
Hati itu nan suci...
Tak kan berubah karena duniawi...
Hati kan tergugah karena cinta...
Dasar dari damai dan bahagia...
Ketulusan yang kan merubah...
Kasih sayang yang kan memberi asa...
Hati rakyat nan suci...
Kan tergugah oleh sang raja bijak diri...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
Memang perlombaan sudah selesai. Namun dibenak Zhang Lin masih penasaran. Tidak mungkin hanya pejabat menteri logistik saja yang terlibat. Apalagi ini sudah memalsukan lencana ayah kaisar Fang Zhao. Pasti dibalik kasus ini ada orang penting yang selalu berdiri di samping kaisar yang mampu memalsukan lencana itu. Orang itu pasti sangat penting dan hebat yang bisa kapan saja mendekati ayah kaisar.
"Siapa orang itu?" tanya Zhang Lin dalam hati penuh penasaran.
Zhang Lin yang penasaran meminta Qiang De untuk menyelidiki lebih dalam lagi dan memfokuskan penyelidikan ke kediaman ayah kaisar Fang Zhao, permaisuri Wen Jie dan pangeran Fang Tse.
Gong...
Bunyi gong tanda perlombaan yang terakhir namun memiliki kesulitan paling besar.
"Kedua pangeran harap mendengarkan secara seksama mengenai peraturan perlombaan terakhir. Kedua pangeran diberikan kebebasan untuk melakukan cara apapun untuk menarik hati rakyat. Mereka diberikan waktu 2 minggu. Pilihan rakyat yang paling banyak akan diakumulasikan dengan perlombaan sebelumnya." ucap kasim Wen menjelaskan.
Mereka memulai perlombaan dengan cara mereka masing-masing. Seperti biasa pangeran Fang Tse yang selalu menganggap semuanya dapat dibeli dengan uang, mulai menarik hati rakyat dengan membawa makanan, obat-obatan dan pakaian layak untuk rakyat miskin.
Pangeran Fang Tse benar-benar menarik rakyat secara materil. Dia mengganggap itu adalah cara yang paling ampuh. Dengan janji manisnya dia berkata bahwa jika pangeran Fang Tse menjadi kaisar selanjutnya, dia akan membahagiakan rakyatnya. Tidak akan membuat kebijakan dan peraturan kerajaan yang akan membuat rakyatnya menderita.
"Hahaha.. Dasar rakyat bodoh. Hanya dengan sedikit makanan dan uang sudah dapat membeli hati kalian. Cuihh. Dasar rakyat miskin." ucap pangeran Fang Tse dalam hati sambil menghina dengan kasar.
Di lain pihak Zhang Lin yang masih menyamar sebagai pangeran Fang Yi, memiliki cara tersendiri untuk menarik hati rakyat. Zhang Lin mengubah tampilannya dengan memakai pakaian sederhana dan berbaur dengan rakyatnya. Dia mencoba mendengarkan semua keluh kesah rakyatnya. Dia mencoba mendengarkan keinginan rakyatnya.
__ADS_1
"Salam hormat yang mulia. Saya Lin She. Saya sudah mendengar semua kebajikan yang mulia lakukan untuk kami dan bahkan untuk para pemberontak di perbatasan. Hanya satu permintaan dari hamba kepada yang mulia, bisakah yang mulia membuat peraturan agar kami para perempuan mendapatkan perlindungan dari kejahatan para pejabat?" ucap Lin She penuh harap.
"Apa maksudmu? bisa kau jelaskan lebih jelas?" tanya Zhang Lin.
"Saya adalah salah satu dari banyak wanita yang menjadi korban kekejaman para pejabat. Mereka memberikan pajak yang tinggi kepada setiap keluarga. Sedangkan kami tak bisa membayar sebanyak itu. Ketika kami tak mampu membayarnya, kami dijadikan pemuas nafsu mereka sebagai pelunasan hutang kami yang tidak bisa kami lunasi. Kami disiksa oleh mereka, saat mereka merasa kami tidak bisa melayani mereka dengan baik. Tidak peduli berapa usia kami. Mereka semua memanfaatkan dan menyiksa kami. Bahkan pernah ada anak berusia 10 tahun dipaksa untuk melayani para pejabat itu selama sebulan lamanya. Dan ketika anak itu tak mampu lagi melayani, dia kembalikan anak itu ke orang tua. Dua hari kemudian anak itu meninggal karena kondisi kritis akibat penyiksaan mereka." ucap Lin She penuh kesedihan.
"Apa? Dasar pejabat bajingan!" ucap Zhang Lin penuh amarah dengan mata memerah dan berkaca-kaca.
Brakkk...
Suara meja yang dipukul hingga hancur membuat hening suasana di sekitar Zhang Lin. Bahkan membuat rakyat di sekitarnya sangat ketakutan.
"Jangan takut. Jangan takut. Aku tidak marah dengan kalian. Aku hanya marah dengan diriku sendiri dan keluarga kerajaan." ucap Zhang Lin mencoba menenangkan mereka.
"Lalu apakah ini adalah anak dari salah satu pejabat itu?" tanya Zhang Lin sambil melirik anak kecil yang sedang digendong oleh Lin She.
"Jawab yang mulia. Ini adalah anak pangeran Fang Tse." ucap Lin She penuh ketakutan.
"Apa? Apakah pangeran Fang Tse tau kebenaran ini?" tanya Zhang Lin dengan pelan.
"Jawab yang mulia. Pangeran Fang Tse sudah tahu dan bahkan dia menyuruh hamba untuk menggugurkan anak ini. Namun hamba diam-diam merawatnya. Karena bagaimanapun dia anak kandung hamba." ucap Lin She penuh kesedihan.
"Anak hamba sudah lama sakit yang mulia. Bahkan hamba tidak tahu kapan anak ini akan bertahan." ucap Lin She semakin sedih.
"Bolehkah aku yang merawat anak ini? bisakah aku yang melindungi anak ini?" tanya Zhang Lin penuh harap.
"Yang mulia, apakah yang mulia benar-benar bersedia merawat anak hamba yang miskin ini?" tanya Lin She penuh bahagia.
"Hmm, bagaimanapun dia adalah keponakanku. Dia menjadi tanggung jawabku sekarang. Aku akan mengangkatnya menjadi anakku dan melindunginya dengan baik. Aku akan memberikan nama anak ini Fang Qiu." Ucap Zhang Lin tersenyum.
"Hidup yang mulia. Hidup yang mulia. Terima kasih yang mulia. Terima kasih yang mulia atas kebaikanmu." seru Lin She bersujud sebagai rasa terima kasih..
"Wahai rakyatku. Aku tak bisa berjanji kepada kalian dengan kata-kata. Namun aku hanya bisa berkata bahwa aku akan membantu kalian dan mencoba mengubah nasib kalian. Walaupun pada akhirnya nanti aku tidak bisa menjadi kaisar. Namun aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu mendengarkan keluh kesah kalian semua dan memberikan kesejahteraan kepada kalian semua." ucap Zhang Lin penuh dengan keyakinan.
"Hidup yang mulia. Hidup pangeran Fang Yi. Panjang umur yang mulia." seru seluruh rakyat berteriak mendoakan pangeran Fang Yi.
Zhang Lin tersenyum bahagia melihat doa dari seluruh rakyatnya untuk kebahagiaan suaminya.
"Lihatlah suamiku. Dengarlah suamiku. Rakyatmu begitu mencintaimu. Aku juga mencintaimu pangeran Fang Yi. Aku ingin sekali bertemu denganmu dan anak-anak kita." tangis Zhang Lin terharu dan sedih.
__ADS_1
Setiap hari Zhang Lin selalu menghampiri rakyatnya dan mendengarkan keluh kesah mereka. Terkadang banyak rakyat tanpa sengaja tak sadar bersikap nonformal ketika berbicara dengan Zhang Lin. Rakyat merasa nyaman dengan kehadiran Zhang Lin dan sebaliknya Zhang Lin sangat bahagia berada di tengah kehangatan mereka. Tanpa intrik dan tanpa niat jahat. Mereka semua berbaur dan bersyukur dengan hidup mereka.
Dua minggu telah berlalu dan hari ini akan diadakan perhitungan pemilihan pangeran yang paling diterima di hati rakyat. Satu persatu rakyat memberikan suara untuk kedua pangeran.
Setelah pemungutan suara selesai. Mulailah perhitungan suara rakyat tersebut dan saat lembar terakhir dibacakan. Terpilihlah pangeran Fang Yi sebagai pangeran yang paling banyak menerima hati rakyat. Semua rakyat senang terlebih Zhang Lin. Karena dengan ini misi untuk menjadikan suaminya kaisar selanjutnya terselesaikan.
"Tidak. Tidak. Ini semua tipuan. Pangeran Fang Yi sudah melakukan penipuan. Dia telah mengancam semua rakyat untuk memilihnya. Ayahanda kaisar mohon keadilan untukku." ucap pangeran Fang Tse yang menuduh pangeran Fang Yi.
"Apakah kamu punya bukti bahwa pangeran Fang Yi telah melakukan kecurangan?" tanya kaisar Fang Zhao bersikap tenang.
Pangeran Fang Tse memberikan bukti-bukti palsu. Dia mencoba menuduh pangeran Fang Yi. Dengan vukti yang diberikan, sepertinya kaisar Fang Zhao mulai percaya dengan tuduhan pangeran Fang Tse. Namun bukti-bukti itu langsung ditepis oleh Zhang Lin.
"Qiang De bawa mereka kesini!" perintah Zhang Lin.
Akhirnya Qiang De membawa seorang pelayan wanita bernama Wen She dan seorang wanita bernama Lin She bersama anaknya Fang Qiu.
Permaisuri Wen Jie dan pangeran Fang Tse terkejut. Kenapa mereka semua ada disini. Zhang Lin menceritakan semuanya secara detail kepada kaisar Fang Zhao. Kaisar Fang Zhao sangat marah. Kaisar Fang Zhao tak percaya bahwa permaisurinya yang sekarang telah membunuh permaisuri terdahulu.
"Kau. Kau telah membunuh permaisuri kesayanganku? beraninya kau membunuh permaisuriku." tunjuk kaisar Fang Zhao dengan penuh kemarahan.
"Ampuni hamba kaisar. Hamba tidak melakukannya. Hamba tidak bersalah kaisar. Ini hanya tuduhan palsu yang ingin menjatuhkan hamba. Hamba sedang difitnah kaisar." ucap permaisuri Wen Jie penuh kebohongan dan menunjukkan wajah tidak bersalahnya.
"Pengawal bawa permaisuri Wen Jie ke penjara bawah tanah. Mulai sekarang dia bukanlah permaisuri kerajaan Fang, aku susah mencabut statusnya sebagai permaisuri. Dan untukmu pangeran Fang Tse, karena kamu telah memanfaatkan jabatanmu sebagai seorang pangeran dengan sewenang-wenang. Mulai sekarang aku mencabut statusmu sebagai seorang pangeran dan kamu berstatus sebagai rakyat biasa. Status pangeran sudah dihapuskan." ucap kaisar Fang Zhao penuh amarah meninggalkan perlombaan itu.
Akhirnya Zhang Lin dapat menyelesaikan semua misinya untuk saat ini. Zhang Lin membawa suami dan anak-anaknya kembali ke kediamannya. Akhirnya mereka semua dapat berkumpul kembali. Pangeran Fang Yi hanya tinggal menunggu untuk melakukan upacara penobatan sebagai kaisar kerajaan Fang selanjutnya.
"Selamat suamiku. Selamat untukmu sayang." ucap Zhang Lin sambil mengecup kening suaminya.
"Selamat ayah. Selamat ayah. Kami sangat bangga padamu." ucap si kembar sambil memeluk ayahnya dengan bahagia.
*****
Braaakk..
"Dasar berengsek kau pangeran Fang Yi. Aku akan membunuhmu. Kau akan merasakan penderitaanku dan menyesali semua hal yang telah kau lakukan padaku." ucap pangeran Fang Tse.
"Ibu.. Tidak.." ucap pangeran Fang Tse ketika mengetahui bahwa permaisuri Wen Jie bakan menerima hukuman meminum racun seperti yang pernah dilakukan oleh permaisuri terdahulu karena tuduhan penghianatan.
~Bersambung~
__ADS_1