Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 4 : Titah Kaisar!


__ADS_3

Benang merah mulai terbentang


Mengaitkan ke jari dua insan


Takdir ini


Tak ada yang bisa mematahkan


Semua terjalin dalam kerapuhan


Biarkan waktu yang bersenandung


Membiarkan dua insan ini


Menjalani takdir dalam penderitaan


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Selama ayahnya pergi, Zhang Lin mulai berlatih kemampuan bela dirinya dan mulai mempelajari semua pengetahuan di dunia ini. Dengan cepat Zhang Lin mulai beradaptasi dengan kehidupan di dunia ini.


Zhang Lin mulai menggunakan ciri khas visualnya dengan warna serba pink đź’• yang terlihat sangat cocok di tubuhnya.


Tiba-tiba saja Hudie muncul dihadapannya:


"Persiapkan dirimu. Sudah saatnya kamu memulai misi pertamamu."


"Apa maksudmu?" Zhang Lin terkejut dan membeku.


"Kaisar sudah mendengar bahwa kamu sudah siuman dan kaisar telah memanggil ayahmu untuk membicarakan masalah perjodohan yang sempat tertunda antara kamu dengan pangeran Fang Yi, karena selama 2 tahun kamu tertidur seperti mayat." Hudie menjelaskan secara rinci.


"Lalu apakah ayah akan menerima perjodohan itu?" tanya Zhang Lin.


"Mau tidak mau ayahmu harus menerimanya, karena ini adalah titah kaisar. Jika jendral Zhang Ye menolaknya, maka seluruh keluarga akan dipancung atas dasar penghianatan karena menolak perintah kaisar." ucap Hudie sedikit menakuti.


"Apa?" Zhang Lin berteriak sambil membelalakkan matanya.


"Hah, ya sudahlah, mau tidak mau aku harus setuju kan? karena ini misi pertamaku. Aku harus masuk ke istana dan menikahi pangeran Fang Yi." ucap Zhang Lin dengan melas.


"Betul, betul, betul." ucap Hudie tersenyum meledek.


*****

__ADS_1


Jendral Zhang Ye telah sampai di istana dan memasuki kediaman kaisar secara pribadi.


"Kaisar, jendral Zhang Ye sudah tiba" ucap kasim penjaga di depan pintu kediaman kaisar.


"Masuklah!" ucap kaisar.


"Salam kaisar Fang Zhao. Hamba jendral Zhang Ye menghadap ke kaisar untuk menerima titah kaisar." ucap tegas jendral Zhang Ye sambil berlutut di hadapan kaisar.


Kaisar merupakan seorang raja yang sangat bijaksana dan sangat dicintai rakyatnya. Jendral Zhang Ye merupakan sahabat sekaligus teman belajar kaisar sewaktu kecil, karena mereka memiliki usia yang sama. Kaisar memiliki 2 orang putra dan berasal dari ibu yang berbeda. Putra pertama bernama pangeran Fang Yi lahir dari permaisuri pertama (sudah wafat) dan putra kedua bernama Fang Tse lahir dari selir Wen Jie (sekarang menjadi permaisuri).


"Apakah kamu sudah memikirkannya dengan baik? apakah kamu benar-benar akan menyerahkan putrimu satu-satunya untuk menjadi pendamping putraku, pangeran Fang Yi yang tak mungkin menjadi putra mahkota?" ucap kaisar dengan penuh penasaran.


"Jawab Kaisar. Hamba dan putri hamba sudah berjanji akan selalu mengabdi ke keluarga istana. Kami sudah berjanji akan selalu setia kepada keluarga istana. Apapun titah kaisar kami akan menerimanya dengan baik." ucap jendral Zhang Ye penuh percaya diri.


"Baiklah. Jika itu sudah menjadi keputusanmu." jawab kaisar dengan tegas.


"Kasim Wen, panggilkan pangeran Fang Yi kesini. Sekarang!" perintah kaisar.


"Baik, kaisar." ucap kasim Wen dan pergi meninggalkan kaisar memanggil pangeran Fang Yi.


Tak lama menunggu, pangeran Fang Yi datang menemui kaisar. Pangeran Fang Yi merupakan putra pertama kaisar dan sejak kecil sudah mengalami penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyakitnya ini membuat dia tidak bisa menjadi kandidat sebagai putra mahkota dan penerus kaisar selanjutnya. Sehingga kaisar ingin sekali menikahkan putranya dengan putri jendral Zhang Ye, sehingga baik jendral Zhang Ye ataupun putri Zhang Lin bisa melindungi pangeran dengan baik.


Pangeran Fang Yi lahir di tanggal yang sama dengan Zhang Lin. Usianya pun sama dengan Zhang Lin. Mereka terlahir di waktu yang sama, saat bulan terbentuk dengan sempurna dan cahaya rembulan bersinar dengan terang hingga mampu menerangi seluruh kerajaan. Dia merupakan anak yang cerdas namun tubuhnya lemah dan tak berdaya, sehingga tidak memiliki kemampuan sebagai seorang pangeran.


"Kemarilah dan duduk di sampingku. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu, anakku sayang." ucap kaisar Fang Zhao dengan tatapan lembutnya.


Kemudian pangeran Fang Yi berjalan ke arah kaisar dan duduk di sampingnya. Pangeran tidak menyadari disana ada jendral Zhang Ye yang duduk di seberang kaisar sedang menatapnya. Kemudian pangeran duduk di samping kaisar dan mulai menyadari bahwa ada jendral Zhang Ye di seberang kursinya.


"Bukankah dia jendral Zhang Ye? apa yang sedang dilakukannya disini?" tanya pangeran Fang Yi penasaran dalam hatinya.


"Salam pangeran. Semoga pangeran selalu sehat dan bahagia." sapa jendral Zhang Ye penuh kehangatan.


"Hm, terima kasih jendral. Bagaimana kabarmu Jendral?" tanya pangeran dengan sopan.


"Putraku, pangeran Fang Yi, dengarkan ayahmu bicara. Aku dan jendral Zhang Ye berencana ingin menjodohkanmu dengan putrinya yang bernama Zhang Lin. Apakah kamu bersedia menikah dengannya, nak?" tanya kaisar dengan lembut.


"Ayah, aku tidak pernah memberikan kebahagiaan apapun kepadamu. Aku memang putra yang tidak berguna. Jika memang perjodohan ini membuat ayah bahagia. Aku siap menikahi putri sang jendral" ucap pangeran dengan sopan dan tersenyum manis.


"Benarkah? apakah kamu yakin, nak? aku sangat bahagia mendengar persetujuan darimu." ucap kaisar dengan penuh kebahagiaan sambil memeluk putra kesayangannya.


Dan akhirnya kedua keluarga saling menyetujui dan segera mempersiapkan pernikahan mereka. Upacara pernikahan dilakukan dengan sangat meriah. Pernikahan dilakukan selama 7 hari 7 malam dan dihadiri oleh para keluarga istana, keluarga bangsawan, para tokoh-tokoh hebat dan rakyat kerajaan. Kaisar berharap semua kalangan di kerajaan Fang dapat merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh kaisar.


Pangeran Fang Yi dan putri Zhang Lin melaksanakan pernikahan dengan peraturan yang sangat ketat. Sehingga mereka mulai merasakan kelelahan dengan tradisi pernikahan yang harus dijalankan. Akhirnya setelah 7 hari pesta pernikahan mereka selesai. Kini pangeran Fang Yi dan putri Zhang Lin mulai kelelahan dan istirahat di kediaman masing-masing. Pangeran Fang Yi tinggal di kediaman barat dan Fang Yi tinggal di kediaman timur.

__ADS_1


Sudah sebulan sejak pernikahan mereka dilaksanakan. Tak pernah sekalipun pangeran mengunjungi istrinya. Zhang Lin pun tak pernah menemui pangeran. Padahal tradisi pernikahan belum disempurnakan.


"Hah, sudah sebulan. Pernikahan ini terasa sangat membosankan." ucap Zhang Lin dengan kesal.


Tiba-tiba kantong kedua yang berada di tubuh Zhang Lin keluar dan memperlihatkan misi kedua.


Zhang Lin melihat misi itu dan terdapat tulisan "Misi ke-2: mengobati luka pangeran hingga sembuh."


"Apa? mengobati pangeran? bagaimana caranya? aku bukan tabib bukan juga dokter." ucap Zhang Lin dengan kesal dan bingung.


"Hudie.. Hudie.. Hudieeeeeeeeeee" teriak Zhang Lin memanggil Hudie dengan wajah cemberut.


Tiba-tiba seekor kupu-kupu bersayap pink muncul dan terbang ke arah Zhang Lin dan berubah menjadi peri kupu-kupu yang cantik.


"Biasa aja kali." ucap Hudie sedikit kesal.


"Hehe, maaf ya. Namanya juga lagi emosi. Panggil tukang siomay di depan mata aja teriak. Apalagi panggil kamu yang tidak tahu dimana. Hihi" ucap Zhang Lin sambil tertawa menggodanya.


"Ampuuunnnnn, dasar gadis aneh." ucap Hudie sambil menepuk kening Zhang Lin.


"Lalu untuk apa kamu memanggilku?" tanya Hudie penasaran.


"Misi ke-2 ku diperintahkan untuk mengobati pangeran. Namun aku tak pernah belajar di fakultas kedokteran atau jurusan ketabiban. Apakah aku harus mal praktek gitu?" ucap Zhang Lin sambil menunjukkan senyum giginya tanda menyindir.


"Lihatlah di kantong pertama, disana ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit pangeran." ucap Hudie dengan tatapan kesal.


"Oh, terus resep dan cara pemakaiannya ada di mana? ini minumnya digerus atau dimakan sama pisang? tidak pahit kan?" tanya Zhang Lin dengan penasaran tingkat tinggi.


"Bodoh, memang itu obat di jaman kamu. Ini harus direbus dan diminum sekali sehari." tegas Hudie sambil menepuk kembali kening Zhang Lin.


"Cukup miskah! cukup! aku tidak bodoh. Hahahaha." ucap Zhang Lin tertawa melawak walaupun sedikit garing.


"Hah" Hudie hanya menghela napas panjang melihat sikap Zhang Lin yang aneh ini.


Keesokan harinya Zhang Lin mengunjungi kediaman pangeran. Disana terasa sangat sunyi. Para pelayan dan penjaga istana semua tak ada yang bicara. Jika ingin mengibaratkan istana ini bagaikan lokasi uji nyali. Sangat menyeramkan dan sunyi, suasana ini membuat Zhang Lin sedikit ketakutan.


"Salam pangeran. Ini aku Zhang Lin. Hamba datang untuk mengunjungi pangeran." ucap Zhang Lin dengan sopan.


"Pergi! aku tak membutuhkanmu. Kamu hanya istriku di hadapan kaisar. Aku tidak pernah mengakuimu sebagai istriku." ucap pangeran Fang Yi dengan  kesal.


"Hmm, berani-beraninya dia bermain kata-kata ya sama aku. Baiklah. Kamu yang memulai dan aku yang akan melanjutkan." ucap Zhang Lin dengan penuh semangat.


"Pangeran jika kamu tidak mengganggap aku sebagai istrimu, bisakah kita berteman saja? jika kamu setuju bukalah pintu kamarmu." ucap Zhang Lin penuh intrik.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2