Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 31 : Undangan Pernikahan!


__ADS_3

Kebahagiaan...


Satu kata yang sangat berharga...


Mampu membuat lemah menjadi kuat...


Mampu membuat pesimis menjadi optimis...


Mampu membuat luka menjadi tanda...


Cinta lama tetap terkenang...


Menjadi aurora dalam jiwa...


Mampu memberikan keindahan...


Cinta lama tetap terpaut...


Menjadi kenangan dalam jiwa...


Memberikan secercah asa...


Cinta musim semi itu telah pergi...


Pergi menuju semi yang lain...


Namun cinta musim ini ini tetap ada...


Menemani cinta musim lain di sana...


Untuk tumbuh bersama persik yang indah...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Setelah keadaan Zhang Lin sudah stabil, Zhang Lin mulai bertindak dan masih berusaha untuk terus menyelidiki siapa dibalik kejahatan ini. Sudah banyak yang orang itu lakukan dan sekarang Zhang Lin sudah tidak bisa bersabar lagi. Dia benar-benar serius untuk mencari pelaku utama dari setiap masalah di kerajaan Fang.


Kaisar Fang Yi sedang berada di kediaman permaisuri Zhang Lin. Tiba-tiba datang seorang pelayan istana memberitahukan bahwa ada utusan dari kerajaan Xiao. Kaisar Fang Yi dengan perasaan kecewa karena masih ingin bermesraan dengan istrinya, akhirnya bangkit dan menghampiri utusan itu.


"Salam yang mulia. Semoga yang mulia panjang umur. Hamba utusan dari kerajaan Xiao, ingin memberikan surat undangan dari kaisar Xiao San" ucap pengawal utusan itu sambil memberikan surat undangan.


"Apa? kaisar Xiao San akan menikah?" tanya kaisar Fang Yi yang terkejut. Karena dia memahami benar, sebesar apa cinta kaisar Xiao San kepada istrinya.

__ADS_1


"Berikan padaku undangan itu." perintah kaisar Fang Yi.


Kemudian pelayan istana itu memberikan undangan itu kepada kaisar Fang Yi dan benar di undangan itu, tertera nama kaisar Xiao San dan Zheng Fei. Namun ada yang aneh dengan surat undangan itu, dalam surat undangan itu, dia juga memberikan sebuah surat kecil khusus ditujukan untuk permaisuri Zhang Lin.


"Pergilah. Katakan kepada kaisar Xiao San bahwa kami akan datang kesana dengan membawakan barang-barang pernikahan yang mewah." ucap kaisar Fang Yi dengan senyum bahagia.


Setelah menerima undangan pernikahan itu, kaisar Fang Yi langsung menghampiri istri tercintanya.


"Sayang, ini ada undangan dari kaisar Xiao San." ucap kaisar Fang Yi sambil memberikan surat undangan itu.


"Dan juga surat ini. Bisakah kau menjelaskan padaku?" tanya kaisar Fang Yi bertanya pelan dan ragu.


Zhang Lin membaca surat undangan dan surat kecil itu. Zhang Lin sedikit terkejut, dia benar-benar menepati janjinya dan membuat Zhang Lin harus menepati janjinya juga. Kemudian Zhang Lin menceritakan semua janji yang sudah diucapkan antara Zhang Lin dengan kaisar Xiao San. Kaisar Fang Yi mendengarkan dengan seksama. Wajahnya yang datar mulai berubah menjadi kesal, semakin banyak ceritak yang disampaikan oleh istrinya, semakin terlihat wajah tidak bahagia kaisar Fang Yi.


"Tidak. Tidak. Aku tidak akan menyerahkan putriku padanya." teriak kaisar Fang Yi dengan penuh amarah, matanya memerah dan tubuhnya kaku menandakan amarah sudah mulai memuncak.


"Apakah kau rela anakmu diserahkan padanya? putri yang tidak akan pernah kau temui lagi setelah dia lahir?" tanya kaisar Fang Yi.


"Yang mulia, ada alasan selain janjiku pada kaisar Xiao San. Aku tahu dia adalah putriku. Dia adalah anak kandung kita, tapi ini demi kebaikan putri kita. Percayalah suatu hari nanti kau akan memahami semua ini." ucap Zhang Lin pelan dan lembut, namun menahan kesedihannya.


"Putriku adalah harta paling berharga untukku. Namun dia adalah penentu takdirku dan dirimu." ucap Zhang Lin pelan, namun perkataan itu tidak dapat dipahami oleh kaisar Fang Yi.


"Jika kau mau marah, marahlah sebanyak mungkin padaku. Namun ini semua demi keluarga kita. Aku mohon penuhilah janjiku ini yang mulia." ucap Zhang Lin sambil bersujud memohon kepada kaisar Fang Yi untuk mengabulkan permintaannya.


"Suamiku, andai kamu tahu. Hatiku juga terluka. Dadaku sakit. Tapi ini takdir kita. Anak ini akan menjadi milik kaisar Xiao San." ucap Zhang Lin dalam hati, dia terus menekan dadanya, merasakan sakit yang luar biasa, rasa sesak itu adalah penekanan dari kegelisahan terhadap misi yang harus dia selesaikan.


Selama dua hari kaisar Fang Yi tidak menemui istrinya, hingga kini kemarahan kaisar Fang Yi belum mereda. Zhang Lin mencoba meluluhkan kemarahan suaminya. Dia berdiri di depan kamar suaminya. Berlutut disana, sambil memohon maaf. Keduanya memiliki keegoisan yang tinggi. Keduanya saling mencintai namun juga saling menyakiti. Tak ada satupun yang mau mengalah. Ketiga anak mereka bingung dengan pertengkaran yang terjadi di antara kedua orang tuanya. Ketiga anaknya mencoba membujuk orang tua mereka, namun mereka seperti anak kecil yang saling menyalahkan karena tidak mendapatkan keinginan mereka.


Selama lima hari Zhang Lin berlutut di depan kediaman kaisar Fang Yi. Panas dan hujan selama lima hari berturut-turut terus menerpa tubuh mungilnya, namun permohonan ini belum juga dapat meluluhkan hati kaisar Fang Yi. Hingga akhirnya Zhang Lin menyerah dan tiba-tiba berdiri, pergi meninggalkan kaisar Fang Yi tanpa kata-kata. Dia pergi ke kamarnya dengan lutut yang masih lemas dan keram. Tanpa kata pamit dan tanpa kata ijin, Zhang Lin meninggalkan kediaman kaisar Fang Yi.


Sampai di kamarnya, dia memanggil Hudie, namun Hudie tidak kunjung datang ke kamarnya. Dia mulai bingung. Akhirnya dia meninggalkan istana secara diam-diam mencari Hudie di bukit kupu-kupu perak, namun Zhang Lin tidak menemukan Hudie dimana pun. Dua hari Zhang Lin menunggu di bukit itu, tidak ada tanda-tanda keberadaan Hudie.


Di istana, sehari setelah permaisuri masuk ke dalam kamarnya, tak ada tanda-tanda permaisuri untuk keluar atau makan. Ketiga anaknya mulai cemas dengan keadaan ibunya, mereka mencoba memasuki kamar ibunya. Namun pintu itu telah diblokir oleh aray ibunya. Selama seharian ketiga anaknya mencoba buka aray pintu itu. Akhirnya setelah aray pintu berhasil dibuka, mereka terkejut saat melihat ibunya tidak ada disana.


"Yang mulia. Yang mulia kaisar. Tolong bukalah. Jangan marah lagi. Tolong buka pintu ini." panggil Jian mengetuk-ngetuk pintu kamar kaisar Fang Yi.


"Yang mulia. Aku mohon. Tolong bukalah. Permaisuri menghilang. Dia tidak ada di kamarnya." panggil Jiantou mencoba memberitahu kaisar Fang Yi.


Kaisar Fang Yi terkejut setelah mendengar berita dari ketiga anaknya. Tidak mungkin Zhang Lin pergi. Dia sedang hamil tua. Dia tidak mungkin pergi dari istana ini.


"Dimana permaisuri? apa yang terjadi?" tanya kaisar Fang Yi.


Ketiga anaknya menceritakan semuanya. Kaisar Fang Yi mulai cemas dan memerintahkan semua orang untuk mencari ke seluruh kerajaan. Kaisar Fang Yi dan ketiga anaknya terus mencari istrinya yang tiba-tiba saja pergi. Saat itu kaisar Fang Yi sangat takut, ini berhubungan dengan orang itu. Dia takut istrinya diculik oleh orang itu.

__ADS_1


Siang dan malam seluruh penghuni kerajaan mencari keberadaan permaisuri, namun tidak ada yang berhasil menemukan jejak permaisuri dimana pun.


*****


Di bukit kupu-kupu perak. Akhirnya Zhang Lin dapat menemui Hudie.


"Hudie, kemana aja sih. Tahu gak sih kalo rumah tanggaku diujung tanduk. Gara-gara misi ke-7, kaisar Fang Yi marah dan tidak mau menemuiku." ucap Zhang Lin terus berbicara dan marah-marah tanpa henti.


"Sudah ngomongnya? hadeuh, tidak tahu apa, aku habis begadang nih semalaman baca noveltoon. Tanggung tahu sedikit lagi selesai." ucap Hudie dengan santai.


"Hudieeee!" teriak Zhang Lin kesal dengan alasan yang tidak masuk akal.


"Iya, iya, aku disini. Tidak perlu teriak kencang begitu juga dong. Aku belum tuli." teriak Hudie dengan kesal.


"Terus bagaimana, apa misi ke-7 ini tidak bisa diganti atau ditukar tambah gitu?" tanya Zhang Lin kesal.


"Emang misi ini kamu kira HP kamu yang butut itu apa?" ucap Hudie sambil menepuk keningnya


"Misi itu tetap harus dilaksanakan, karena itu jalan kamu untuk pulang. Putri kamu harus menjadi anak angkat kaisar Xiao San dan tinggal di kerajaan itu. Masalah kaisar Fang Yi, sebentar lagi hatinya juga akan luluh setelah tahu kamu pergi dari istana. Dia kan bucin akut sama kamu." ucap Hudie penuh percaya diri dengan kedipan matanya.


"Jadi kamu sengaja tidak mau menemuiku, agar aku pergi dari istana dan mencarimu kesini. Karena jika aku pergi, kaisar Fang Yi akan mencariku, seakan aku pergi meninggalkan dia, dan kepergianku bisa dijadikan alasan agar hatinya luluh, gitu?" tanya Zhang Lin kesal dengan rencana liciknya yang membuat Zhang Lin kesulitan.


"Bingo. Ternyata otak kamu cerdas juga." ucap Hudie sambil mengangkat ibu jarinya ke arah Zhang Lin.


"Ck.. Ck.. Gini nih kalau kebanyakan baca noveltoon yang genrenya drama. Jadi kebawa ke alam nyata, hah." ucap Zhang Lin menghela napasnya karena tak percaya.


"Sudahlah, tunggulah dua hari lagi disini. Kita bisa babar novel dulu disini alias baca bareng novel. Lumayan kan menghindari kaisar bucin akut selama dua hari lagi. Hahaha" ucap Hudie dengan bercandaan garingnya itu.


"Hah, kenapa aku bisa bertemu dengan kupu-kupu aneh seperti ini ya?" ucap Zhang Lin menghela napas lebih dalam.


"Hahaha. Sendirinya manusia aneh dari alam lain. Yang bucin akut juga sama suaminya." tawa Hudie meledek Zhang Lin tak mau kalah.


*****


Di istana, seluruh penghuni merasa cemas dengan permaisuri yang hilang. Kaisar Fang Yi terduduk diam, lemas tak berdaya. Pikirannya melayang dan terlihat sangat sedih. Dia khawatir dengan keadaan Zhang Lin dan anak dalam kandungan Zhang Lin.


"Apakah kau meninggalkanku lagi? apakah kau benar-benar menginginkan anak kita diberikan kepada kaisar Xiao San?" tanya kaisar Fang Yi dalam hati dengan cemas.


"Baiklah. Aku janji, jika kau kembali ke istana. Aku akan mengizinkanmu memberikan putri kita padanya." ucap kaisar Fang Yi dalam hati semakin resah.


Siang berganti malam. Malam berganti siang. Tak terasa sudah empat hari permaisuri Zhang Lin menghilang dari istana. Kaisar Fang Yi semakin cemas memikirkan bagaimana keadaan istrinya yang sedang hamil tua itu.


"Yang mulia" ucap Zhang Lin menyapa suaminya dan menyadarkan kaisar Fang Yi dari lamunannya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2