Takdir Cinta Zhang Lin

Takdir Cinta Zhang Lin
Chap 29 : Kritis!


__ADS_3

Ikatan itu indah...


Ikatan darah antar saudara...


Yang jauh menjadi dekat...


Yang dekat menjadi terikat...


Ikatan tanpa ketulusan...


Akan sirna karena rasa iri hati...


Ikatan dengan cinta...


Akan bersemi dalam kebahagiaan...


Kesedihan itu hanya sesaat...


Takdir masih bermain...


Kesedihan sebagai intermezo...


Untuk kebahagiaan lebih hakiki...


~By:Fanisa/xiaochan520~


*****


"Kaisar Fang Yi. Permaisuri Zhang Lin. Maafkan hamba. Bisakah hamba bicara?" teriakan kasim Wen yang membangunkan keduanya di pagi hari.


"Ada apa? katakan!" ucap kaisar Fang Yi dari dalam kamarnya.


"Jawab Kaisar. Maafkan hamba yang pantas mati ini. Namun hamba ingin memberitahukan bahwa pangeran Fang Qiu sakit. Tubuhnya sangat lemah dan demam tinggi" ucap kasim Wen membuat keduanya terkejut.


Pangeran Fang Qiu merupakan anak kandung dari pangeran Fang Tse, karena ayah kandungnya tidak menginginkan kehadiran putranya. Akhirnya kaisar Fang Yi memutuskan untuk mengangkat pangeran Fang Qiu sebagai anak angkat kaisar Fang Yi. Namun semenjak hari pertama diadopsi, pangeran Fang Qiu sudah lemah dan memiliki penyakit bawaan. Sampai akhirnya penyakitnya terus menggerogoti tubuhnya dan membuat tubuhnya semakin lemah. Kini pangeran Fang Qiu sudah berusia 5 tahun, tumbuh menjadi pangeran yang tampan.


"Apakah tabib istana sudah dipanggil kesini?" tanya kaisar Fang Yi cemas.


"Tabib istana sedang dalam perjalanan yang mulia. Mungkin sebentar lagi akan datang." ucap kasim Wen.


"Yang mulia. Ijinkan hamba untuk melihat pangeran Fang Qiu." ucap permaisuri Zhang Lin menghampiri pangeran Fang Qiu.


Zhang Lin mulai memeriksa tubuh pangeran Fang Qiu. Dia merasakan denyut nadi dan napas pangeran Fang Qiu sangat aneh, napas dan jantung itu bergerak tidak teratur. Kemudian dia memeriksa seluruh tubuh pangeran Fang Qiu dan Zhang Lin curiga bahwa dia telah diracuni hampir sebulan ini.


"Yang mulia. Katakan pada hamba. Siapa yang menjaga pangeran Fang Qiu selama aku pergi?" tanya Zhang Lin menampakan amarah yang sangat besar.


"Pelayan istana dari istana barat. Dia salah satu pelayan istana di kediamanku" ucap kaisar Fang Yi bingung.

__ADS_1


"Qiang De bawa pelayan istana itu kemari. Cepat!" perintah Zhang Lin penuh amarah.


Mereka semua bingung termasuk kaisar Fang Yi. Tidak ada satupun yang berani bertanya hingga pelayan istana itu dibawa ke hadapan permaisuri Zhang Lin.


Plakk.. Plakk..


Tamparan bolak-balik diberikan oleh Zhang Lin kepada pelayan istana itu.


"Katakan apa yang kau berikan kepada pangeran Fang Qiu? siapa yang menyuruhmu meracuni pangeran Fang Qiu?" tanya Zhang Lin marah dan menarik rambut pelayan istana itu penuh emosi tak terkendali.


"Berani-beraninya kau melukai putraku. Berani-beraninya kau ingin membunuh putraku. Dia putraku! Tidak ada satupun yang boleh menyentuh putraku." teriak Zhang Lin semakin tak terkendali, dan tanpa sadar langsung menarik pedang dari tangan Qiang De dan menaruhnya di leher pelayan istana itu.


Amarah itu, mata merah itu, wajah mengerikan itu, suara kejam itu dan sikap tegas itu membuat para pelayan istana dan seluruh orang istana di sana sangat takut akan kekejaman Zhang Lin yang tak pernah diperlihatkannya selama ini. Kaisar Fang Yi sangat terkejut melihat kekejaman yang diperlihatkan oleh istrinya, dia terkejut melihat kemarahan istrinya.


"Sayang. Permaisuriku. Tolong tenangkan dirimu. Tolong tenangkan dirimu. Tolong lembutkan hatimu." ucap kaisar Fang Yi dan berusaha mengambil pedang dari tangan Zhang Lin secara perlahan.


Kaisar Fang Yi mulai menenangkan emosi Zhang Lin. Dia mencoba berbicara lembut, agar amarah permaisurinya menghilang. Cukup lama untuk menenangkan emosi Zhang Lin.


"Katakan dimana penawarnya atau aku akan membunuh seluruh keturunan keluargamu." ancam kaisar Fang Yi.


"Ampun Kaisar. Maafkan hamba kaisar. Hamba hanya disuruh oleh seseorang. Hamba tidak berani. Dia telah menculik keluarga hamba dan mengancam akan membunuh mereka semua." ucap pelayan istana ketakutan dan terus bersujud memohon ampunan dari mereka.


Pelayan istana itu memberikan penawaran racun itu kepada Zhang Lin. Kemudian Zhang Lin memeriksa keaslian penawar racun itu dan memberikannya kepada pangeran Fang Qiu setelah yakin dengan keasliannya.


"Katakan siapa orang itu? siapa yang menyuruhmu?" tanya kaisar Fang Yi.


"Apa yang terjadi?" tanya kaisar Fang Yi


"Dia mati karena sudah terikat janji. Ketika dia berkata jujur, maka dia tanpa sadar akan menggigit lidahnya sendiri dan membuat dia meminum darahnya yang sudah mengandung racun" ucap Zhang Lin menjelaskan dengan tatapan penuh kebencian.


"Lihatlah tangan kanan pelayan wanita itu. Ada tanda ular merah. Itu tanda yang sama dengan tanda orang-orang yang membunuh pelayan istana waktu itu juga orang-orang yang menyerang waktu perlombaan perebutan tahta waktu itu. Dan kemungkin pelayan istana ini merupakan salah satu mata-mata yang ditaruh orang itu. Orang yang sama yang telah meracuni ayah kaisar, ibunda permaisuri dan dirimu suamiku " ucap Zhang Lin dengan tatapan penuh amarah.


"Uhuk.. Uhuk.." pangeran Fang Qiu batuk mengeluarkan darah yang sangat kental dan hitam. Menandakan racun sudah tersebar ke seluruh tubuhnya. Tubuh pangeran Fang Qiu semakin melemah. Zhang Lin sangat cemas dan ketakutan.


"Sayang. Sayang ini Ibumu sayang. Kamu akan baik-baik saja. Kamu akan baik-baik saja. Ibu akan membantumu. Ibu akan melindungimu. Jangan takut dan tetaplah bersama Ibu" ucap Zhang Lin menangis sambil membawa pangeran Fang Qiu dalam pelukannya ke kediaman istana timur.


Tak ada seorang pun yang berani berbicara dengan Zhang Lin. Dengan penuh amarah dan kesedihan, Zhang Lin putranya dalam gendongannya. Semua orang mengikuti permaisurinya tanpa bicara. Semua orang panik. Si kembar mulai menangis. Bagaimanapun dia adalah adik kesayangan si kembar. Walaupun bukan adik kandung. Semua orang melihat permaisuri Zhang Lin yang penuh dengan kemarahan dan kesedihan. Dia benar-benar mencintai anak angkatnya. Sampai di istana timur, Zhang Lin langsung menutup kamarnya dan tidak membolehkan siapapun mengikutinya. Dia tak bicara sedikit pun. Pintu telah diblokir oleh Zhang Lin dengan kekuatannya. Tidak ada satupun yang dapat membuka pintu itu. Semua orang hanya menunggu hingga Zhang Lin keluar dari kamar itu.


Saat itu Zhang Lin sangat panik. Dengan kekuatannya dia mencoba mengeluarkan semua energi yang dimilikinya untuk mengeluarkan racun dalam tubuh pangeran Fang Qiu. Tanpa istirahat. Tanpa makan dan minum. Selama 3 hari Zhang Lin terus berusaha mengeluarkan dan membersihkan racun itu. Akhirnya racun itu keluar semua dari tubuh pangeran Fang Qiu. Zhang Lin sangat senang masih bisa menyelamatkan pangeran Fang Qiu. Setelah dirinya mulai tenang, tiba-tiba pandangan matanya kabur dan terlihat tidak jelas, tubuhnya terasa sangat letih dan tak kuat untuk berdiri.


Brakk..


Suara terdengar dari dalam kamar itu. Kemudian pintu kamar terbuka karena kekuatan Zhang Lin telah habis. Kaisar Fang Yi panik dan masuk ke dalam kamar. Dia menemukan pangeran Fang Qiu yang terlihat mulai sehat. Bibirnya tersenyum merasa bahwa pangeran Fang Qiu dapat disembuhkan.


Kemudian dia melihat tubuh istrinya yang sudah tertidur di lantai. Kaisar Fang Yi terkejut dan menghampiri tubuh istrinya. Tidak ada denyut nadi. Tidak ada bunyi detakan jantung. Tidak ada suara hembusan napas di hidungnya. Tubuh permaisuri kaku dan dingin.


"Sayang, kamu baik-baik saja? Istriku bangun sayang." panggil kaisar Fang Yi berusaha membangunkan istrinya yang pingsan di lantai.

__ADS_1


Merasa ada yang aneh dengan tubuh istrinya, kaisar Fang Yi berusaha untuk membangunkan kembali.


"Zhang Lin. Zhang Lin. Bangun. Aku mohon bangunlah. Zhang Lin!" teriak kaisar Fang Yi sambil menggoyang-goyangkan tubuh istrinya.


Tidak ada respon apapun dari tubuh istrinya. Kaisar Fang Yi semakin panik. Kaisar Fang Yi mencoba memeluk istrinya dan menghangatkan tubuh Zhang Lin. Dia terus memeluk tubuh istrinya yang semakin dingin dan kaku.


"Panggil tabib istana. Panggil semua tabib istana. Cepat!" teriak kaisar Fang Yi semakin takut dan cemas.


Kedua anaknya hanya melihat terpaku, tidak ada yang bisa mengeluarkan suara untuk memanggil ibunya yang sedang kritis. Tidak ada yang bisa melangkahkan kakinya untuk menghampiri tubuh ibunya. Mereka semua diam. Mereka semua takut. Mereka semua kaku dan tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sayang, sabar ya. Aku mohon bersabar, jangan pergi. Tabib istana akan datang. Tabib istana akan memeriksamu." ucap kaisar Fang Yi semakin cemas dan takut.


Tak lama kemudian, tabib istana datang dan memeriksa keadaan permaisuri Zhang Lin. Semua tabib istana secara bergantian memeriksa satu per satu. Namun hasilnya tetap sama. Semua tabib istana mengatakan bahwa permaisuri Zhang Lin telah meninggal. Permaisuri Zhang Lin telah meninggal.


Semua menangis mendengar perkataan tabib istana itu. Kedua anaknya tak kuat lagi dan pingsan saat mendengar berita itu. Mereka semua tidak percaya apa yang dikatakan tabib istana.


"Istriku..."


"Sayangku.."


"Permaisuriku..."


"Zhang Lin..."


Panggil kaisar Fang Yi pelan. Dia terus memeluk istrinya. Dia tidak percaya istrinya meninggal. Dia tidak percaya istrinya pergi.


"Permaisuriku, apakah kamu mendengar suaraku?"


"Permaisuriku, apakah kamu mendengarku?"


"Sayangku, bukalah matamu"


"Istriku, aku mohon bangulah"


Panggil lembut kaisar Fang Yi yang masih memeluk istrinya dengan erat. Dia menangis. Dadanya terasa sangat sakit. Dia hampir tak bisa bernapas. Dia terus memeluk istrinya. Dia berharap istrinya akan bernapas dan membalas pelukan erat itu. Air mata kaisar Fang Yi tak kunjung berhenti, satu persatu air mata itu jatuh di pipi istrinya. Kaisar Fang Yi membeku dan terdiam sambil memeluk istrinya.


"Yang mulia kaisar. Biarkan hamba membawa permaisuri ke ranjangnya. Biarkan hamba membersihkan tubuhnya dan mendandaninya. Permaisuri Zhang Lin harus segera dikremasi" ucap pelayan istana wanita pelan dan ragu.


Kaisar Fang Yi tidak membiarkan tubuh istrinya disentuh orang lain. Dia menggendong dan membawa permaisurinya ke ranjangnya. Dia sendiri yang membersihkan tubuh istrinya dan memberikan pakaian yang sangat cantik untuknya.


Malam itu semua penghuni istana menangis dan menunggu di depan kediaman istana timur. Menunggu tubuh permaisuri dikremasi. Hanya kaisar Fang Yi dan kedua anaknya yang menemani jenazah permaisuri. Sepanjang malam itu semua bersedih dengan berita kematian permaisuri Zhang Lin. Tak ada satupun yang bisa tidur. Semua mata terbuka menangis dan meratapi kematian permaisuri Zhang Lin.


Pangeran Fang Yi terus menatap tubuh istrinya. Dia memegang erat tangan istrinya. Dia tidak ingin melepaskannya. Dia tidak ingin melepaskan cintanya. Dia masih ingin memiliki waktu yang lebih lama bersama istrinya.


"Sayang bangunlah. Aku mohon bangunlah. Ini sudah terlalu lama untukmu tidur. Bangunlah. Lihatlah semua orang ingin menemuimu. Apakah kau tidak lelah tidur sepanjang hari?" ucap kaisar Fang Yi berbisik pelan sambil menenggelamkan wajahnya di lengan istrinya.


"Aku mohon bangunlah." ucap kaisar Fang Yi semakin pelan sambil memeluk pinggang istrinya yang sedang tertidur membeku di atas ranjangnya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2