
Mentari tampak terang menyinari bumi...
Bulan tersenyum di balik persembunyian...
Semua bunga mekar menghiasi dunia...
Semua hewan menunduk tanda setia...
Takdir...
Mencoba memperlihatkan wajahnya...
Menampakkan wajahnya yang indah...
Takdir ini begitu diimpikan...
Bahagia dan damai menyentuh jiwa...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
Hari yang ditunggu-tunggu sudah tiba. Pangeran Fang Yi menuju lapangan istana untuk melakukan penobatan sebagai kaisar yang disaksikan oleh seluruh pejabat tinggi istana. Pangeran Fang Yi duduk di singgasana kaisar. Di sampingnya berada istri tercintanya. Dia melihat seluruh pejabat istana yang terbagi menjadi dua kubu. Dia sangat paham kubu mana yang sebagai kubu penjilat dan mana kubu yang sebagai penghianat.
"Selamat kaisar Fang Yi. Selamat kaisar Fang Yi. Semoga kaisar Fang Yi panjang umur. Semoga kaisar Fang Yi panjang umur" ucap seluruh pejabat istana.
Hari itu pangeran Fang Yi dinobatkan sebagai kaisar Fang Yi. Semua berbahagia atas penobatan kaisar Fang Yi. Semua bahagia mengikuti penobatan itu.
Selama seminggu acara penobatan kaisar Fang Yi diadakan dengan meriah. Semua tertawa bersama. Semua gembira bersama. Di hari terakhir acara penobatan, kaisar Fang Yi mulai terlihat kelelahan. Ingin rasanya kaisar Fang Yi merebahkan tubuhnya di kamarnya dan tidur dengan nyenyak.
Akhirnya acara penobatan selesai dilaksanakan dan kaisar Fang Yi beristirahat di kediaman permaisuri Zhang Lin.
"Sayang, bisakah aku beristirahat disini?" ucap kaisar Fang Yi memohon dengan lembut kepada istrinya.
"Duduklah. Aku akan menyiapkan teh melati untukmu" ucap permaisuri Zhang Lin tersenyum.
Kaisar Fang Yi duduk santai dan memandangi ikan yang berenang di dalam wadah bening di sampingnya. Kaisar Fang Yi terlihat sangat tenang menikmati setiap gerakan ikan itu.
"Ayah.. Ayah.. Salam hormat ayah kaisar. Semoga ayah kaisar panjang umur dan selalu sehat." teriak Jiantou sambil memeluk ayahnya.
"Bolehkah aku duduk disini, ayah kaisar?" ucap Jiantou dengan senyum rayuannya.
Kaisar Fang Yi mengangguk lembut dan menatap putri kesayangannya yang sedang melihat ikan-ikan kecil itu berenang.
"Ayah kaisar, apakah ikan ini bahagia di dalam wadah ini?" tanya Jiantou penasaran.
"Ikan itu sangat bahagia. Dia bahagia karena bisa bersama dengan keluarganya. Meskipun itu tempat tinggal yang sangat kecil, namun itu merupakan tempat teraman untuk mereka." ucap kaisar Fang Yi menjelaskan.
"Lalu bagaimana dengan ayah kaisar. Apakah ayah kaisar bahagia berada di dalam istana ini?" tanya Jiantou kembali.
__ADS_1
"Ayah kaisar sangat bahagia. Dimana pun tempat itu berada. Jika itu bersama putri ayah yang sangat cantik ini. Meskipun itu di gubuk ataupun istana megah, asalkan bisa memeluk putri tersayang ayah. Ayah kaisar sangat bahagia" ucap kaisar Fang Yi sambil memeluk putrinya di dalam pangkuannya.
"Ayah.. Ayah.. Salam ayah kaisar.. Aku juga ingin dipeluk" ucap Jian sambil memeluk ayahnya tak mau kalah.
Melihat kemesraan suami dan anak-anaknya perasaan Zhang Lin sangat bahagia. Dia berharap diberikan kesempatan merasakan kebahagiaan ini cukup lama. Jika memang suatu hari nanti dia berpisah dengan keluarga ini. Dia dapat meninggalkan keluarga ini tanpa penyesalan.
"Anak-anakku sayang, bisakah ayah kaisar beristirahat sebentar. Ayah kaisar berjanji akan bermain dengan kalian lagi saat ayah kaisar sudah pulih. Bagaimana?" tanya kaisar Fang Yi dengan lembut.
Akhirnya kedua anaknya pergi bersama para pelayan istana dan diantarkan ke kamar mereka masing-masing.
"Kemarilah, aku tahu kamu juga ingin dipeluk kan sayang?" ucap kaisar Fang Yi sambil merentangkan kedua tangannya.
Zhang Lin menghampiri kaisar Fang Yi dan memeluknya dengan erat.
"Aku mencintaimu suamiku. Aku merindukanmu." bisik Zhang Lin di telinga kaisar Fang Yi.
Kaisar Fang Yi pun menyambut godaan itu. Dia memeluk istrinya dan mulai mencumbunya dengan mesra. Ciuman itu sangat intim. Tanpa sadar ciuman mesra itu membawa hasrat mereka untuk meneruskan di ranjang sutera mereka.
"Sayang. Sentuh aku. Aku milikmu malam ini." ucap Zhang Lin semakin menggoda.
Kaisar Fang Yi benar-benar tidak bisa lagi menahan hasrat itu. Dia benar-benar ingin menyalurkan semuanya. Mereka melakukan itu dengan mesra. Dengan sangat intim. Mereka melakukan keintiman itu dengan liar. Sepanjang malam. Saling merindukan. Saling melepaskan hasrat yang sudah lama dipendam. Tanpa batasan. Tanpa keinginan untuk menahan. Semua dilepaskan malam itu.
*****
Tak terasa pagi sudah hadir di tengah-tengah dua insan yang sudah mengadu kasih sepanjang malam.
"Tidak perlu. Pergilah. Aku yang akan membantu kaisar Fang Yi untuk membersihkan diri pagi ini." ucap Zhang Lin.
"Baik yang mulia" ucap pelayan istana dan pergi meninggalkan kamar mereka.
"Kau sudah bangun suamiku?" ucap Zhang Lin sambil menyentuh lembut pipi kaisar Fang Yi.
"Cup.. Aku sangat bahagia sekali." ucap kaisar Fang Yi mencium bibir istrinya dengan lembut.
Mereka bersiap diri dan pergi ke ruang tamu untuk sarapan bersama kedua anaknya.
"Sayang, apakah kalian tidur nyenyak?" tanya kaisar Fang Yi dengan senyuman lebar.
"Iya, kami tidur sangat nyenyak ayah kaisar. Bahkan kami bermimpi memiliki seorang adik" ucap Jian dengan kepolosannya.
"Uhuk.. Uhuk.." Zhang Lin batuk karena terkejut dengan perkataan anaknya Jian.
"Ibu permaisuri, ada apa? Apakah ibu permaisuri sakit?" tanya kedua anaknya dengan cemas.
"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Ibu baik-baik saja. Hanya saja Ibu tidak hati-hati saat makan tadi." ucap Zhang Lin mencoba menenangkan.
Kaisar Fang Yi hanya tersenyum kecil menahan tawa melihat kelakuan anak-anak dan istrinya. Dia tersenyum bahagia dengan keadaan saat ini.
"Salam hormat kaisar. Hamba memohon ijin untuk membicarakan sesuatu" ucap pejabat kepercayaan kaisar Fang Yi yang tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Tunggulah di balai ruangan itu. Nanti aku akan menyusul. Pelayan antarkan dia ke ruangan khusus itu" perintah kaisar Fang Yi.
"Ada apa sayang. Apakah itu hal menyangkut istana?" tanya Zhang Lin penasaran.
Kaisar Fang Yi hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan istrinya.
"Aku harap kamu bisa bertahan di istana ini suamiku. Aku harap bisa selalu melindungimu dari kejahatan mereka" ucap Zhang Lin penuh kecemasan.
Kaisar Fang Yi menghampiri pejabat kepercayaannya dan mendengarkan informasi yang diberikan oleh pejabat itu dengan seksama. Dia terkejut bahwa informasi yang diberikan ini berkaitan dengan orang yang dikenalnya. Dia tidak menyangka orang itu masih memiliki obsesi yang tinggi.
"Pergilah. Terus selidiki apa yang sedang terjadi di istana. Terutama orang dibalik layar ini" perintah kaisar Fang Yi.
Setelah bertemu informannya, kaisar Fang Yi hadir ke dalam pertemuan dengan para pejabat istana. Dia mencoba mendengarkan permintaan para pejabat istana. Dia merasa berat dengan amanah yang dijalaninya sebagai seorang kaisar kerajaan Fang, namun karena dia sudah berjanji kepada mendiang ayahnya dan istriny, dia harus bertahan akan menjadi kaisar yang bijaksana, dia berusaha menjalani takdirnya sebagai seorang kaisar kerajaan Fang.
Di hari berikutnya, kaisar Fang Yi pergi ke luar istana. Dia menyamar menjadi rakyat biasa. Dia melakukan penyelidikan untuk mencari tahu keluhan dan keinginan para rakyatnya. Saat penyelidikan berlangsung, dia terkejut melihat rakyatnya masih banyak yang menderita. Masih banyak para pejabat yang memanfaatkan kekuasaannya untuk mengambil harta benda rakyat miskin. Semakin banyak yang kaisar Fang Yi selidiki, semakin banyak menemukan penderitaan rakyatnya.
"Benar-benar binatang mereka semua. Tak ada satupun pejabat yang benar-benar hidup untuk rakyat" ucap kaisar Fang Yi dalam hati dengan penuh emosi.
Setelah seharian di luar istana, kaisar Fang Yi menuju ke kediaman permaisuri Zhang Lin. Saat melihat istrinya, dia langsung memeluk istrinya dan menenggelamkan wajahnya di dalam pelukan itu.
"Ada apa? Apakah kamu lelah? Bagaimana pekerjaanmu hari ini suamiku?" hibur Zhang Lin melihat suaminya yang sangat lelah.
"Aku benar-benar sangat lelah. Aku kecewa dengan hal-hal yang aku temukan hari ini" ucap kaisar Fang Yi yang masih berada di pelukan istrinya dengan suara manja.
Kaisar Fang Yi menceritakan semua fakta yang dia temukan selama penyelidikan. Zhang Lin mendengarkan dengan seksama. Dia paham kesedihan yang dirasakan oleh suaminya. Kemudian Zhang Lin menemani kaisar Fang Yi sampai tertidur pulas. Dia menghibur suaminya yang sedang sedih dan kecewa. Kaisar Fang Yi tertidur lelap. Zhang Lin meninggalkan kamar itu dan pergi menemui pengawal rahasianya Qiang De.
"Coba cari tahu masalah penindasan yang terjadi di luar istana." perintah Zhang Lin.
Qiang De langsung pergi dan menghilang dari hadapan Zhang Lin.
"Pelayan, tolong siapkan minuman hangat untuk kaisar" perintah Zhang Lin.
Dia menghampiri suaminya kembali dan melihat suaminya yang masih terlelap. Kemudian diam-diam dia memberikan energi tenaga dalamnya kepada suaminya. Semua dilakukan agar tubuh kaisar Fang Yi semakin tenang dan nyaman.
"Kau sudah bangun suamiku?" tanya Zhang Lin dengan lembut.
"Duduklah. Aku akan mengelap dan memijatmu." ucap Zhang Lin dengan senyuman indahnya.
Zhang Lin merawat kaisar Fang Yi dengan sangat baik. Dia menjaga kaisar Fang Yi dengan penuh kasih sayang.
"Jika ada yang membuatmu gelisah, berbagilah denganku. Jangan ada yang disembunyikan dariku. Aku adalah istrimu, apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu." ucap Zhang Lin dengan lembut sambil mengecup kening suaminya.
Kaisar Fang Yi mulai menceritakan semuanya dan eban pikiran kaisar Fang Yi mulai berkurang. Dia bersyukur karena memiliki istri yang sangat memahami dirinya. Dia teguhkan hatinya bahwa dia akan menjadi kaisar kerajaan Fang hebat. Seorang kaisar yang bijaksana dan penuh kasih sayang serta akan menghilangkan segala macam penindasan di kerajaannya.
Tiba-tiba terdengar pengawal istana menghampiri kaisar Fang Yi dengan tergesa-gesa.
"Yang mulia kaisar. Yang mulia kaisar. Lapor yang mulia, ada pembunuhan di dalam istana." ucap salah satu pengawal istana melaporkan dengan penuh kecemasan.
~Bersambung~
__ADS_1