Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 26 : Cintanya Masih Ada! (Part 2)


__ADS_3

Musim semi yang seakan sirna...


Telah lama menjadi musim gugur...


Hanya ada kegersangan di hati...


Menunggu musim semi bersemi kembali...


Meskipun itu hanya sekedar mimpi hati...


Biarkan fatamorgana ini tetap melekat di hati...


Walau tak ada asa lagi yang akan hadir...


Namun hati tetap sama dan tak terganti...


Walau pujaan hati telah berpaling...


Namun hati ini tetap setia menanti...


Cinta ini tak perlu memiliki...


Cukup bahagia jika hanya jadi perisai diri...


Pengorbanan cukup sebagai tanda cinta di hati...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Malam itu menjadi malam terakhir kaisar Xiao San dapat merasakan kehangatan pelukan Zhang Lin. Dia tahu malam itu akan menjadi malam terakhir untuknya melihat Zhang Lin dari dekat dan bersamanya sepanjang malam.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan beristirahat dengan luka kesedihan di hati mereka masing-masing. Dan mungkin mereka berdua tidak akan melupakan kebersamaan mereka malam ini, seumur hidup mereka.


Biarpun rembulan bersinar sangat indah, namun suasana malam itu terasa sunyi dan menyakitkan bagi kaisar Xiao San dan Zhang Lin.


"Ibu.. Ibu.. Bangun. Lihatlah!" panggil Jian berteriak membangunkan Zhang Lin.


Zhang Lin mencoba membuka matanya secara perlahan dan melihat sebuah kantong lucu berwarna pink.


"Lihatlah Ibu. Ini dari paman yang mulia untuk adik bayiku" ucap Jiantou penuh kegembiraan.


Zhang Lin memeriksa kantong itu. Kantong itu terlihat sangat cantik dan indah. Jahitannya sempurna dan sangat terlihat jelas bahwa kantong itu terbuat dari bahan berkualitas.


Zhang Lin terkejut dengan hadiah pemberian dari kaisar Xiao San. Kemudian dia langsung mandi dan bersiap-siap untuk bertemu dengan kaisar Xiao San.

__ADS_1


"Salam yang mulia." sapa Zhang Lin saat bertemu dengan kaisar Xiao San.


"Kamu sudah bangun? apakah tidurmu lelap?" tanya kaisar Xiao San penuh perhatian.


"Tidurku sangat lelap. Aku sangat nyaman tinggal di istana ini." ucap Zhang Lin lembut.


"Yang mulia. Apa maksud hadiah ini?" tanya Zhang Lin penasaran sambil menunjukkan kantong itu.


"Itu kantong pink yang sangat cantik untuk calon putri angkatku. Berikanlah padanya saat dia lahir. Di dalam kantong itu ada dua buah surat. Kantong itu tak akan bisa terbuka, jika belum waktunya tiba. Jadi simpanlah kantong pink itu baik-baik" ucap kaisar Xiao San.


"Tapi yang mulia, apakah ini pantas untuk hamba dan anak hamba?" ucap Zhang Lin merasa bersalah.


"Ini sangat pantas untukmu. Karena kamu sangat berharga untukku dan aku memberikan benda yang berharga juga untukmu dan putrimu. Jadi terimalah dengan baik" ucap kaisar Xiao San.


"Sudah jangan dibahas lagi. Ayo kita makan. Setelah itu aku akan mengajak kamu dan anak-anamu ke suatu tempat" ucap kaisar Xiao San.


Mereka berempat makan bersama dan saling bercanda satu sama lain. Ada kebahagiaan yang tak bisa diutarakan. Dan ada luka serta patah hati yang tak bisa dihilangkan. Kaisar Xiao San mencoba untuk tetap bertahan menjaga cinta sepihak ini dan Zhang Lin tetap bertahan untuk membuat bahagia kaisar Xiao San.


"Paman yang mulia, apakah tempatnya jauh?" tanya Jian.


"Tidak. Tempatnya tidak jauh. Hanya saja kalian berdua harus mengingat tempat ini. Jika suatu hari kalian harus kembali ke tempat ini." ucap kaisar Xiao San penuh misteri.


Setelah cukup lama perjalanan yang ditempuh. Mereka sampai di sebuah taman kecil. Tidak ada yang aneh dengan taman itu. Taman itu penuh dengan pohon buah persik. Hanya saja setelah kaisar Xiao San membuka sebuah aray, Semua pohon buah persik bergerak dan saling bergeser membentuk sebuah gerbang. Gerbang itu sangat besar dan hanya bisa terbuka oleh sebuah plakat yang dipegang oleh kaisar Xiao San.


Setelah gerbang terbuka, mereka masuk ke dalamnya. Mereka sangat terkejut melihat yang ada di dalamnya. Disana terdapat ratusan ribu pasukan yang telah terlatih selama puluhan tahun. Pasukan itu sangat hebat dan luar biasa.


"Ini semua adalah pasukan yang sudah dilatih oleh kerajaan Xiao. Mereka semua sangat setia" ucap kaisar Xiao San menjelaskan.


"Lalu mengapa yang mulia menunjukkan pasukan rahasia ini kepada kami?" tanya Zhang Lin penasaran.


"Jika suatu hari nanti aku tidak ada lagi, aku ingin putri angkatku yang memimpin kerajaan ini. Jadi tolonglah lindungi pasukan rahasia ini ya." ucap kaisar Xiao San terlihat penuh kecemasan.


"Yang mulia, jujurlah padaku. Matamu tidak bisa membohongiku. Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Zhang Lin penuh kecemasan sambil memegang erat tangan kaisar Xiao San.


"Ada hal yang tidak bisa aku ceritakan saat ini. Karena aku masih penuh keraguan untuk membuktikan semua analisaku selama ini. Namun jangan cemas, semua akan baik-baik saja. Aku akan tetap memenuhi janjiku untuk melindungimu dan calon putri kita" ucap kaisar Xiao San penuh kelembutan.


Hari itu, Zhang Lin menyadari satu hal. Bahwa cinta yang dimiliki kaisar Xiao San melebihi cinta Fang Yi terhadap dirinya. Ketulusan yang diberikan untuk Zhang Lin mungkin tidak akan pernah bisa tergantikan. Sekalipun mereka tidak akan bersama, namun kenangan mereka akan selalu tersimpan dalam hati mereka masing-masing.


Kemudian plakat itu diberikan kepada Zhang Lin. Zhang Lin menerima plakat itu dan menyimpannya dengan baik. Dia berjanji apapun yang akan terjadi di masa depan. Dia tidak akan membiarkan kaisar Xiao San terluka lebih dalam lagi.


Di barak rahasia itu, kaisar mengenalkan Jian dan Jiantou kepada seluruh pasukan rahasia. Disana si kembar berlatih pedang dan memanah dengan para jendral besar pasukan rahasia itu.


"Anakmu semakin hebat. Aku sangat bangga dengan mereka" ucap kaisar Xiao San dengan perasaan terharu.


"Setelah usia 17 tahun, aku percaya mereka akan semakin hebat. Aku sangat yakin mereka akan menjadi kaisar dan jendral besar menggantikan ayah dan kakeknya. Mereka akan menjadi pemimpin yang bijaksana bagi kerajaan Fang." ucap Zhang Lin tersenyum.

__ADS_1


"Yang mulia apa kau mau tahu satu rahasia dariku?" tanya Zhang Lin pelan.


"Kerajaanmu akan menjadi kerajaan besar di bawah pimpinan putri angkatmu. Kerajaanmu akan menjadi pelindung untuk kerajaan kakaknya." ucap Zhang Lin.


Kaisar Xiao San yang mendengar kata-kata Zhang Lin tersenyum tipis dan mengatakan:


"Jadi kamu sudah tahu apa yang akan terjadi di masa depan" tanya kaisar Xiao San terkejut.


"Hmm" Zhang Lin tersenyum tipis.


"Aku harap jika saatnya tiba, aku masih memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu" ucap kaisar Xiao San.


"Aku harap kamu selalu bahagia dan panjang umur yang mulia" ucap Zhang Lin dengan sedikit kesedihan.


Bagaimanapun perasaan itu masih ada. Cinta musim semi itu masih melekat. Tak akan ada yang mampu untuk menghapuskan, meskipun musim gugur menggugurkan bunga musim semi itu.


Setelah latihan yang cukup lama. Mereka semua meninggalkan barak dan kembali ke istana. Si kembar langsung mandi dan beristirahat di kamar. Sedangkan Zhang Lin masih sibuk menjahit sebuah mantel dingin untuk kaisar Xiao San. Sepanjang malam Zhang Lin terus menjahit mantel dingin untuk kenangan terakhir darinya untuk kaisar Xiao San. Dengan dibantu oleh kekuatan dalam dirinya, dia bisa membuat mantel dingin dalam semalam. Mantel itu dibuat dengan sangat indah dan dapat memberikan kehangatan yang luar biasa.


Tok.. Tok.. Tok..


"Yang mulia, apakah kamu sudah bangun?" tanya Zhang Lin mengetuk kediaman kaisar Xiao San di pagi hari.


"Bisakah kita berbicara sebentar sambil minum teh di taman bunga persik?" tanya Zhang Lin.


"Baiklah. Tunggu aku di sana pukul 9 pagi" ucap kaisar Xiao San dari dalam kamarnya.


Zhang Lin kemudian meninggalkan kamar kaisar Xiao San dan menyiapkan diri untuk pertemuan itu.


Saat di taman bunga persik, Zhang Lin melihat kaisar Xiao San sudah duduk terdiam menatap bunga-bunga yang ada. Sungguh indah suasana saat itu, bunga-bunga yang bermekaran seakan terpesona dengan ketampanan kaisar Xiao San.


"Yang mulia, maafkan hamba membuat yang mulia menunggu lama." ucap Zhang Lin.


"Tidak apa-apa. Duduklah. Mari kita nikmati teh persik hari ini" ucap kaisar Xiao San sambil meminum teh dalam cangkirnya.


"Yang mulia, besok hamba akan kembali ke istana. Hamba ingin menghabiskan hari ini dengan menemani yang mulia minum teh dan berbincang-bincang" ucap Zhang Lin tersenyum sedikit terluka.


"Uhuk . Apa? besok kamu kembali?" tanya kaisar Xiao San terkejut dan menumpahkan teh di mulutnya.


"Hamba sudah terlalu lama keluar istana. Hamba khawatir dengan keadaan kaisar Fang Yi. Di istana Fang terlalu banyak musuh yang ingin menyerang kaisar Fang Yi." ucap Zhang Lin cemas.


"Hmm.. Aku mengerti" ucap kaisar Xiao San sedikit menahan emosi cemburunya. Dia mencoba menahan rasa cemburunya di depan Zhang Lin.


"Yang mulia, aku mempunyai sesuatu untukmu" ucap Zhang Lin sambil memakaikan sebuah mantel dingin pada kaisar Xiao San.


"Ini untukmu. Aku sengaja membuatnya khusus untukmu. Pakailah saat dirimu mulai merasakan udara yang dingin. Jangan biarkan udara dingin menyentuh kulit lembutmu" ucap Zhang Lin tersenyum lebar.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2