Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 18 : Berburu Bersama Si Kembar!


__ADS_3

Kasih sayang takkan menipu...


Ketulusan takkan mengkhianati...


Keterikatan ayah dan anak takkan putus...


Keterikatan kan kuat hingga akhir hayat...


Cinta buah hati pada ayahnya...


Kasih sayang buah hati pada ayahnya...


Tulus dan murni...


Hingga dapat menjadi obat ajaib...


Menghapuskan luka yang tergores...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


"Anakku.. Anakku.. Jian.. Jiantou.. Bisakah Ayah berbicara dengan kalian?" panggil pangeran Fang Yi memanggil kedua anaknya dengan lembut.


"Ada apa Ayah? apakah Ayah masih ingat kami?" ucap Jiantou dengan mengempotkan bibirnya.


"Ayah ingin mengajak kalian berburu. Apakah kalian ingin ikut?" ucap pangeran Fang Yi dengan lembut sambil mengedipkan matanya.


"Kami ingin ikut. Ayah kami ingin ikut" pinta si kembar serempak sambil melompat senang.


Pangeran Fang Yi membawa kedua anaknya ke hutan dengan membawa panahan yang sudah disiapkan untuk kedua anaknya dan juga bekal selama mereka berburu. Zhang Lin sudah berpesan kepada suaminya, bahwa si kembar memiliki kemampuan yang luar biasa. Banyak orang yang mengincar anak mereka, sehinga pangeran Fang Yi diingatkan untuk selalu waspada dengan lingkungan sekitarnya.


Setelah sampai di hutan yang sengaja dipilih tidak terlalu jauh dari kediaman jenderal Zhang Ye. Mereka beristirahat mendirikan sebuah tenda yang mampu menampung mereka bertiga untuk istirahat nanti. Mereka saling bekerja sama agar cepat selesai.


"Ayah.. Ayah.. Lihatlah kami sudah selesai. Kami hebatkan?" tanya si kembar bangga.


"Anak Ayah memang hebat semua. Kalian anak Ayah yang paling hebat." ucap pangeran Fang Yi terlihat bahagia.

__ADS_1


Setelah semua sudah siap. Mereka pergi mengelilingi hutan mencari hewan buruan mereka. Mereka berkeliling dengan penuh semangat. Mereka berjalan dengan penuh kegembiraan, sama sekali tak memperlihatkan kelelahan mereka.


"Ssttt.. Kita harus berjalan pelan" ucap pangeran Fang Yi berbisik pada anaknya.


"Ada apa Ayah?" ucap kompak si kembar penasaran.


"Lihatlah ada dua kelinci yang sedang berteduh. Mereka akan kita tangkap dan kita jadikan makan malam kita. Bagaimana?" bisik pangeran Fang Yi sambil menunjuk ke arah kelinci itu.


"Wah, mereka sangat lucu Ayah. Mereka seperti kami. Sepertinya mereka kembar" ucap Jian dengan gembira.


"Ayah, bolehkah aku menangkap mereka dan menjadikan mereka sebagai hewan peliharaan kami?" tanya Jiantou dengan penuh harap.


"Ayah, bisakah kami memiliki mereka untuk bermain di istana nanti?" ucap Jian dengan rayuan.


"Hmm. Baiklah.. Baiklah.. Jika kalian bisa menangkap kedua kelinci itu, Ayah akan membolehkan kalian untuk memelihara mereka" ucap pangeran Fang Yi dengan senyum lebarnya.


Kedua anak itu sangat bekerja keras. Keduanya benar-benar berusaha untuk menangkap kelinci itu. Mereka terus berlari kencang mengejar kelinci itu. Setelah cukup lama. Akhirnya mereka menangkap kedua kelinci itu dengan baik.


"Lihatlah Ayah. Kami berhasil. Kami hebatkan?" ucap Jian membanggakan kehebatannya.


Setelah berhasil menangkap kelinci itu. Pangeran Fang Yi membawa mereka untuk mencari hewan buruan baru. Tak lama kemudian datang seekor rusa yang sedang berlari kencang.


Dengan kecepatan dan ketelitian panah yang hebat. Jiantou berhasil memanah rusa itu. Rusa itu terkena panah di kakinya hingga tak bisa berlari lagi. Pangeran Fang Yi sangat terkejut dengan kehebatan panah putrinya. Keterampilan panah yang dilakukan Jiantou itu bahkan sudah di atas kemampuan panahnya. Sekarang dia paham kenapa Zhang Lin mengingatkannya untuk menjaga mereka. Putra-putrinya benar-benar memiliki kemampuan di atas orang lain. Meskipun usianya masih anak-anak.


Prok.. Prok.. Prok..


Tepukan tangan pangeran Fang Yi kepada putrinya mengungkapkan kekaguman ayahnya terhadap kemampuan putrinya.


"Ayah.. Ayah.. Mari kita cari lagi hewan yang lainnya" ucap Jian sambil membawa kelinci yang tadi ditangkap mereka.


Tak sadar waktu semakin gelap. Mereka bersenang-senang saat berburu. Karena terlalu malam untuk kembali kediaman jendral Zhang Ye. Pangeran Fang Yi memutuskan untuk bermalam ke tenda yang sudah mereka siapkan tadi.


Malam itu mereka memanggang rusa untuk makan malam. Mereka mengobrol satu sama lain. Mereka mengutarakan semua keluhan mereka terhadap ayah mereka. Pangeran Fang Yi sekarang paham, betapa menyesalnya dia sudah menyakiti hati anak-anaknya.


"Maafkan Ayah sayang. Ayah berjanji tidak akan menjauhi kalian lagi. Ayah berjanji akan selalu berada di sisi kalian." ucap pangeran Fang Yi sambil memeluk kedua anaknya dengan lembut. Pangeran Fang Yi merasa betapa beruntung dirinya, karena telah memiliki putra-putri yang sangat hebat dan peduli dengannya.


Tiba-tiba air mata pangeran Fang Yi menetes, dia teringat masa lalu yang sangat buruk. Saat dia tidak tahu bahwa Zhang Lin mengandung anaknya dan bahkan tidak bisa melihat perkembangan mereka. Dia sangat menyesal tidak memberikan kasih sayang sejak dalam kandungan kepada kedua anaknya.

__ADS_1


"Ayah sayang kalian. Kalian sangat berharga. Ayah tidak ingin kehilangan kalian lagi" ucap pangeran Fang Yi sambil memeluk erat kedua anaknya dengan bahagia.


Kedua anaknya membalas pelukan itu.


"Cup.. Kami juga sayang Ayah. Kami sangat sayang Ayah" kedua anaknya secara bersamaan mencium pipi ayahnya.


Ayahnya merasa terharu dan sangat bahagia dengan keluarga kecilnya ini. Dia berjanji dalam hatinya bahwa dia akan selalu melindungi keluarganya meskipun harus mengorbankan nyawanya. Malam yang sangat tenang dan penuh kedamaian mereka lalui dengan saling berpelukan dan mencurahkan kasih sayang mereka.


Matahari telah tersenyum indah. Mereka mulai merapikan semua barang-barang mereka. Mereka bekerja sama untuk menyelesaikan semuanya. Mereka beranjak pergi menuju ke kediaman jendral Zhang Ye. Mereka tidak sabar memperlihatkan hasil buruan mereka. Dua kelinci yang sangat lucu seperti Jian dan Jiantou.


"Hah.. Hah.." teriak pangeran Fang Yi sambil mempercepat jalan kudanya.


Saat ditengah perjalanan.


"Ayah.. Ayah.. Bisakah kita berhenti sebentar?" teriak Jiantou panggil ayahnya.


"Hiiiiitttt..." teriak pangeran Fang Yi menarik tali kudanya agar berhenti.


"Ada apa sayang? Apakah terjadi sesuatu" tanya pangeran Fang Yi dengan lembut


Jiantou menggelengkan kepalanya tanda semua baik-baik saja.


"Lihatlah Ayah, bunga itu sangat cantik" ucap Jiantou sambil menunjuk sebuah bunga berwarna pink.


Pangeran Fang Yi langsung paham dengan maksud putrinya. Pangeran Fang Yi menghentikan kudanya dan mengajak kedua anaknya untuk memberikan bunga itu.


Pangeran Fang Yi menyuruh kedua anaknya untuk menunggu agak jauh dari bunga itu. Pangeran Fang Yi mencoba memeriksa, dia sedikit cemas jika bunga itu beracun.


"Kalian tunggu disini saja.. Biarkan Ayah yang memeriksa bunga itu dan mengambilkan untuk kalian bawa pulang" perintah pangeran Fang Yi.


Anak-anaknya menunggu dengan patuh. Pangeran Fang Yi menghampiri bunga itu. Tidak ada tanda-tanda bahwa bunga itu beracun. Dia langsung memetik bunga itu untuk diberikan kepada istrinya.


"Ayah... Ayah..Tolong!" teriak Jiantou memanggil ayahnya.


Pangeran Fang Yi terkejut dan melihat kedua anaknya sudah diikat oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Tiba-tiba saja orang itu ingin membawa keduanya anaknya pergi.


"Ayah.. Ayah.. Tolong kami!" mereka berteriak semakin kencang memanggil ayah mereka.

__ADS_1


~Bersambung~.


__ADS_2