
Pengorbanan
Satu kata penuh misteri
Kata itu mampu membuat cinta semakin besar
Kata itu mampu membuat luka semakin dalam
Dan kata itu
Mampu membuat kenangan
Kenangan manis menjadi pahit
Kenangan pahit menjadi asam
Pengorbanan
Kata yang sangat mendalam
Penuh suka jika disertai cinta
Penuh duka jika disertai dendam
(By:Fanisa/xiaochan520)
...*****...
Kaisar Fang Yi bergantian menggendong putrinya dan memeluknya dengan erat. Dia hanya bisa menghela napasnya dan menatap putri kecilnya dengan tatapan penuh kesedihan.
Malam itu seluruh keluarga Fang tidur menemani putri Bianzi. Mereka semua ingin menemani putri Bianzi untuk terakhir kalinya. Malam itu terasa sangat panjang dan sedih yang mendalam. Seluruh hati merasa terluka dan mencoba bertahan menerima takdir ini.
Dong.. Dong..
Bunyi suara gong terdengar sangat keras di pagi hari membangunkan keluarga Fang.
"Salam hormat yang mulia Fang Yi, salam hormat permaisuri Zhang Lin, salam hormat pangeran dan putri, hamba pelayan istana yang diutus oleh kaisar Xiao San untuk membantu putri Bianzi melakukan persiapan pengangkatan putri sebagai putri angkat kaisar Xiao San." ucap pelayan istana dari luar yang mengejutkan mereka.
"Katakan kepada yang muliamu, aku akan melakukan sendiri persiapan untuk putri." ucap permaisuri Zhang Lin dengan tegas.
Putri Zhang Lin mempersiapkan semua kebutuhan untuk upacara putrinya. Dia melakukan semua dengan lemah dan tak berdaya.
"Sayangnya Niang, kamu adalah putri tercantik. Hiduplah dengan bahagia dengan kaisar Xiao San." ucap Zhang Lin dengan lembut, dia tersenyum menutupi kesedihannya dan mencium lembut kening putrinya.
Siang itu upacara akan dimulai, Zhang Lin membawa putrinya ke atas altar dan memberikan kepada kaisar Xiao San.
"Aku serahkan harta berhargaku kepadamu, jagalah dia untukku." ucap Zhang Lin sambil memberikan putrinya kepadanya.
__ADS_1
"Aku berjanji akan menjaganya dengan nyawaku dan aku berjanji akan mencintainya lebih dari diriku sendiri." ucap kaisar Xiao San dengan lembut.
Zhang Lin masih menatap putrinya dengan sedih cukup lama, kemudian dia menghapus air matanya dan pergi meninggalkan putrinya menuju ke pelukan suaminya.
"Aku sayang padamu nak. Aku sayang padamu. Maafkan Niang. Pada akhirnya hari ini harus terjadi. Maafkan Niang." ucap Zhang Lin dalam hati dengan tubuh yang lemah dan gemetar.
Zhang Lin bersama dengan keluarganya menyaksikan upacara pengangkatan putri Bianzi sebagai putri angkat kerajaan Xiao. Dia melihat semua itu dengan tatapan sedih dan hati yang terluka.
Kaisar Fang Yi berusaha memeluk erat istrinya yang terlihat sangat lemah. Hingga akhirnya setelah upacara berakhir, dia tidak sanggup lagi menahan kelemahan dan kesedihan itu. Dia pingsan dalam pelukan suaminya.
"Baobei" teriak kaisar Fang Yi terkejut melihat istrinya yang tidak sadarkan diri.
Kaisar Fang Yi langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya dengan cepat ke kamarnya. Dia merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang dan mulai menggosok-gosok lembut telapak tangan istrinya.
"Permaisuriku bangunlah. Tolong bangunlah." bisik kaisar Fang Yi penuh ketakutan dan kecemasan.
Setelah cukup lama, Zhang Lin tersadar dan mulai menangis kencang.
"Anakku." dia hanya mengucapkan satu kata dan setelah itu terdiam dalam tangisan.
Kaisar Fang Yi berusaha menghibur dan menenangkan istrinya.
"Ikhlaskan sayang." ucap kaisar Fang Yi dan memeluk istrinya dengan erat.
Kaisar Fang Yi terus berusaha menenangkan hati istrinya dan akhirnya Zhang Lin mulai tenang.
Melihat istrinya yang sudah tenang kembali, kaisar Fang Yi sangat bahagia.
"Apakah kamu sudah siap untuk kembali ke perjamuan? kita harus tetap bahagia dengan ini." ucap kaisar Fang Yi tersenyum tipis.
"Hm, aku pasti bisa." ucap Zhang Lin tersenyum lebar.
Mereka memutuskan untuk kembali ke perjamuan dan menemani tamu dari kerajaan kecil lainnya. Semua para pejabat dan kaisar dari kerajaan kecil lainnya memberikan selamat kepada kaisar Xiao San.
Putri Bianzi terlihat sangat bahagia dipelukan kaisar Xiao San. Dia selalu tersenyum melihat wajah ayah angkatnya.
"Lihatlah putri kecil kita sangat bahagia. Kita juga harus bahagia dan merelakan dia." ucap kaisar Fang Yi dengan lembut kepada Zhang Lin.
Zhang Lin hanya menganggukkan kepalanya dan terus tersenyum melihat kebahagiaan putrinya.
Saat matahari sudah tak menampakkan sinarnya, upacara dan perjamuan sudah berakhir. Sepanjang hari kaisar Xiao San terus menggendong putri kecilnya. Bahkan malam itu, tanpa menemui kaisar Fang Yi dan permaisuri Zhang Lin, kaisar Xiao San langsung menuju ke kamarnya dan membawa putri kecilnya untuk tidur bersamanya.
"Anak Die. Putri Bianzi kecilku. Die akan selalu bersamamu dan menjagamu." ucap kaisar Xiao San dengan lembut dan mencium kening putri kecilnya.
Seakan memahami perkataan ayah angkatnya, putri Bianzi tersenyum dan menggerak-gerakkan tubuhnya seperti menunjukkan kegembiraannya.
Melihat reaksi putrinya yang sangat cerdas ini, kaisar Xiao San sangat bahagia dan berbaring di samping putrinya sambil memeluk dengan lembut.
__ADS_1
Putri Bianzi tertidur dalam pelukan ayah angkatnya. Dia merasakan kenyamanan dan kelembutan. Begitu juga dengan kaisar Xiao San yang merasa sangat damai dan tentram di samping putrinya.
Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu membangunkan tidur lelap kaisar Xiao San.
"Maaf yang mulia. Maafkan hamba yang pantas mati ini. Namun hamba ingin menyampaikan pesan bahwa keluarga kaisar Fang akan kembali ke kerajaannya dan sekarang mereka sudah bersiap untuk pamit." ucap pelayan istana menjelaskan dengan pelan.
Kaisar Xiao San terkejut, dia lupa bahwa setelah pengangkatan itu, dia harus berpisah dengan Zhang Lin selamanya. Kaisar Xiao San dengan tergesa-gesa bangun dan berganti pakaian.
Dia berjalan menuju ke ruang utama istana sambil menggendong putri Bianzi dan menghampiri Zhang Lin.
"Salam yang mulia." ucap semua keluarga Fang ketika melihat sosok kaisar Xiao San.
"Apakah kalian benar-benar ingin kembali saat ini?" ucap kaisar Xiao San sedikit kecewa.
"Maafkan yang mulia. Aku harus pamit. Aku sudah memenuhi semua janjiku. Aku berharap kita masih memiliki jodoh untuk bertemu." ucap Zhang Lin dengan sedih.
"Iya, kami sudah terlalu lama meninggalkan istana. Kami mohon pamit. Jagalah putriku dengan baik. Aku percaya padamu." ucap kaisar Fang Yi sambil memeluknya sedikit berjarak agar putrinya tidak terjepit.
"Paman kaisar kami pamit. Tolong jaga adik kecil kami dengan baik. Kami percaya paman kaisar sangat baik." ucap si kembar sambil memeluk kaisar Xiao San.
"Paman kaisar, tolong jaga adikku dengan baik. Karena aku sangat menyayanginya." ucap pangeran Fang Qiu dengan lembut sambil mencium kening adik kecilnya.
Mereka semua pamit dan pergi meninggalkan kerajaan Xiao. Mereka pergi dengan hati yang sedih dan penuh pengorbanan. Mereka meninggalkan kerajaan itu dengan kerelaan hati.
Bagi mereka, putri Bianzi akan selalu menjadi putri kecil mereka. Mereka percaya suatu hari, mereka akan bertemu kembali. Mereka akan bersama putri Bianzi lagi.
Dari kejauhan, kaisar terus memandangi ke arah perginya Zhang Lin. Dia terus menatap penuh kesedihan.
Permaisuri Zheng Fei terlihat sangat senang dengan kepergian mereka. Dia merasa sangat senang, karena mulai saat ini tidak akan ada lagi yang mengganggu kehidupan baru permaisuri Zheng Fei bersama dengan suaminya.
Ada sedikit niat jahat untuk melakukan segala cara untuk mendapatkan hati suaminya, termasuk berpura-pura baik menerima keberadaan putri Bianzi.
"Kau adalah alatku untuk membuat kaisar Xiao San mencintaiku." ucap permaisuri Zheng Fei dalam hati sambil berpura-pura mencium lembut kening putri angkatnya.
"Yang mulai sebaiknya kita bawa masuk putri kita. Aku takut dia akan sakit dengan udara dingin di luar." ucap lembut permaisuri Zheng Fei penuh perhatian palsu.
Pada akhirnya keluarga Fang kembali ke istana mereka dan putri Bianzi hidup bersama dengan orang tua angkatnya.
Entah kehidupan apa yang akan dialami oleh putri Bianzi, misi apa lagi yang akan diterima oleh Zhang Lin, atau takdir apa yang sedang akan diberikan kepada mereka. Semua masih menjadi misteri.
Apakah takdir itu akan menjadi sebuah kegembiraan atau kesedihan? Apakah takdir itu akan menjadi jalan keluar atau kebuntuan?
Semua tidak ada yang tahu. Semua masih penuh misteri. Hanya takdir sendiri yang akan mengatakan dan menunjukkannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1