
Pikiran tenang sebuah kunci...
Hati damai sebuah strategi...
Lihatlah sesuatu tanpa merendahkan...
Lihatlah ke depan tanpa kesalahan...
Strategi hebat datang dari ketenangan...
Strategi tepat datang dari keyakinan...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
"Anakku. Hanya tinggal satu kesempatanmu yaitu mendapatkan hati rakyat. Berikanlah makanan dan minuman kepada rakyatmu yang kelaparan agar mereka bisa mencintaimu dan buatlah rumor yang buruk tentang pangeran Fang Yi." ucap permaisuri Wen Jie dengan intrik jahatnya.
"Hahaha.. Lihat saja pangeran Fang Yi. Aku akan menjatuhkan kehormatanmu dan membuat anakku pangeran Fang Tse naik tahta." ucap permaisuri Wen Jie dengan sombong.
Semua pertarungan senjata telah dimenangkan oleh pangeran Fang Yi. Tidak ada yang menyangka bahwa pangeran Fang Yi merupakan seorang pangeran dengan keterampilan senjata terbaik di kerajaan Fang. Semua orang di dalam istana percaya, bahwa diam-diam jendral Zhang Ye telah mengajari kemampuan berperang kepada menantunya ini, sehingga pangeran Fang Yi terlihat sangat lihai dalam kemampuan senjatanya.
Hari ini merupakan perlombaan ke-2. Para ahli perang di kerajaan Fang ingin melihat kemampuan berperang kedua pangeran ini, karena bagaimanapun kemampuan berperang harus dimiliki oleh seorang kaisar yang nantinya akan memimpin pasukan di medan perang.
"Baiklah perlombaan akan segera dimulai." ucap jendral Zhang Ye.
Jendral Zhang Ye memberikan sebuah kasus. Dimana kedua pangeran harus memberikan pendapatnya tentang strategi apa yang harus dilakukan untuk menaklukkan para pemberontak di perbatasan kerajaan. Kedua pangeran akan diberikan waktu dua minggu untuk menaklukkan para pemberontak itu. Dimana para pemberontak harus dibawa hidup-hidup dan tak boleh ada pembunuhan disana.
Mereka berdua paham dan masing-masing pangeran membawa pasukan mereka masing-masing ke perbatasan. Mereka berusaha untuk menaklukkan pemberontak dengan strategi berperang mereka masing-masing.
Sampai disana para pangeran mendirikan tenda untuk mempersiapkan rencana mereka. Pangeran Fang Tse memiliki strategi untuk menaklukkan para pemberontak dengan kekerasan dan mengancam akan membunuh semua rakyat yang ada disana, tak peduli anak-anak, wanita, pria, ataupun orang tua. Semua akan dibinasakan karena sudah mengganggu stabilitas keamanan kerajaan.
"Putri, apa yang akan kita lakukan untuk masalah pemberontak ini?" tanya Qiang De sang pengawal rahasia.
"Siapkan baju rakyatku, aku akan menyamar dan masuk ke persembunyian mereka, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Zhang Lin dengan tegas.
"Apakah kamu yakin yang mulia? Aku takut anda akan terluka dan terjebak disana." ucap Qiang De penuh kecemasan.
"Tenang saja. Aku akan menyamar menjadi seseorang seperti mereka. Mereka tidak akan mengetahui kemampuan aku ini." ucap Zhang Lin menenangkan.
"Kau berjaga saja disini. Jangan melakukan pergerakan apapun selama aku pergi. Jika dari pihak pangeran Fang Tse melakukan sesuatu yang mencurigakan, beritahukan aku dan waspadalah." ucap Zhang Lin memerintahkan dengan tegas.
"Baik. Hamba akan melaksanakan dengan baik." ucap Qiang De.
Zhang Lin yang masih menyerupai tubuh pangeran Fang Yi menyamar menjadi salah satu dari para pemberontak itu dan masuk ke persembunyian mereka. Zhang Lin mulai berkeliling melihat dan menyelidiki apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh para pemberontak ini.
"Kakak, kenapa kamu disini? ketua sudah menunggumu untuk rapat di kamarmu." ucap salah satu pemberontak itu.
__ADS_1
Zhang Lin menuju ke tempat rapat itu. Disana terlihat ada 10 orang yang sepertinya memiliki peran penting dalam pemberontakan ini dan yang sedang berbicara adalah ketua mereka.
"Apa yang kau lihat? Duduklah! kita harus membicarakan hal penting." ucap ketua.
"Mata-mata kita mengatakan bahwa di sebelah barat dan timur sudah ada tenda yang berdiri tegak. Tenda itu merupakan tenda milik pangeran Fang Yi dan pangeran Fang Tse. Mereka berniat untuk menyerang kita. Karena itu kita harus mempersiapkan semua pasukan untuk menghalangi mereka masuk." ucap ketua penuh emosi.
"Maaf ketua, mengapa kita harus melakukan ini? Bukankah ini sama saja kita menyerahkan nyawa rakyat kita untuk dibunuh oleh para pangeran itu?" ucap Zhang Lin yang sedang menyamar.
"Bodoh. Apa kau lupa apa yang telah mereka lakukan pada kita? mereka sudah membuat kita kelaparan. Mereka sudah menindas kita dengan kejam, bahkan setiap tahun kita harus menyiapkan upeti kepada mereka dengan jumlah yang sangat banyak, sehingga rakyat kita harus menderita kelaparan, karena harus memberikan semua harta kita kepada kerajaan." ucap ketua penuh emosi.
"Apa? apakah ini yang sedang terjadi? siapa dalang sebenarnya? siapa yang telah mengadu domba antara pemberontak ini dengan kerajaan. Padahal kerajaan tidak pernah sekalipun mengambil upeti yang menyulitkan rakyatnya dan bahkan mereka sangat berani berbuat kejam menindas rakyat." ucap dalam hati Zhang Lin merasa ada yang aneh.
"Apakah kamu yakin bahwa yang menindas dan membuat kita kelaparan benar-benar dari kerajaan?" ucap Zhang Lin dengan tegas.
"Ck.. Ck.. Ck.. Kau sangat aneh hari ini. Bukankah kau yang menemui mereka dan mereka dengan kejam menindas kita atas nama kaisar Fang Zhao. Mereka memberikan kita lencana kerajaan dan berucap bahwa ini adalah perintah kaisar Fang Zhao." ucap ketua dengan mata memerah.
"Tidak. Tidak mungkin ini atas perintah ayah kaisar. Ayah kaisar tidak akan berani menindas rakyat. Hmm, ada yang sangat ganjal disini, dari mana lencana itu. Tidak mungkin ayah kaisar memberikannya." ucap dalam hatiĀ Zhang Lin semakin penasaran.
"Baiklah kita siapkan semuanya untuk melawan mereka. Jangan ragu untuk menyerang mereka kembali." ucap ketua penuh amarah.
Mereka pun pergi mempersiapkan peperangan ini. Zhang Lin memperhatikan sekelilingnya, terlihat bahwa semua anak-anak, orang tua dan perempuan sangat ketakutan serta tak berdaya.
"Aku harus segera mencari tahu. Ini mungkin perangkap musuh untuk menghancurkan kerajaan Fang. Aku yakin ini semua taktik adu domba untuk menghancurkan kerajaan Fang." ucap tegas Zhang Lin dalam hati.
Zhang Lin kembali ke tendanya dan menyuruh pengawal rahasia itu untuk mencari tahu semuanya. "Pergilah! Carikan semua jawaban dari semua masalah ini untukku." perintah Zhang Lin.
Braaak...
"Bangun!" teriak Zhang Lin sambil menyiramkan air ke seluruh tubuhnya.
"Ngh. Uhuk. Uhuk." pria itu tersadar dan melihat Zhang Lin penuh ketakutan.
"Ampun. Ampun, yang mulia. Hamba tidak bersalah. Hamba tidak tahu apa-apa. Percayalah kepada hamba yang mulia." ucap pria itu penuh ketakutan.
"Apakah benar kau yang bertemu dengan salah satu orang suruhan kaisar Fang Zhao dan menindas kalian? apakah kamu tahu siapa orang itu?" tanya Zhang Lin penuh intimidasi.
"Aku tidak tahu apa-apa yang mulia. Ampuni aku yang mulia. Aku mohon yang mulia." ucap pria itu ketakutan.
Zhang Lin melihat lebih dekat dan memberikan sebuah pil ke dalam mulutnya.
"Ini adalah pil kejujuran. Jika kau berbohong tubuhmu akan terasa tercambuk dan tercabik-cabik. Jadi sebaiknya kau katakan yang sebenarnya. Sebelum aku benar-benar marah. Katakan!" tatap tajam Zhang Lin.
"Aku sudah jujur yang mulia. Aku tidak tahu apa-apa. Percayalah yang mulia." ucap pria itu.
Tiba-tiba tubuhnya seperti tercambuk dan muncul goresan luka seperti tersayat karena kebohongan dari mulutnya. Tubuhnya penuh luka cambukan dan cabikan.
"Hahahaha.. Kau masih berani berbohong padaku? Katakan!" perintah Zhang Lin dengan menatap tajam padanya.
__ADS_1
"Hamba tidak berbohong yang mulia. Hamba sungguh difitnah. Hamba tidak bersalah." ucap pria itu kembali sambil menahan rasa sakit di tubuhnya karena muncul cambukan dan goresan luka yang bertambah banyak.
"Hahaha.. Teruslah berbohong kepadaku. Semakin banyak kau berbohong, semakin banyak luka cambukan yang akan muncul di tubuhmu." ucap Zhang Lin.
"Ampun yang mulia. Sebenarnya orang itu adalah benar-benar salah satu orang istana. Namun orang itu bukan suruhan dari orang kaisar Fang Zhao. Dia adalah pejabat di pemerintahan. Dia meniru lencana kaisar Fang Zhao dan menunjukkan kepada kami agar kami percaya. Semua upeti yang kami serahkan kepada mereka akan disimpan di gudang salah satu pejabat. Setiap upeti yang kami serahkan, mereka akan memberikan 1% upeti itu kepadaku sebagai upah karena telah mempengaruhi pemberontak itu." ucap pria itu menjelaskan.
Plaaak...
"Dasar berengsek! Kau tega mengkhianati saudaramu sendiri. Kau lebih kejam dari binatang." ucap Zhang Lin marah disertai tamparan keras yang membuat mulut pria itu berdarah.
Zhang Lin menyembunyikan orang itu untuk diadili. Zhang Lin menunggu selama berhari-hari untuk mendapatkan informasi dari pengawal rahasianya.
"Putri, hamba sudah tahu. Hamba mendapatkan informasi bahwa pejabat dari departemen logistik yang telah memalsukan lencana kaisar Fang Zhao dan menyembunyikan semua upeti di gudang menteri logistik. Hamba sudah menyuruh para pengawal mengintai kediaman menteri logistik. Jika ada pergerakan yang mencurigakan, para pengawal akan langsung bergerak menangkap mereka." ucap Qiang De dengan jelas.
"Bagus. Sekarang siapkan semua pasukan kita untuk membantu para pemberontak itu, karena aku yakin sebentar lagi pangeran Fang Tse akan menyerang para pemberontak itu." ucap Zhang Lin dengan tegas.
Zhang Lin menunggu secara diam-diam pergerakan pangeran Fang Tse. Sesuai dugaannya bahwa semua pasukan pangeran Fang Tse telah diperintahkan untuk menyerang para pemberontak itu. Pertarungan sengit telah terjadi. Banyak sekali para pemberontak yang terluka dan bahkan meninggal.
"Semuanya bantu para pemberontak dan hentikan serangan pangeran Fang Tse." perintah Zhang Lin.
Pasukan kedua pangeran saling bertarung. Mereka tanpa henti dan letih terus bertarung untuk mendapatkan kemenangan dari pertarungan ini. Akhirnya para pemberontak berhasil diselamatkan dan ditempatkan di tempat yang aman. Kini pasukan kedua pangeran masih melanjutkan pertarungan. Mereka benar-benar bertarung dan tak ada satupun yang mau mengalah.
"Adik, tolong hentikan ini. Kita semua dijebak oleh seseorang. Jangan biarkan kita semua bertarung hingga mati. Hentikan sekarang juga!" mohon Zhang Lin.
"Hahaha.. Asal kau tau kakak. Aku memang menginginkanmu mati. Jadi ini adalah waktu yang tepat untuk membunuhmu. Aku akan membunuhmu dan akan aku katakan pada ayah kaisar bahwa kau mati terbunuh oleh para pemberontak." tawa pangeran Fang Tse dengan penuh kemarahan.
Mereka pun bertarung sepanjang hari. Hingga akhirnya semua energi mereka hampir habis. Zhang Lin tidak mau ini semua berakhir. Dan...
Braaakk...
Sebuah energi besar dikeluarkan oleh Zhang Lin dan menumbangkan semua pasukan pangeran Fang Tse. Perang pun akhirnya berhenti.
"Uhuk. Uhuk." Zhang Lin terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya dan terjatuh.
"Qiang De, tolong atur semuanya dan bantu aku memulihkan energi tenaga dalamku." ucap Zhang Lin yang semakin melemah dan seketika pingsan.
Semuanya telah diatur oleh Qiang De. Pasukan kedua pangeran diobati hingga pulih kembali, pasukan para pemberontak telah diamankan, dan Zhang Lin masih berkultivasi memulihkan energi tenaga dalamnya.
Setelah semua stabil dan terkendali. Mereka semua kembali ke istana. Zhang Lin melaporkan semua yang telah terjadi dan menangkap menteri logistik atas kesalahannya. Para pemberontak dipulangkan dan dikembalikan termasuk semua upeti mereka. Menteri logistik dan para pejabat yang terlibat dihukum pancung oleh kaisar Fang Zhao. Jendral Zhang Ye mengumumkan bahwa pertarungan strategi dimenangkan oleh pangeran Fang Yi.
Semua para pejabat sangat bahagia dan bangga dengan pilihan strategi yang diterapkan oleh pangeran Fang Yi. Dua masalah dapat diselesaikan dalam satu strategi. Kaisar Fang Zhao dan para pejabat sangat kagum dengan keputusan bijak yang dilakukan oleh pangeran Fang Yi. Zhang Lin sangat bahagia. Hanya tinggal sedikit lagi dia bisa memenangkan pertarungan ini dan membawa keluarganya kembali.
Perlombaan sudah selesai dan dimenangkan oleh pangeran Fang Yi. Namun dibenak hati Zhang Lin masih penasaran. Tidak mungkin hanya pejabat menteri logistik saja yang terlibat. Apalagi ini sudah memalsukan lencana kaisar Fang Zhao. Dia merasakan sesuatu yang janggal dan dia sangat yakin pasti dibalik itu ada orang penting yang selalu berdiri di samping ayah kaisar yang mampu memalsukan lencana itu. Orang itu pasti bukanlah orang sembarangan karena tidak mudah untuk mendekati ayah kaisar.
"Siapa orang itu?" tanya Zhang Lin dalam hati penuh penasaran.
~Bersambung~
__ADS_1