
Kebahagiaan
Sebuah kata penuh makna
Sebuah kata sederhana
Membuat jiwa selalu hangat
Membuat hati selalu tenang
Membuat perasaan selalu bahagia
Kebahagiaan
Tak tersentuh dan tak terlihat
Namun mampu membuat segalanya lebih baik
(By:Fanisa/xiaochan520)
...*****...
"Putriku." ucap kaisar Fang Yi dengan lirih saat melihat putrinya yang terlihat sudah besar.
Kaisar Fang Yi memeluknya dengan erat, dia tidak menyangka dapat melihat putri Bianzie lagi. Dia terus memeluk putrinya dengan erat. Putri Bianzie yang sangat polos membalas pelukan itu.
"Ayah kaisar, putri ini merindukanmu." ucap Bianzie dengan suara yang sangat menggemaskan.
Mendengar suara putrinya, perasaan kaisar Fang Yi sangat bahagia. Dia merasakan pelukan yang hangat dan nyaman. Rasa rindu dan kehilangan seakan telah terobati.
"Ayah kaisar juga merindukan putri kecil ayah." ucap kaisar Fang Yi dengan suara serak menahan tangis.
__ADS_1
Si kembar membawa adiknya untuk melihat permaisuri Zhang Lin sedangkan kaisar Fang Yi menemani kaisar Xiao San.
"Bagaimana kabarmu? Terima kasih sudah merawat putriku dengan baik." ucap kaisar Fang Yi dengan lembut.
Kaisar Xiao San masih menatap kaisar Fang Yi dengan tajam, dia masih berdiri dari kejauhan dengan tatapan dingin. Kemudian dia berjalan ke arah kaisar Fang Yi dan berdiri tetap dihadapannya. Jarak mereka hanya sekitar 15 cm. Kaisar Xiao San masih menatap dalam diam.
Plaakk..
Bunyi sebuah tamparan mendarat di pipi kaisar Fang Yi hingga membuat bibirnya berdarah.
"Itu pantas untukmu. Aku sudah menyerahkan Zhang Lin padamu. Mengapa kamu tidak bisa menjaganya dengan baik?" teriak kaisar Xiao San dengan kencang.
Kaisar Fang Yi hanya bisa menerima tamparan keras dipipinya. Dia tidak membalas tamparan itu karena dia merasa bahwa dia memang pantas untuk mendapatkan tamparan ini.
"Aku tahu. Aku memang bukan suami yang baik. Aku sering membuatnya terluka dan bahkan aku sering membuatnya menangis. Aku memang pantas." ucap lemah kaisar Fang Yi yang benar-benar tertampar hingga ke hatinya yang paling dalam.
"Aku sudah mengikhlaskan wanita yang sangat aku cintai untuk bersamamu. Aku sudah mengubur rasa cintaku pada permaisuri. Tapi mengapa kamu sia-siakan dia? Kenapa kamu tidak menjaganya dengan baik? Bahkan kamu tidak memberitahu keadaannya. Mengapa kamu melakukan ini?" ucap kaisar Xiao San dengan penuh kesedihan.
"Ayah kaisar tidak bersalah. Dia juga sangat menderita. Paman kaisar jangan menyalahkan ayah kaisar seperti itu." ucap Fang Qiu lantang berusaha untuk membela ayahnya.
"Apa paman tahu, ayah kaisar juga sangat merasa bersalah? Apa paman tahu, kami semua hampir menjadi anak yatim piatu? Apa paman tahu bahwa ayah kaisar juga sangat menderita dan kehilangan ibunda permaisuri? Tolong jangan salahkan ayah kaisar." ucap Fang Qiu yang menangis dengan isak tangis yang terlihat sangat menderita.
Mendengar penjelasan dari Fang Qiu, kaisar Xiao San langsung menahan amarahnya dan duduk lemah tanpa berkata-kata lagi. Mereka terdiam dalam penderitaan yang sama. Tidak ada satupun diantara keduanya yang ingin melihat wanita yang dicintainya seperti ini. Bahkan saat ini sudah terlambat untuk saling menyalahkan. Semua benar-benar sudah terlambat.
"Aku harap ayah kaisar dan paman kaisar benar-benar harus menerima keadaan ini. Aku mohon jangan ada lagi saling menyalahkan. Aku tidak ingin permaisuri Zhang Lin semakin terpuruk. Tolong percaya kepada saudara-saudaraku. Aku yakin mereka dapat membawa permaisuri Zhang Lin kembali." ucap Fang Qiu dengan suara semakin serak karena menahan tangisan.
Akhirnya mereka bertiga hanya bisa menunggu di kediaman kaisar Fang Yi. Mereka hanya bisa menunggu kabar baik dari si kembar. Fang Qiu dengan sikap tenang berusaha melayani keperluan kaisar Fang Yi dan kaisar Xiao San sesuai dengan perintah Jian.
...*****...
"Jiantou, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Jian bingung.
__ADS_1
"Hm, biarkan aku memanggil Hudie dulu." ucap Jiantou dengan tenang.
Jiantou berusaha memanggil Hudie, kemudian Hudie mengarahkan mereka bertiga untuk mengambil senjata mereka masing-masing. Senjata mereka disatukan dan ketiganya menyalurkan tenaga dalam mereka ke arah senjata itu. Dengan kekuatan Hudie, ketiganya diberikan kekuatan tambahan agar mampu mengeluarkan semua kekuatan mereka ke dalam senjata mereka.
Sudah seharian mereka bertiga mengerahkan semua kekuatannya, hingga sebuah cahaya muncul. Tanpa diduga cahaya terang itu berubah menjadi sebuah bunga teratai yang sangat indah. Di dalam bunga teratai itu muncul sebuah benih berwarna putih yang memancarkan sinar kehijauan. Setiap helai kelopak bunga teratai itu terbang dan menghilang bersamaan dengan cahaya terang itu dan hanya meninggalkan sebuah benih berwarna putih. Benih itu ditangkap oleh Hudie dan dimasukan ke dalam mulut permaisuri Zhang Lin.
Benih yang masuk ke dalam tubuh permaisuri Zhang Lin berubah menjadi cahaya terang di dalam tubuhnya. Cahaya putih itu mengalir secara menyeluruh dan menyelimuti seluruh tubuh permaisuri Zhang Lin.
Hudie menyuruh ketiga anak itu untuk berhenti menyalurkan tenaganya. Ketiga menghentikan menyalurkan tenaga ke senjatanya dan menaruh kembali senjata itu ke dalam kantong ajaib milik permaisuri Zhang Lin.
"Kalian istirahatlah. Minum ini." ucap Hudie sambil memberikan cairan madu yang berasal dari lebah emas.
"Hudie, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jiantou masih merasa cemas.
"Hanya menunggu. Kita hanya perlu menunggu cahaya itu hilang." ucap Hudie singkat.
Tanpa bertanya lagi, si kembar membawa putri Bianzie untuk beristirahat. Mereka tidak ingin adiknya terlalu lelah. Mereka bertiga beristirahat di kamar Jiantou. Mereka tertidur dengan lelap selama seharian.
Saat mereka semua tertelap, kaisar Xiao San meminta ijin untuk melihat keadaan permaisuri Zhang Lin.
"Permaisuri." bisik pelan kaisar Xiao San saat melihat keadaan permaisuri Zhang Lin yang terbaring lemah.
"Hm, kamu harus hidup. Kamu harus kembali. Apa kamu tidak ingin melihat putrimu, hm?" ucap kaisar Xiao San pelan sambil memegang kedua tangannya.
"Aku selalu mencintaimu, meskipun kamu memintaku untuk melupakanmu. Sudah dua tahun kita tak bertemu dan kamu ingin pergi begitu saja. Kemana pun kamu pergi, aku pasti akan menemukanmu." ucap kaisar Xiao San lirih dan menitikkan air matanya.
"Bangunlah. Kami semua masih membutuhkan kamu. Kami disini masih mencintaimu. Kami masih ingin melihatmu. Aku mohon bangunlah." ucap kaisar Xiao San lirih dan mengecup lembut kening permaisuri Zhang Lin.
Saat bibir lembut kaisar Xiao San mengecup lembut kening permaisuri Zhang Lin, cahaya terang yang menyelimuti seluruh tubuh permaisuri Zhang Lin tiba-tiba menghilang. Kaisar Xiao San terkejut dan memeriksa keadaan permaisuri Zhang Lin. Saat kaisar Xiao San menyentuh tangan permaisuri Zhang, tiba-tiba tangannya merespon dan mata itu terbuka kembali.
"Zhang Lin" ucap kaisar Xiao San yang terkejut.
__ADS_1
...~Bersambung~...