Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 43 : Keterpurukan Kaisar Fang Yi!


__ADS_3

Takdir


Ketika dia hadir semua manusia gelisah


Apakah takdir itu membawa suka


Ataukah takdir itu membawa duka


Hidup seorang insan penuh misteri


Hanya takdir yang kan menjawabnya


Semua insan hanya mampu menunggu


Apakah suka atau duka yang dibawa


Faktanya takdir itu akan mempermainkan


Mempermainkan hati terdalam seorang insan


(By:Fanisa/xiaochan520)


...*****...


"Apakah begitu banyak kesedihan di hidupmu, sayang? mengapa kamu tidak membagi kesedihanmu kepadaku? apakah kamu tahu bahwa aku juga sangat takut kehilanganmu? mengapa kamu menyimpan semua kesulitan dan kesedihan itu sendirian?" ucap kaisar Fang Yi menggenggam kedua tangan Zhang Lin dan menundukkan kepalanya di tubuh Zhang Lin.


"Aku mencintaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku mohon sadarlah. Aku mohon jangan membuatku khawatir. Sudah cukup aku banyak kehilangan orang yang aku sayang. Aku mohon kamu jangan ikut bersama mereka untuk meninggalkanku juga. Aku mohon bangunlah. Aku mohon.." ucap kaisar Fang Yi yang menangis sambil memeluk istrinya.


kesedihan itu semakin dalam dan terasa tak berujung. Selama berhari-hari kaisar Fang Yi terus menemani istrinya. Dia merawat, menjaga dan menemani istrinya dengan baik dan sangat berhati-hati.


"Sayang, mengapa kamu belum bangun juga? apakah kamu sangat lelah, hm?" ucap kaisar Fang Yi dengan suara serak karena berhari-hari selalu terjaga dan belum beristirahat.


"Salam yang mulia, ini hamba bawakan tonik untuk kesehatan yang mulia." ucap kasim Wen memberikan semangkuk tonik untuk menambah energi.


Sejak istrinya tak sadarkan diri, kesehatan kaisar Fang Yi pun juga semakin menurun. Dia melupakan bahwa di dalam dirinya masih terdapat racun ganas yang dapat menyerangnya. Dia juga harus menjaga imun tubuhnya, agar racun itu tidak menyebar dengan cepat.


"Taruh saja disana. Aku belum ingin meminumnya." ucap kaisar pelan dan menolaknya.

__ADS_1


Kasim Wen tak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa membiarkan kaisar Fang Yi terjebak dalam kesedihannya.


"Ayah kaisar, sebaiknya istirahat saja. Biarkan kami yang menjaga permaisuri." ucap Jiantou sedih.


Ketiga anaknya tak berdaya melihat kedua orang tuanya seperti ini. Mereka selama berhari-hari berusaha untuk memantau kesehatan kedua orang tuanya.


"Uhuk.. Uhuk.." kaisar Fang Yi tiba-tiba terbatuk dan memuntahkan darah hitam.


"Ayah kaisar.." teriak Jian yang terkejut.


"Ayah kaisar apakah kamu baik-baik saja? apakah obatmu sudah diminum?" tanya Jiantou sangat panik.


Jiantou mencoba memeriksa keadaan ayahnya. Karena hanya dia yang dapat mewarisi ilmu pengobatan yang dimiliki oleh ibunya. Bahkan sebenarnya dia sudah bisa membantu ibunya untuk meracik obat khusus untuk menahan racun ganas yang ada di dalam tubuh ayahnya.


Jiantou memeriksa nadi dan aliran darah ayahnya. Dia terkejut bahwa racun ganas itu mulai mengalir ke dalam aliran darah ayahnya. Dia terlihat sangat panik dan mencari obat penahan racun di kamar ibunya.


"Ge, bantu aku mencari obat untuk yang mulia. Aku harap permaisuri masih menyimpan obat cadangan." ucap Jiantou kepada kakaknya.


Mereka mulai mencari obat itu ke seluruh ruangan. Mereka mencari dengan rasa cemas, jangan sampai mereka terlambat memberikan obat itu.


"Ayah kaisar.. " teriak Fang Qiu yang membuat si kembar terkejut. Mereka panik dan langsung menghampiri ayahnya.


Selama mereka mencari obat itu, Jiantou terus memberikan energinya kepada ayahnya. Dia berusaha menahan racun ganas itu menyebar.


"Ketemu, obatnya ketemu." ucap Fang Qiu sangat senang dan berlari menghampiri kakaknya memberikan obat itu.


Jiantou langsung mengambil obat itu dan meminumkannya ke mulut kaisar Fang Yi. Dia terus memberikan energinya untuk mengeluarkan racun yang sudah sempat masuk ke dalam salah satu organ di dalam tubuh ayahnya. Butuh waktu yang lama untuk menstabilkan racun di dalam tubuh ayahnya dan itu membuat Jiantou kelelahan.


"Kamu tidak apa-apa?" ucap Jian cemas.


"Hm, aku baik-baik saja. Hanya saja energiku sudah habis. Aku butuh istirahat. Tolong jaga yang mulia." ucap Jiantou lemah dan akhirnya pingsan.


Jian bersama Fang Qiu mengangkat Jiantou dan membawanya ke ranjang di kamar yang sama dengan ayah dan ibunya. Selama dua hari Jiantou tak sadarkan diri, energi yang dikeluarkan terlalu banyak dan membuat tubuh Jiantou melemah.


Di hari ketujuh permaisuri siuman. Dengan mata yang masih sedikit tertutup, dia samar-samar melihat sosok suaminya yang tertidur di sampingnya dengan wajah yang pucat dan sedikit membiru.


"Hm." ucap Zhang Lin yang membuat ketiga anaknya terkejut.

__ADS_1


Mereka langsung menghentikan makan mereka dan menghampiri ibunya.


"Yang mulia permaisuri sudah bangun? apakah sudah lebih baik?" tanya Jian sambil memegang lembut tangan ibunya.


"Hm, aku baik-baik saja sayang." ucap permaisuri Zhang Lin tersenyum sambil memandang ketiga anaknya yang terlihat sangat kurus dan pucat.


Permaisuri Zhang Lin mencoba bangun dan duduk di atas ranjang. Dia memeluk ketiga anaknya penuh kasih sayang. Dia mencoba untuk menenangkan ketiga anaknya yang terlihat sangat cemas dan takut.


"Niang, baik-baik saja. Kalian jangan khawatir." ucap Zhang Lin dan kembali memeluk ketiga anaknya.


"Ada apa dengan kaisar? Mengapa dia tidak sadarkan diri?" tanya Zhang Lin dengan suara lemah dan penasaran.


"Yang mulia sudah empat hari tak sadarkan diri. Tubuhnya sangat lemah, dia terlalu fokus menjaga permaisuri hingga dia melupakan untuk menjaga kesehatannya sendiri. Dia tidak tidur selama tiga hari dan dia lupa untuk meminum obatnya." ucap Jian sangat sedih.


"Niang, yang mulia sangat mencintaimu. Dia benar-benar terpuruk saat melihat keadaanmu. Dia sangat takut kamu meninggalkannya." ucap Fang Qiu sambil menangis kencang.


Zhang Lin dengan tubuh yang masih lemah, terus mendengarkan cerita anak-anaknya. Dia tidak menyangka bahwa suaminya akan menjadi terpuruk seperti ini. Dia mengusap lembut pipi suaminya dan terus menatapnya dengan rasa bersalah.


"Jiantou, ambilkan ibu pisau kecil." ucap Zhang Lin namun pandangannya masih terus tertuju ke suaminya.


"Ini yang mulia." ucap Jiantou sambil memberikan pisau kecil itu.


Permaisuri Zhang Lin mengambil pisau itu dan langsung menyayat telapak tangan kirinya, hingga membuat sebuah luka goresan yang sangat dalam dan lebar. Darah merah segar terus mengalir dari telapak tangannya dan darah itu dia minumkan ke dalam mulut suaminya.


Permaisuri Zhang Lin memberikan 5 tetes darah ke dalam mulut suaminya. Kemudian dia membalut luka itu agar darah segera berhenti. Permaisuri Zhang Lin mengeluarkan sebuah kantong ajaib dan mengeluarkan sebuah pil berwarna merah darah yang berasal dari benih bunga ajaib. Dia memasukan pil itu.


"Sayang, kamu istirahat dulu ya. Pasti kamu sangat lelah selama menjagaku." ucap Zhang Lin sambil mencium lembut kening suaminya.


Zhang Lin mencoba berdiri dan mengambil sebuah kantong khusus di lemarinya. Dia mengambil beberapa tanaman obat langka dan menyuruh Jiantou untuk merebusnya.


"Sayang, rebus tanaman obat ini dan bagilah rebusan obat itu menjadi lima mangkuk kecil." ucap Zhang Lin kepada Jiantou.


Tak lama kemudian Jiantou membawa lima mangkuk kecil rebusan itu.


"Kalian minumlah obat ini untuk mengembalikan energi dalam tubuh kalian." ucap Zhang Lin lembut.


Mereka semua meminum obat itu. Permaisuri Zhang Lin juga tak lupa meminumkan rebusan obat itu untuk kaisar.

__ADS_1


"Sayang, minumlah. Aku membuatnya khusus untukmu. Jika kamu sudah lebih baik. Aku mohon bangunlah." ucap Zhang Lin lembut sambil memeluk erat suaminya yang terbaring dengan lemah.


...~Bersambung~...


__ADS_2