
Rahasia yang masih tak terungkap...
Membiarkan hati penuh kegundahan...
Jiwa yang terselimuti kegelisahan...
Membuat hati dua insan terasa sunyi...
Kedua insan mencoba melupakan...
Rasa ketakutan akan perpisahan...
Membuat dua insan tak ingin melupakan...
Meluapkan semua dalam sebuah hasrat...
Hasrat membara tuk memiliki secara utuh...
Keegoisan hati untuk memiliki...
Membuat dua insan berpadu...
Menciptakan insan yang baru...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
"Maafkan aku suamiku. Aku tahu ini tak adil buatmu. Namun saat waktunya tiba, aku harus pergi" ucap Zhang Lin dalam hatinya dan membuat pelukan itu semakin erat.
"Sayang aku ingin memilikimu malam ini" bisik kaisar Fang Yi penuh kegelisahan, ketakutan dan kerinduan.
Kaisar Fang Yi merasakan hatinya gundah, dia tidak mengetahui mengapa dia tidak ingin berpisah dari istri tercintanya. Di dalam sebuah gua kecil yang berisi taman bunga yang indah. Dia memeluk istrinya dengan mesra. Dia ingin meluapkan semua hasrat dan kegelisahannya bersama istrinya malam ini.
"Sayang. Permaisuri. Istriku. Bolehkah aku malam ini menginginkanmu lebih dari sebelumnya?" bisik kaisar Fang Yi penuh hasrat yang tak terbendung lagi.
Dia menyentuh Zhang Lin dengan lembut dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Zhang Lin.
"Aku mencintaimu. Aku mohon jangan pernah katakan lagi bahwa kamu akan pergi" bisik pelan kaisar Fang Yi.
__ADS_1
Kaisar Fang Yi menatap istrinya penuh kesedihan namun lembut dan penuh cinta. Dia mencium kening istrinya dengan lembut, yang menggambarkan bahwa kaisar Fang Yi sangat merindukannya. Dia memeluk istrinya dengan erat namun penuh kelembutan yang menggambarkan bahwa dia tidak ingin melepaskan istrinya untuk selamanya. Kemudian dia mengecup tangan kanan Zhang Lin dengan mesra yang menggambarkan bahwa dia selalu menginginkannya.
Keduanya mulai terbawa suasana yang begitu intim. keduanya mulai merasakan tubuh mereka panas dan hasrat yang membara. Tanpa aba-aba kaisar Fang Yi merebahkan tubuh istrinya, menindihnya dan mulai mengecup lembut seluruh wajahnya yang membuat Zhang Lin semakin tak berdaya.
"Permaisuriku apakah kamu menginginkanku?" tanya lembut kaisar Fang Yi sambil berbisik pelan di telinga Zhang Lin yang mulai memerah.
Zhang Lin dengan wajah memerah tersipu malu dan mengangguk pelan sambil tersenyum tipis.
"Kaisarku, aku selalu menginginkan dirimu. Aku selalu menginginkan hatimu. Kamu akan selalu menjadi milikku. Tidak ada yang bisa mengambilnya dariku" bisik Zhang Lin di telinga kaisar Fang Yi dan tiba-tiba telinga itu dikecup lembut.
Kaisar Fang Yi merasakan cinta istrinya sangat besar. Perasaan kaisar Fang Yi mulai tenang mendengar ucapan lembut istrinya.
"Sayang. Permaisuriku. Istriku. Milikku." kaisar Fang Yi terus berkata lembut sambil mengecup seluruh wajah Zhang Lin.
Malam ini merupakan malam yang sangat panjang. Bersamaan dengan sinar bulan di luar istana. Mereka memadu kasih dengan mesra. Mereka melupakan semua masalah dan kegelisahan mereka. Mereka hanya ingin saling memiliki. Mereka hanya ingin saling mencintai.
Malam ini, mereka terus meluapkan hasrat mereka. Mereka melakukan penuh dengan keintiman yang begitu besar. Mengeluarkan *******-******* penuh kenikmatan dan kebahagiaan. Seakan tak ada satupun yang dapat mengganggu mereka.
Malam ini, kaisar Fang Yi dengan mengumpulkan semua tenaganya menguasai permaisuri. Tidak membiarkan permaisurinya menyerah. Dia terus membuat permaisurinya bekerja keras membalas hasrat dan tenaga kaisar Fang Yi yang sangat besar.
Malam ini, kaisar menjadi pria yang berbeda. Dia memberikan semua kemampuannya untuk memuaskan permaisurinya. Dia ingin istrinya juga menikmati kebahagiaan yang sedang dia rasakan. Dia ingin benar-benar membuat istrinya tak berpaling darinya.
Zhang Lin merasakan kepuasan yang begitu dalam. Dia merasakan kenikmatan yang begitu besar. Dia merasakan cinta yang begitu besar untuknya.
"Permaisuriku, terima kasih sudah menemaniku malam ini. Maafkan aku yang sedikit melukaimu" ucap kaisar Fang Yi yang membuat wajah permaisurinya memerah.
Setelah malam yang panjang penuh kenyamanan dan kemesraan. Mereka berdua terlelap dan tertidur berpelukan dalam gua itu. Keduanya sangat bahagia malam itu.
"Sayangku. Suamiku. Kaisarku. Bangunlah" bisik Zhang Lin di telinga kaisar Fang Yi dengan lembut.
Mendengar bisikan lembut istrinya, dia membuka matanya secara perlahan dan dengan terkejut dia merasakan kecupan indah di pagi hari.
"Permaisuriku mulai nakal ya" ucap kaisar Fang Yi menggoda.
"Aku mencintaimu" ucap Zhang Lin sambil mengecup lembut bibir suaminya.
"Aku mencintaimu. Aku mencintaimu" ucap kaisar Fang Yi sambil membalas kecupan istrinya dua kali.
Keduanya tersenyum bahagia. Keduanya sedang dilanda asmara yang begitu dalam. Tidak ada satupun yang mau beranjak pergi dari tempat itu. Keduanya benar-benar terhipnotis dalam percintaan. Keduanya saling menatap secara intens. Tiba-tiba..
__ADS_1
"Permaisuriku, bisakah kita mengulanginya lagi?" tanya kaisar Fang Yi dengan hasrat yang kembali membesar.
Zhang Lin hanya mengangguk dan tersenyum malu-malu.
"Aku masih milikmu suamiku" ucap Zhang Lin menggoda.
Akhirnya pagi itu, keduanya kembali mengeluarkan hasrat membara mereka. Mereka benar-benar melakukan keintiman mereka seperti malam itu. Kaisar Fang Yi sekuat tenaga memberikan kepuasan dan kebahagiaan kepada istrinya. Kelelahan di antara keduanya tidak dirasakan. Hanya kenikmatan dan kepuasan yang mereka rasakan.
Waktu terus berjalan dan mereka melakukan kemesraan itu hingga melupakan waktu. Mereka benar-benar terjerat dalam kebahagiaan yang tak tertandingi.
"Sayang.. Sayang.. Akh" ******* penuh ******* yang memancing kaisar Fang Yi untuk menyakiti istrinya.
Semua terasa semakin dalam. Semua terasa semakin intens. Membuat mereka menuju puncak kebahagiaan tertinggi.
Mereka yang akhirnya kelelahan, tak terasa tertidur kembali. Tak terasa bulan sudah menunjukkan wajahnya kembali. Sudah sehari semalam mereka menghilang dari istana. Mereka yang sedang merasakan seakan dunia hanya milik berdua, akhirnya tersadar. Mungkin di istana sudah terjadi kegaduhan karena ulah mereka. Pasti semua penghuni istana merasa gelisah bahwa kaisar dan permaisurinya menghilang tanpa jejak.
"Yang mulia. Permaisuri. Yang mulia. Permaisuri." terdengar teriakan para penghuni istana mencari mereka melalui cermin ajaib milik Hudie.
"Hahahaha" kaisar Fang Yi tertawa sangat keras.
"Mengapa kamu tertawa yang mulia?" tanya Zhang Lin dengan bingung.
"Lihatlah wajah panik mereka. Mereka terlihat sangat lucu karena ketakutan" ucap kaisar Fang Yi tertawa lepas bahagia.
Baru kali ini Zhang Lin melihat suaminya begitu bahagia. Tanpa dia sadari, dia ikut tertawa karena melihat kebahagiaan di wajah kaisar Fang Yi.
"Baiklah. Ayo istriku kita kembali ke istana. Jangan biarkan mereka semakin panik karena kita tiba-tiba pergi dan menghilang." ucap kaisar Fang sambil merapikan pakaiannya.
Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan gua cinta itu. Mereka pergi dengan penuh kebahagiaan. Saat sampai di istana, mereka mendengar suara kedua anaknya.
"Ayah kaisar.. Ibu permaisuri.." teriak si kembar sambil berlari memeluk mereka.
"Dari mana kalian? Mengapa kalian meninggalkan kami?" ucap Jian sambil menangis kencang.
"Ibu permaisuri, apakah kalian sudah tidak menginginkan kami?" ucap Jiantou yang juga menangis pelan.
"Mana mungkin kami meninggalkan anak kami yang luar biasa hebat dan sangat lucu ini" ucap kaisar Fang Yi sambil mencubit pelan pipi putranya.
"Iya sayang. Mana sanggup kami meninggalkan anak kami yang sangat baik ini" ucap Zhang Lin sambil mengusap pelan kepala putrinya.
__ADS_1
"Ayah kaisar lihatlah kami membawa sesuatu" ucap Jian sambil menunjukkan sesuatu ke kaisar Fang Yi.
~Bersambung~