedamaian dalam tidur Fira Lin. Jika dilihat dengan seksama. Wajah Cantik Fira sangat indah layaknya sinar rembulan yang sedang berada di atas langit.


Prank...


Tiba-tiba terdengar kencang suara orang melompat ke danau tersebut. Suara itu sangat kencang dan membangunkan Fira Lin dari tidurnya. Fira Lin sangat terkejut dan mencoba untuk menyadarkan dirinya setelah tidur lelapnya.


"Hey, apa itu? setankah" ucap Fira Lin terkejut dan takut.


"Kalau bukan setan jawab dong. Jangan buat aku semakin takut nih." teriak Fira Lin mencoba memberanikan dirinya.


Fira Lin mencoba bangun dan memberanikan diri menuju sumber suara. Dia terus berjalan secara perlahan-lahan dengan langkah yang sangat pelan. Dia menekan rasa ketakutannya dan menguatkan kepercayaan dirinya untuk mencari tahu.


Dia berjalan mendekati danau yang gelap itu.


Tiba-tiba..


"Hei, apa yang kamu lakukan?" Fira Lin bertanya sambil melompat menyelamatkan orang tersebut.


"Hei, kamu lagi tenggelam atau bunuh diri sih?" ucap Fira Lin bertanya dengan teriak sekencang-kencangnya.


Karena tidak ada jawaban dari orang itu dan tak ada tanda-tanda kehidupan ataupun pergerakan dari orang itu. Fira Lin tidak peduli dengan dirinya ataupun sekitarnya. Dia mencoba melompat ke danau dan terus berenang ke dalam air untuk mencari orang tersebut. Fira Lin terus menggerakkan tubuhnya berenang sekuat tenaga sambil menengok ke kanan dan ke kiri. Dia terus melihat sekelilingnya.


Setelah sekian lama mencari, akhirnya orang tersebut ditemukan. Fira Lin mencoba membawanya ke atas permukaan dan menyelamatkannya.

__ADS_1


"Apakah kamu baik-baik saja? apakah kamu bisa mendengar suaraku?" ucap Fira Lin panik.


"Hei, bisakah kamu membuka matamu?" ucap Fira Lin semakin panik.


"Hei, kalau ditanya jawab dong. Seram tahu kalau kamu diam saja seperti ini." ucap Fira Lin bergumam tak jelas.


Fira Lin mencoba memeriksa detak jantungnya, dia mencoba memeriksa napasnya dan ternyata semua berdetak semakin lemah. Fira Lin spontan mencoba menyelamatkannya dengan memberi napas buatan kepadanya. Dia terus mencoba memberi pertolongan pertama padanya. Dia mencoba menghangatkan tubuhnya dan berusaha semaksimal mungkin membuat orang ini siuman.


Fira Lin menyalakan api unggun di sekitar tubuh orang itu, agar orang itu selalu dalam kondisi hangat. Fira Lin terus mengecek detak jantung dan napasnya, agar dia dengan sigap dapat membantunya bernapas. Setelah beberapa lama proses penyelamatan.


"Ngh.. Uhuk.. Uhuk" tiba-tiba orang itu batuk sangat kencang dan setelah sadar mengeluarkan banyak air dari dalam mulutnya.


"Cepat.. cepat.. keluarkan airnya." ucap Fira Lin sambil menepuk punggung orang itu secara perlahan.


Fira Lin mulai merasa tenang. Rasa khawatirnya mulai hilang. Dia mulai bertanya pada orang itu:


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Fira Lin dengan khawatir.


"Hmm, aku baik-baik saja." ucap orang itu.


"Syukurlah. Apakah ada yang terasa sakit?" tanya Fira Lin kembali.


"Tidak, hanya sedikit sesak" ucap orang itu sambil memegang dada kanannya. Kemudian Fira Lin tersenyum dengan tenang.


"Istirahatlah. Tubuhmu masih lemah dan dingin. Biarkan api unggun ini menghangatkan tubuhmu." ucap Fira Lin sambil merebahkan kembali tubuh orang itu perlahan.


Dia terus memandangi sosok pria itu. Dan...


"Kamu sangat tampan. Namun mengapa tubuhmu sangat lemah?" tanya Fira Lin dalam hatinya.


Fira Lin memandanginya mulai dari bawah hingga ke atas. Dia terus memandangi seluruh tubuh pria itu. Fira Lin terus berpikir keras, dia sangat penasaran dengan pria itu. Dia berpikir mengapa dia melakukan sesuatu yang membuat dia mencelakakan dirinya sendiri. Dia semakin penasaran dengan masalah yang sedang dihadapi pria itu. Haruskah Fira Lin langsung bertanya kepadanya ataukah dia tetap diam dan menganggap tak peduli dengan kondisi pria itu.


Semakin dia berpikir semakin dia penasaran dengan semua ini. Pria malang ini terlihat sangat kasihan. Mungkin hidupnya penuh penderitaan. Fira Lin merasa bersyukur, ternyata di dunia yang asing baginya ini, masih ada yang lebih menderita dari dirinya.


Mungkinkah dia sengaja dipertemukan dengan pria ini dan mungkin kedatangan Fira Lin ke dunia ini sangat berhubungan dengannya. Mungkin saja pria itu bisa menolong Fira Lin kembali ke dunia asalnya. Fira Lin semakin percaya diri dengan analisisnya dan dia bertanya dalam hati:


"Siapakah pria ini?"

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2