
Musim semi yang seakan sirna...
Telah lama menjadi musim gugur...
Hanya ada kegersangan di hati...
Menunggu musim semi bersemi kembali...
Meskipun itu hanya sekedar mimpi hati...
Biarkan fatamorgana ini tetap melekat di hati...
Walau tak ada asa lagi yang akan hadir...
Namun hati tetap sama dan tak terganti...
Walau pujaan hati telah berpaling...
Namun hati ini tetap setia menanti...
Cinta ini tak perlu memiliki...
Cukup bahagia jika hanya jadi perisai diri...
Pengorbanan cukup sebagai tanda cinta di hati...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
"Ibu, senjata apakah itu? apakah aku boleh memilikinya?" tanya kedua anaknya secara bersamaan.
"Ini senjata yang keluar dari tubuh kalian. Kedua senjata ini keluar setelah kalian memakan bunga ajaib. Kedua senjata ini baru bisa kalian miliki saat kalian berusia 17 tahun" ucap Zhang Lin menjelaskan perlahan.
"Kita sudah selesai. Apakah sekarang kita bisa ke istana bertemu paman kaisar Xiao San?" tanya kedua anaknya secara bersamaan.
Zhang Lin tersenyum tanda setuju. Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke istana Xiao. Kedua anaknya sangat bahagia akan bertemu kembali dengan kaisar yang sudah dianggap sebagai pamannya sendiri, dan mungkin jika kaisar Fang Yi tidak datang kembali membawa pulang mereka. Mungkin kaisar Xiao San sudah menjadi ayah sambung mereka.
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Akhirnya mereka sampai di istana Xiao. Seluruh penghuni kerajaan sangat senang bisa bertemu kembali dengan Zhang Lin dan kedua anaknya. Mereka disambut dengan penuh kebahagiaan dan kasih sayang. Kaisar Xiao San sendirilah yang telah menyambut mereka di pintu istana barat.
"Salam yang mulia. Semoga yang mulia panjang umur." ucap Zhang Lin menyapa penuh senyuman bahagia.
"Salam paman yang mulia" ucap si kembar berlari menghampiri kaisar Xiao San dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Paman yang mulia. Aku sangat merindukanmu. Apa paman yang mulia sudah melupakanku?" tanya Jiantou sambil menunjukkan wajah kesalnya.
"Anak manis kesayangan paman. Kapan paman pernah melupakanmu, Hmm?" tanya kaisar Xiao San sedikit merayu sambil menggendong Jiantou.
"Masuklah. Paman sudah menyuruh pelayan istana menyiapkan banyak makanan lezat untuk kalian" ucap kaisar Xiao San sambil menggandeng tangan Jian dan menggendong Jiantou.
Mereka berempat akhirnya masuk ke dalam ruang makan dan menyantap makanan itu dengan lahap. Mereka saling mencurahkan kerinduan mereka satu sama lain setelah beberapa tahun tidak bertemu. Setelah makan Zhang Lin dan kedua anaknya diantarkan ke kediaman istana timur untuk beristirahat. Karena perjalanan yang cukup melelahkan dan mereka tertidur hingga malam hari.
Di malam hari para pelayan istana bersama kaisar Xiao San datang ke kediaman mereka dan mengajak mereka untuk makan malam. Setelah makan malam, kedua anaknya dibawa oleh para pelayan istana untuk beristirahat kembali. Sedangkan Zhang Lin dibawa oleh kaisar Xiao San untuk menemaninya.
Di bawah sinar bulan yang sangat indah dengan ditemani teh yang sangat harum. Mereka hanya terdiam tanpa ada satupun yang memulai untuk bicara.
"Yang mulia, bagaimana kabarmu?" ucap Zhang Lin mencoba memecahkan suasana kaku ini.
"Hmm, aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?" tanya kaisar Xiao San sambil melirik melihat wajah Zhang Lin yang sangat dia rindukan selama ini.
"Aku baik-baik saja." jawab Zhang Lin sedikit canggung
"Apakah kamu bahagia dengannya? apakah kamu sudah benar-benar memberikan seutuhnya cintamu padanya?" ucap kaisar Xiao San tiba-tiba memberikan pertanyaan yang membuat hati Zhang Lin sedikit terluka.
"Maafkan aku yang mulia. Maaf aku sudah melukaimu. Aku mohon lupakan aku. Kamu berhak untuk bahagia" ucap Zhang Lin dengan wajah penuh penyesalan.
"Apakah kamu sangat mencintainya? apakah benar sudah tidak ada harapan lagi untukku?" ucap kaisar Xiao San dengan suara lirih.
"Jadi aku benar-benar sudah tidak ada harapan walaupun hanya sedikit? Hahaha" ucap kaisar Xiao San tertawa namun penuh kekecewaan.
"Yang mulia, maafkan aku" ucap Zhang Lin merasa sedih dan mencoba menenangkan kaisar Xiao San.
"Aku hanya berharap di kehidupan berikutnya, aku bisa menjadikanmu istriku seutuhnya. Dan kamu benar-benar hanya menjadi milikku seutuhnya" ucap kaisar Xiao San yang tiba-tiba memeluk erat Zhang Lin hingga menekan perutnya.
"Ahh" teriak Zhang Lin merintih.
"Ada apa? apa perutmu sakit?" tanya kaisar Xiao San yang terkejut dan merasa bersalah karena telah menyakiti wanita yang paling dia cintai.
"Tidak apa-apa. Hanya saja perutku sedikit tertekan. Aku sedang mengandung yang mulia." ucap Zhang Lin menjelaskan sambil mengelus-elus perutnya.
"Apa? kamu hamil?" tanya kaisar Xiao San terkejut.
Zhang Lin hanya menganggukkan kepalanya saja sambil mengelus perutnya.
"Zhang Lin, bolehkah aku meminta sesuatu." ucap kaisar Xiao San.
"Hmm, apa yang mulia inginkan? anggap saja ini sebagai penebusan rasa bersalahku atas cintamu yang tak bisa aku balas" ucap Zhang Lin tersenyum.
__ADS_1
"Bolehkah aku menyentuh perutmu? bolehkah aku merasakan anak dalam kandungan kamu?" tanya kaisar Xiao San berharap.
Zhang Lin menganggukkan kepalanya tanda menyetujui keinginan kaisar Xiao San.
"Calon putriku sayang, aku berharap kamu bisa menjadi anakku nanti. Aku berharap kamu selalu sehat dan bahagia. Kamu bisa menjaga ibumu dengan baik" ucap kaisar Xiao San dalam hati sambil mengelus-elus perut Zhang Lin.
"Apakah dia seorang putri? pasti dia akan sangat cantik seperti dirimu!" ucap kaisar Xiao San dengan menatap penuh kebahagiaan.
"Hmm, aku harap dia akan menjadi putri yang cantik dan sangat sayang kepada keluarganya kelak" ucap Zhang Lin mengharapkan hal yang sama.
"Zhang Lin, bolehkah dia menjadi putri angkatku. Aku ingin memiliki anak darimu, meskipun itu bukan darah dagingku" ucap kaisar Xiao San penuh harap.
"Aku akan menanyakan ini pada kaisar Fang Yi. Jika dia setuju, aku akan menyetujui dia menjadi anak angkatmu. Tapi kamu juga harus berjanji satu hal padaku" ucap Zhang Lin pelan.
"Kamu harus menikah dan memiliki keluarga. Jika kamu memiliki keluarga. Tidak akan ada fitnah dan kamu bebas menemui putri angkatmu ini nanti" ucap Zhang Lin sambil mengelus perutnya dengan lembut.
"Haruskah aku menikah tanpa cinta?" tanya kaisar Xiao San.
"Aku tahu kamu tidak mau menikahi wanita yang tidak kamu cintai. Tetapi setidaknya kamu harus menikah untuk meneruskan keturunanmu dan membuat kerajaanmu tetap berdiri kuat. Aku yakin kamu akan jatuh cinta dengan istrimu nanti" ucap Zhang Lin meyakinkan perasaan kaisar Xiao San.
"Percayalah semua akan baik-baik saja. Aku memang tidak bersamamu. Tetapi kamu masih ada di dalam hatiku. Pernah ada dalam hatiku sebagai orang yang sangat berharga untukku. Aku hanya ingin melihatmu bahagia dan tidak sendirian menjalankan kerajaan ini" ucap Zhang Lin memohon.
"Jika itu keinginan dirimu. Baiklah, aku akan menikahi wanita terbaik dan memiliki keturunan darinya" ucap kaisar Xiao San sedikit terluka hatinya.
Setelah perbincangan yang penuh kesedihan itu. Mereka berdua kembali diam dan hanya menatap keindahan sinar bulan. Keduanya sama-sama berharap untuk kebahagiaan masing-masing. Dalam hati mereka, mereka berharap bahwa mereka akan memiliki kehidupan yang bahagia.
Malam semakin larut. Tak ada satupun yang beranjak dari dinginnya udara di luar. Kaisar Xiao San masih berharap bisa memiliki waktu lebih lama bersama Zhang Lin, namun dia tidak boleh egois. Akhirnya kaisar Xiao San memutuskan untuk kembali ke istana.
"Ayo kita masuk. Tidak baik untuk kesehatanmu dan bayimu." ucap kaisar Xiao San.
Saat mereka berdua ingin beranjak dari taman itu, Hati Zhang Lin terasa perih dan tak mampu untuk menahannya lagi.
"Aku sangat menyayangimu yang mulia. Aku sangat ingin melihatmu bahagia. Jangan lukai hatimu sendiri. Aku mohon bangkitlah dan carilah kebahagiaan untuk dirimu sendiri. Kamu sangat berharga untukku yang mulia. Hiks.. Hiks.." ucap Zhang Lin dan mulai meneteskan air matanya.
Dia benar-benar merasa sangat bersalah. Dia tidak mungkin bersama kaisar Xiao San, karena dia sangat mencintai suaminya. Namun dia juga tidak bisa melihat kesedihan dalam mata kaisar Xiao San. Dalam mata itu tersirat cinta yang sangat tulus.
"Aku tahu. Aku berjanji bahwa aku akan baik-baik saja. Aku akan mencari kebahagiaan hidupku. Namun aku mohon jangan coba untuk melarangku untuk tetap mencintaimu hingga aku mati" ucap kaisar Xiao San sambil memeluk erat Zhang Lin.
Malam itu menjadi malam terakhir kaisar Xiao San dapat merasakan kehangatan pelukan Zhang Lin. Dia tahu malam itu akan menjadi malam terakhir untuknya melihat Zhang Lin dari dekat dan bersamanya sepanjang malam.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan beristirahat dengan luka kesedihan di hati mereka masing-masing. Dan mungkin mereka berdua tidak akan melupakan kebersamaan mereka malam ini, seumur hidup mereka.
Biarpun rembulan bersinar sangat indah, namun suasana malam itu terasa sunyi dan menyakitkan bagi kaisar Xiao San dan Zhang Lin.
__ADS_1
~Bersambung~