
Tahta senjata tak terlihat
Senjata yang dapat membunuh dengan kejam
Senjata yang merusak persaudaraan
Senjata merusak hidup seorang insan
Pertikaian di antara tahta
Membuat terluka dan tersakiti
Tak ada ketenangan dalam hati
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
Terdengar suara terompet panjang menandakan perlombaan segera dimulai dan perebutan tahta pun segera dimulai. Kedua pangeran bersiap untuk mengikuti perlombaan itu dengan sekuat tenaga sesuai kemampuan mereka. Perebutan tahta itu tak dapat dihentikan.
"Pangeran Fang Yi dan pangeran Fang Tse dengarkanlah titah kaisar ini." ucap kasim Wen membuka gulungan titah kaisar Fang Zhao.
Kepada kedua putraku tercinta.
Ayah kaisar sudah dalam kondisi kritis dan tidak tahu kapan ayah kaisar akan pergi dari dunia ini.
Karena itu sebelum ayah kaisar pergi, ayah kaisar ingin memberikan tahta ini kepada salah satu dari kalian.
Ayah kaisar mengadakan perlombaan di antara kalian berdua untuk melihat kemampuan kalian.
Ayah kaisar akan membagi pertarungan ini menjadi tiga bagian: keterampilan dalam senjata, kemampuan dalam strategi dan kemampuan dalam memimpin rakyat.
Perlombaan ini akan dilakukan dalam waktu 1 bulan.
Pemenang akan dilihat dari penilaian para pejabat dan seluruh rakyat.
Titah Kaisar dibacakan dengan lantang. Kemudian kedua pangeran mempersiapkan diri untuk perlombaan pertama yaitu bertarung senjata (panah dan pedang). Perlombaan pertama memanah.
"Kakakku tersayang, pangeran Fang Yi sebaiknya kamu menyerah. Aku tahu kondisi tubuhmu saat ini. Menyerah sekarang juga sebelum kamu mempermalukan dirimu sendiri." sindir pangeran Fang Tse dengan kasar.
"Hahaha.. Adikku tersayang. Apa kamu tahu semut? Karena hanya semut yang akan menggigit saat merasa terancam. Dan itu sama sepertimu, kamu hanya semut kecil yang kan menggigit karena merasa kalah dariku." sindir pangeran Fang Yi membalas dengan ucapan lebih kasar.
Pangeran Fang Tse tersulut emosi dan menarik pakaian pangeran Fang Yi. Matanya memerah dan menatap sangat tajam penuh kemarahan ke arah pangeran Fang Yi.
__ADS_1
"Kenapa adikku tersayang. Apa kamu ingin dipeluk olehku sebelum aku mengalahkanmu?" lirik tajam sindir pangeran Fang Yi.
"Berengsek. Lihat saja siapa yang lebih baik dalam memanah. Dasar lemah!" ucap pangeran Fang Tse pergi menjauh dengan suasana hati yang penuh kemarahan.
Pangeran Fang Tse mempersiapkan panahnya dan benar saja dari 10 panah yang dilemparkan 10 panah tepat di tengah sasaran.
"Hahaha.. Lihatlah aku memang yang terhebat. Kau menyerah sajalah kakakku. Aku tak terkalahkan" tawa pangeran Fang Tse menghina pangeran Fang Yi.
Pangeran Fang Yi hanya mengeluarkan smirk andalannya. Dia melirik dengan tajam. Pangeran Fang Yi mengambil sehelai kain hitam dari dalam bajunya dan menutup matanya. Kemudian dia mengambil 5 anak panah dan menembakkan kelimanya tetap sasaran ditumpuk menjadi satu di tengah. Kemudian dia mengambil 5 anak panah kembali dan menembakkan tepat sasaran di tengahnya. Dengan senyuman khas pangeran Fang Yi dia melirik pangeran Fang Tse.
"Lihatlah semut kecil kita hampir menangis karena kehilangan kesombongannya hahaha.." tawa jahat dan sindiran kasar diutarakan kepada pangeran Fang Tse saat melihat adiknya.
Hari itu perlombaan telah selesai dan mereka semua kembali ke kediaman masing-masing.
"Tok.. Tok.. Tok.." ketukan pintu terdengar pelan.
"Putri Zhang Lin ini hamba." ucap pengawal rahasianya.
"Masuklah." perintah Zhang Lin.
"Bagaimana kondisi suami dan anak-anakku? apakah mereka baik-baik saja? apakah kamu sudah membawa ke tempat yang aku katakan?" tanya Zhang Lin.
"Lapor putri. Mereka semua sudah aman di tempat yang putri perintahkan. Hanya saja kondisi pangeran Fang Yi sedikit mengkhawatirkan. Tubuhnya terlihat semakin melemah." ucap pengawal rahasia itu.
"Berikan ini pada pangeran Fang Yi dan berikan obat ini setiap 3 jam sekali." ucap Zhang Lin sambil melemparkan sekantong obat.
Kemudian pengawal itu menghilang dari pandangan Zhang Lin. Pengawal Zhang Lin itu bernama Qiang De. Dia merupakan anak buah jendral Zhang Ye dan menjadi pengawal rahasia Zhang Lin. Dia sangat hebat dalam pertarungan. Tidak salah jendral Zhang Ye mempercayakan putrinya kepadanya.
"Bersabarlah suamiku dan anak-anakku sayang. Ibu berjanji akan segera menyelesaikan semuanya." janji Zhang Lin dalam hati dengan perasaan cemas.
Selama perlombaan, Zhang Lin masih bertahan dengan penyamarannya mengubah wajahnya menjadi wajah suaminya. Dia harus bertahan tidak bertemu dengan suami dan kedua anaknya. Setiap malam Zhang Lin hanya bisa meratapi kesedihannya karena merindukan mereka.
Tiba-tiba..
Praaankk...
Bunyi sebuah guci pecah karena lemparan anak panah dari luar. Anak panah itu membawa sebuah surat ancaman.
"Berhentilah mengikuti pertarungan ini atau nasib istri dan kedua anakmu akan buruk. Nyawa mereka ada di tanganmu sendiri" ancaman dari isi surat itu.
"Hahaha.. Berani-beraninya mereka mengancam diriku dengan nyawa anak dan suamiku. Lihatlah siapa yang akan terluka dalam pertarungan ini. Mereka ternyata belum menyadari bahwa sandera mereka telah hilang." tawa Zhang Lin dengan penuh kekesalan dan kemarahan.
Lomba pedang akan dilakukan dalam 3 hari lagi. Zhang Lin terus berlatih pedang demi memenangkan lomba pedang ini. Saat sedang berlatih tiba-tiba saja Hudie muncul.
__ADS_1
"Haiii ladiess. Hahahaha.." sapa Hudie dengan senyum gigi putihnya.
"Hmm, kenapa kamu muncul tiba-tiba. Udah kayak jailangkung.. Hahahaha.." tawa Zhang Lin balas sindir Hudie.
"Sial. Dasar kau manusia aneh dari dunia lain. Hahaha.." balas Hudie tak mau kalah.
"Hmm, baiklah. Baiklah kau yang selalu benar. Aku tidak ingin bersilat lidah lagi denganmu." ucap Zhang Lin mengalah.
"Hahaha.. Baiklah aku tak bercanda lagi. Aku ingin memberitahumu bahwa misi keenam telah keluar. Kamu harus melengserkan permaisuri Wen Jie." ucap Hudie menjelaskan.
"Apa? bagaimana caraku melengserkan permaisuri Wen Jie?" tanya Zhang Lin.
"Carilah seorang pelayan bernama Wen She. Dia bekerja di kediaman permaisuri. Dialah yang telah meracuni permaisuri terdahulu." ucap Hudie.
"Lalu kemana aku harus mencarinya?" tanya Zhang Lin.
"Carilah dia di bukit bunga persik. Dia disembunyikan disana bersama dengan buktinya. Kamu bisa terbang menggunakan ilmu pedangmu sebelum perlombaan pedang nanti." ucap Hudie menjelaskan.
"Hahaha.. Segera laksanakan ya ladies! Sebelum kamu lupa apa yang aku suruh. Kamu kan sedikit pikun" tawa Hudie meledek dan menghilang dari pandangan Zhang Lin.
"Hah.. Dasar kupu-kupu aneh." Zhang Lin Menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kemudian diam-diam Zhang Lin pergi ke bukit bunga persik. Dan benar seperti yang dikatakan oleh Hudie. Ada seorang pelayan disana. Zhang Lin membawa dan menitipkan pelayan itu di tempat persembunyian suami dan kedua anaknya. Dia mempercayakan semua ini ke pengawal rahasianya Qiang De.
"Pergilah bawa pelayan ini dan sembunyikan di tempat persembunyian yang sama dengan keluargaku. Jangan biarkan dia melarikan diri. Karena dia adalah kunci utama untuk rencanaku selanjutnya." perintah Zhang Lin dengan tegas.
Hari perlombaan pedang pun segera dimulai. Seperti sebelumnya, pertandingan ditonton oleh semua pejabat istana dan para pelayan istana.
"Kakakku tersayang. Apakah kamu sudah siap? Memohonlah padaku. Agar aku tidak melukaimu dengan kejam. Hahaha.." ucap pangeran Fang Tse dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Cuihhh.." pangeran Fang Yi bersikap menghina.
Kemudian pertarungan pedang dimulai. Mereka mulai memperlihatkan kemampuan pedang mereka masing-masing. Permainan keduanya sangat hebat. Mereka sangat lihai dalam memainkan pedang mereka masing-masing. Selama pertandingan keduanya seri. Sampai akhirnya, Zhang Lin mengeluarkan ilmu rahasianya yang sudah dia pelajari selama kultivasi di bukit kupu-kupu perak. Tidak ada yang menyangka bahwa permainan pedang Zhang Lin membuat semua orang terpukau. Kemampuan yang dia miliki sudah di atas para kultivator tingkat atas. Akhirnya pangeran Fang Tse menyerah karena luka dalam yang didapatkan dari ilmu pedang Zhang Lin. Sungguh tidak ada yang percaya, bahwa kemampuan pedangnya sungguh menawan dan luar biasa.
"Bagaimana adikku sayang? apakah kamu menyerah? ataukah kamu ingin merasakan kejamnya pedangku lagi?" ucap Zhang Lin kasar.
Pangeran Fang Tse yang sudah terluka, dibawa pergi oleh permaisuri dan diobati oleh tabib istana.
"Brakkk.. Berengsek!" permaisuri Wen Jie memukul meja dengan sangat kesal.
"Darimana dia bisa mendapatkan ilmu luar biasa seperti itu? bukankah selama ini dia sedang sakit? bukankah selama ini dia hanya belajar ilmu pedang dasar dari Zhang Lin." tanya permaisuri Wen Jie bingung.
"Anakku. Hanya tinggal satu kesempatanmu yaitu mendapatkan hati rakyat. Berikanlah makanan dan minuman kepada rakyatmu yang kelaparan agar mereka bisa mencintaimu dan buatlah rumor yang buruk tentang pangeran Fang Yi." ucap permaisuri Wen Jie dengan intrik jahatnya.
__ADS_1
"Hahaha.. Lihat saja pangeran Fang Yi. Aku akan menjatuhkan kehormatanmu dan membuat anakku pangeran Fang Tse naik tahta." ucap permaisuri Wen Jie dengan sombong.
~Bersambung~