Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 51 : Aku Kembali!


__ADS_3

Kebahagiaan


Sebuah kata penuh makna


Sebuah kata sederhana


Membuat jiwa selalu hangat


Membuat hati selalu tenang


Membuat perasaan selalu bahagia


Kebahagiaan


Tak tersentuh dan tak terlihat


Namun mampu membuat segalanya lebih baik


(By:Fanisa/xiaochan520)


...*****...


Bangunlah. Kami semua masih membutuhkan kamu. Kami disini masih mencintaimu. Kami masih ingin melihatmu. Aku mohon bangunlah." ucap kaisar Xiao San lirih dan mengecup lembut kening permaisuri Zhang Lin.


Saat bibir lembut kaisar Xiao San mengecup lembut kening permaisuri Zhang Lin, cahaya terang yang menyelimuti seluruh tubuh permaisuri Zhang Lin tiba-tiba menghilang. Kaisar Xiao San terkejut dan memeriksa keadaan permaisuri Zhang Lin. Saat kaisar Xiao San menyentuh tangan permaisuri Zhang, tiba-tiba tangannya merespon dan mata itu terbuka kembali.


"Zhang Lin" ucap kaisar Xiao San yang terkejut.


Kaisar Fang Yi dan Fang Qiu yang mendengar teriakan kaisar Xiao San langsung menghampiri ke sumber suara dan mereka terkejut saat melihat permaisuri Zhang Lin sudah terbangun dari kematiannya dan duduk di atas ranjangnya. Permaisuri Zhang Lin menatap penuh kasih sayang kepada ketiga pria di depannya. Permaisuri Zhang Lin tersenyum lebar, senyum itu sangat meneduhkan para pria yang sedang berdiri di depannya. Dengan mata berkaca-kaca para pria itu tersenyum dan menatapnya penuh kerinduan.


"Suamiku" ucap permaisuri Zhang Lin lembut.

__ADS_1


Kaisar Fang Yi langsung berjalan menghampiri istrinya, ketika dia mendengar suara lembut istrinya memanggilnya.


"Istriku. Ini benar-benar kamu sayang? Apakah ada yang terasa sakit?" ucap kaisar Fang Yi sambil memeriksa seluruh tubuh permaisuri Zhang Lin.


"Sayang, aku baik-baik saja. Aku hanya perlu pelukan darimu saja." bisik permaisuri Zhang Lin dengan tubuh sedikit lemah.


Kaisar Fang Yi langsung memeluk erat tubuh istrinya, pelukan itu semakin erat hingga membuat permaisuri Zhang Lin sedikit kesulitan untuk bernapas.


"Akh" ucap permaisuri Zhang Lin sedikit meringis kesakitan saat kaisar Fang Yi tanpa sadar memeluknya semakin erat.


"Sayang, maafkan aku menyakitimu" ucap kaisar Fang Yi merasa bersalah.


Wajah kaisar Fang Yi terlihat merasa bersalah, dia menundukkan kepalanya tak berani menatap istrinya. Dalam hati kaisar Fang Yi, dia merasa sangat kecewa belum lama istrinya sadar, namun dia sudah menyakitinya lagi.


Cup.


Sebuah kecupan manis pertama setelah permaisuri Zhang Lin menyentuh bibir suaminya.


"Sudah lebih baik sekarang?" ucap permaisuri Zhang Lin menggodanya.


Kaisar Xiao San hanya bisa tersenyum bahagia saat melihat wanitanya sudah bangun dari tidur panjangnya. Bagaimana pun kebahagiaan kaisar Xiao San terletak pada kebahagiaan permaisuri Zhang Lin.


"Ibunda permaisuri, aku sangat merindukanmu." ucap Fang Qiu memeluk ibunya dengan sangat manja.


"Anakku sayang. Aku juga sangat merindukanmu sayang. Bagaimana kabar kakak-kakakmu?" tanya permaisuri Zhang Lin dengan lembut sambil mengusap lembut pipi putranya.


"Kakak baik-baik saja. Mereka sedang istirahat di kamar. Putri Bianzie juga tidur bersama mereka." ucap Fang Qiu penuh semangat.


"Apa? Putri kecilku ada disini? Yang mulia apa kamu membawa putri Bianzie kemari?" tanya permaisuri Zhang Lin lembut sambil menoleh ke arah kaisar Xiao San.


"Hm, putri kita sudah menjadi gadis mungil yang cantik dan cerdas. Dia sangat mirip denganmu." ucap kaisar Xiao San tersenyum lebar.

__ADS_1


"Sayang beristirahatlah. Besok pagi baru kita lanjutkan kembali." ucap kaisar Fang Yi sambil mengecup lembut kening istrinya dan menyelimuti agar tetap hangat.


Ketiga pria itu pergi meninggalkan kamar permaisuri Zhang Lin, mereka membiarkan permaisuri Zhang Lin untuk beristirahat. Mereka bertiga kembali ke kamar masing-masing. Malam ini mereka bertiga dapat tidur dengan tenang saat mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai telah kembali ke dalam hidup mereka.


...******...


Pagi itu, sinar matahari bersinar lembut memasuki kamar si kembar dan putri Bianzie. Mereka masih tertidur lelap karena kekuatan yang sudah mereka habiskan.


Tok.. Tok.. Tok..


Terdengar suara ketukan pintu berkali-kali mencoba membangunkan si kembar dari tidurnya. Namun tidak ada respon dari dalam kamar itu, Fang Qiu mengetuk pintu itu lebih kencang hingga membuat Jian melemparkan bantalnya ke arah pintu. Mendengar suara lemparan bantal, Fang Qiu baru memangil nama mereka.


"Jian, Jiantou, Bianzie. Ayo bangunlah. Ini sudah siang. Lihatlah matahari sudah meninggi." teriak Fang Qiu dari luar pintu kamar dengan lantang membuat semua orang di dalam kamar bangun.


Jian membuka pintunya dan memukul pelan adiknya. Wajahnya sedikit kesal karena sudah dibangunkan sangat pagi.


"Ge, bangunlah. Ini sudah siang. Cepat bangunkan Jiantou dan Bianzie. Kita akan bersama-sama makan dengan ayah kaisar dan paman kaisar." ucap Fang Qiu pelan.


Si kembar dan Bianzie segera bangun dan bersiap-siap menuju ke ruang makan. Jian dan Jiantou menggandeng tangan mungil adiknya. Mereka berjalan dengan anggun dan terlihat sangat rukun. Saat mereka membuka pintu ruang makan, mereka terkejut saat melihat permaisuri Zhang Lin sudah duduk di meja makan bersama ayah kaisar dan paman kaisar.


"Yang mulia." teriak si kembar dan Bianzie sangat bahagia. Mereka memeluk ibu mereka secara bersamaan dengan pelukan yang erat dan menumpahkan semua kerinduan saat itu.


Si kembar dan putri Bianzie menangis tersedu-sedu. Mereka tidak menyangka usaha keras mereka berhasil dan kini permaisuri Zhang Lin bisa kembali ke pelukan mereka.


Mereka semua duduk bersama dan makan dengan penuh kebahagiaan. Permaisuri Zhang Lin melihat ke semua orang di sekitarnya. Dia sangat bahagia dan tersenyum lebar, permaisuri Zhang Lin tidak menyangka akan kembali bersama mereka lagi.


Mata mereka, wajah mereka, senyum mereka dan pelukan mereka, semua sangat dirindukan oleh permaisuri Zhang Lin. Bagi permaisuri Zhang Lin, mereka adalah harta paling berharga. Tidak ada satupun yang mampu menggantikan mereka.


Pagi itu hanya ada tawa yang hadir diantara mereka. Sudah cukup kesedihan selama ini. Permaisuri Zhang Lin hanya ingin merasakan kebahagiaan sampai misi ini selesai. Permaisuri Zhang Lin ingin memeluk mereka, menjaga mereka, bahkan melindungi mereka hingga dia bisa memberikan kebahagiaan yang utuh kepada semua orang yang dia cintai.


"Hudie, jika kamu mendengarkan isi hatiku. Jangan biarkan keluargaku menangis lagi. Aku hanya ingin bersama mereka dan bahagia bersama mereka hingga mereka mampu melepaskanku tanpa beban." ucap permaisuri Zhang Lin dalam hati.

__ADS_1


Permaisuri Zhang Lin melanjutkan makannya dan tertawa bersama mereka. Si kembar yang sudah beranjak dewasa sangat menjaga adik-adiknya. Putri Bianzie yang masih bayi, kini menjadi gadis mungil yang cerdas, bahkan Fang Qiu yang lemah kini telah menjadi pria kuat. Permaisuri Zhang Lin percaya bahwa cintanya akan membuat mereka dapat menjadi sosok hebat dan dikagumi oleh rakyat di seluruh kerajaan di bumi ini.


...~Bersambung~...


__ADS_2