Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 17 : Aku Sedikit Bermain Dengan Perasaannya! (Part 2)


__ADS_3

Kebahagiaan berasal dari kesabaran...


Keharmonisan berasal dari kepercayaan...


Cinta nan indah telah hadir...


Kasih sayang kan indah telah terukir...


Surya telah mampu menampakkan cahayanya...


Bulan telah menerima cintanya...


Takdir bahagia telah terbentang...


Meniti kebahagiaan hakiki...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Esok harinya..


Tok.. Tok.. Tok..


"Istriku sayang, apakah kamu ada di dalam? sayang bisakah kamu membuka pintunya" ucap pangeran Fang Yi sambil terus mengetuk pintu kamar Zhang Lin.


Kreekk...


Suara pintu terbuka dan Zhang Lin mengubah ekspresinya menjadi sedikit merajuk kepada pangeran Fang Yi.


"Kenapa yang mulia disini? bukankah yang mulia tidak menginginkan kami lagi? Biarkan kami tinggal disini saja." ucap Zhang Lin merajuk.


"Maafkan aku sayang. Aku menyesal telah membuatmu dan anak-anak kita cemas dan sedih. Aku mohon jangan marah ya. Aku berjanji akan melakukan apapun untukmu. Aku sangat mencintaimu dan anak-anak kita. Sayang, kasih aku kesempatan lagi ya. Aku mohon." ucap pangeran Fang Yi memohon dengan cemas.


"Baiklah. Jika kamu memang benar-benar mencintaiku dan sangat menyayangi anak-anak kita. Berusahalah untuk mendapatkan hati kami lagi" ucap Zhang Lin semakin merajuk.


Braak..


Suara pintu yang tertutup kembali dan pangeran Fang Yi merasa cemas tidak bisa membujuk istri dan anak-anaknya. Zhang Lin sebenarnya sedikit sedih melihat ekspresi suaminya.


"Maafkan aku sayang. Ini demi kita semua. Aku yakin jika rencana ini berhasil. Aku berjanji akan benar-benar membuatmu bahagia" ucap Zhang Lin sedikit sedih.

__ADS_1


Saat sore hari, pangeran Fang Yi datang kembali ke kamar istrinya dengan membawa masakannya sendiriĀ  pertama kali. Dia membuat roti kukus cokelat dan teh melati kesukaan Zhang Lin.


"Sayang.. Istriku sayang.. Bisakah kamu buka pintu ini, sayang?" panggil pangeran Fang Yi dengan membawa semua masakannya.


"Kenapa? apa yang kamu inginkan?" ucap Zhang Lin dengan ekspresi sedikit kesal.


"Lihatlah. Aku membawakanmu roti kukus cokelat dan teh melati kesukaanmu. Aku membuatnya sendiri dengan penuh cinta. Lihatlah di atas roti kukus cokelat itu ada ukiran hati yang pernah kau ajarkan padaku dulu, gambar hati ini menandakan bahwa aku sangat mencintaimu, istriku" ucap pangeran Fang Yi merayu istrinya.


Zhang Lin mencoba menahan rasa senangnya dan memperlihatkan wajah datarnya.


"Makanlah. Apakah rasanya enak?" tanya pangeran Fang Yi sambil menyuapi roti kukus cokelat itu dengan senyuman indahnya.


"Kurang manis" ucap Zhang Lin dengan datar.


Tiba-tiba saja...


"Cup.. Apakah sudah manis sekarang?" tanya pangeran Fang Yi tiba-tiba mencium lembut bibir istrinya.


Zhang Lin terkejut dan wajahnya memerah karena rasa malu saat suaminya mencium secara tiba-tiba.


"Jadi pahit" ucap sinis Zhang Lin.


"Benarkah? bukankah itu sangat manis" ucap pangeran Fang Yi mencoba merayunya.


Pangeran Fang Yi sangat bahagia, istrinya mulai sedikit luluh.


"Baiklah. Nanti malam aku akan membawakan makanan kesukaanmu lagi" ucap pangeran Fang Yi tersenyum.


Saat malam tiba..


"Sayang. Istriku tersayang. Aku sudah datang, bisakah kamu membuka pintunya?" ucap pangeran Fang Yi.


Zhang Lin membuka pintu itu dan langsung ditarik oleh pangeran Fang Yi. Pangeran Fang Yi membawa istrinya menaiki kuda dan tiba di sebuah taman kecil yang berjarak 1 km dari kediaman jendral Zhang Ye.


"Tutuplah matamu. Aku ingin membawamu ke suatu tempat." ucap pangeran Fang Yi.


Pangeran Fang Yi membawa dan menuntun istrinya menuju ke taman kecil yang sudah disiapkan oleh pangeran Fang Yi. Setelah sampai disana, pangeran Fang Yi menyuruh istrinya membuka mata.


"Lihatlah. Ini adalah tempat yang aku ingin tunjukkan padamu" ucap pangeran Fang Yi.


Zhang Lin melihat tempat itu. Dia merasa terharu, suaminya membawa dia ke tempat yang sangat romantis. Tanpa lilin dan hanya diterangi sinar bulan nan indah. Di sekelilingnya ada banyak bunga indah yang sedang mekar. Di tengahnya ada meja penuh dengan masakan pangeran Fang Yi, lebih tepatnya semua makanan kesukaan Zhang Lin. Mereka makan malam romantis sambil memandangi bunga-bunga indah itu dan diterangi sinar bulan yang sangat yang sangat indah.

__ADS_1


"Sayang, istriku tercinta. Tempat ini melambangkan hatiku yang selalu bahagia karena cahaya darimu. Karena mekarnya kasih sayang tulus dari hatimu. Aku selalu mencintaimu." ucap pangeran Fang Yi sambil menggenggam tangan Zhang Lin.


Suasana saat itu sangat romantis. Zhang Lin benar-benar terbuai dengan kata-kata suaminya.


"Suamiku, apakah kamu benar-benar ingin kami berada di sisimu selamanya?" tanya Zhang Lin lembut.


"Tentu saja. Aku tidak akan sanggup untuk kehilangan kalian. Aku tidak bisa hidup tanpa kalian" ucap pangeran Fang Yi dengan sedih.


"Apakah kamu mau melakukan sesuatu untuk kami?" ucap Zhang Lin.


"Aku akan melakukan apapun untuk kalian" ucap pangeran Fang Yi.


"Berjanjilah bahwa kamu akan membagi rasa sedihmu untuk kami. Kamu tidak akan menjauhi kami saat dirimu terpuruk. Dan berjanjilah jika kita kembali nanti, kamu bersedia untuk dinobatkan menjadi kaisar" ucap Zhang Lin dengan jelas.


Pangeran Fang Yi mengangguk pelan tanda dia setuju dengan permintaan Zhang Lin. Pangeran Fang Yi menghampiri istrinya dan memeluk istrinya dengan erat. Dia benar-benar merasa tenang di dalam dekapan Zhang Lin. Pangeran Fang Yi menatap wajah istrinya dengan intens dan menciumnya dengan lembut.


"Aku berjanji. Demi kalian, aku akan melakukan semuanya. Aku menginginkan dirimu lebih dari apapun. Aku akan mengorbankan semuanya demi bersama kalian" bisik pangeran Fang Yi dengan lembut di telinga Zhang Lin.


Malam itu di bawah sinar rembulan yang sangat indah, mereka mengeluarkan hasrat cinta mereka. Mereka saling berpelukan dan berciuman sangat intim. Mereka benar-benar hanyut dan terlarut dengan suasana malam itu.


"Sayang. Aku berharap bisa seperti ini selamanya. Aku ingin kita saling mencintai selamanya. Tapi aku tahu misiku masih berjalan. Dan suatu saat nanti aku..." ucap Zhang Lin dalam hatinya penuh kesedihan.


Zhang Lin merasakan kebahagiaan dan kesedihan secara bersamaan. Tanpa dia sadari dia memeluk pangeran Fang Yi kembali dengan lebih erat dan semakin erat. Pelukan yang terasa seperti tidak ingin berpisah, pelukan yang terasa seperti akan pergi.


"Aku berharap kamu tidak akan pergi lagi" ucap pangeran Fang Yi yang tiba-tiba merasa sangat sedih.


Hari semakin larut dan mereka memutuskan untuk kembali. Sampai di kediaman jendral Zhang Ye, mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Sayang, ingatlah untuk membujuk anak-anak. Buatlah mereka bahagia dan tidak merajuk padamu lagi" ucap Zhang Lin.


"Cup. Iya sayang. Selamat malam. Mimpikan aku ya." ucap pangeran Fang Yi sambil mengecup lembut kening Istrinya.


Pangeran Fang Yi meninggalkan Zhang Lin dan kembali ke kamarnya. Hari itu keduanya tersipu malu. Wajah keduanya memerah. Mereka sama-sama merasakan perasaan seperti bunga yang sedang mekar. Seakan di hati mereka berdua sedang hadir musim semi. Mereka seperti pengantin baru yang terlihat sangat saling mencintai. Malam itu terasa sangat panjang. Mereka tidak bisa tidur memikirkan apa yang terjadi hari ini. Setelah mereka lelah, mereka tertidur hingga matahari menampakkan wajahnya.


*****


"Anakku.. Anakku.. Jian.. Jiantou.. Bisakah Ayah berbicara dengan kalian?" panggil pangeran Fang Yi memanggil kedua anaknya dengan lembut.


"Ada apa Ayah? apakah Ayah masih ingat kami?" ucap Jiantou dengan mengempotkan bibirnya.


"Ayah ingin mengajak kalian berburu. Apakah kalian ingin ikut?" ucap pangeran Fang Yi dengan lembut sambil mengedipkan matanya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2