Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 3 : Belum Saatnya Bertemu!


__ADS_3

Purnama tak pernah bersua surya


Mereka belum memiliki takdir bersama


Namun hati dan jiwa telah terpaut


Dalam ikatan benang merah


Takdir


Satu kata yang kan menjadi jembatan


Kedua insan bersua tuk bersama


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Semakin dia berpikir semakin dia penasaran dengan semua ini. Pria malang ini terlihat sangat kasihan. Mungkin hidupnya penuh penderitaan. Fira Lin merasa bersyukur, ternyata di dunia yang asing baginya ini, masih ada yang lebih menderita dari dirinya.


Mungkinkah dia sengaja dipertemukan dengan pria ini dan mungkin kedatangan Fira Lin ke dunia ini sangat berhubungan dengannya. Mungkin saja pria itu bisa menolong Fira Lin kembali ke dunia asalnya. Fira Lin semakin percaya diri dengan analisisnya dan dia bertanya dalam hati:


"Siapakah pria ini?"


Tanpa sengaja mata Fira Lin dan pria itu saling bertatapan.


"Matanya sangat indah, bibirnya sangat lembut, alisnya sangat tebal, wajahnya sangat tampan." ucap Fira Lin bergumam dalam hatinya.


"Siapa kamu? mengapa kamu menyelamatkan aku?" ucap pria itu dengan suara lemah.


Saat Fira Lin ingin menjawab pertanyaan pria itu, tiba-tiba seekor kupu-kupu bersayap pink terbang di sekitar orang itu dan membuat pria itu pingsan kembali.


"Siapa kamu? apa yang kamu lakukan padanya?" ucap Fira Lin dengan lantang dan penuh amarah.


"Namaku Hudie. Aku yang membawamu ke dunia ini." ucap kupu-kupu bersayap pink tersebut.


Fira Lin terkejut saat melihat seekor kupu-kupu bersayap pink berubah menjadi sosok peri kupu-kupu wanita yang sangat cantik. Peri tersebut tersenyum dengan sangat cantik dan menghampiri Fira Lin.


"Aku membawamu ke dunia asing ini untuk menolong pria itu." ucap Hudie.


"Hah? apa yang bisa aku lakukan? aku bahkan aku tidak tahu dimana tempat ini?" tanya Fira Lin penuh kebingungan.


"Kamu sudah ditakdirkan untuk masuk ke dalam kehidupan pria itu dan menjadi penolongnya" ucap Hudie sambil tersenyum cantik.


"Di dunia ini kamu akan menjadi seorang putri dari seorang jenderal besar. Jendral tersebut merupakan orang kepercayaan kaisar. Sedangkan pria yang ada dihadapan kamu sekarang dan kamu selamatkan itu merupakan seorang pangeran." Hudie mulai menjelaskan secara perlahan.


"Benarkah?" tanya Fira Lin terkejut.

__ADS_1


"Bagaimana bisa seorang jendral besar, tiba-tiba akan menjadi ayahku?" tanya Fira Lin penasaran.


"Karena memang seperti itulah takdirmu di dunia ini." ucap Hudie sambil mengedipkan matanya.


"Lalu bagaimana sosok jendral yang akan menjadi ayahku?" tanya Fira Lin penasaran.


"Ayahmu di dunia ini berasal dari keluarga Zhang. Keluarga Zhang merupakan pengikut setia kerajaan. Sudah secara turun-temurun menjadi penjaga keamanan di istana. Keluarga Zhang sudah melindungi kerajaan ini selama 9 generasi. Nama jendral itu adalah Jendral Zhang Ye. Saat ini dia merupakan seorang jenderal paling hebat dan cerdas di keluarganya. Namun sayang di saat usia ke 20 tahun dia kehilangan istrinya dan memutuskan untuk menjaga putri satu-satunya. Dia bahkan tidak menikah lagi sekalipun kaisar sudah berkali-kali menawarkan dia untuk mengambil banyak selir. Jendral Zhang Ye merupakan sosok ayah yang tegas namun penuh kasih sayang." ucap Hudie penuh kekaguman.


"Lalu?" ucap Fira Lin sambil mendengarkan dengan seksama dan penasaran.


"Kamu harus menyelesaikan semua misi yang aku berikan untuk membantu pangeran, jika kamu telah menyelesaikan semua misi tersebut. Secara otomatis akan ada pintu dimensi yang terbuka di suatu tempat dan kamu bisa kembali ke duniamu." Ucap Hudie sambil memberikan dua buah kantong berwarna pink.


"Apa ini? lalu bagaimana cara aku menyelesaikan semua misi ini?" tanya Fira Lin semakin penasaran.


"Ini ada dua buah kantong berwarna pink. Kantong pertama berisi semua peralatan yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan misi selama berada di dunia ini. Kantong kedua berisi semua misi yang kamu harus selesaikan di dunia ini. Kantong kedua akan terbuka secara otomatis saat kamu harus menyelesaikan misi-misi tersebut." Hudie menjelaskan dengan penuh semangat.


"Hmm, baiklah aku mengerti sekarang." ucap Fira Lin menganggukkan kepalanya.


"Namun sekarang belum saatnya kamu bertemu dengan pangeran tersebut. Biarkan pangeran tersebut disini. Aku yang akan mengatur segalanya disini." ucap Hudie dengan bangga.


"Baiklah" ucap Fira sambil mengacungkan jempol.


"Ngomong-ngomong Hudie, apakah disini ada yang menjual hamburger atau ayam goreng, aku lapar sekali. Perutku sangat lapar. Dengarlah perut kosongku sudah berbunyi kencang sekali atau bisakah kamu seperti doraemon, punya pintu kemana saja. Sehingga kamu bisa memberikanku banyak makanan enak." ucap Fira Lin dengan mata puppynya dan suara yang manja.


"Hah." Hudie hanya mengelus dada dengan sabar.


"Hahahaha, baiklah, baiklah. Aku tidak akan bercanda lagi denganmu." ucap Fira Lin sambil tertawa terbahak-bahak karena senang membuat Hudie kesal.


"Lalu, apa yang aku bisa makan sekarang? Aku sangat lapar." ucap Fira dengan perut yang sudah berbunyi.


Ting...


Tiba-tiba di depan Fira Lin sudah terdapat beberapa bakpao, nasi dan ayam bakar disertai buah-buahan yang sangat menggugah selera.


"Makanlah. Penuhi hasrat perutmu itu. Setelah kenyang aku akan membuatmu berada di dalam tubuh putri jendral itu." ucap Hudie tersenyum.


Kemudian Fira Lin tersenyum dan melahap semua makanan itu sampai habis.


"Wah, rasanya sangat lezat" ucap Fira Lin sambil melahap semua makanan di hadapannya.


Setelah itu Hudie membawa pangeran kembali ke depan gerbang istana agar mudah ditemukan oleh para pengawal. Sedangkan Fira Lin dibawa ke kediaman jendral Zhang Ye untuk dimasukan ke dalam tubuh putri jendral tersebut.


"Putri tidur ini bernama Zhang Lin. Dia adalah putri dari jendral Zhang Ye. Tanggal lahir dan usianya pun sama denganmu" Ucap Hudie sambil mengedipkan mata.


"Putrinya sudah lama tertidur seperti ini selama 2 tahun. Ayahnya sangat menyayangi putrinya ini. Dia selalu berharap putrinya bisa siuman kembali. Putrinya merupakan anak yang pemalu dan tak punya teman." Hudie menjelaskan kembali dengan rinci.


"Lalu setelah aku masuk ke dalam tubuhnya, apakah aku akan memiliki sifat seperti putrinya?" tanya Fira Lin mencoba menegaskan kembali.

__ADS_1


"Tidak. Setelah kamu masuk ke dalam tubuhnya, kamu akan menjadi sosok yang berbeda. Kamu akan menjadi seorang putri yang cantik, cerdas, pandai beladiri, pandai memasak, pandai berperang dan galak." ucap Hudie menjelaskan lagi.


"Tidak, tidak, tidak. Bisakah kamu mengganti sifatku yang terakhir itu? bisakah aku menjadi wanita ramah bukan galak?" ucap Fira Lin dengan mata puppynya kembali.


"Hah, bisakah kamu tidak meminta yang aneh-aneh lagi?" tanya Hudie dengan kesal.


"Kamu secara tahulah, aku ini gadis yang selalu baik hati dan murah senyum." ucap Fira Lin menggoda.


"Baiklah, baiklah." ucap Hudie pasrah dengan sikap Fira Lin yang menyebalkan itu.


Kemudian Hudie memulai proses penyatuan antara tubuh Fira Lin dengan tubuh Zhang Lin. Setelah sekitar 3 jam penyatuan tubuh selesai, Fira Lin diberikan semua kekuatan yang diperlukan untuk menyelesaikan misi di dunia ini.


"Ngh, Ayah." panggil Zhang Lin setelah membuka matanya.


"Ayah, Ayah" panggil Zhang Lin dengan panik.


Mendengar suara putrinya yang sedang berteriak, jendral Zhang Ye berlari dengan sangat kencang menuju kamar putrinya.


"Putriku, putriku sayang. Kamu sudah sadar, nak? anakku sayang, apakah kamu bisa melihatku dengan baik? apakah kamu bisa mendengarku dengan baik? putriku sayang." isak tangis sang jendral sambil memeluk putrinya dengan erat.


"Ayah, aku haus." ucap putrinya dengan lemas.


"Pelayan, bawakan nona makanan dan minuman yang sangat lezat. Cepat!" perintah jendral Zhang Ye.


"Aku sangat merindukanmu putriku. Aku sangat merindukanmu. Maafkan ayahmu yang sangat tidak berguna ini. Ayah tidak dapat melindungimu dengan baik." tangis jendral dipelukan tubuh putrinya.


Kemudian pelayan itu membawa makanan dan minuman lezat yang sangat banyak. Jendral secara langsung melayani putri kesayangannya dan terus menjaganya dengan baik setelah putrinya sadar.


Di lain pihak, sang kaisar mendengar bahwa putri jendral Zhang Ye sudah siuman. Kemudian sang kaisar memberikan perintah kepada pengawal istana untuk mengundang sang jendral menemui kaisar secara langsung.


Setelah pengawal istana memberikan titah kaisar, jenderal mengerti maksud titah tersebut.


Seminggu setelah putrinya siuman, jendral Zhang Ye meninggalkan kediamannya untuk bertemu kaisar di istana Fang.


"Putriku sayang, istirahatlah dengan baik. Aku akan memerintahkan para anak buahku untuk menjagamu dengan baik selama aku pergi ke istana." ucap jendral dengan lemah.


"Ayah, tenang saja. Aku baik-baik saja. Pergilah. Jangan mengkhawatirkan keadaanku. Tubuhku sudah mulai membaik. Aku sudah bisa melakukan semua aktivitasku." ucap Zhang Lin dengan tenang sambil memeluk ayahnya.


"Ayah sangat senang keadaanmu semakin baik" ucap jendal Zhang Ye sambil memeluk dan mengecup kening putri kesayangannya.


Selama ayahnya pergi, Zhang Lin mulai berlatih kemampuan bela dirinya dan mulai mempelajari semua pengetahuan di dunia ini. Dengan cepat Zhang Lin mulai beradaptasi dengan kehidupan di dunia ini.


Zhang Lin mulai menggunakan ciri khas visualnya dengan warna serba pink 💕 yang terlihat sangat cocok di tubuhnya.


Tiba-tiba saja Hudie muncul dihadapannya:


"Persiapkan dirimu. Sudah saatnya kamu memulai misi pertama

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2