
Takdir sedang bermain...
Memberikan luka sayatan dalam hati...
Mencoba menegur secara lembut...
Mengingatkan sang pemilik hati...
Cinta penuh liku dan kabut...
Kehilangan penanda ada cinta...
Kesedihan penanda ada rasa...
Takdir sedang bermain...
Membuktikan manakah cinta sejati...
~By:Fanisa/xiaochan520~
.
*****
"Sayang bangunlah. Aku mohon bangunlah. Ini sudah terlalu lama untukmu tidur. Bangunlah. Lihatlah semua orang ingin menemuimu. Apakah kau tidak lelah tidur sepanjang hari?" ucap kaisar Fang Yi berbisik pelan sambil menenggelamkan wajahnya di lengan istrinya.
"Aku mohon bangunlah." ucap kaisar Fang Yi semakin pelan sambil memeluk pinggang istrinya yang sedang tertidur membeku di atas ranjangnya.
Sepanjang malam membuat tubuh permaisuri menjadi semakin dingin dan kaku. Pagi itu, kaisar Fang Yi mencoba untuk membangunkan permaisurinya kembali.
"Sayang, bangunlah ini sudah pagi. Apakah kau tidak lapar?" tanya kaisar Fang Yi lembut sambil menyentuh pipi istrinya lembut.
"Ibu permaisuri. Aku akan memanggil Qiang De untuk membelikanmu roti kukus cokelat di dekat rumah kakek jendral atau mungkin Qiang De akan memanggil kakek jendral untuk membawakanmu roti kukus cokelat kesukaanmu. Bisakah kau bangun sekarang?" panggil Jian sambil menyentuh tangan lembut ibunya.
"Ibu permaisuri. Lihatlah aku membawakanmu buah persik. Kau sangat suka buah ini. Aku sengaja menyuruh pelayan istana untuk membawakan kepadamu. Lihatlah buah ini sangat segar. Sangat manis." panggil Jiantou sambil menunjukkan buah persik segar itu.
Namun sekali lagi, tidak ada respon apapun dari permaisuri. Selama dua hari itu tidak ada satupun dari mereka yang beranjak dari kamar itu. Semua berharap permaisuri akan bangun dan menyapa mereka dengan tersenyum lembut.
"Sayang. Jika kamu lelah. Aku akan membiarkanmu untuk tidur satu hari lagi. Tapi ketika besok matahari terbit, kamu harus berjanji padaku bahwa kamu akan bangun dan memelukku dengan erat. Ok?" ucap kaisar Fang Yi dengan suara semakin lirih dan serak.
Di malam kedua masih dalam keadaan yang sama. Semua masih duduk terdiam dalam kesedihan di kamar permaisuri. Kelelahan mulai terasa di tubuh semua orang. Namun rasa lelah itu ditahan karena kesedihan yang semakin mendalam.
"Salam yang mulia kaisar. Ada seorang wanita ingin menemui permaisuri" ucap pengawal istana di tengah rasa duka itu.
__ADS_1
"Siapa dia? apa yang dia inginkan?" tanya kaisar Fang Yi dengan wajah sinis.
"Wanita itu mengatakan, bahwa dia dapat membangunkan permaisuri dari tidurnya" ucap pengawal istana itu.
Kaisar Fang Yi terkejut mendengar berita itu. Dia langsung menghampiri wanita itu.
"Kau. Siapa kau? apakah kau benar-benar bisa membangunkan permaisuri?" tanya kaisar Fang Yi sambil melihat sosok wanita itu dengan tidak yakin.
"Salam hormat yang mulia. Semoga yang mulia panjang umur dan bahagia. Nama hamba Hudie, hamba seorang kenalan permaisuri. Hamba berasal dari bukit kupu-kupu perak" ucap Hudie mencoba meyakinkan.
"Benarkah? benarkah kamu berasal dari bukit kupu-kupu perak? benarkah kamu bisa membuat permaisuriku bangun dari tidurnya?" tanya kaisar Fang Yi dengan tegas.
Awalnya kaisar Fang Yi tidak yakin dengan wanita ini. Namun kaisar Fang Yi mencoba untuk mempercayai wanita ini, demi permaisurinya. Akhirnya kaisar Fang Yi membawa Hudie ke kamar permaisuri Zhang Lin. Hudie mencoba memeriksa tubuh permaisuri yang sudah membeku dan terasa sangat dingin.
"Maafkan hamba yang mulia. Maafkan jika hamba lancang. Namun setelah hamba memeriksa tubuh permaisuri, ternyata permaisuri belum meninggal yang mulia. Dia hanya dalam keadaan vegetatif. Biarkan hamba mencoba untuk mengobatinya" ucap Hudie tersenyum tipis.
"Keadaan vegetatif? apa itu?" tanya kaisar Fang Yi dengan perasaan bingung.
"Keadaan vegetatif adalah keadaan dimana seseorang mengalami disfungsi otak sehingga dia seperti dalam keadaan meninggal karena tidak menampakkan tanda-tanda kesadaran baik bernapas atau jantung berdetak." Hudie mencoba menjelaskan lebih detail.
"Apakah kau bisa memulihkan tubuh istriku dari keadaan vegetatifnya?" tanya kaisar Fang Yi penuh harapan.
"Hamba bisa memulihkan tubuh permaisuri kembali. Namun hamba punya syarat. Biarkan hamba sendirian di kamar ini untuk mengobati permaisuri. Jangan ada yang datang ke kamar ini atau mendekati kamar ini, sebelum pintu kamar ini terbuka" ucap Hudie tegas.
"Baik. Baiklah. Aku akan mengerahkan seluruh pengawal istana untuk menjaga istana timur dan tidak memperbolehkan siapapun mendekati istana timur." ucap kaisar Fang Yi sedikit tenang.
Kaisar Fang Yi memerintahkan agar seluruh rakyat di Kerajaan Fang mendoakan kesembuhan permaisuri Zhang Lin. Karena kaisar Fang Yi sangat mengetahui bahwa permaisuri Zhang Lin merupakan permaisuri yang sangat dicintai rakyatnya.
Hudie mulai mengobati Zhang Lin. Dia mencoba memberikan energi tenaga dalamnya kepada Zhang Lin. Hudie berusaha untuk menyembuhkan Zhang Lin. Tak terasa sudah seminggu Hudie mengobati Zhang Lin. Namun belum ada reaksi apapun dari tubuh Zhang Lin.
"Sis, bangun dong. Ini sudah seminggu. Kamu mau tidur berapa lama lagi? Kamu tidak lelah tidur terus?" ucap Hudie mengajak bicara tubuh Zhang Lin yang masih tertidur.
"Lihatlah. Kamu tidak kasihan dengan mereka. Suami dan anak-anakmu. Bangunlah. Kasihan mereka" ucap Hudie sedih.
Hudie terus melanjutkan pengobatannya. Waktu terus berjalan. Sebulan sudah permaisuri dalam keadaan vegetatif. Sampai akhirnya, permaisuri mulai memperlihatkan responnya. Secara perlahan-lahan jari-jari Zhang Lin mulai bergerak. Hudie sangat senang dengan respon itu.
"Zhang Lin. Apakah kau bisa mendengar suaraku?" tanya Hudie.
"Hmm" ucap Zhang Lin sambil membuka matanya secara perlahan.
"Hudie." panggil Zhang Lin pelan.
"Sudah. Tidak perlu bicara. Biarkan dirimu stabil dulu" ucap Huide sambil memeriksa nadi dan detak jantung Zhang Lin.
__ADS_1
Setelah yakin dengan keadaan Zhang Lin. Hudie membuka pintu dan menyuruh pelayan istana membawakan air hangat dan ramuan obat yang sudah diresepkan untuk permaisuri Zhang Lin.
"Yang mulai Kaisar. Yang mulia Kaisar. Pangeran. Putri" panggil Qiang De memanggil semua orang dengan tergesa-gesa.
"Ada apa? apa terjadi sesuatu dengan permaisuri?" tanya kaisar Fang Yi dengan rasa ketakutan.
"Tidak. Bukan itu yang mulia. Permaisuri sudah sadar. Permaisuri sudah sadar" ucap Qiang De tertawa bahagia.
Mendengar berita dari Qiang De. Semua terkejut dan langsung berlari menuju kediaman permaisuri. Namun setelah sampai di depan kamar permaisuri, semua dihentikan oleh seorang pelayan istana.
"Maaf yang mulia. Pesan dari nona Hudie. Semuanya harap menunggu disini sampai nona Hudie memandikan permaisuri." ucap pelayan wanita itu dengan sopan.
Semua berdiri di depan pintu kamar dan menunggu Hudie keluar dengan perasaan gelisah. Mereka semua sudah tidak sabar ingin bertemu dan memeluk permaisuri.
Setelah dua jam mereka menunggu. Hudie keluar dan menyuruh mereka semua untuk masuk. Kaisar Fang Yi dan ketiga anaknya memeluk permaisuri Zhang Lin dengan penuh kesedihan dan kerinduan. Mereka memeluk tubuh permaisuri dengan erat. Mereka semua melepaskan kecemasan dan hanya merasakan kebahagiaan.
"Uhuk. Uhuk." Zhang Lin terbatuk karena pelukan yang sangat erat itu dan menyadarkan semuanya untuk melepaskan pelukan itu.
"Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Zhang Lin lembut.
"Apakah kalian sangat merindukanku?" tanya Zhang Lin tersenyum lemah.
"Jika kalian sangat merindukanku. Mengapa kalian tidak membawakanku roti kukus cokelat dan permen buah persik?" ucap Zhang Lin yang tersenyum lebar sambil mengusap perutnya.
Tidak ada satupun yang mau beranjak pergi dari samping Zhang Lin. Semua ingin di dekatnya. Hari itu Zhang Lin dimanjakan dengan sangat baik. Semua ingin memberikan kasih sayang yang sangat besar untuk Zhang Lin. Semua menemani Zhang Lin tidur di kamar itu. Mereka tidak mau merasakan kehilangan permaisuri untuk kedua kalinya. Mereka tidak mau lagi merasakan rasa sakit di hati mereka karena kehilangan Zhang Lin.
Sinar matahari telah hadir di antara mereka. Zhang Lin menyuruh mereka untuk mandi dan makan. Membiarkan Zhang Lin duduk bersama Hudie untuk berbicara.
"Apakah kau tidak merindukanku, Hudie?" tanya Zhang Lin menggoda.
"Hahaha. Siapa yang merindukanmu? percaya diri sekali anda" ucap Hudie berpura-pura kesal.
"Aku datang kemari, bukan karena aku khawatir. Aku hanya tidak ingin kau mati muda" ucap Hudie sinis.
"Hahaha.. Baiklah. Dan aku yakin kau menyesal sudah membangunkan aku kan?" ucap Zhang Lin tertawa.
"Hmm, dasar permaisuri aneh." ucap Hudie sambil memalingkan wajahnya.
Mereka berdua tertawa bahagia. Kedua sahabat ini memang sangat aneh. Mereka seperti kucing dan anjing, namun saling menyayangi dan melindungi. Setelah urusan selesai, Hudie pergi dan meninggalkan istana. Kaisar Fang Yi menyuruh penghuni istana untuk memberikan makan kepada seluruh rakyat dan penghuni istana sebagai rasa syukur atas kesembuhan permaisuri. Semua rakyat diberikan makanan lezat sebagai ucapan terima kasih atas doa mereka untuk kebaikan permaisuri.
Setelah keadaan Zhang Lin sudah stabil, Zhang Lin mulai bertindak dan masih berusaha untuk terus menyelidiki siapa dibalik kejahatan ini. Sudah banyak yang orang itu lakukan dan sekarang Zhang Lin sudah tidak bisa bersabar lagi. Dia benar-benar serius untuk mencari pelaku utama dari setiap masalah di kerajaan Fang.
Kaisar Fang Yi sedang berada di kediaman permaisuri Zhang Lin. Tiba-tiba datang seorang pelayan istana memberitahukan bahwa ada utusan dari kerajaan Xiao. Kaisar Fang Yi dengan perasaan kecewa karena masih ingin bermesraan dengan istrinya, akhirnya bangkit dan menghampiri utusan itu.
__ADS_1
"Salam yang mulia. Semoga yang mulia panjang umur. Hamba utusan dari kerajaan Xiao, ingin memberikan surat undangan dari kaisar Xiao San" ucap pengawal utusan itu sambil memberikan surat undangan.
~Bersambung~