Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 21 : Pembunuhan Misterius!


__ADS_3

Rahasia sebuah kata tanpa kata...


Rahasia sebuah fakta yang abstrak...


Ketika rahasia mulai terkuak...


Hati kan gundah karena hasrat ingin tahu...


Namun waktu masih ingin bermain...


Rahasia masih bersembunyi dalam titik buta...


Tak bisa melihat atau merasa...


Rahasia yang bisa membuat hati terluka...


Sabar...


Kunci utama menunggu kehadiran rahasia...


Mengungkapkan semua penderitaan jiwa...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


Kaisar Fang Yi mulai menceritakan semuanya dan eban pikiran kaisar Fang Yi mulai berkurang. Dia bersyukur karena memiliki istri yang sangat memahami dirinya. Dia teguhkan hatinya bahwa dia akan menjadi kaisar kerajaan Fang hebat. Seorang kaisar yang bijaksana dan penuh kasih sayang serta akan menghilangkan segala macam penindasan di kerajaannya.


Tiba-tiba terdengar pengawal istana menghampiri kaisar Fang Yi dengan tergesa-gesa.


"Yang mulia kaisar. Yang mulia kaisar. Lapor yang mulia, ada pembunuhan di dalam istana." ucap salah satu pengawal istana melaporkan dengan penuh kecemasan.


Kaisar Fang Yi terkejut dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya kaisar Fang Yi.


"Jawab kaisar Fang Yi, ada pembunuhan di kediaman para pelayan istana barat. Seorang pelayan wanita telah terbunuh. Semua pelayan istana panik dan membuat kegaduhan di kediaman pelayan istana wanita" ucap pengawal menjelaskan.


"Baiklah kita kesana." ucap kaisar Fang Yi.


Sebelum kaisar Fang Yi beranjak untuk pergi. Tiba-tiba Zhang Lin memegang tangannya sambil tersenyum dia berkata:


"Pergilah bersama pengawal rahasiaku, Qiang De sangat memahami kasus ini." ucap Zhang Lin pelan.


Kaisar Fang Yi hanya menganggukkan kepalanya dan memeluk istrinya dengan mesra.

__ADS_1


"Terima kasih sayang karena kamu selalu mendukungku. Aku mencintaimu." bisik kaisar Fang Yi lembut sambil mencium istrinya.


Kaisar Fang Yi bersama pengawal istana dan pengawal rahasia Qiang De menuju ke lokasi pembunuhan. Disana dia melihat seorang pelayan istana terbunuh, namun yang terlihat sangat janggal, pelayan itu seperti mati teracuni.


"Yang mulia jangan menyentuh tubuh pelayan itu. Biarkan hamba yang memeriksanya" ucap Qiang De sambil mencoba menjauhkan kaisar Fang Yi dari mayat pelayan istana itu.


Qiang De mencoba memeriksa tubuh pelayan itu dan mencoba memeriksanya dengan seksama dan sesuai dugaan kaisar Fang Yi dan Qiang De bahwa di dalam tubuh pelayan wanita itu terdapat racun yang sangat ganas, yang dapat menyebabkan kematian hanya dalam satu hari saja. Dia terus memeriksa sekitar lokasi pembunuhan pelayan itu.


"Yang mulia di telapak tangan pelayan istana itu ada sebuah sobekan kertas yang terlihat sangat aneh. Sepertinya dia ingin melindungi sobekan kertas itu" ucap Qiang De sambil menunjukkan sobekan kertas tersebut.


"Coba periksalah apa isi sobekan kertas itu?" perintah kaisar Fang Yi.


"Sobekan ini berisi tulisan yang mulia. Dalam sobekan ini dikatakan bahwa... " Qiang De mencoba membaca dengan teliti.


Sobekan itu berisi:


"Semua pembunuhan dan kejahatan yang terjadi di istana adalah ulah ka... " ucap Qiang De tiba-tiba berhenti.


"Ada apa? Kenapa berhenti?" tanya kaisar Fang Yi.


"Lapor yang mulia, kata terakhir telah tersobek dan tidak bisa terbaca" ucap Qiang De menjelaskan.


"Coba periksa lagi. Mungkin ada bukti lain yang bisa ditemukan disini" perintah kaisar Fang Yi.


"Suamiku" ucap Zhang Lin memanggil pelan yang membuat kaisar terkejut.


"Permaisuri sayang, mengapa kamu kemari?" tanya kaisar Fang Yi penasaran.


Tanpa menjawab, Zhang Lin menuju ke tubuh mayat pelayan istana itu. Dia mencoba memeriksa seluruh tubuh pelayan istana dan memberikan sebuah cairan khusus yang diberikan oleh Hudie.


Tak lama setelah diberikan cairan, muncul sebuah tanda di tangan sebelah kanan pelayan wanita itu. Tanda itu bergambar ular berwarna merah. Gambar itu seperti menunjukkan bahwa ular itu sangat beracun. Gambar itu membuat kaisar Fang Yi terkejut.


"Tanda itu. Tanda itu bukankah tanda yang sama seperti tanda dua orang pria yang ingin menyerang kami?" ucap kaisar Fang Yi penuh emosi mengepalkan tangannya.


"Qiang de bawa tubuh pelayan wanita ini ke tempat rahasiaku, berikan ramuan pengawetan mayat pada tubuh pelayan ini. Aku ingin memeriksa tubuhnya lebih dalam" perintah Zhang Lin.


"Baik permaisuri" ucap Qiang De sambil membawa tubuh mayat pelayan wanita itu.


"Qiang De, minumlah!" ucap Zhang Lin sambil melemparkan dua buah pil penawar racun.


Ternyata ketika memeriksa tubuh pelayan itu, Qiang De sudah mengetahui akan terkena racun. Karena itu dia tidak memperbolehkan kaisar Fang Yi untuk memeriksa mayat itu. Terlebih lagi di dalam tubuh kaisar Fang Yi masih ada racun bunga hitam yang membuat tubuhnya lemah. Qiang De menghilang bersama tubuh pelayan wanita itu.


"Suamiku, minumlah!" perintah Zhang Lin sambil menyuapi sebuah cairan ke mulut kaisar Fang Yi.


Kaisar Fang Yi tahu apa yang diminumkan oleh istrinya. Itu adalah penawar racun sementara untuk menekan racun bunga hitam di dalam tubuhnya yang belum menghilang. Sambil tersenyum Zhang Lin berkata:

__ADS_1


"Aku tahu kamu ingin menanyakan mengapa aku berada disini kan?" ucap Zhang Lin sambil mengedipkan mata.


"Aku disini karena melihat sesuatu yang aneh ketika aku sedang bermeditasi di kamar tadi. Kemudian aku langsung datang kesini untuk membuktikan apa yang aku lihat sepintas tadi" ucap Zhang Lin mencoba berbohong darimana dia tahu.


Sebenarnya saat di kamar tadi, Hudie menemuinya. Dia berkata bahwa dalam tubuh pelayan istana itu ada sebuah petunjuk, namun seluruh tubuhnya mengandung racun. Dan jika ada seseorang yang menyentuh mayat itu. maka orang itu akan terkena racun ganas dan mati dalam waktu satu hari. Namun Zhang Lin tidak bisa memberitahukan kebenaran ini. Dia tidak boleh memberi tahu tentang identitas Hudie.


"Mayat pelayan istana ini sangat penting untuk kita. Di dalam tubuhnya ada petunjuk yang selama ini kita cari suamiku. Setidaknya ada satu petunjuk yang akan mengarahkan kita ke arah kebenaran kasus ini. Namun orang itu tahu, kita pasti akan menyelidiki kasus ini. Sehingga dengan sigap dia memberikan racun ke seluruh tubuh pelayan wanita ini dan jika kita menyentuh pelayan ini, racun itu akan masuk ke dalam tubuh kita melalui permukaan kulit kita." ucap Zhang Lin menjelaskan dengan detail.


"Luar biasa kejahatan mereka. Aku tak menyangka orang ini sangat pandai dan licik. Dia sangat lihai menyembunyikan kejahatannya." ucap kaisar Fang Yi penuh kemarahan.


"Sudahlah sebaiknya kita kembali ke kediaman yang mulia. Karena yang mulia harus beristirahat. Nanti akan kita selidiki lagi. Hamba janji akan menemani yang mulia" ucap Zhang Lin sambil memegang tangan kaisar Fang Yi dengan mesra.


Akhirnya mereka beranjak dari lokasi pembunuhan pelayan istana itu dan membawa bukti sebuah sobekan kertas yang akan dipelajari oleh Zhang Lin sebagai petunjuk.


"Yang mulia apakah kau ingin pergi bersamaku?" tanya Zhang Lin dengan lembut.


Yang mulia hanya tersenyum dan mengikuti Zhang Lin. Zhang Lin membawa kaisar Fang Yi ke sebuah tempat asing.


"Sayang, dimana ini?" tanya kaisar Fang Yi sangat terkejut.


"Ini adalah tempat rahasiaku untuk bersembunyi dari kesedihan dan kepenatan hatiku" ucap Zhang Lin.


Kaisar Fang Yi hanya menatapnya penuh kecemasan, dia merasa saat itu melihat istrinya seperti memiliki kesedihan yang tidak bisa diungkapkan.


"Suamiku, bolehkah aku menanyakan sesuatu?" tanya Zhang Lin dengan suara lirih


"Ada apa sayang?" ucap kaisar Fang Yi dengan suara lembut.


"Jika suatu hari nanti aku pergi. Apakah kamu masih akan mengingatku?" tanya Zhang Lin yang tiba-tiba meneteskan air matanya.


"Zhang Lin!" teriak kaisar Fang Yi penuh kemarahan.


Kaisar sangat terkejut dengan perkataan istrinya dan dia langsung memeluk istrinya sangat erat.


"Katakan lagi. Katakan sekali lagi apa yang kamu katakan tadi. Jika kamu berani mengatakan itu lagi. Kamu akan melihat mayatku sebelum kamu pergi meninggalkan aku sendiri" ucap kaisar Fang Yi penuh emosi, amarah dan kesedihan.


Kaisar Fang Yi merasa apa yang dikatakan istrinya bukan sebuah candaan atau sebuah pertanyaan tapi sebuah peringatan. Dia merasa bahwa apa yang akan dikatakan istrinya itu akan benar-benar terjadi.


"Aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Apa kamu tega untuk meninggalkanku sendiri? Apa kamu yakin bahwa aku akan hidup setelah kamu pergi? Apa kamu yakin aku akan ada setelah kamu menghilang?" ucap kaisar Fang Yi yang meluapkan semua isi hatinya dan membuat Zhang Lin terkejut. Dia tidak menyangka kaisar Fang Yi begitu ketakutan saat Zhang Lin akan pergi.


"Maafkan aku suamiku. Aku tahu ini tak adil buatmu. Namun saat waktunya tiba, aku harus pergi" ucap Zhang Lin dalam hatinya dan membuat pelukan itu semakin erat.


"Sayang aku ingin memilikimu malam ini" bisik kaisar Fang Yi penuh kegelisahan, ketakutan dan kerinduan.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2