
Pengorbanan
Satu kata penuh misteri
Kata itu mampu membuat cinta semakin besar
Kata itu mampu membuat luka semakin dalam
Dan kata itu mampu membuat kenangan
Kenangan manis menjadi pahit
Kenangan pahit menjadi asam
Pengorbanan
Kata yang sangat mendalam
Penuh suka jika disertai cinta
Penuh duka jika disertai dendam
(By:Fanisa/xiaochan520)
...*****...
Malam itu dia terus memikirkan Zhang Lin. Dia berusaha untuk menekan luka hatinya. Meskipun terasa perih. Semua sudah menjadi takdir cintanya. Malam itu dengan ditemani udara dingin. Kaisar Xiao San menitikkan air matanya. Duduk sendirian di dalam kesunyian. Berharap ada keajaiban cinta mereka di dunia lainnya.
"Aku mencintaimu Zhang Lin. Aku sangat mencintaimu. Hanya kau satu-satunya yang aku anggap sebagai istriku." ucap kaisar Xiao San sambil menutup matanya perlahan dan mengalir tetesan air mata yang menjadi saksi ketulusan cintanya.
Pagi itu matahari terbit dengan sinarnya yang berwarna kuning keemasan disertai dengan angin sejuk yang mengeluarkan suara seruan halus dan damai, ditemani dengan tetesan embun yang basah di permukaan daun, burung berkicau dengan merdu dan tercium aroma lembut dari bunga mawar yang sedang bermekaran.
Semua bersiap-siap untuk melaksanakan upacara pernikahan kaisar Xiao San dan permaisuri Zheng Fei. Semua penghuni istana mulai dari pelayan istana dapur yang sibuk menyalakan tungku apinya, pelayan istana kediaman yang mulai menghias kamar pengantin, pelayan istana tengah yang mulai menata aula pernikahan, pengawal istana gerbang yang mulai menyambut para tamu, para pelayan pribadi yang membantu kaisar dan permaisuri berdandan, dan keluarga kaisar Fang Yi sedang ikut membantu dan mempersiapkan semuanya.
__ADS_1
Semua orang menampakkan wajah berseri dan penuh kebahagiaan. Anak-anak kecil berlarian bergembira hingga mengganggu semua yang pelayan istana yang sedang sibuk. Semua merasakan kebahagiaan yang luar biasa hari ini.
Tok.. Tok.. Tok..
"Permaisuri, bolehkah aku masuk?" tanya permaisuri Zhang Lin sambil mengetuk pintu dengan lembut.
"Jiejie, masuklah." ucap permaisuri dengan suara yang terdengar sangat bahagia.
Dia masuk ke dalam kamar itu ditemani dua pelayan istana yang membawa baju pernikahan yang dijahitnya sendiri.
"Pakailah ini, aku membuatkan khusus untukmu. Kamu akan terlihat sangat cantik dengan pakaian pengantin merah ini." ucap permaisuri Zhang Lin menunjukkan baju itu dengan penuh senyuman bahagia.
Pelayan istana mengambil baju pengantin itu dan menyuruh pelayan istana membantu memakaikannya.
"Hmm, kamu memang cantik permaisuri." ucap permaisuri Zhang Lin sambil memeluknya setelah melihat penampilannya yang sangat anggun memakai baju pengantin itu.
"Jiejie, aku sangat senang. Terima kasih sudah membuatkannya untukku." ucap permaisuri Zheng Fei dengan membalas pelukan itu.
"Aku harap kamu bahagia dengannya. Aku mohon tolong jaga dia dan berikan kebahagiaan untuknya." ucap permaisuri Zhang Lin dengan suara lirih.
Setelah mengantarkan pakaian pengantin itu dan mendoakan kebahagiaannya, permaisuri Zhang Lin pergi meninggalkan kediamannya dan menuju ke kediaman kaisar Xiao San.
Tok.. Tok.. Tok..
"Salam yang mulia, bolehkah aku masuk?" tanya permaisuri Zhang Lin lembut.
"Masuklah!" ucap kaisar Xiao San.
Permaisuri Zhang Lin masuk ke dalam dengan ditemani kedua pelayan pribadinya yang membawa baju pengantin buatannya.
"Salam yang mulia, maafkan aku mengganggu persiapanmu. Ini aku bawakan baju pengantin khusus dan mewah untukmu. Aku khusus menjahitnya untukmu. Lihatlah!" ucap permaisuri Zhang Lin menunjukkan pakaian itu dengan senyum bahagia.
"Iya itu terlihat sangat cantik dan mewah. Kamu sangat hebat membuatnya. Terima kasih." ucap kaisar Xiao San sambil menampakkan senyum yang pura-pura bahagia.
__ADS_1
"Dimana suami dan anak-anakmu? mengapa mereka tidak bersamamu?" tanya kaisar Xiao San pelan.
"Mereka sedang menyambut tamu di gerbang." ucap permaisuri Zhang Lin.
"Semua keluar dulu." ucap kaisar Xiao San menyuruh semua pelayan keluar dan berdiri menuju di hadapan permaisuri Zhang Lin.
"Ada apa? mengapa kamu menyuruh mereka semua keluar? apakah ada yang ingin kau bicarakan denganku?" ucap permaisuri Zhang Lin penasaran.
"Hm, aku hanya ingin mengucapkan pamit padamu. Aku ingin menatapmu sebentar saja." ucap kaisar Xiao San sambil memegang kedua tangan permaisuri Zhang Lin.
"Yang mulia, bahagiakan dirimu. Lupakan aku. Bukalah sedikit hatimu untuknya dan jalani pernikahan ini dengan bahagia." ucap permaisuri Zhang Lin berkata lembut sambil menatap penuh kesedihan dan kebahagiaan yang bercampur.
"Hm, aku akan melakukan semua yang kamu minta. Aku akan melakukan semua yang kamu inginkan, tapi aku mohon berikan aku waktu lima menit untuk memelukmu untuk yang terakhir. Aku mohon hanya lima menit." ucap kaisar Xiao San sambil menatap lembut penuh kesedihan.
"Hmm." ucap permaisuri Zhang Lin sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Kaisar Xiao San memeluk permaisuri Zhang Lin dengan erat, dia diam dan tak mengeluarkan kata-kata. Hanya saja pelukan itu terasa sangat menyayat hati, permaisuri Zhang Lin dapat merasakan perasaan terluka, sedih dan tidak ingin berpisah. Permaisuri Zhang Lin hanya bisa menunggu hingga dia melepaskan pelukan itu, hingga dia selesai meluapkan isi hatinya melalui pelukan itu, tanpa memberikan kata-kata dan tanpa memberikan respon yang berlebih, permaisuri Zhang Lin diam dan hanya mengelus lembut punggung pria yang pernah dicintainya untuk menenangkan hatinya yang penuh kesedihan dan kegelisahan.
Dia menepati janjinya, setelah lima menit dia melepaskan pelukannya dan menatap lembut melalui matanya.
"Terima kasih telah hadir di dalam hidupku dan terima kasih telah memberikan cinta serta kenangan terindah untuk hatiku." ucap kaisar Xiao San sambil menatapnya dengan lembut dan mengelus lembut pipinya.
"Hmm, semoga kamu selalu bahagia." ucap permaisuri Zhang Lin dengan matanya yang sudah berkaca-kaca dan akhirnya lepas kendali hingga air mata itu menetes di pipi lembutnya.
"Aku mohon bahagiakan dirimu, jangan memaksakan dirimu, aku akan bahagia jika mendengar kamu juga bahagia yang mulia." ucap permaisuri Zhang Lin dengan lirih sambil memegang tangannya dengan erat.
"Hmm, aku berjanji kamu hanya akan selalu mendengar berita kebahagiaan tentangku sampai aku menutup mataku." ucap kaisar Xiao San dengan lirih.
Kedua hanya bisa terdiam membisu, hati kaisar yang telah ditutup mulai saat itu, tidak ingin mencintai wanita manapun.
"Aku selalu mencintaimu dan aku takkan bisa mencintai wanita lain. Aku pasti akan selalu memberikan berita bahagia untuk kamu dengar, meskipun itu nyatanya adalah hatiku yang sedang terluka." ucap kaisar Xiao San dalam hatinya sambil menunjukkan senyum bahagia di depan permaisuri Zhang Lin.
Permaisuri Zhang Lin meninggal kediaman kaisar Xiao San untuk memberikan dia waktu memakai pakaian pengantin yang telah dibawakan oleh permaisuri Zhang Lin. Dia telah menetapkan hatinya untuk selalu tersenyum di depan permaisuri Zhang Lin.
__ADS_1
Pagi persiapan pernikahan telah selesai dan kedua pengantin dibawa ke depan altar untuk melaksanakan upacara pernikahan yang sakral ini dengan disaksikan oleh banyak orang yang mencintai kaisar Xiao San.
...~Bersambung~...