Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 35 : Perjalanan Menuju Istana Xiao! (Part 2)


__ADS_3

Cinta


Satu kata penuh makna


Semua berkorban untuk kata ini


Logika tak terpakai


Hanya hati yang bermain


Semua demi kata ini


Suka dan duka menyatu


Demi cinta yang tak kasat mata


~By:Fanisa/xiaochan520~


...*****...


"Bagaimana dengan permaisuriku? apakah dia baik-baik saja?" tanya kaisar Fang Yi yang sangat cemas karena melihat Zhang Lin masih tak sadarkan diri.


"Permaisuri baik-baik saja yang mulia. Hanya saja permaisuri perlu beristirahat lebih lama, karena tubuhnya sangat lemah" ucap tabib istana mencoba menenangkan kaisar Fang Yi.


"Pergilah dan siapkan obat untuk permaisuri." ucap kaisar Fang Yi kepada tabib istana.


"Pelayan panggil pengawal istana kemari." perintah kaisar Fang Yi.


"Berikan surat ini kepada kaisar Xiao San dan berikan surat ini kepada jendral Zhang Ye." perintah kaisar Fang Yi kepada kedua pengawal istana.


"Die. Niang" panggil ketiga anaknya menatap cemas melalui depan pintu tenda.


"Kemarilah." ucap kaisar Fang Yi kepada semua anak-anaknya.


"Apakah kalian semua malam ini ingin menemani permaisuri?" tanya kaisar Fang Yi mencoba menghilangkan kecemasan anak-anaknya.


"Tidurlah disini, temani Niang. Saat kalian bangun nanti, pasti Niang sudah sadar dan sangat senang." ucap kaisar Fang Yi dengan tenang.

__ADS_1


Malam itu, semua orang yang dicintai Zhang Lin berkumpul dan menemani Zhang Lin dengan penuh kecemasan. Tidak ada satu pun di antara mereka yang bisa tidur dengan lelap. Semua berharap untuk kesembuhan Zhang Lin.


Malam telah menghilang, dan matahari mulai menampakkan sinarnya. Semua terbangun saat terdengar suara pelayan memanggil kaisar Fang Yi.


"Yang mulia." panggil salah satu pengawal.


"Ada apa? masuklah!" tanya kaisar Fang Yi dari dalam tenda.


"Salam hormat yang mulia. Hamba ingin melaporkan bahwa surat telah sampai di tangan kaisar Xiao San dan jendral Zhang Ye. Merpati sudah kembali membawa surat balasan dari kaisar Xiao San." ucap pengawal istana.


Kaisar membuka gulungan surat itu, setelah membacanya ada rasa kecemburuan dalam isi surat itu.


"Pernikahan akan diadakan saat kalian berada disini". bunyi isi gulungan surat itu.


"Hah, dia benar-benar tidak bisa melupakan istriku." ucap kaisar Fang Yi menghela napas.


Seminggu sudah berlalu. Luka di perut Zhang Lin mulai membaik. Dengan tenaga dalam dan obat ajaib yang ada di kantung Zhang Lin membuat lukanya cepat sembuh.


"Kaisar, apakah kita bisa berangkat sekarang? kita sudah terlalu lama di perjalanan. Nanti kita tidak bisa melihat pernikahan mereka" ucap Zhang Lin sedikit sedih.


"Tenang saja. Aku sudah mengabarinya. Dia tidak akan melangsungkan pernikahan itu sebelum kau sampai disana. Apakah kau percaya bahwa dia akan melangsungkan pernikahan itu tanpa melihat wajahmu?" ucap kaisar Fang Yi dengan nada cemburu dan kesal.


Cup.


"Apakah ini bisa menghilangkan kecemburuanmu?" ucap Zhang Lin sambil mengecup lembut ke bibir kaisar Fang Yi.


"Tidak. Itu belum bisa menghilangkan cuka dari diriku" ucap kaisar Fang Yi sambil membalas ciuman itu dengan intim. Ciuman mereka penuh nafsu. Saliva saling menyatu. Ciuman itu sangat lama, hingga akhirnya terlepas setelah mereka mulai kehilangan oksigen. Setelah ciuman itu terlepas. Hanya ada napas terengah-engah dan senyum sumringah yang ada di wajah mereka.


Cup.


"Sekarang rasa cuka itu sudah hilang" ucap kaisar Fang Yi sambil mengecup ke bibir istrinya sekali lagi.


Akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali. Setelah beberapa hari perjalanan mereka sampai di istana Xiao. Semua sudah menunggu mereka, terutama kaisar Xiao San.


"Jiejie!" panggil Zheng Fei dengan lembut kepada Zhang Lin.


"Salam permaisuri. Kamu terlihat sangat cantik. Bagaimana kabarmu?" ucap Zhang Lin penuh senyuman hangat.

__ADS_1


"Zhang Lin" panggil kaisar Xiao San.


"Salam yang mulia, aakah kamu sehat? mengapa kamu terlihat lebih kurus dari sebelumnya?" ucap Zhang Lin sambil menyentuh pipi kaisar Xiao San dengan lembut.


"Hmm." ucap kaisar Fang Yi berdehem.


"Haha. Maaf. Maafkan hamba tidak sopan yang mulia" ucap Zhang Lin segera melepaskan tangannya dari pipi kaisar Xiao San.


"Hmm, masuklah. Ayo, kalian semua harus istirahat terlebih dahulu." ucap kaisar Xiao San memecah kecanggungan.


Kaisar Fang Yi langsung meraih tangan istrinya dan menunjukkan kemesraan di depan kaisar Xiao San dan permaisuri Zheng Fei. Kaisar Fang Yi berjalan dengan sedikit kesombongan karena bisa bersanding dengan Zhang Lin. Kaisar Xiao San mencoba bersikap tenang, namun selama perjalanan itu dia terkadang melirik ke arah kaisar Fang Yi dan Zhang Lin. Dalam lirikan itu terlihat sedikit menunjukkan kecemburuannya.


"Kalian semua istirahatlah dan sejam lagi akan disiapkan makan malam" ucap kaisar Xiao San bersikap sopan.


"Paman. Paman Kaisar. Bolehlah aku bersama adik-adikku ke taman persik. Aku ingin memetik beberapa buah persik untuk Niang" ucap Jian bersikap manja.


"Pergilah. Tapi hati-hati ya." ucap kaisar Xiao San dengan lembut.


Setelah mereka beristirahat. Semua makan di tempat yang sama. Kaisar Xiao San menyuguhkan makanan kesukaan Zhang Lin dan si kembar. Semua menikmati makanan itu dengan tenang. Tak lupa kaisar Xiao San menyuguhi buah persik kesukaan Zhang Lin yang tadi dipetik oleh anak-anaknya.


"Jiejie, apakah kau bisa menjadi saksi di pernikahan kami besok? apakah tubuhmu sudah cukup sehat?" tanya Zheng Fei dengan cemas.


"Tenang saja. Aku sudah baik-baik saja. Besok aku akan mendampingi dirimu dan aku sudah menyiapkan baju pernikahan khusus untuk kalian berdua." ucap Zhang Lin dengan lembut.


"Zhang Lin, apakah kamu yakin? aku bisa menunda pernikahan ini beberapa hari lagi." ucap kaisar Xiao San dengan cemas.


"Tenang saja. Aku bisa. Aku ingin melihatmu menikah. Aku ingin melihatmu bahagia" ucap Zhang Lin sambil menepuk tangan kaisar Xiao San dengan lembut.


"Baiklah jika itu keinginanmu. Besok kau akan melihat kami menikah." ucap kaisar Xiao San sedikit kecewa.


Kaisar Fang Yi yang mendengar pembicaraan itu, mencoba menahan rasa cemburu di hatinya. Dia tersenyum lebar untuk menutup rasa cemburu itu.


Mereka semua kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Namun hanya kaisar Xiao San yang tak bisa tidur dan sangat gelisah. Dia gelisah bukan karena besok akan menikah, namun karena pernikahan itu akan menjadi tembok penghalang bagi Xiao San untuk memiliki Zhang Lin. Demi Zhang Lin bahagia pernikahan ini dilaksanakan dan demi Zhang Lin bahagia, dia mengorbankan cintanya.


"Aku tak kan pernah menghilangkan rasa cintaku padamu, bahkan sampai rohku meninggalkan tubuhku. Cinta itu masih melekat di hatiku. Zhang Lin aku harap pengorbanan ini dapat membuatmu bahagia. Aku harap sang pencipta melihat pengorbananku dan mencatat di catatan takdir hidupku. Di reinkarnasi berikutnya, pencipta bisa mengabulkan keinginanku, kau akan menjadi milikku seutuhnya." ucap kaisar Xiao San dalam hati penuh kesedihan dan kehampaan.


Malam itu dia terus memikirkan Zhang Lin. Dia berusaha untuk menekan luka hatinya, meskipun terasa perih. Semua sudah menjadi takdir cintanya. Malam itu dengan ditemani udara dingin, kaisar Xiao San menitikkan air matanya. Duduk sendirian di dalam kesunyian. Berharap ada keajaiban cinta mereka di dunia lainnya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Zhang Lin. Aku sangat mencintaimu. Hanya kau satu-satunya wanita yang aku anggap sebagai istriku di dunia ini." ucap kaisar Xiao San sambil menutup matanya perlahan dan mengalir tetesan air mata yang menjadi saksi ketulusan cintanya.


...~Bersambung~...


__ADS_2