Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 11 : Kami Menikah Kembali!


__ADS_3

Benang merah yang hampir putus...


Diikat erat kembali dalam jari manis...


Mengikat janji suci dua insan...


Menata kembali bahagia yang hampir sirna...


Dua insan telah berjanji...


Memulai bahagia demi buah hati...


Biarlah waktu yang akan bicara...


Apakah bahagia selalu disini?


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Setelah kondisi pangeran Fang Yi membaik. Mereka memutuskan untuk kembali ke kerajaan Fang. Walaupun mereka sudah bersama tak banyak pembicaraan diantara mereka. Semua terasa asing kembali. Semua benar-benar terjadi dari awal perkenalan. Raga keduanya sudah kembali bersama namun hati mereka memiliki tembok yang sangat kuat. Pangeran Fang Yi mencoba untuk menghancurkan tembok itu.


Akhirnya mereka sampai di istana Fang. Pangeran Fang Yi mulai memberikan banyak perhatian untuk istri dan kedua anaknya. Tak pernah sekalipun ingin bersikap buruk dan mengecewakan mereka. Tak terasa sebulan telah berlalu. Istri dan kedua anaknya mulai beradaptasi dengan keadaan di istana. Mereka mulai menerima keberadaan pangeran Fang Yi sebagai ayah kandung mereka di dalam kehidupan mereka.


Hari-hari mereka lalui dengan belajar bela diri dan menikmati teh di taman bunga plum.


"Ayah.. Ayah.." panggil si kembar saat melihat pangeran Fang Yi menghampiri mereka.


"Lihat. Lihatlah. Ibu membuatkan kami permen dari buah plum. Permennya sangat enak dan manis. Ibu membuat permen dengan warna yang berbeda dan indah." ucap Jian sambil memberikan permen buah plum itu ke mulut pangeran Fang Yi.


"Hmm, sangat lezat dan manis. Permen buatan ibu kalian memang nomor satu. Tidak ada tandingannya, sama seperti yang membuat permen ini." ucap pangeran Fang Yi dengan gombalannya.


"Anak-anakku sayang, bisakah ayah bicara dengan ibumu sebentar saja, hmm?" pinta pangeran Fang Yi.


Si kembar menganggukan kepalanya dan pergi bersama para pelayan istana.


"Apa yang ingin kamu bicarakan padaku?" ucap Zhang Lin tanpa ekspresi.


"Aku ingin menikahimu kembali. Aku ingin menjadikanmu istriku lagi. Aku ingin membina rumah tangga ini dari awal." ucap pangeran Fang Yi dengan suara memohon.

__ADS_1


"Apakah kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Zhang Lin sedikit masih ada keraguan di hatinya.


"Percayalah padaku. Aku sangat yakin dengan keputusan ini. Aku benar-benar mencintaimu dan anak-anak kita." ucap pangeran Fang Yi dengan mata yang penuh harapan sambil memegang kedua tangan Zhang Lin dengan mesra.


"Baiklah. Tapi kau harus berjanji dapat memenuhi semua syarat dariku." ucap Zhang Lin dengan tegas.


"1. Berikan aku waktu setahun tidak seranjang denganmu. 2. Biarkan aku memenuhi janjiku untuk mengajarimu bela diri sampai selesai. 3. Ijinkan aku bertemu putra mahkota Xiao San. Apakah kau bisa memenuhi semua itu?" ucap Zhang Lin dengan tegas.


"Baiklah. Aku akan memenuhi semua persyaratan itu." janji pangeran Fang Yi dengan tegas.


Akhirnya pernikahan kedua kalinya mereka lakukan kembali. Pernikahan itu dilakukan dengan sangat meriah. Pernikahan itu dilakukan dengan penuh khidmat. Jendral Zhang Ye hadir dengan sangat bahagia. Apalagi setelah dia mengetahui bahwa dia memiliki cucu kembar yang sangat lucu dan cerdas.


Pangeran Fang Yi terlihat sangat bahagia dengan pernikahan ini. Akhirnya dia mendapatkan keluarga kecilnya kembali secara utuh. Pangeran Fang Yi telah berjanji dalam hatinya, dia tidak akan pernah melepaskan atau memberikan istri dan anak-anaknya lagi kepada siapa pun. Dia tidak akan menyerah dan akan melindungi mereka.


Setelah pernikahan itu, mereka mencoba untuk mempererat hubungan mereka sebagai keluarga kecil. Zhang Lin selalu intens mengajari suaminya berlatih pedang. Tak terasa enam bulan telah berlalu dan pelatihan pedang sudah terselesaikan. Akhirnya misi Zhang Lin yang pertama sampai keempat telah terselesaikan dengan baik. Zhang Lin sangat senang dapat menyelesaikan semua misi itu.


*****


Hudie muncul dihadapan Zhang Lin. "Selamat Zhang Lin keempat misimu telah berhasil. Kini misi kelima untukmu adalah membantu pangeran Fang Yi menjadi kaisar." ucap Hudie menjelaskan.


Saat sedang berbicara dengan Hudie, tiba-tiba terdengar kepanikan dari luar.


"Putri Zhang Lin.. Putri Zhang Lin." pelayan istana berteriak memanggil Zhang Lin.


"Pangeran Fang Yi.. Pangeran Fang Yi.. Dia pingsan setelah muntah darah." ucap pelayan istana dengan panik.


Tanpa berpikir panjang, Zhang Lin dengan tergesa-gesa pergi berlari kencang menuju istana barat tempat kediaman pangeran Fang Yi.


"Pangeran, pangeran, pangeran. Apa yang terjadi padamu?" ucap Zhang Lin dengan sangat panik sambil menyentuh lembut pipi pangeran Fang Yi.


Saat mengangkat tubuhnya, dia melihat titik kecil di telinga suaminya. Dia melihat ada tanda racun di dalam tubuh suaminya.


"Cepat panggil tabib istana. Tutup pintu gerbang istana. Tidak boleh ada satupun yang keluar dari istana ini. Cepat!" perintah Zhang Lin dengan lantang.


Tabib memeriksa keadaan pangeran Fang Yi, dia mengatakan bahwa pangeran Fang Yi telah diracuni dengan racun yang sangat berbisa dan belum ada penawarnya. Kemudian Zhang Lin meminta tabib istana untuk menyembunyikan kondisi pangeran Fang Yi kepada orang-orang di istana. Dia tidak ingin semua orang-orang di istana mengetahui keadaan pangeran Fang Yi saat ini. Zhang Lin sangat paham dengan keadaan istana saat ini. Jika seluruh penghuni kerajaan mengetahui kondisi pangeran Fang Yi saat ini , pasti mereka akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan pangeran Fang Yi.


Dia memanggil Hudie dan berdiskusi dengannya. Hudie memberitahukan kepada Zhang Lin bahwa racun itu sebenarnya ada penawarnya namun penawarnya hanya bisa diambil oleh kedua anak kembarnya di bukit kupu-kupu perak. Tanaman obat penawar itu hanya bisa diambil saat kedua anaknya berusia 17 tahun. Jadi selama itu, Zhang Lin hanya dapat memberikan obat khusus untuk menekan racun di dalam tubuh pangeran Fang Yi. Zhang Lin sangat sedih, pangeran Fang Yi sudah lama menderita dan sekarang dia harus merasakan racun di dalam tubuhnya lagi.


"Maafkan, maafkan aku suamiku. Ini semua salahku. Aku tidak bisa melindungimu. Aku tidak pantas menjadi istrimu. Maafkan aku yang telah lalai." ucap Zhang Lin menitikkan air mata dengan perasaan bersalah dan terluka.

__ADS_1


Selama tiga tahun Zhang Lin berhasil menyembunyikan kondisi suaminya. Dia selalu memberikan energi tenaga dalamnya agar suaminya dapat berjalan seperti orang sehat. Zhang Lin benar-benar berusaha melindungi suaminya. Diam-diam Zhang Lin menyelidiki siapa yang meracuni suaminya. Dia terus menyebar mata-mata ke setiap sudut istana. Namun sudah tiga tahun, tak ada jejak siapa yang meracuni pangeran Fang Yi. Zhang Lin masih mencurigai permaisuri Wen Jie dan pangeran Fang Tse. Karena hanya merekalah yang memiliki motif untuk membunuh pangeran Fang Yi.


Di saat kondisi pangeran Fang Yi yang masih memburuk, Zhang Lin mendapatkan berita buruk bahwa ayah kaisar Fang Zhao  mulai mengalami kondisi kritis. Dia berniat ingin menyerahkan tahtanya kepada pangeran Fang Yi. Namun karena kaisar tidak ingin terjadi peperangan karena perebutan tahta, akhirnya secara terbuka kaisar Fang Zhao mengadakan sayembara untuk memperebutkan tahta tersebut.


Pangeran Fang Yi merasa sedih, tidak mungkin dapat mengikuti sayembara itu di saat kondisinya masih memburuk seperti ini. Namun dia juga tidak ingin adiknya menjadi kaisar kerajaan Fang, karena dia sangat mengetahui sifat adiknya yang arogan dan kejam. Dia tidak akan bisa untuk memimpin kerajaan ini dengan bijak dan adil. Pangeran Fang Yi sangat takut, jika adiknya menjadi kaisar hanya akan membuat rakyatnya semakin menderita.


"Tenang saja suamiku. Aku akan membantumu merebut tahta itu." ucap Zhang Lin dengan tenang.


"Hah? bagaimana cara kamu melakukan itu?" ucap pangeran Fang Yi tak percaya.


"Lihatlah!" ucap Zhang Lin sambil merubah dirinya menyerupai tubuh suaminya.


Pangeran Fang Yi sangat terkejut, dia tidak pernah mengetahui bahwa istrinya memiliki kemampuan untuk menyamar. Dia masih terkesima dengan kemampuan istrinya yang sangat hebat.


"Wah, hebat. Luar biasa istriku. Kamu memang layak menjadi istriku." sanjung pangeran Fang Yi dengan senang sambil membanggakan dirinya.


"Jadi tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Tahta itu akan menjadi milikmu. Aku juga tidak akan membiarkan pangeran Fang Tse merebutnya." janji Zhang Lin dengan tenang.


*****


"Ibu. Ibu. Bagaimana jika pangeran Fang Yi yang memenangkan perlombaan ini?" ucap pangeran Fang Tse dengan cemas.


"Tenang saja. Kondisi pangeran Fang Yi sudah memburuk dan kita tahu bahwa kediaman istana barat selalu berusaha untuk menutupi itu dari kita semua. Jadi, fokus saja dengan kemampuan dirimu dan sisanya biarkan aku yang mengurusnya." ucap permaisuri Wen Jie dengan tenang.


"Mereka pasti kalah saat perlombaan nanti dan tahta itu akan menjadi milikmu, anakku. Haha." Janji permaisuri Wen Jie dengan yakin sambil tertawa penuh kesombongan.


"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya pangeran Fang Tse penasaran.


"Kita akan menculik Zhang Lin agar dia tidak bisa membantu suaminya. Karena kita tahu kelemahan pangeran Fang Yi adalah istrinya sendiri." ucap permaisuri Wen Jie dengan penuh intrik


"Kita juga akan menculik kedua anaknya, agar dia panik dan tidak bisa konsentrasi dalam mengikuti lomba ini. Haha." tawa permaisuri Wen Jie membuat semua orang terkejut. Semua yang berada disana seakan bisa merasakan aura jahat yang keluar dari tubuh permaisuri Wen Jie.


Rencana mereka sangat jahat. Mereka benar-benar ingin mendapatkan tahta itu dan menghalalkan segala cara. Meskipun harus mengorbankan banyak nyawa yang tidak bersalah.


*****


Hari perlombaan pun akan dimulai. Mereka mulai menjalankan rencana licik mereka. Mereka menculik Zhang Lin dan kedua anaknya. Namun mereka tidak tahu bahwa Zhang Lin sudah mengetahui rencana busuk mereka dan menyuruh pengawal kepercayaan untuk mengikuti mereka. Sebelum penculikan itu terjadi, Zhang Lin sudah menyamar menjadi suaminya. Dia menyerahkan keselamatan suami dan kedua anaknya kepada orang kepercayaannya.


"Baiklah. Karena pangeran Fang Yi dan pangeran Fang Tse sudah hadir. Maka kita akan memulai perlombaan ini." ucap kaisar Fang Zhao.

__ADS_1


Terdengar suara terompet panjang menandakan perlombaan segera dimulai dan perebutan tahta pun segera dimulai. Kedua pangeran bersiap untuk mengikuti perlombaan itu dengan sekuat tenaga sesuai kemampuan mereka.


~Bersambung~


__ADS_2