
Goyahnya hati semakin besar...
Kebingungan terus melanda dalam kegelapan...
Hati yang merindu hadir tanpa jejak...
Menghadirkan pujaan hati yang telah sirna...
Hati ini...
Kerinduan ini...
Kebingungan ini...
Bersatu padu dalam ketidakpastian...
Dia telah kembali memberikan kepiluan...
Hati tak menentu kemana harus berlabuh...
Pujaan hati di masa lalu atau saat ini?...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
Malam itu udara terasa dingin dan sangat panjang. Zhang Lin bingung dengan hatinya. Siapakah yang harus dia pertahankan dalam hatinya. Kedua pria itu sudah terukir di dalam hatinya.
Misi ke-4 sudah selesai. Putra mahkota sudah jatuh cinta padanya. Namun misi ke-2 dan ke-3 belum terlaksana. Dia bertanya dalam hatinya, apakah suaminya sudah mulai mencintainya? ataukah mungkin misi ke-3 tak akan pernah terselesaikan? Haruskah Zhang Lin berhenti sampai disini saja dan hidup bahagia bersama dengan putra mahkota Xiao San?
*****
"Cepat. Siapkan pengawal sebanyak mungkin. Aku akan meminta ijin kepada ayah kaisar untuk membawa istriku kembali. Tak peduli apapun, jika putra mahkota itu tidak mau memberikan kita musnahkan kerajaan kecil itu." ucap pangeran Fang Yi penuh dengan niat jahat.
Pangeran Fang Yi bersama sepuluh ribu pengawal datang ke kerajaan tersebut.
"Tunggu aku Zhang Lin. Kau adalah istriku. Aku akan menjemputmu. Aku tidak mau kehilanganmu lagi. Aku pasti akan mendapatkanmu." ucap pangeran Fang Yi dalam hati sambil mempercepat laju kudanya.
Perjalanan hari itu sangat panjang dan menegangkan. Tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan pangeran Fang Yi kepada istrinya dan kerajaan itu. Takdir yang akan bicara. Setelah perjalanan yang sangat panjang. Sampailah pangeran Fang Yi dan pasukannya di depan gerbang istana kerajaan Xiao.
"Katakan kepada kaisar dan putra mahkota, pangeran Fang Yi dari Kerajaan Fang ingin bertemu." perintah pangeran Fang Yi dengan lantang.
__ADS_1
Pengawal gerbang istana berlari masuk ke dalam istana dan langsung memberitahukan kepada kaisar Xiao Jiao dan putra mahkota Xiao San tentang kedatangan pangeran Fang Yi. Mereka mempersilahkan pangeran untuk masuk ke dalam istana. Pangeran Fang Yi dan pasukan masuk ke dalam istana tersebut. Dengan tubuh gagahnya dia datang menuju ke kediaman kaisar Xiao Jiao.
"Salam kaisar Xiao Jiao. Hamba pangeran Fang Yi dari istana Fang, ingin meminta ijin untuk bertemu dengan putra mahkota Xiao San." ucap pangeran Fang Yi dengan hormat.
"Salam hormat kepada pangeran Fang Yi. Silahkan duduk dan nikmati teh khas istana kami." kaisar Xiao Jiao menjamu pangeran Fang Yi dengan sopan.
"Kasim, panggil putra mahkota Xiao San kesini. Katakan bahwa pangeran Fang Yi ingin bertemu." perintah kaisar Xiao Jiao kepada kasim kepercayaannya.
Kasim langsung menuju ke kediaman putra mahkota Xiao San dan mengatakan secara rinci apa yang sedang terjadi. Secara kebetulan saat itu putra mahkota Xiao San sedang bersama Zhang Lin dan anak-anaknya. Mendengar berita itu, Zhang Lin panik dan sedikit ketakutan. Dia ketakutan bukan karena akan bertemu kembali dengan suaminya. Namun dia takut keberadaanya sebagai istri pangeran Fang Yi di istana Xiao akan menyebabkan pemusnahan kerajaan Xiao.
"Yang mulia, bisakah aku menemanimu bertemu dengan pangeran Fang Yi. Aku akan menemanimu." ucap Zhang Lin dengan penuh kecemasan.
"Hmm, baiklah." putra mahkota Xiao San tersenyum sambil mengusap kepala Zhang Lin dengan lembut.
Mereka pun segera datang ke istana dan menghampiri pangeran Fang Yi. Pangeran Fang Yi terkejut saat melihat istrinya berdiri di samping putra mahkota Xiao San dengan membawa kedua anak kembarnya. Emosi pangeran Fang Yi langsung tersulut. Tanpa aba-aba pangeran Fang Yi langsung menghampiri istrinya dan mendorongnya dengan mencekiknya dengan kasar hingga tubuh Zhang Lin tersendak dengan tembok istana.
"Nghh.. Ekhh... Ekhh..." Zhang Lin mengeluarkan suara kehabisan napas karena cekikan pangeran Fang Yi.
"Kau.. Berani-beraninya kau menghianatiku. Kau pantas untuk mati." Pangeran Fang Yi semakin kencang mencekik Zhang Lin.
Putra mahkota Xiao San yang melihat kejadian itu langsung tersulut emosi. Dia berusaha menolong Zhang Lin untuk melepaskan cekikan itu. Mereka berdua akhirnya berkelahi. Pangeran Fang Yi dan putra mahkota Xiao San bertarung dengan sengit. Mereka bertarung dengan kekuatan terakhir mereka. Tak ada satupun dari mereka yang memenangkan pertarungan. Keduanya jatuh tersungkur dan terluka.
"Jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Aku tidak apa-apa." ucap putra mahkota Xiao San menenangkan Zhang Lin.
"Yang mulia. Yang mulia. Apa kamu baik-baik saja? jangan mati yang mulia. Jangan mati yang mulia." isak tangis si kembar memeluk tubuh putra mahkota Xiao San.
Pangeran Fang Yi semakin emosi dan kecewa. Wajahnya menunjukkan emosi yang tak terkendali namun tanpa sadar dia meneteskan air mata dipipinya saat melihat adegan itu. Dia merasa kecewa, mengapa istrinya lebih mempedulikan pria itu dan kedua anak kembar itu terlihat sangat sayang dengan putra mahkota Xiao San.
Setelah mengetahui bahwa putra mahkota baik-baik saja. Zhang Lin menghampiri pangeran Fang Yi dan memberikan energi yang sama agar luka yang didapatkan cepat pulih kembali.
"Apa kamu baik-baik saja pangeran?" ucap Zhang Lin dengan penuh kesedihan.
"Hmm, aku baik-baik saja. Aku hanya butuh istirahat sebentar." ucap pangeran Fang Yi dengan lemah.
Zhang Lin meminta ijin kepada kaisar Xiao Jiao dan putra mahkota Xiao San untuk membawa pangeran Fang Yi ke kediamannya. Dia berjanji akan menceritakan semua dengan jujur.
Sampai di kediamannya, dia merawat pangeran Fang Yi dengan baik. Dia mengobati lukanya hingga pulih. Namun hati yang sudah terluka di masa lalu belum bisa hilang dan sembuh.
"Maaf. Maafkan aku Zhang Lin. Maukah kau kembali padaku dan menjadi istriku?" tanya pangeran Fang Yi dengan lemah.
"Kita mulai semuanya dari awal. Kita mulai semuanya dengan baik. Aku berjanji akan menerima anak-anakmu walaupun itu bukan anak kandungku." ucap pangeran Fang Yi dengan lembut.
__ADS_1
Plak..
"Bodoh" tampar Zhang Lin dengan keras ke pipi pangeran Fang Yi.
Pangeran Fang Yi terkejut merasakan tamparan dan umpatan dari Zhang Lin. Namun dia mencoba menerima semua itu. Agar dia bisa memperbaiki hubungannya dengan Zhang Lin.
"Dia anakmu. Dia anak kandungmu. Aku pergi meninggalkanmu saat kandunganku berusia 5 bulan" teriak Zhang Lin dengan lantang.
Pangeran Fang Yi terkejut dan tidak percaya. Dia merasa semua ini kebohongan. Melihat wajah pangeran Fang Yi yang tidak percaya, Zhang Lin berkata:
"Kedua anak itu memiliki tanda bunga plum berwarna pink di belakang punggung atas mereka. Tanda itu sama seperti tanda yang kamu miliki di punggungmu. Jika kau tidak yakin, periksalah sendiri." ucap Zhang Lin dengan kecewa.
"Pelayan, bawa kedua anakku kemari!" perintah Zhang Lin.
"Ibu. Ibu." panggil si kembar memeluk ibunya dengan lembut.
Zhang Lin mendekatkan kedua anaknya ke pangeran Fang Yi dan memperlihatkan tanda lahir itu padanya. Pangeran Fang Yi tak percaya ketika melihat tanda lahir itu. Dia tiba-tiba menangis dan memeluk kedua anaknya. Dia benar-benar semakin menyesal dengan kejadian di masa lalu.
"Uhuk. Uhuk." tiba-tiba pangeran Fang Yi mengeluarkan darah dari mulutnya dan pingsan.
Zhang Lin panik dan segera memanggil tabib istana. Ternyata racun bunga hitam yang sudah dia keluarkan, muncul kembali di dalam tubuhnya. Hingga dia berpikir apakah selama dia pergi, permaisuri Wen Jie dan pangeran Fang Tse telah mencari kesempatan untuk memberikan racun bunga hitam ke dalam tubuh pangeran Fang Yi dan melukainya. Dia berusaha menjaga pangeran Fang Yi dengan baik. Setelah melihat keadaan pangeran Fang Yi yang mulai stabil. Zhang Lin pergi menemui kaisar Xiao Jiao dan putra mahkota Xiao San. Dia menceritakan semuanya dari awal. Dia merasa bersalah karena tidak jujur dari awal. Dia mengatakan kepada mereka bahwa Zhang Lin hanya ingin melupakan masa lalunya dan memulai hidup barunya, namun ternyata dia masih harus terseret ke masa lalunya.
"Maafkan aku yang mulia. Maafkan aku putra mahkota. Hamba tidak ingin terjadi hal yang buruk dengan kerajaan ini. Hamba mohon pamit pergi bersama dengan pangeran Fang Yi. Hamba mohon pamit. Hamba berjanji akan menebus semua kekacauan yang sudah terjadi di kerajaan ini" ucap Zhang Lin dengan perasaan sedih.
Zhang Lin pergi meninggalkan mereka. Namun ternyata putra mahkota Xiao San diam-diam mengikutinya. Putra Mahkota Xiao San menarik tubuh Zhang Lin kepelukannya. Dia memeluk Zhang Lin dengan sangat erat.
"Tolong biarkan, biarkan aku memelukmu sebentar saja. Biarkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya." ucap putra mahkota Xiao San meneteskan air mata.
"Aku tahu ini sudah berakhir. Tapi aku akan tetap memenuhi janjiku. Aku akan menunggumu kembali. Aku akan menunggumu memberikan cintamu." ucap putra mahkota Xiao San semakin sedih.
Zhang Lin menatap mata sedih itu. Dia menatapnya cukup lama. Terlalu sulit untuk melepaskan kehangatan cintanya. Terlalu sulit untuk melepaskan mata penuh cinta itu. Zhang Lin hanya bisa menatapnya. Dia menatapnya dengan penuh kesedihan. Dia mencoba menyentuh mata lembut itu dan tanpa sadar dia memberikan ciuman tulus kepada putra mahkota Xiao San.
"Aku mencintaimu yang mulia. Jujur aku sudah mulai mencintaimu, meskipun cinta ini masih separuh hati. Aku mencintaimu dengan tulus. Maafkan aku yang tak bisa bersamamu. Aku harap kamu bisa bahagia setelah kepergianku." bisik Zhang Lin penuh kesedihan.
Mereka melakukan ciuman intens sebelum keduanya berpisah. Kini hanya tinggal cinta yang tak terbalas diantara mereka. Mereka harus merelakan satu sama lain. Cinta mereka pada akhirnya harus berakhir disini.
Di lain pihak ternyata pangeran Fang Yi melihat adegan ciuman itu. Hatinya menangis dan terluka. Istrinya yang pernah mencintainya dengan utuh. Sekarang separuh hatinya telah berlabuh untuk pria lain. Pelukan yang selama ini dia rindukan, pada akhirnya sudah diberikan kepada pria lain. Melihat hati istrinya yang sudah mulai redup, kemudian pangeran Fang Yi berjanji dalam hatinya, akan merebut kembali cinta istrinya secara utuh. Akan memperbaiki semuanya dari awal. Dia berjanji akan membahagiakan keluarga kecilnya dengan sangat baik.
Setelah kondisi pangeran Fang Yi membaik. Mereka memutuskan untuk kembali ke kerajaan Fang. Walaupun mereka sudah bersama tak banyak pembicaraan diantara mereka. Semua terasa asing kembali. Semua benar-benar terjadi dari awal perkenalan. Raga keduanya sudah kembali bersama namun hati mereka memiliki tembok yang sangat kuat. Pangeran Fang Yi mencoba untuk menghancurkan tembok itu.
~Bersambung~
__ADS_1