
Musim semi telah hadir...
Bunga bermekaran penuh keindahan...
Hati dipenuhi dengan cinta...
Jiwa dipenuhi dengan harapan...
Buah hati akan hadir dalam buaian...
Membawa penuh kebahagiaan...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
"Apa yang terjadi pada permaisuriku? apakah dia baik-baik saja?" tanya kaisar Fang Yi semakin cemas.
"Jawab yang mulia, hamba sudah memeriksa keadaan permaisuri Zhang Lin" ucap tabib istana pelan.
"Keadaan permaisuri baik-baik saja, namun tubuhnya sangat lemah yang mulia" ucap tabib istana kembali.
"Lalu kenapa dia tiba-tiba jatuh pingsan jika dia baik-baik saja?" tanya kaisar Fang Yi.
"Karena permaisuri..." ucap tabib istana semakin membuat kaisar Fang Yi penasaran.
"Permaisuri sedang mengandung yang mulia." ucap tabib istana melanjutkan.
"Apa? permaisuri hamil? istriku hamil? aku akan punya anak lagi?" teriak kaisar Fang Yi sambil melompat-lompat penuh kebahagiaan.
Kemudian kaisar Fang Yi memberikan sebuah kalung giok kepada tabib istana karena telah memberikan berita bahagia kepadanya dan seluruh istana.
"Sayang.. Sayang kau dengar itu? kita akan memiliki anak lagi. Kita akan punya anak lagi" ucap kaisar Fang Yi memeluk istrinya penuh kegembiraan.
"Iya. Aku tahu. Aku tahu" ucap Zhang Lin sangat bahagia mendengar berita ini.
Kedua anaknya juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Mereka melompat-lompat gembira.
"Ibu permaisuri, jika adikku seorang wanita aku akan mengajarinya memanah. Dia akan aku jadikan murid pertamaku" ucap Jiantou sambil menggoyangkan tangan Zhang Lin.
__ADS_1
"Ibu permaisuri, aku juga. Jika adikku seorang laki-laki aku akan mengajarinya belajar pedang. Dia akan aku jadikan murid pertama dan kesayanganku" ucap Jian sambil memeluk Zhang Lin.
Zhang Lin hanya tertawa mendengar anak yang masih dalam kandungannya sudah diperebutkan oleh kedua kakaknya.
"Terus kalian tidak ada yang memilih Ibu permaisuri yang sangat baik ini? kenapa hanya memilih adik kalian yang belum terlihat?" ucap Zhang Lin menggoda kedua anaknya.
"Kalo kamu pastilah aku yang akan memilih, karena kamu hanya milikku" ucap kaisar Fang Yi menarik lembut Zhang Lin dalam pelukannya.
Zhang Lin tersipu malu dan hanya tersenyum bahagia melihat keluarga kecilnya bahagia.
*****
"Apa? permaisuri hamil?" ucap Fang Tse sambil mengepal tangannya dengan penuh kemarahan.
Pangeran Fang Tse mendapatkan berita dari mata-mata yang dia tempatkan di kediaman kaisar Fang Yi. Dia merasa sangat marah ketika mengetahui berita kehamilan permaisuri Zhang Lin. Dia sangat membenci saat mengetahui bahwa kaisar Fang Yi dan permaisuri Zhang Lin hidup bahagia di atas penderitaan pangeran Fang Tse.
Selama beberapa tahun ini pangeran Fang Tse bersama orang itu telah bekerja sama membentuk pasukan khusus yang terlatih dan hebat untuk menyerang kerajaan Fang dan merebut tahta itu dari kaisar Fang Yi.
"Paman, apakah kita sudah boleh menyerang kerajaan Fang?" tanya pangeran Fang Tse.
"Belum. Tunggu beberapa tahun lagi. Kita masih belum cukup melatih pasukan ini. Kau harus sabar selama 7 tahun lagi" ucap pria tinggi itu.
"Tapi paman? kakakku kaisar Fang Yi sudah terlalu lama berbahagia. Aku ingin dia merasakan rasa sakit ini. Aku ingin dia merasakan rasanya kehilangan orang yang paling dia cintai" ucap pangeran Fang Tse memukul tembok hingga hancur untuk melampiaskan amarahnya.
"Dengar! apa kamu mau usahamu selama bertahun-tahun sia-sia hanya karena amarahmu yang seperti ini, hah?" teriak pria tinggi itu disertai tamparan yang keras.
Akhirnya pangeran Fang Tse terdiam dan hanya mengikuti perkataan pria tinggi itu. Kemudian pria tinggi itu pergi meninggalkan pangeran Fang Tse seorang diri. Selama bertahun-tahun ini, pangeran Fang Tse tinggal bersama kakak dari ibunya. Pria itu sangat dipercaya oleh ibunya bisa menjaga dan membantu pangeran Fang Tse merebut tahta dari tangan kaisar Fang Yi.
Selama bertahun-tahun dia bersama pamannya, membentuk pasukan khusus untuk melawan pasukan kerajaan Fang. Pangeran Fang Tse penuh percaya diri dapat merebut tahta itu kembali dan bisa membunuh semua keluarga kaisar Fang Yi dengan kejam untuk melampiaskan semua dendamnya.
Bahkan pangeran Fang Tse secara diam-diam telah membuat sebuah ramuan yang sangat mematikan yang dapat membunuh 100 orang dalam sekali lemparan. Ramuan itu akan digunakan dalam pemberontakan yang akan dipimpin oleh pangeran Fang Tse sendiri untuk merebut tahta.
"Hahahaha.. Lihatlah kakak. Aku akan membuatmu menderita dan aku akan membunuh seluruh keluarga yang kamu cintai" ucap pangeran Fang Tse tertawa jahat.
"Salam yang mulia." ucap pelayan istana yang langsung menghentikan tawanya.
"Ada apa? katakan?" tanya pangeran Fang Tse.
"Dua hari lagi permaisuri Zhang Lin akan pergi ke luar istana bersama dengan kedua anaknya untuk pergi ke bukit kupu-kupu perak" ucap pelayan istana itu.
__ADS_1
"Pergi ikuti mereka dan laporkan semuanya" perintah pangeran Fang Tse kepada pelayan istana itu.
Kemudian pelayan istana itu pergi dan meninggalkan pangeran Fang Tse.
*****
"Ibu permaisuri, apakah kita akan jadi pergi hari ini?" tanya Jian tidak sabar ingin keluar istana.
"Iya. Kita akan pergi ke bukit kupu-kupu perak tempat kamu dilahirkan. Ada yang perlu Ibu ambil disana" ucap Zhang Lin tersenyum.
"Apakah ayah kaisar tidak ikut dengan kita?" tanya Jiantou kecewa.
"Tidak. Ayah kaisar sangat sibuk dengan urusan kerajaan. Biarkan kita bertiga saja yang pergi. Hmm?" ucap Zhang Lin mencoba merayu putrinya.
"Baiklah. Tapi apakah kita boleh bertemu paman kaisar Xiao San?" tanya Jian penuh harap.
"Cobalah tanya ayah kaisar. Apakah dia memperbolehkan kita untuk pergi ke kerajaan Xiao?" ucap Zhang Lin.
Kedua putrinya langsung menghampiri ayahnya dan menanyakannya. Kaisar Fang Yi tentu saja memperbolehkan mereka bertemu dengan kaisar Xiao San, karena bagaimanapun juga kaisar Fang Yi pernah berjanji untuk mengijinkan istrinya bertemu dengan kaisar Xiao San. Akhirnya mereka bertiga pergi menuju bukit kupu-kupu perak. Mereka melakukan perjalanan dengan penuh kelelahan.
Setelah cukup lama perjalanan mereka. Mereka telah sampai di bukit kupu-kupu perak. Disana Zhang Lin mengingat masa lalu kelamnya ketika dia mengandung dan melahirkan seorang diri. Dia melamun saat kenangan pahit itu tiba-tiba hadir. Ada sedikit rasa sesak di hari Zhang Lin.
"Ibuu.. Ibuu.." panggil Jiantou menyadarkannya dari lamunan.
"Ada apasa sayang?" tanya Zhang Lin pelan.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang? apakah kita hanya diam saja disini?" tanya Jian mulai bosan.
"Istirahatlah semalam disini. Besok kita akan mencari bunga ajaib untuk adikmu yang pernah Ibu tanam di gua ini" ucap Zhang Lin penuh kelembutan.
Esok harinya mereka mulai mencari bunga itu. Namun seharian mereka mencari, tak ada satupun yang melihat bunga itu. Zhang Lin merasa aneh. Seharusnya bunga itu ada di dalam gua ini. Sekalipun ada orang yang masuk ke dalam gua, orang itu tidak akan bisa mencabut bunga itu. Mereka bertiga terus mencari.
"Ehm. Apakah mungkin harus menggunakan itu?" ucap Zhang Lin dalam hati teringat sesuatu.
Kemudian Zhang Lin mengeluarkan pedang biru dan panah pink milik kedua anaknya. Kedua senjata itu disatukan dengan diberikan sedikit energi dan benar saja dari kedua senjata itu tiba-tiba keluar kilatan cahaya yang membuat bunga ajaib itu terlihat. Zhang Lin mengambil bunga ajaib itu dan memasukannya ke dalam kantong ajaibnya bersamaan dengan kedua senjata anaknya.
"Ibu, senjata apakah itu? apakah aku boleh memilikinya?" tanya kedua anaknya secara bersamaan.
"Ini senjata yang keluar dari tubuh kalian. Kedua senjata ini keluar setelah kalian memakan bunga ajaib. Kedua senjata ini baru bisa kalian miliki saat kalian berusia 17 tahun" ucap Zhang Lin menjelaskan perlahan.
__ADS_1
"Kita sudah selesai. Apakah sekarang kita bisa ke istana bertemu paman kaisar Xiao San?" tanya kedua anaknya secara bersamaan.
~Bersambung~