
Kebangkitan
Satu kata penuh makna
Satu kata membuat hati yang luka kembali sembuh
Satu kata membuat jiwa yang sakit kembali sehat
Satu kata membuat rasa yang sedih kembali ceria
Semua yang semula berduka menjadi gembira
Semua yang semula menangis menjadi tertawa
Semua karena satu kata
kebangkitan
(By:Fanisa/xiaochan520)
...*****...
Akhirnya ramuan obat kehidupan tercampur dengan sempurna. Jiantou menaruh ramuan obat itu dalam sebuah kendi kecil dan diendapkan selama sehari semalam dengan dibungkus oleh daun teratai.
Jiantou sangat bahagia karena ramuannya berhasil dibuat dan dia tidak sabar ingin memberitahukan tentang kabar berita bahagia ini ke semua orang.
2 hari setelah respon baik yang diberikan oleh ayah kaisar, tanpa terduga kaisar Fang Yi membuka matanya dan memanggil nama istrinya.
"Sayang, permaisuri Zhang Lin." panggil kaisar Fang Yi dengan lemah.
"Ayah kaisar, kamu sudah sadar? Apa yang kamu rasakan ayah kaisar?" tanya Jian dengan lembut.
"Ayah kaisar, kamu sudah sadar? Minumlah madu dari lebah emas ini." ucap Jiantou sambil meminumkan sesendok demi sesendok madu itu ke dalam mulut ayahnya.
__ADS_1
Setelah meminum madu itu, tubuh kaisar Fang Yi menjadi lebih baik dan rasa lemas dalam tubuhnya menghilang dan tergantikan dengan tubuh yang terasa segar.
"Sayang, apa kalian melihat permaisuriku?" ucap kaisar Fang Yi dengan lirih.
Jian yang mendengar ini tak berdaya, dia langsung pergi meninggalkan ayahnya dengan perasaan sedih dan terluka. Qiu yang melihat kakaknya pergi segera menyusul dan mencoba untuk menghiburnya.
"Ayah kaisar ingin melihat permaisuri?" tanya Jiantou lembut.
Kaisar Fang Yi hanya menganggukkan kepalanya. Jiantou membawa kaisar Fang Yi menuju ke peti emas tempat permaisuri Zhang Lin terbaring. Kaisar Fang Yi langsung berlutut di hadapan istrinya, tubuhnya gemetar dan lututnya sangat lemas. Kaisar Fang Yi menitikkan air mata penuh kesedihan, dia tak sanggup melihat jenazah istrinya yang sudah sangat pucat.
"Sayang, apakah kamu lelah? Mengapa kamu masih tertidur di saat aku sudah bangun?" tanya lirih kaisar Fang Yi.
"Ayah kaisar tenangkan dirimu. Janganlah bersedih lagi. Aku akan menghidupkan permaisuri Zhang Lin dan membawanya ke dalam pelukanmu lagi." bisik pelan Jiantou di telinga ayahnya, yang membuat mata ayahnya melebar tanda tak percaya.
"Sayang, apakah itu semua benar? Kamu tidak berbohong kepada ayah kaisar kan?" tanya kaisar Fang Yi yang merasa sangat senang namun masih tidak percaya.
Jiantou tersenyum dengan lebar dan menganggukkan kepalanya. Kaisar merasakan kesenangan yang luar biasa, mendengar berita bahagia ini membuat tubuh kaisar menjadi sehat dan dia tersenyum bahagia sambil memegang lembut kedua tangan istrinya yang masih terbaring kaki di dalam peti emas itu.
Mendengar suara kaisar Fang Yi yang tertawa sangat kencang hingga membuat seluruh istana dapat mendengarnya dengan kencang. Seluruh penghuni istana merasa sangat sedih ketika mendengar tawa kaisar Fang Yi. Mereka semua merasa bahwa kaisar Fang Yi telah menjadi gila karena kepergian permaisuri Zhang Lin.
"Ayah kaisar, apa kamu baik-baik saja?" tanya Jian yang sangat cemas dengan keadaan ayahnya.
"Tenang saja sayang. Ayah kaisar baik-baik saja. Ayah kaisar hanya tidak bisa menahan rasa gembira ini." ucap kaisar Fang Yi sambil memeluk erat Jian.
Jian sangat bingung dengan sikap ayahnya yang tiba-tiba seperti orang gila ini, dia tertawa sangat keras membuat Jian sangat cemas.
"Ayah kaisar, apakah kamu melihat Jiantou?" tanya Jian pelan.
"Dia sedang memberikan ramuan kehidupan untuk permaisuri Zhang Lin." ucap kaisar Fang Yi dengan lembut.
Jian yang masih bingung dan cemas dengan keadaan ayahnya, langsung berlari menuju ke tempat permaisuri Zhang Lin.
"Jiantou, apa yang sedang kamu lakukan? Apakah kamu tidak tahu bahwa keadaan ayah kaisar sangat mencemaskan?" ucap Jian dengan napas yang masih terengah-engah.
__ADS_1
"Ayah kaisar baik-baik saja. Lebih baik kamu bantu aku untuk memberikan ramuan kehidupan ini untuk permaisuri Zhang Lin." ucap Jiantou dengan tegas.
Tanpa bertanya lagi, Jian membantu adiknya untuk memasukan semua ramuan kehidupan ke dalam mulut permaisuri Zhang Lin. Kemudian Jiantou mengelap seluruh tubuh permaisuri Zhang Lin dengan campuran air yang berasal dari air sungai dan kolam kehidupan.
Setiap kali Jiantou mengelap tubuh permaisuri Zhang Lin dengan campuran air itu, maka kulit permaisuri akan memancarkan cahaya dan terlihat aliran darahnya mulai mengalir di dalam nadinya.
"Jiantou, ramuan apa sebenarnya ini? Mengapa respon tubuh ibunda kaisar seperti itu?" tanya Jian yang merasakan keanehan.
"Ramuan ini disebut ramuan kehidupan. Ramuan ini mampu membuat jiwa yang sudah pergi akan kembali ke dalam tubuhnya kembali. Hanya saja ramuan kehidupan ini hanya dapat dipakai sekali saja." ucap Jiantou menjelaskan secara perlahan sambil terus membalurkan campuran air itu.
"Apa? Ramuan kehidupan? Membuat jiwa pergi dapat kembali?" ucap Jian terbata-bata merasa tidak percaya.
"Jadi maksudmu, ibunda permaisuri bisa hidup kembali? Jadi maksudmu, ibunda permaisuri bisa bersama kita kembali?" tanya Jian dengan penuh penasaran.
"Hm, itu benar. Namun kita membutuhkan waktu 100 hari untuk membangkitkan jiwa permaisuri. Tepat dihari ke 100 saat bulan purnama sangat terang, jiwa permaisuri benar-benar akan berada di dalam tubuhnya." ucap Jiantou dengan pelan.
"Sekarang aku mengerti, mengapa ayah kaisar tertawa sangat gembira seperti itu. Aku juga senang, bisa melihat permaisuri Zhang Lin hidup kembali." ucap Jian penuh semangat.
Mereka semua tidak menyangka, bahwa permaisuri kesayangan seluruh rakyat di Kerajaan Fang akan bersama mereka kembali.
Selama 100 hari secara bergantian, mereka berjaga dan memeriksa kondisi permaisuri Zhang Lin. Tanpa lelah mereka terus menjaga permaisuri. Hingga akhirnya di hari ke 100, kaisar Fang Yi bersama ketiga anaknya berjaga di depan tubuh permaisuri Zhang Lin. Mereka sangat berharap bahwa ramuan kehidupan itu akan bekerja dengan baik.
Di hari ke 100, matahari mulai terbenam. Bulan purnama dengan cahaya yang sangat terang mulai menerangi tubuh permaisuri Zhang Lin. Sekitar satu jam tubuh permaisuri Zhang Lin disinari oleh sinar bulan purnama itu.
Tiba-tiba terdengar bunyi petir yang sangat kencang membuat kaget semua yang mendengarnya. Bulan purnama tertutup awan hingga membuat langit gelap. Tak lama kemudian setetes demi setetes air hujan jatuh ke tanah dan mengenai seluruh tubuh permaisuri Zhang Lin.
Semua orang ingin memindahkan tubuh permaisuri Zhang Lin, namun Jiantou menghalanginya dengan alasan bahwa ini juga salah satu ritual yang harus dilaksanakan.
Mereka semua hanya melihat air hujan mulai membasahi seluruh tubuh permaisuri Zhang Lin. Hingga akhirnya hujan itu reda. Mereka semua langsung menghampiri peti emas itu dan memeriksa keadaan tubuh permaisuri Zhang Lin.
Saat mereka melihat tubuh permaisuri Zhang Lin, mereka semua terkejut saat melihat mata permaisuri Zhang Lin terbuka.
...~Bersambung~...
__ADS_1