
Kesedihan yang mendalam...
Kan membuat goresan hati...
Hati yang mendendam...
Takkan masuk ke dalam logika...
Yang benar menjadi salah...
Yang salah menjadi benar...
Hati telah menjadi hitam...
Luka dan dendam semakin besar...
~By:Fanisa/xiaochan520~
*****
Braaakk..
"Dasar berengsek kau pangeran Fang Yi. Aku akan membunuhmu. Kau akan merasakan penderitaanku dan menyesali semua hal yang telah kau lakukan padaku." ucap pangeran Fang Tse.
"Ibu.. Tidak.." ucap pangeran Fang Tse ketika mengetahui bahwa permaisuri Wen Jie bakan menerima hukuman meminum racun seperti yang pernah dilakukan oleh permaisuri terdahulu karena tuduhan penghianatan.
Hari itu semua kebenaran tentang kejahatan permaisuri terkuak. Begitu pula dengan kekejaman pangeran Fang Tse. Hingga akhirnya kaisar Fang Zhao memutuskan untuk menghukum mereka. Kaisar Fang Zhao menghapuskan status pangeran Fang Tse dan mengusirnya dari istana. Sedangkan permaisuri Wen Jie dimasukan ke dalam penjara bawah tanah dan akan dihukum mati dengan meminum racun.
"Ibu.. Tidak." ucap pangeran Fang Tse ketika mengetahui bahwa permaisuri akan menerima hukuman.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati. Aku tidak akan membiarkanmu mati. Jangan tinggalkan aku Ibu." teriak pangeran Fang Tse dengan wajah penuh kesedihan.
"Anakku sayang. Kamu tidak akan bisa menolongku. Ini semua sudah takdirku. Tapi berjanjilah satu hal padaku. Kamu harus membalaskan semua dendam ini pada mereka yang telah membuat kita menderita seperti ini." ucap permaisuri Wen Jie yang masih belum menyadari kesalahannya.
"Ibu, aku berjanji. Aku akan membalas mereka semua. Apapun yang akan terjadi, aku akan membuat mereka lebih menderita. Mereka akan merasakan semua luka ini." ucap pangeran Fang Tse penuh dendam.
"Uhuk. Uhuk.." tiba-tiba saja permaisuri Wen Jie terbatuk dan memuntahkan darah hitam.
"Ibuuu..." teriak pangeran Fang Tse dengan isak tangis yang berat.
__ADS_1
"Pergilah. Cari orang itu. Dia akan membantumu untuk membalaskan dendam kita." ucap permaisuri Wen Jie.
*****
Waktunya telah tiba untuk permaisuri Wen Jie dan pelayan wanita bernama Wen She menerima hukuman mati dengan meminum racun di depan seluruh rakyat karena kesalahan mereka di masa lalu. Semua mata terbelalak ketika menyaksikan kejadian itu. Pangeran Fang Tse hanya terdiam dan menitikkan air mata. Dengan penuh dendam. Dengan penuh amarah. Dia berjanji akan membunuh semua orang yang telah membunuh ibunya.
Di ujung jalan yang sangat jauh dari tempat penghukuman, berdiri tegak seseorang mengamati proses penghukuman itu. Dia terlihat sangat sedih dan mengepalkan kedua tangannya tanda tak menerima keputusan hukuman mati itu. Setelah melihat permaisuri Wen Jie mati mengenaskan, orang itu pergi dan menghilang dari pandangan.
"Ayah.. Ayah.." panggil Jiantou memanggil pangeran Fang Yi sambil berlari-lari.
" Hmm, ada apa? hati-hati nanti jatuh." ucap pangeran Fang Yi.
"Lihatlah. Aku membawa uang kertas untuk nenek permaisuri Wen Jie" Ucap Jiantou sambil memperlihatkan benda itu kepada ayahnya.
"Untuk apa sayang?" tanya pangeran Fang Yi.
"Kita akan berdoa untuk kedamaian kedua nenek permaisuri. Ibu bilang kalau ibu sudah mempersiapkan upacara untuk berdoa" ucap Jiantou tersenyum.
Kemudian Jiantou menarik tangan ayahnya menuju ke tempat berdoa. Disana sudah berkumpul istri, anak laki-lakinya, anak laki-laki angkatnya (anak pangeran Fang Tse) dan ayah kaisar Fang Zhao.
"Salam hormat yang mulia" pangeran Fang Yi menyapa ayah kaisar Fang Zhao.
Braakkk...
Kaisar Fang Zhao terjatuh dan tak sadarkan diri. Semua panik. Zhang Lin langsung memerintahkan salah satu pelayan istana memanggil tabib istana untuk memeriksa keadaan kaisar Fang Zhao.
"Hah, sudah tidak ada harapan lagi." ucap tabib menggeleng-gelengkan kepalanya tanda pasrah.
"Apa maksudmu tabib?" tanya pangeran Fang Yi panik.
"Hamba mohon ampun yang mulia. Hamba hanya bisa mengatakan bahwa kaisar Fang Zhao sudah lama terkena racun yang tidak ada penawarnya. Namun dia selalu menyembunyikan semuanya dari pangeran. Kaisar tidak mau membuat pangeran cemas dan akhirnya menurunkan kesehatan pangeran sendiri. Racun ini sudah bersamanya lebih dari 10 tahun dan semua tabib sudah berusaha mencari penawarnya tapi selalu saja gagal." ucap tabib istana penuh penyesalan.
Zhang Lin menghampiri ayah kaisar dan memeriksa tubuhnya. Zhang Lin sangat terkejut, ayah kaisar ternyata sudah lama terkena racun. Dan racun itu sudah merusak seluruh organ tubuh kaisar. Saat ini organ tubuh kaisar sudah tidak dapat menahan ganasnya racun ini.
"Tidak mungkin!" teriak Zhang Lin tak percaya.
"Ada apa istriku?" tanya pangeran Fang Yi terkejut.
"Racun di dalam tubuh ayah kaisar sama dengan racun di dalam tubuhmu, suamiku" ucap Zhang Lin tak percaya.
__ADS_1
"Apa?" pangeran Fang Yi terkejut.
Seperti dugaan pangeran Fang Yi dan Zhang Lin. Bahwa orang yang meracuni kaisar Fang Zhao dan pangeran Fang Yi adalah orang yang sama dan merupakan orang dalam istana bahkan memiliki kemudahan akses untuk bertemu kaisar Fang Zhao.
"Siapa orang ini? apakah pelaku hanya seorang diri? ataukah sebenarnya mereka memiliki jumlah yang banyak?" tanya Zhang Lin dalam hati.
"Aku harus menanyakan ini semua kepada Hudie. Mungkin Hudie tahu jawabannya" ucap Zhang Lin dengan yakin.
Mereka meninggalkan kediaman kaisar Fang Zhao. Mereka secara bergantian menjaga kaisar Fang Zhao. Namun semakin lama keadaan kaisar Fang Zhao terus memburuk, hanya obat khusus yang diberikan oleh Zhang Lin yang mampu menekan rasa sakit kaisar Fang Zhao dan memberi sedikit harapan untuk hidup.
Semua pejabat dan rakyat di istana setiap hari melakukan doa untuk kesehatan kaisar Fang Zhao. Mereka belum bisa menerima keadaan kaisar Fang Zhao. Kaisar Fang Zhao terkenal dengan kebijaksanaan dan kebajikannya selama menjadi kaisar. Mereka semua mencintai kaisar Fang Zhao. Semua orang menangis. Semua orang bersedih. Mereka semua hanya bisa pasrah dengan keadaan kaisar.
"Kasim Wen, panggil pangeran Fang Yi kemari." ucap kaisar Fang Zhao dengan tubuh yang sangat lemah.
Pangeran Fang Yi bersama keluarga kecilnya menghampiri kaisar Fang Zhao.
"Anakku pangeran Fang Yi. Maafkan ayahmu selama ini yang tak bisa melindungimu. Aku rasa umurku takkan lama lagi. Aku akan bertemu dengan ibumu kembali. Dia sudah menungguku disana." ucap kaisar Fang Zhao tersenyum.
"Ibumu sudah menungguku disana dengan senyum yang tidak bisa aku lupakan seumur hidupku. Dia ingin bertemu denganku. Aku sangat bahagia bertemu ibumu." ucap kaisar Fang Zhao penuh senyuman.
"Dengarkan titahku. Mulai saat ini kaulah penerus kerajaan ini. Mulai saat ini kaulah kaisar kerajaan Fang. Ingatlah sayangilah rakyatmu. Sayangilah semua anak buahmu. Jadilah seorang kaisar yang bijaksana. Jangan pernah membuat rakyatmu menderita." ucap kaisar Fang Zhao semakin lemah.
"Putri Zhang Lin sangat mencintaimu. Jangan pernah kau sakiti hatinya lagi. Jangan pernah kamu menyesali sikapmu seperti ayahmu ini. Jangan sampai kau kehilangan orang yang sangat kau cintai. Lindungi keluargamu sampai napas terakhirmu." pesan kaisar Fang Zhao yang terdengar semakin lemah.
"Anakku ini adalah stempel dan plakat kerajaan sebagai tanda kau sebagai penerus kerajaanku" ucap kaisar Fang Zhao semakin melemah.
"Uhuk. Uhuk. Anakku aku sangat menyayangimu. Aku sangat mencintaimu. Maafkan aku." ucap kaisar Fang Zhao dinapas terakhirnya.
"Ayah kaisar.. Ayah kaisar.. Ayah kaisar" tangis pangeran Fang Yi semakin kencang.
"Kakek kaisar.. Kakek kaisar.. Kakek kaisar.." tangis si kembar semakin kencang.
"Ayah kaisar, maafkan aku tak menyadari kondisimu. Maafkan anakmu yang tak berbakti ini." ucap Zhang Lin dengan tangisan yang penuh dengan penyesalan.
Pangeran Fang Yi menangis tanpa suara, hatinya sangat terluka. Selama ini dia belum memberikan kebanggaan kepada ayahnya. Selama ini dia belum pernah mengatakan bahwa dia sangat menyayangi ayahnya. Semua sudah terlambat. Semua sudah terlambat. Hanya penyesalan yang ada di hati pangeran Fang Yi. Kedua orang tuanya sudah meninggalkannya. Meninggalkannya dengan penuh kesedihan yang mendalam.
"Maaf. Maafkan anakmu. Maafkan aku ayah kaisar. Aku sangat mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Aku berjanji akan memenuhi semua keinginanmu. Aku harap ayah kaisar dapat bertemu dengan ibu permaisuri disana" ucap pangeran Fang Yi penuh isak tangis.
Hari itu diumumkan kematian kaisar Fang Zhao. Semua merasakan kesedihan yang mendalam. Seluruh kerajaan Fang berkabung atas kematian kaisar Fang Zhao. Pangeran Fang Yi sangat terpukul dengan kejadian ini. Pangeran Fang Yi meminta waktu untuk menunda hari penobatannya sebagai kaisar yang baru. Dia mengurung dirinya di dalam kamar dan tak mau menemui siapapun termasuk istri dan anak-anaknya. Saat ini di hatinya hanya dipenuhi penyesalan, kesedihan dan goresan luka yang sangat besar.
__ADS_1
~Bersambung~