
Kasih sayang takkan menipu
Ketulusan takkan mengkhianati
Keterikatan ayah dan anak takkan putus
Keterikatan kan kuat hingga akhir hayat
Cinta buah hati pada ayahnya
Kasih sayang buah hati pada ayahnya
Tulus dan murni
Hingga dapat menjadi obat ajaib
Menghapuskan luka yang tergores
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
Anak-anaknya menunggu dengan patuh. Pangeran Fang Yi menghampiri bunga itu. Tidak ada tanda-tanda bahwa bunga itu beracun. Dia langsung memetik bunga itu untuk diberikan kepada istrinya.
"Ayah... Ayah..Tolong!" teriak Jiantou memanggil ayahnya.
Pangeran Fang Yi terkejut dan melihat kedua anaknya sudah diikat oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Tiba-tiba saja orang itu ingin membawa kedua anaknya pergi.
"Ayah.. Ayah.. Tolong kami!" mereka berteriak semakin kencang memanggil ayah mereka.
"Hah.. Hah..." teriak pangeran Fang Yi terus melajukan kudanya berusaha mengejar kedua anaknya.
"Hiiikkkk" teriak kudanya terjatuh karena jebakan yang sudah disiapkan oleh penculik itu.
Pangeran Fang Yi terjatuh dan sedikit terluka. Namun dia panik saat melihat ke depan ternyata sosok kedua anaknya sudah menghilang dari pandangan pangeran Fang Yi.
"Tidak.. Anakku" teriak pangeran Fang Yi ketakutan.
__ADS_1
Pangeran Fang Yi berusaha bangun dan menolong kudanya yang ikut terjatuh. Setelah memastikan kudanya bisa melanjutkan perjalanan lagi. Pangeran Fang Yi terus melajukan kudanya dengan kencang.
Dia terus berkeliling mencari kedua anaknya. Dia menyusuri seluruh tempat itu mencari jejak kedua anaknya. Namun sama sekali tidak terlihat jejak kedua anaknya.
Dia terus mengendarai kudanya. Tiba-tiba dia mendengar suara.
"Ting.. Ting.." suara pedang yang sedang beradu.
Pangeran Fang Yi mendengar suara pedang yang sedang dimainkan oleh dua orang. Terdengar suara perkelahian yang sangat sengit. Pangeran Fang Yi berusaha mencari sumber suaranya. Dan melihat kedua anaknya.
"Jian, anakku" teriakan pangeran Fang Yi membuat Jian terkejut.
"Ayah, tolong Jiantou" teriak Jian meminta pertolongan ayahnya.
Jian kembali melanjutkan pertarungannya dengan orang itu. Dia berusaha melawan orang itu dengan keahlian pedangnya. Dia melawan orang itu dengan seimbang, bahkan terlihat orang itu mulai kewalahan.
Di lain pihak pangeran Fang Yi berusaha menolong putrinya. Dia berusaha menyelamatkan putrinya dari ancaman pria jahat itu. Akhirnya pria itu mati tertusuk pedang pangeran Fang Yi dan berhasil menyelamatkan putrinya.
"Jian, apakah perlu Ayah bantu sayang?" tanya pangeran Fang Yi.
"Tidak usah Ayah. Aku bisa melawannya. Tonton saja kehebatan anakmu ini" ucap Jian penuh keyakinan diri.
Pangeran Fang Yi sangat terpukau dengan kemampuan pedang putranya. Bahkan tersirat dalam hatinya ingin berguru kepada anaknya sendiri untuk belajar memainkan pedang dan panah.
Setelah cukup lama bertarung. Pria itu sangat kelelahan. Akhirnya pria itu dikalahkan dan dibunuh oleh Jian. Dengan penuh kekesalan dia melampiaskan kemarahannya karena sudah melukai adiknya.
Setelah mereka semua terbunuh, Pangeran Fang Yi mulai memeriksa identitas mereka. Namun pangeran Fang Yi tidak menemukan tanda jejak apapun. Sampai dia melihat tanda di tangan sebelah kanan di kedua orang itu. Tanda itu bergambar ular berwarna merah. Gambar itu seperti menunjukkan bahwa ular itu sangat beracun. Pangeran Fang Yi merasa bahwa tanda ini tidak asing dan pernah dilihat olehnya.
"Sebaiknya kita pergi" ucap pangeran Fang Yi mengajak kedua anaknya meninggalkan tempat itu.
Selama perjalanan pangeran Fang Yi memikirkan tanda itu. Namun sama sekali dia bisa tidak mengingatnya. Dia menduga bahwa kedua pria itu merupakan bawahan orang yang sama yang selama ini telah menyerang keluarga nya secara diam-diam. Dia merasa beberapa tahun ini, orang itu sudah berani menyerang dirinya secara terang-terangan.
Setelah perjalanan yang cukup lama, mereka sampai di kediaman jendral Zhang Ye. Pangeran Fang Yi segera menemui istri dan mertuanya.
"Ibu.. Ibu.. Lihatlah aku menangkap seekor kelinci lucu berwarna putih" teriak si kembar menghampiri ibunya dan langsung menunjukkan kelinci itu.
"Sayang, anakku Jian dan Jiantou. Kalian istirahatlah. Biarkan para pelayan membantu kalian mandi, makan dan beristirahat. Berikan kelinci itu kepada para pelayan agar bisa diberi makan" ucap Zhang Lin dengan lembut.
__ADS_1
"Apakah kau ingin menceritakan sesuatu suamiku?" tanya Zhang Lin sambil tersenyum.
Kemudian Pangeran Fang Yi menceritakan semua yang terjadi kepada mereka. Zhang Lin dan mertuanya menyimak cerita pangeran Fang Yi dengan fokus.
Brakkk..
"Berengsek, siapa mereka? mengapa mereka berani-beraninya menyakiti menantu dan cucu-cucuku" teriak jendral Zhang Ye sambil memukul meja hingga hancur.
Pangeran Fang Yi menceritakan dugaan sementaranya bahwa orang dibalik layar ini masih berada di istana, bahkan orang ini sepertinya merupakan orang penting di istana. Tapi siapakah orang itu? Pangeran Fang Yi masih belum bisa memperjelas dugaannya. Orang yang dia curigai sudah terusir dari istana.
"Ayah, apakah orang ini memiliki kemampuan strategi yang sangat hebat? Bahkan kita tidak bisa memprediksi rencananya" tanya Zhang Lin dengan cemas.
Jendral Zhang Ye hanya terdiam dan masih memikirkan siapa orang itu.
"Ayah belum bisa melihat siapa orang itu. Ayah belum bisa menemukan petunjuk apapun. Untuk saat ini kalian harus lebih waspada, karena orang itu masih di istana dan bisa kapan saja menyerang kalian secara diam-diam." ucap jendral Zhang Ye cemas.
"Anakku Zhang Lin, sebaiknya kamu lebih giat melatih kemampuan bela diri anak-anakmu. Agar mereka bisa melindungi diri mereka saat dirimu tidak berada di sisi mereka." ucap jendral Zhang Ye.
"Apakah aku juga bisa belajar darimu, istriku?" tanya pangeran Fang Yi sedikit menggodanya.
"Hahahaha.. Ternyata sepertinya kau harus mengajar 3 anak sekaligus Zhang Lin" tawa canda jenderal Zhang Ye menggoda putrinya.
Setelah cukup lama tinggal di kediaman jendral Zhang Ye. Pangeran Fang Yi bersama anak-anak dan istrinya memutuskan untuk kembali ke istana.
*****
Sampai di istana, mereka menemui orang kepercayaan pangeran Fang Yi dan memintanya untuk segera mempersiapkan penobatan pangeran Fang Yi sebagai kaisar kerajaan Fang. Mendengar ucapan pangeran Fang Yi, dia merasa sangat senang. Pria itupun segera mempersiapkan semuanya. Dia berusaha untuk mempersiapkan acara penobatan yang terbaik untuk pangeran Fang Yi.
Di lain pihak, Zhang Lin juga mempersiapkan untuk acara penobatan suaminya. Dia memilih-milih pakaian yang akan digunakan suaminya, dia juga yang mengurusi pakaiannya dan anak-anaknya. Suasana di istana sangat sibuk. Semua penghuni istana sibuk mengerjakan tugasnya untuk mempersiapkan acara penobatan dengan baik.
"Ayah sangat tampan memakai baju ini" ucap si kembar terpukau dengan ketampanan ayahnya.
"Suamiku memang sangat tampan" peluk Zhang Lin menggodanya.
Hari yang ditunggu-tunggu sudah tiba. Pangeran Fang Yi menuju lapangan istana untuk melakukan penobatan sebagai kaisar yang disaksikan oleh seluruh pejabat tinggi istana. Pangeran Fang Yi duduk di singgasana kaisar. Di sampingnya berada istri tercintanya. Dia melihat seluruh pejabat istana yang terbagi menjadi dua kubu. Dia sangat paham kubu mana yang sebagai kubu penjilat dan mana kubu yang sebagai penghianat.
"Selamat kaisar Fang Yi. Selamat kaisar Fang Yi. Semoga kaisar Fang Yi panjang umur. Semoga kaisar Fang Yi panjang umur" ucap seluruh pejabat istana.
__ADS_1
~Bersambung~